Industri Otomotif Melemah, Laba Dharma Polimetal (DRMA) Kena Imbas

Industri Otomotif Melemah, Laba Dharma Polimetal (DRMA) Kena Imbas

Dharma Polimetal (DRMA) mencetak laba bersih Rp 412 miliar hingga kuartal III-2024, turun 20,6%. Penjualan DRMA ikut terkikis sebesar 5,3%. - Halaman all

(InvestorID) 27/10/24 16:58 17062095

JAKARTA, investor.id – Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 412 miliar pada periode sembilan bulan tahun ini. Angka itu turun 20,6% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 519 miliar sebagai imbas dari melemahnya industri otomotif. 

Kendati secara tahunan labanya terpangkas, namun secara kuartalan laba emiten TP Rachmat tersebut bertumbuh sebesar 68,8% bersamaan dengan meningkatnya penjualan sebesar 20,3% menjadi Rp 4 triliun. Tapi, lagi-lagi jika dikomparasikan secara tahunan, maka penjualan Dharma Polimetal (DRMA) ikut terkikis sebesar 5,3% akibat pelemahan industri otomotif nasional.

Pelemahan industri otomotif tersebut bisa dilihat dari penjualan wholesales mobil nasional sepanjang Januari-September 2024 yang mengalami tren negatif, dengan penurunan sebesar 16,2% yoy menjadi 633.218 unit.

Sementara penjualan ritel mobil nasional anjlok 11,9% yoy menjadi 675.223 unit, sehingga ketua umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi revisi target penjualan tahun ini dari 1 juta unit menjadi 859 ribu unit.

“Patut disyukur sekalipun industri otomotif masih dalam situasi sulit, tetapi di kuartal tiga ini kinerja perseroan menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan kuartal kedua. Kami harapkan, pemerintahan baru akan memberi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional khususnya bagi industri otomoatif,” jelas Presiden Direktur Dharma Polimetal (DRMA), Irianto Santoso, dalam keterangannya dikutip, Minggu (27/10/2024).

Dalam stiuasi industri yang kurang bersahabat, laba usaha DRMA pada sembilan bulan 2024 juga turun sebesar 19,7% menjadi Rp 548,5 miliar dibanding sebelumnya Rp 683 miliar. 

Pendorong Utama

Segmen 2W mendominasi penjualan DRMA pada periode kuartal III-2024 dengan kontribusi terhadap penjualan hingga Rp 2,4 triliun, naik 8,0% yoy. Dengan kontribusi terhadap pendapatan mencapai 60%, maka segmen 2W konsisten menjadi driver utama pertumbuhan penjualan DRMA.

Meningkatnya permintaan dan kenaikan pangsa pasar 2W, di mana beberapa model memiliki permintaan tinggi telah mendatangkan keuntungan bagi DRMA. Sedangkan segmen 4W, setelah melemah berturut-turut di industri nasional,  akhirnya mencatatkan total penjualan segmen 4W sebesar Rp1,1 triliun pada 9M24, meningkat 20,6% secara QoQ.

“Hal ini menunjukkan kemampuan DRMA dalam mengelola sumber daya secara lebih optimal dan efisien, sehingga peningkatan yang dicapai mampu melampaui pertumbuhan industri,” tutur Irianto.

Editor: Muawwan Daelami (muawwandaelami@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #dharma-polimetal #drma #saham-drma #laba-drma #industri-otomotif #laporan-keuangan-dharma-polimetal #tp-rachmat #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/378096/industri-otomotif-melemah-laba-dharma-polimetal-drma-kena-imbas