#30 tag 24jam
Resmi Diluncurkan! SuperApp BYOND by BSI Hadirkan Layanan Komprehensif, Akses Makin Nyaman & Aman
BSI ?meluncurkan SuperApp BYOND by BSI sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan jasa perbankan dan keuangan yang semakin kompleks. [1,081] url asal
#bsi #bank-syariah-indonesia #digitalisasi-perbankan #brandconnect
(MedCom - Ekonomi) 10/11/24 12:07
v/17974297/
Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi meluncurkan SuperApp BYOND by BSI sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan layanan jasa perbankan dan keuangan yang semakin kompleks pada era digital. BYOND by BSI merupakan SuperApp layanan finansial, sosial, dan spiritual komprehensif yang lebih mudah dan nyaman diakses, dengan keamanan yang semakin maksimal.Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan antusiasmenya atas peluncuran aplikasi BYOND. Erick juga mengapresiasi langkah BSI yang terus melakukan inovasi dan transformasi tanpa henti, sehingga mampu terus bertumbuh dan berkembang serta membalikkan stigma yang selama ini banyak melekat pada industri perbankan syariah. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung BSI dalam upaya membangun ekosistem Islam yang terintegrasi dan inklusif.
“InsyaAllah, BYOND by BSI dapat memenuhi harapan kita semua, memberikan solusi komprehensif terhadap berbagai kebutuhan masyarakat terkait layanan perbankan syariah dan ekosistem ekonomi Islam. Kemudian hal-hal terkait layanan umrah dan haji juga bisa disinergikan dengan accessibility BSI ke depan. Apalagi saat ini BSI sedang menjajaki peluang untuk membuka cabang di Arab Saudi, setelah sebelumnya berhasil di Dubai," kata Erick Thohir pada acara BYOND by BSI Launching di Parkir Timur Senayan, Sabtu, 9 November 2024. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad, serta jajaran direksi BSI.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan perseroan sangat bangga dapat menghadirkan produk ini ke tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, kehadiran BYOND by BSI bukan sekadar SuperApp layanan perbankan. Kehadirannya merupakan hasil transformasi berkelanjutan BSI dalam menjawab berbagai tantangan di era digitalisasi.
| Baca juga: BSI Buka Layanan Weekend Banking di 504 Kantor Cabang |
"BSI akan selalu agile dalam mengembangkan produk baru sejalan dengan digitalisasi. Transformasi ini juga sejalan program pemerintah baru yang ingin mendorong infrastruktur digital,’’ kata dia.
Hery menjelaskan DNA yang tertanam pada BYOND, merupakan inovasi yang akan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat yang dinamis dan terus meningkat, seperti kemudahan, kecepatan, kenyamanan tapi juga berfokus pada keamanan transaksi. ‘’Sesuai tagline-nya #SemuaJadiMudah, dengan BYOND by BSI semua urusan jadi mudah, bagi siapa pun, kapan pun, dan di mana pun,” kata Hery dalam acara monumental BYOND by BSI Launching di Parkir Timur Senayan, Jakarta.
Hery mengungkapkan BYOND by BSI hadir didukung teknologi dan infrastruktur IT yang mumpuni karena mencakup pengembangan teknologi baru, peningkatan keamanan siber, dan infrastruktur.
Sebagai aplikasi super yang beyond banking, BYOND hadir dengan teknologi yang lebih baik. Dengan user interface (UI) dan user experience (UE) yang lebih canggih dan lebih fresh, sehingga kami dapat terus memenuhi kebutuhan nasabah yang lebih sophisticated, yang semakin hari terus semakin dinamis sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini dan ke depannya.
Sejak terbit di App Store dan Play Store pada 26 Oktober 2024, BYOND by BSI selama 14 hari sudah digunakan oleh lebih dari 100 ribu pengguna. Pertumbuhan hariannya kurang lebih mencapai 10 ribu pengguna setiap hari. “Dalam kurun waktu tersebut, BYOND by BSI sudah melayani hingga 1 juta transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp 1 triliun. Alhamdulillah,” jelas Hery.
| Baca juga: Ini Cara Pendanaan Zakat Dorong Pelaku Usaha Mikro |
Inovasi yang Semakin Aman
Direktur Teknologi Informasi BSI Saladin D Effendi pada kesempatan yang sama mengatakan sebagai landasan inovasi yang ditempuh perseroan, adaptasi dan adopsi menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam dunia IT yang terus bergerak cepat.“Di BSI, kami terus melakukan transformasi digital, harus cepat mengadopsi teknologi baru dan beradaptasi dengan ekosistem teknologi yang ada. BYOND didesain untuk memberikan pengalaman perbankan yang lebih intuitif dan relevan bagi generasi muda, khususnya yang ingin proses transaksi serba cepat dan mudah,” tuturnya.
