Pemerintah Mau Cetak Sawah Baru 3 Juta Hektare, Ini Sebaran Lokasinya
Pemerintah menargetkan dapat mencetak sawah baru 3 juta hektare untuk merengkuh kembali swasembada pangan. - Halaman all
(InvestorID) 27/10/24 16:26 17062093
JAKARTA, investor.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berkesempatan menyampaikan upaya mencapai cita-cita swasembada pangan dalam 4-5 tahun ke depan. Salah satunya adalah dengan mencetak sawah baru di Indonesia.
Mentan Amran menerangkan, cita-cita mencapai swasembada pangan dilakukan pemerintah melalui ekstensifikasi atau perluasan lahan pertanian. Dalam hal ini, pemerintah menargetkan dapat mencetak sawah baru seluas 3 juta hektar.
Sawah baru yang dimaksud tersebar di beberapa daerah antara lain Merauke dengan target 1 juta hektare, Kalimantan Tengah 500.000 hektare, Kalimantan Selatan 300.000 hektare, Sumatera Selatan 200.000 hektare. Sisanya sebanyak 1 juta hektare serta daerah lainnya seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, dan Sumatera Utara.
Intensifikasi juga dilakukan dengan pemanfaatan benih unggul, distribusi pupuk yang memadai, dan program pompanisasi di beberapa daerah sentra pangan seperti sekitar aliran Sungai Bengawan Solo, Cimanuk, dan Brantas. Selain itu, upaya optimalisasi lahan rawa seluas 360.000 hektar juga menjadi fokus utama. Mentan Amran mengatakan, swasembada pangan merupakan salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia.
“Dalam menghadapi krisis pangan global dan mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian telah menyusun langkah strategis yang tertuang dalam blueprint swasembada pangan,” ungkap Mentan Amran saat memberikan materi program swasembada pangan pada rangkaian acara Retreat bagi para Menteri Kabinet Merah Putih di Magelang, Sabtu (26/10/2024).
Sebagai bagian dari upaya percepatan produksi pangan. Pemerintah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 1,7 triliun. Melalui optimalisasi ini memberikan dampak surplus produksi 1,13 juta ton beras dengan nilai total mencapai Rp 13,57 triliun. Kebijakan yang tepat ini berhasil meningkatkan produksi beras di Agustus-Oktober 2024 yang tercatat Badan Pusat Statistik (BPS).
Kementerian Pertanian juga akan melakukan revitalisasi terhadap bendungan baru untuk mendukung pengairan yang efektif dan efisien. Di sisi lain, petani milenial dan generasi Z dilibatkan secara aktif dalam transformasi pertanian, dengan memanfaatkan potensi geografis dan topografi serta menyesuaikan dengan iklim dan budaya lokal. Dengan beralih ke pertanian modern, diharapkan biaya produksi dapat ditekan hingga 50% dan produksi meningkat hingga 100%.
Dukungan Kebijakan
Mentan Amran pada kesempatan ini juga memaparkan dukungan kebijakan dan program pangan bergizi. Menteri Pertanian 3 periode ini mengusulkan dukungan kebijakan tambahan untuk memperkuat swasembada pangan. Program lainnya termasuk inisiatif seperti Program Makan Siang Bergizi dan Pekarangan Pangan Bergizi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pangan masyarakat.
Selanjutnya, Program Mandiri Energi untuk Pertanian Berkelanjutan sektor pertanian, Kementerian Pertanian turut mengembangkan Program Mandiri Energi dengan penggunaan bahan bakar nabati B-50 menuju B-100. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kemandirian energi serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.
“Dengan strategi komprehensif ini, Kementerian Pertanian berkomitmen penuh untuk merealisasikan swasembada pangan sebagai pondasi ketahanan nasional, guna mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya dan meningkatkan kesejahteraan pertanian,” jelas Mentan Amran.
Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #swasembada-pangan #swasembada-energi #mentan-amran-sulaiman #cetak-sawah-baru #prabowo-subianto #perluasan-lahan-sawah #berita-ekonomi-terkini