Penyaluran KUR Gunakan

Penyaluran KUR Gunakan "Credit Scoring," BNI: Jaga Kualitas Kredit

Pemerintah sedang mematangkan skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menggunakan skor kredit atau credit scoring. Halaman all

(Kompas.com) 28/10/24 11:40 17096018

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sedang mematangkan skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menggunakan skor kredit atau credit scoring, yang rencananya mulai diterapkan pada 2025.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Okki Rushartomo Budiprabowo menilai, penggunaan credit scoring dapat berimplikasi positif terhadap kualitas KUR yang disalurkan perbankan.

"Kami menyambut baik rencana penerapan credit scoring yang diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan mengakselerasi penyaluran KUR," ujar dia kepada Kompas.com, dikutip Senin (28/10/2024).

SHUTTERSTOCK/BLEAKSTAR Ilustrasi UMKM, strategi bisnis UMKM.

Lebih lanjut Okki bilang, BNI sendiri sebenaranya telah memanfaatkan sistem scoring yang secara rutin dikalibrasi untuk memastikan analisis kredit dalam menyalurkan kredit ke segmen UMKM, khususnya lewat KUR.

Sistem tersebut diharapkan lebih efektif dalam menilai risiko dan kelayakan debitur melalui pemanfaatan model statistik disertai data pendukung lain yang relevan.

"Dengan implementasi scoring system ini, proses pengambilan keputusan kredit menjadi lebih efisien tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang kuat," tutur Okki.

"Penggunaan scoring system BNI yang dikalibrasi secara berkala diharapkan dapat menjaga kualitas kredit yang disalurkan," sambungnya.

Adapun untuk menjaga rasio NPL tetap terkendali, bank pelat merah itu akan tetap mengkombinasikan penggunaan skema credit scoring dengan monitoring yang ketat serta evaluasi berkala terhadap portofolio kredit.

"Pendampingan yang berkelanjutan bagi debitur KUR juga akan terus dilakukan guna memastikan bahwa mereka mampu mengelola kewajiban pembayaran kredit secara tepat waktu," ucapnya.

Sebagai informasi, sampai dengan 30 September 2024, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 10,2 triliun kepada lebih dari 45.000 debitur.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM, Yulius mengatakan, pihaknya telah melaksanakan pilot project dengan menggunakan data debitur KUR dari berbagai bank umum untuk melihat efektivitas skema credit scoring ini.

Yulius menyebut, uji coba ini akan membutuhkan waktu 6 bulan untuk mendapatkan hasil yang optimal, serta melibatkan 72.000 nasabah dari tiga bank.

Selain PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang menjadi bank terbesar penyalur KUR, diperkirakan ada dua bank pelat merah lainnya yang melaksanakan proses tahap uji coba ini, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

"Kami sudah lakukan (pilot project) menggunakan data debitur yang mengakses kredit produktif dari bank secara umum yang bersumber dari lembaga informasi biro kredit. Di mana hasilnya, terjadi penambahan 5 persen debitur yang disetujui dengan menggunakan Innovative Credit Scoring," ungkap Yulius, dilansir dari Kontan.

#bni #kur #skor-kredit #kredit-usaha-rakyat #credit-scoring

https://money.kompas.com/read/2024/10/28/114023926/penyaluran-kur-gunakan-credit-scoring-bni-jaga-kualitas-kredit