Untuk mengkreasi inovasi, BSI juga memainkan peran besar dalam menciptakan cara kerja baru yaitu dengan membangun Digital Lab. Di sini, BSI menerapkan konsep agile, memungkinkan tim bekerja dalam siklus pendek untuk segera menguji dan menyempurnakan fitur BYOND.
Salah satu hasilnya, ada lima solusi yang ditawarkan BYOND by BSI, sekaligus menjadi pembeda dari BSI Mobile, yaitu: Pengkinian teknologi, Modernisasi tampilan aplikasi (New UI/UX), Re-branding, metode kerja baru dan Ekosistem.
Selain itu, ketika merancang BYOND keamanan nasabah adalah prioritas utama. BYOND menurut Saladin dibangun dengan berbagai lapisan keamanan untuk melindungi nasabah. Pertama, untuk aktivasi, nasabah harus memasukkan PIN dan data kartu debit mereka. Kedua, BYOND menerapkan fraud detection system (FDS) yang dapat mengenali pola transaksi anomali.
Ketiga, BYOND dilengkapi dengan hardware security module (HSM). Ini adalah teknologi tinggi yang digunakan untuk melindungi PIN dan data nasabah dalam bentuk yang sangat aman. Proses keamanan BYOND pun sangat ketat. Setiap fitur melewati beragam uji coba—grey box, white box, dan black box penetration test—untuk memastikan bahwa tidak ada celah yang bisa dieksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Bahkan, aplikasi ini dirancang dengan perlindungan firewall, dan kami juga memperhatikan perlindungan di sisi nasabah. Dengan semua langkah ini, BSI ingin membuat BYOND hadir dengan sistem keamanan berlapis yang bisa diandalkan. Kami menyebutnya sebagai ‘benteng dobel’—ada notifikasi, FDS, HSM, aktivasi menggunakan kartu, dan lainnya. Jadi, nasabah bisa menggunakan BYOND dengan tenang dan merasa aman,” katanya menekankan.
Pengembangan Berkelanjutan
Dalam acara tersebut, SEVP Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih mengatakan kehadiran BYOND memperkuat tiga hal utama yang menjadi tujuan BSI bagi nasabahnya yaitu menjadi Sahabat Finansial, Sahabat Sosial, dan Sahabat Spiritual.Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut BYOND dirancang dapat memenuhi kebutuhan nasabah secara holistik, menyesuaikan dengan gaya hidup modern dan memberikan solusi menyeluruh dalam satu aplikasi.
“Semakin menekankan nilai-nilai tersebut, BYOND hadir sebagai platform yang bukan hanya sekedar aplikasi perbankan, tetapi juga sebagai teman sejati yang mendampingi nasabah dalam berbagai aspek kehidupan mereka,” kata Saut menegaskan.
Dia lanjut menjelaskan, sebagai sahabat Finansial, Sosial dan Spiritual, BYOND by BSI menghadirkan fitur-fitur canggih yang akan melampaui ekspektasi penggunanya. BYOND menjadikan BSI sebagai pengubah permainan (game changer) dalam industri perbankan. Beberapa fitur yang bisa di highlight adalah, pertama, Proses Pendaftaran yang Mudah & Aman. Kedua, Solusi Keuangan Komprehensif. Ketiga, Fitur Sosial & Spiritual yang Lebih Luas. Serta keempat, Ekosistem Gaya Hidup.
"BYOND by BSI tidak berhenti pada apa yang telah ada. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan digital yang lebih inovatif di masa depan. BYOND didesain dengan teknologi microservices yang memungkinkan peluncuran fitur-fitur baru yang lebih cepat," ucapnya.
Adapun pada saat peluncuran, BYOND akan menawarkan sekitar 130 fitur yang siap digunakan oleh nasabah. Ke depan, BYOND akan menambahkan fitur baru, dengan prioritas pada pengembangan fitur investasi dan lifestyle sebagai komitmen untuk terus memberikan pengalaman yang lebih baik dan kian lengkap bagi nasabah setiap saat.
