Tak Lagi Merugi, Bank Neo Commerce (BBYB) Cetak Laba Rp Rp 4,06 Miliar
Bank Neo Commerce (BBYB) cetak kinerja positif dengan laba bersih sebesar Rp 4,06 miliar per kuartal III-2024
(Kontan-Keuangan) 31/10/24 12:49 17253565
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA.PTBankNeoCommerceTbk(BBYB) atau BNC akhirnya terlepas dari derita rugi dengan mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 4,06 miliar pada akhir Kuartal III-2024.
Sebagai perbandingan, di periode yang sama pada tahun lalu Bank Neo menderita rugi sebesar Rp 566,05 miliar.
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono menjelaskan, torehan laba bersih ini merupakan hasil dari berbagai upaya strategis BNC dalam meningkatkanefisiensioperasionalbisnisselama sembilan bulan pertama tahun ini, dengan menerapkan pengelolaan layanan operasional perbankan melaluioptimalisasi layanan transaksi perbankan digital serta penerapan digitalisasi pada proses bisnis sehingga berhasil menurunkan beban operasional, tercermin dari Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menjadisebesar99,88%dikuartalIII-2024,turundari116,91%dikuartalIII-2023.
Dari sisi fungsi intermediasi, total penyalurankredit BNCtercatatsebesarRp 9,26triliun sampai September 2024, terkoreksisebesar 15,54%yoy dari posisi September 2023 yang sebesar Rp10,97 triliun.
Penurunan ini disebabkan oleh penerapanprinsip kehati-hatiandalam menyalurkan kredit, guna menjaga kualitas kredit. Hal ini terlihat dari rasio NPLNett yang tercatat 0,99% dan NPL Grosssebesar3,72% per September 2024.
“Meskipun terjadi koreksi, kami berhasil meningkatkan penyaluran kredit kepada nasabahkorporasidanjugapenyalurankreditsecaralangsungkepadanasabahmelaluiprodukpinjamanmilik BNC yang tersedia di aplikasi neobank, yaitu Neo Pinjam,” ungkap Eri dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (31/10).
Dalam rinciannya, penyaluran kredit BNC ke segmen korporasi tercatat sebesar Rp 2,31 triliun pada posisi September 2024, naik sebesar 88,01% yoy dariRp 1,23triliunpadaSeptember2023.
Sementara itu produk Neo Pinjam juga naik sebesar 152,32%dariJanuarihinggaSeptember2024,darikisaranRp86miliardiJanuarimenjadikisaranRp217miliar di September 2024.
“Momentuminimerupakanhalyangbaik,karenaseiring dengan semakin lengkapnya layanan dan produk perbankan yang kami miliki dan semakinaktifnyanasabahmenggunakanlayananyangtersedia,kamitetapberhasilmenjalankanoperasionalperbankanyangsemakinefisiendanlebihbaiklagi,” kata Eri.
BNCjugamencatatkanpertumbuhanCapitalAdequacy Ratio(CAR) yang cukup signifikan, meningkat 7,83%year to datemenjadi 34,18% padaposisi September 2024 dari sebelumnya 26,35% di posisi September 2023.
Meningkatnya CARmenunjukkan semakin baiknya kemampuan Bank untuk menanggung risiko dari kredit yangdiberikan dan menunjang kemampuan Bank untuk dapat terus meningkatkan pertumbuhankredit.
Dari sisi pendanaan, BNC mencatat perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesarRp14,14 triliun, terjadi koreksi sebesar 7,59% yoy, dari Rp15,30triliunpadaperiodeyangsamatahunsebelumnya.
#eri-budiono #laba-bersih #penyaluran-kredit #kinerja-bank #bank-neo-commerce #neo-bank #bank-neo #digitalisasi-perbankan #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #n-a