Dewan Etik Persepi Ancang-angcang Keluarkan Lembaga Survei yang Langgar Kode Etik
Tim Dewan Etik Persepi, Saiful Mujani, menyatakan akan mengeluarkan salah satu lembaga survei yang terbukti melanggar kode etik perkumpulannya. Halaman all
(Kompas.com) 25/10/24 20:12 16984589
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Dewan Etik Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi), Saiful Mujani, menyatakan akan mengeluarkan salah satu lembaga survei yang terbukti melanggar kode etik Persepi.
Saiful menjelaskan, sebelum memutuskan untuk mengeluarkan lembaga tersebut, pihaknya akan melakukan tahapan-tahapan untuk membuktikan adanya pelanggaran etik.
"Kalau pelanggaran itu etik berat, artinya ada unsur kesengajaan memanipulasi data, misalnya. Kami akan berikan sanksi berat, artinya yang melakukan itu kami keluarkan dari Persepi," kata Saiful saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/10/2024).
Selain pengeluaran dari perhimpunan, Persepi juga akan memberikan opini publik mengenai tanggung jawab lembaga tersebut dalam melakukan survei.
"Kami akan berikan opini kepada publik secara resmi bahwa lembaga kami tidak bertanggung jawab terhadap data-data yang dirilis atau survei-survei yang dilakukan oleh lembaga ini," tambah Saiful.
Sebagai informasi, berdasar survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Rabu (23/10/2024), pasangan Pramono-Rano memperoleh elektabilitas sebesar 41,6 persen, sedangkan pasangan RK-Suswono mendapatkan 37,4 persen.
Satu hari setelah survei LSI, Kamis (24/10/2024), lembaga survei Poltracking merilis hasil survei yang menunjukkan pasangan Pramono-Rano memiliki elektabilitas sebesar 36,4 persen, sementara pasangan RK-Suswono memperoleh angka 51,6 persen.
Survei LSI dilakukan dalam rentang waktu 10-17 Oktober 2024 dengan 1.200 responden, sementara survei Poltracking dilakukan dari 10-16 Oktober 2024 dengan 2.000 responden.
#ridwan-kamil #pramono-anung #elektabilitas #pilkada-jakarta #saiful-mujani #pramono