Dalam event launching BYOND by BSI tersebut disertai pula dengan kegiatan donasi bersama nasabah pengguna BYOND yang ditujukan untuk program Peduli Pendidikan Dhuafa bertema ‘Pendidikan untuk Semua’.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ROS)
BSI dukung program Prabowo soal digitalisasi pilar utama ekonomi RI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendukung transformasi digital sebagai pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memperkuat ketahanan ... [393] url asal
#bsi #ekosistem-halal #digitalisasi-perbankan
(Antara) 05/11/24 04:23
v/17485243/
Surabaya (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendukung transformasi digital sebagai pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memperkuat ketahanan nasional pada pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan transformasi digital ini seiring dengan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang menekankan visi digitalisasi sebagai pilar utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memperkuat ketahanan nasional.
“Transformasi digital ini seiring dengan program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang menekankan visi digitalisasi sebagai pilar utama,” kata Wisnu Sunandar dalam keterangan, di Surabaya, Senin.
Dia mengatakan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berkomitmen mengakselerasi digitalisasi termasuk bagi industri syariah agar dapat mendorong ekonomi digital sekaligus menciptakan ekosistem yang inklusif dan kompetitif.
Wisnu menjelaskan BSI sejak berdiri pada 1 Februari 2021 sudah mulai memperkuat penetrasi inklusi keuangan syariah melalui digitalisasi layanan perbankan yang efektif, efisien, dan dapat diadopsi oleh seluruh kalangan.
Bahkan, upaya BSI tersebut telah mampu mendorong peralihan transaksi nasabah BSI ke layanan e-channel yang terus meningkat setiap tahun yakni mencapai 97,94 persen dari total transaksi.
“Jumlah mencapai 607 juta transaksi yang membukukan volume Rp709 triliun per September 2024,” ujar Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih.
Tak hanya itu, kata dia, aplikasi layanan perbankan BSI yaitu BSI Mobile pun penggunanya sudah mencapai 7,57 juta atau tumbuh 28,34 persen pada kuartal III tahun 2024 karena di dalamnya terdapat banyak fitur yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
Aplikasi tersebut dilengkapi dengan layanan QRIS, fitur Islami seperti jadwal shalat, ZISWAF, pembiayaan online, gadai dan cicil emas online, pembayaran e-commerce, hingga top up e-wallet.
Untuk semakin mendukung digitalisasi, Wisnu menuturkan BSI juga segera meluncurkan SuperApp BYOND by BSI yang dirancang sebagai aplikasi dengan fitur lengkap mulai dari layanan transaksi finansial, sosial, dan spiritual yang lebih modern, aman, dan cepat.
Senior Vice President (SVP) Digital Banking Retail BSI Riko Wardhana mengatakan BYONDby BSI tetap mengusung salah satu fitur andalan yang ada di pendahulunya yaitu fitur Berbagi.
Dalam fitur berbagi ini terdapat kemudahan bagi nasabah untuk melakukan transaksi sosial dan donasi, seperti Ziswaf, sumbangan duka, donasi kemanusiaan, dan kegiatan sosial lainnya.
“Aplikasi ini dirancang untuk bisa menjadi pintu akses nasabah ke berbagai layanan halal lifestyle, sehingga nantinya nasabah dapat langsung melakukan transaksi terkait halal ecosystem,” kata Riko.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024
BSI Bersiap Luncurkan Superapps Byond Akhir Pekan ini
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berupaya untuk meningkatkan digitalisasi melalui superapps terbaru bernama Byond [294] url asal
#bank-syariah-indonesia #saut-parulian-saragih #digitalisasi-perbankan #inklusi-keuangan-syariah #superapps-byond #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank
(Kontan-Uang) 04/11/24 17:01
v/17551813/
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi perbankan syariah, pangsa pasar tentu menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditingkatkan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berupaya untuk meningkatkan hal tersebut melalui digitalisasi.
Salah satunya, bank syariah terbesar tanah air tersebut akan meluncurkan superapps terbaru bernama Byond. Di mana, superapss tersebut akan resmi meluncur pada 9 November 2024 mendatang.
Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Banking BSI Saut Parulian Saragih membenarkan bahwa digitalisasi memang menjadi salah satu upaya bagi bank untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah. Mengingat, BSI mencatat transaksi melalui e-channel sudah mencapai 97,94% dari total transaksi.
Ia menjelaskan bahwa saat ini ada dua tipe nasabah yang ada di BSI, antara lain nasabah konformis dan universalis. Adapun, nasabah konformis adalah nasabah segmen muslim yang baru pertama kali menggunakan aplikasi dan melihat apakah aplikasi tersebut syariah atau tidak.
Sementara, ia bilang untuk nasabah universalis adalah nasabah yang memilih suatu platform dari fitur-fitur yang tersedia, selain terkait syariah atau tidaknya. Nah, Saut melihat nasabah seperti inilah yang banyak diincar dengan adanya Byond ini.
