Yenny Wahid Ungkap Ada Atlet Panjat Tebing Terjerat Judi Online dan Investasi Bodong Lebih dari Rp100 Juta

Yenny Wahid Ungkap Ada Atlet Panjat Tebing Terjerat Judi Online dan Investasi Bodong Lebih dari Rp100 Juta

Ketua Umum Federasi Panjang Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengatakan ada sejumlah atlet panjang tebit yang terjerat berbagai mekanisme investasi bodong hingga judi online.

(Bisnis Tempo) 29/10/24 15:20 17156811

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Federasi Panjang Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengatakan ada sejumlah atlet panjang tebit yang terjerat berbagai mekanisme investasi bodong. Bahkan, ia mengakui ada yang sempat bermain judi online. Hal itu membuatnya menekankan pentingnya literasi keuangan di kalangan atlet.

“Jadi ada atlet kita yang ikut model robot trading, ada yang kena judi online. Begitu melihat ada kasus semacam ini, kami dari federasi langsung melakukan tindakan,” ujar Yenny saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 29 Oktober 2024.

Yenny menambahkan, kasus semacam itu hanya terjadi di segelintir kecil atlet yang tergabung dalam federasinya. Ia mengatakan ada atlet yang terjerat investasi bodong dengan nilai sekitar Rp 100 juta. “Ada yang sampai Rp 100 juta,” cetusnya.

Menurut Yenny, atlet panjat tebing tidak jauh berbeda dengan kebanyakan masyarakat Indonesia perihal literasi keuangan. Masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan. Pasalnya, setiap menang kejuaraan, para atlet bisa mengantongi uang yang cukup banyak.

Federasi, kata Yenny, hanya bisa mengantarkan dan membuka jalan para atlet untuk belajar investasi dan memperdalam literasi keuangan. Salah satunya, lewat kerja sama dengan BEI.

“Kami dari federasi hanya bisa mengantarkan ke pintu, membukakan akses. Pada akhirnya karena itu uang mereka, maka mereka yang punya tanggung jawab,” kata dia.

Kendati begitu, Yenny menyampaikan, ada beberapa atlet yang cukup memahami investasi secara baik. Salah satunya Veddriq Leonardo, atlet peraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024.

Pada kesempatan yang sama, Veddriq bercerita sudah belajar investasi sejak tahun 2020. Ia mengaku memilih investasi dengan risiko rendah seperti emas hingga reksadana. Veddriq juga mengaku sempat mencoba bertransaksi saham.

“Tapi saham blue chip ya, jadi lebih aman,” kata Veddriq.

Lelaki kelahiran Pontianak itu mengaku mengalokasikan sekitar 20 persen dari anggaran investasi dengan memasukannya ke instrumen saham. Menurutnya, hingga sekarang ia masih terus belajar mengatur keuangan dan memilih instrumen invesatasi yang tepat.

#yenny-wahid #investasi-bodong #judi-online #bei #saham

https://bisnis.tempo.co/read/1934505/yenny-wahid-ungkap-ada-atlet-panjat-tebing-terjerat-judi-online-dan-investasi-bodong-lebih-dari-rp100-juta