Banyak Unit Rusun Tak Dihuni, Ara: Ngeri Negara Ini

Banyak Unit Rusun Tak Dihuni, Ara: Ngeri Negara Ini

'10 tower, penghuninya baru dua tower,' ucap Ara. Halaman all

(Kompas.com) 28/10/24 20:30 17114613

KOMPAS.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengaku menemukan data terkait banyaknya unit rumah susun (rusun) yang telah dibangun Pemerintah tidak berpenghuni alias kosong.

Ara, sapaan akrabnya, mengatakan, salah satu contoh rusun yang belum dimanfaatkan secara maksimal ialah Rusun Pasar Rumput di Jakarta Selatan.

Salah satu pemicunya karena harga sewa Rp 3,5 juta per bulan, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sulit untuk menjangkaunya.

"Ngeri, padahal setiap unit 2 kamar, ada AC, dan kondisinya baik," ujar Ara dalam Diskusi Program 3 Juta Rumah pada Senin (28/10/2024) dikutip dari kanal Youtube Kementerian PKP.

Untuk itu, ia telah meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni Perumda Pasar Jaya selaku pengelola rusun untuk menurunkan harga sewa rusun menjadi Rp 1,25 juta per bulan.

Selain itu, juga meminta agar 400 korban kebakaran di Manggarai bisa menempati Rusun Pasar Rumput secara gratis hingga satu tahun ke depan.

Selain Rusun Pasar Rumput, Politikus Partai Gerindra itu juga menemukan terdapat rusun di Batang yang jumlah penghuninya masih sedikit.

"10 tower, penghuninya baru dua tower, ngeri negara ini," ucapnya.

Kemudian, terdapat rusun di Rancaekek, Bandung, yang telah dibangun oleh Pemerintah juga tidak berpenghuni.

"Ada dua tower sudah jadi, tidak dihuni. Bagaimana kita mau urus rakyat dengan kenyataan-kenyataan seperti ini?," katanya.

Dengan adanya fenomena ini, Ara menilai bisa segera membagikan rumah untuk masyakarat yang kurang mampu dan membutuhkan.

"Dengan anggaran terbatas, saya mesti kreatif. Kalau saya bangun dulu baru urus rumah rakyat, saya baru bisa bagi-bagi satu tahun lagi, tapi dengan begini, mulai minggu depan sudah bisa bagi-bagi," tutupnya.

#rumah-susun #rusun

https://www.kompas.com/properti/read/2024/10/28/203000921/banyak-unit-rusun-tak-dihuni-ara--ngeri-negara-ini