Petani Sawit Jadi Tumpu Utama Industri Biodiesel Indonesia
Model rantai pasok biodiesel saat ini masih belum optimal untuk petani sawit swadaya, padahal mereka pilar utama untuk biodiesel.
(WE Finance) 29/10/24 12:50 17150506
Warta Ekonomi, Jakarta -Peneliti Tata Kelola Sawit dan Biodiesel, Wiko Saputra, mengatakan bahwa program biodiesel nasional merupakan langkah penting dalam mencapai ketahanna energi berbasis sumber daya domestik. Pasalnya, industri biodiesel Indonesia mengalami pertumbuhan pesat sejak penerapan kebijakan pencampuran biodiesel dalam solar (biosolar) pada tahun 2015 silam.
Langkah agresif pemerintah saat itu dinilai membawa hasil yang cukup signifikan. Apalagi dengan implementasi program B35 yang kini diproyeksikan untuk terus ditingkatkan hingga mencapai B100 secara bertahap.
Kendati demikian, Wiko mencatat beberapa tantangan yang menghambat peningkatan produksi kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan biodiesel ini.
“Untuk mencapai B40, dibutuhkan tambahan sekitar 2,5 jtua ton minyak sawit mentah (CPO),” kata Wiko dalam keterangannya, Selasa (29/10/2024).
Pentingnya peran petani sawit swadaya dalam mendukung industri biodiesel menurutnya juga berperan besar daripada hanya fokus dalam menekan ekspor saja. Dengan meningkatnya permintaan biodiesel, ucapnya, maka kebutuhan CPO juga kian bertambah.
Dirinya memperkirakan jika program B60 yang berjalan pada 2035 nanti dengan kenaikan permintaan biosolar sebesar 3% per tahunnya membuat kebutuhan CPO untuk biodiesel dalam negeri mencapai 34,35 juta metric ton.
Sementara itu, Indonesia sendiri memiliki potensi besar dalam perkebunan sawit swadaya. Hal ini ditunjukkan dengan luas perkebunan sekitar 5,31 juta hektare yang mampu memproduksi 14,87 juta metric ton CPO atau setara dengan 13,91 juta kiloliter biodiesel tiap tahunnya.
https://wartaekonomi.co.id/read547986/petani-sawit-jadi-tumpu-utama-industri-biodiesel-indonesia