Sritex Dinyatakan Pailit, Segini Kewajiban Utangnya

Sritex Dinyatakan Pailit, Segini Kewajiban Utangnya

Utang bank menjadi salah satu pos liabilitas paling besar Sritex, dengan nilai mencapai 809,99 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 12,71 triliun. Halaman all

(Kompas.com) 28/10/24 19:11 17119922

JAKARTA, KOMPAS.com - Raksasa tekstil Asia Tenggara, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex telah divonis pailit oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang.

Keputusan itu merupakan buntut dari permasalahan keuangan perusahaan yang pelik, di mana kerugian terus meningkat, dan utang perusahaan tercatat kian membengkak.

Berdasarkan dokumen laporan keuangan perusahaan, emiten dengan kode saham SRIL itu memiliki total utang atau liabilitas sebesar 1,59 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 24,96 triliun (asumsi kurs Rp 15.700 per dollar AS) sampai dengan Juni 2024.

Dilihat berdasarkan sumbernya, utang bank menjadi salah satu pos liabilitas paling besar Sritex, dengan nilai mencapai 809,99 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 12,71 triliun.

Nilai tersebut merupakan total dari pinjaman yang diberikan oleh 28 bank, di mana bank yang memberikan pinjaman paling besar ialah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.

Tercatat total utang Sritex di bank swasta terbesar Tanah Air itu mencapai 82,68 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 1,29 triliun.

Adapun total utang Sritex di BCA itu terdiri dari utang jangka pendek sebesar 11,37 juta dollar AS atau setara Rp 178,51 miliar, dan utang jangka panjang sebesar 71,31 juta dollar AS atau setara Rp 1,12 triliun.

Menanggapi keputusan pailit terhadap Sritex, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, perusahaan menghormati proses dan putusan hukum dari Pengadilan Niaga tersebut.

"BCA juga menghargai langkah hukum kasasi yang sedang diajukan oleh debitur yang bersangkutan," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, dikutip Senin (28/10/2024).

Hera menambahkan, BCA juga terbuka untuk berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait.

Hal tersebut juga termasuk dengan pihak kurator yang ditunjuk oleh pihak pengadilan dalam rangka mencapai solusi atau penyelesaian terbaik bagi debitor dan semua kreditur yang ada.

Hera melaporkan, rasio loan at risk (LAR) BCA mencapai 6,1 persen pada sembilan bulan pertama tahun 2024. Angka tersebut membaik dari posisi setahun lalu di angka 7,9 persen.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berada di tingkat 2,1 persen. Sedangkan pencadangan LAR dan NPL ada pada tingkat yang memadai, masing-masing 73,5 persen dan 193,9 persen.

#sritex #bca #sritex-dinyatakan-pailit

https://money.kompas.com/read/2024/10/28/191100726/sritex-dinyatakan-pailit-segini-kewajiban-utangnya