“Dengan adanya Byond ini kita berharap lebih banyak lagi nasabah universalis ini yang mungkin menambah rekeningnya menjadi nasabah kita, nasabah BSI. Dari situ kita harapkan penetrasinya menambah,” ujarnya, Senin (4/11).
Sebagai informasi, aplikasi layanan perbankan BSI sebelumnya, BSI Mobile, penggunanya sudah mencapai 7,57 juta tumbuh 28,34% pada kuartal III/2024. Aplikasi tersebut sudah dilengkapi dengan layanan QRIS, fitur Islami seperti jadwal salat, ZISWAF, pembiayaan online, gadai dan cicil emas online, pembayaran e-commerce, hingga top up e-wallet.
“Oleh karenanya BSI merespons pertumbuhan transaksi digital yang signifikan tersebut dan menjawab kebutuhan nasabah BSI yang menginginkan kemudahan, kecepatan, keamanan dan kenyamanan layanan digital perbankan, dengan terus berinovasi menghadirkan SuperApp Byond by BSI,” katanya menegaskan.
Dukung Perekonomian Lewat Digitalisasi, Bank Mandiri Sabet Gelar The Strongest Bank in Indonesia 2024
Bank Mandiri dinobatkan sebagai The Strongest Bank in Indonesia 2024 dari The Asian Banker, dan meraih gelar Best Bank in Indonesia dari Global Finance. [392] url asal
#bank-mandiri #digitalisasi-perbankan #brandconnect
(MedCom - Ekonomi) 04/11/24 13:06
v/17458530/
Jakarta: Bank Mandiri konsisten mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan mengandalkan transformasi digital. Melalui Wholesale Digital Super Platform Kopra, Bank Mandiri memberikan layanan perbankan komprehensif bagi seluruh segmen pelaku bisnis dari UKM hingga korporasi.Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri BD Budi Prasetyo meyakini kehadiran Kopra by Mandiri turut berperan dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Sebab, Kopra by Mandiri berfokus pada tiga fungsi utama dengan standar global yakni Cash Management, Value Chain, dan Trade yang bisa diakses secara single access bagi pelaku bisnis.
Dengan keandalannya, Kopra by Mandiri telah digunakan lebih dari 200 ribu pelaku bisnis dan berhasil mengelola 943 juta transaksi tumbuh 20 persen year on year (YoY) hingga kuartal III 2024. Sejalan dengan itu, nilai transaksi super platform ini menembus Rp16 ribu triliun atau tumbuh 15 persen YoY.
| Baca juga: Dukung Pelaku Industri Kopi Lokal, Bank Mandiri Kembali Gelar Jakarta Coffee Week 2024 |
Berkat kinerja tersebut, Bank Mandiri berhasil mendapat dua pengakuan global. Bank bersandi saham BMRI ini dinobatkan sebagai The Strongest Bank in Indonesia 2024 dari The Asian Banker. Selain itu, bank berlogo pita emas ini mendapatkan gelar sebagai Best Bank in Indonesia dari Global Finance.
“Dalam menentukan strategi bisnis, Bank Mandiri menerapkan konsep consumer oriented yang selalu berusaha mengikuti kebutuhan nasabah termasuk perkembangan tren serta teknologi. Kami sangat mengapresiasi penghargaan ini dan tentunya hal ini pemantik semangat bagi Bank Mandiri untuk terus mempertahankan kinerja dan layanan yang terbaik untuk selalu berkontribusi pada ekonomi kerakyatan,” kata Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri BD Budi Prasetyo di Jakarta, pada Senin, 4 November 2024.
| Baca juga: Peringati Hari Keuangan Nasional, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Layanan Inklusif untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan |
Penghargaan dari Global finance ini diperoleh Bank Mandiri berdasarkan penilaian pencapaian dan kinerja perseroan selama satu tahun terakhir. Sedangkan apresiasi dari The Asian Banker berlandaskan survei yang dilakukan kepada pelaku industri perbankan di Tanah Air.
Penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya perseroan dalam mentransformasi layanan perbankan melalui teknologi digital. Ke depan, Bank Mandiri akan terus berinovasi dan berinvestasi dalam teknologi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi nasabah dan masyarakat.
“Pengakuan internasional ini sekaligus menjadi esensi kerja keras dan konsistensi seluruh Mandirian dalam komitmennya menyediakan layanan serta produk terbaik bagi nasabah dan masyarakat. Penghargaan ini juga menjadi pengakuan dan kepercayaan dari stakeholder kami bahwa Bank Mandiri menghadirkan solusi keuangan terlengkap dan terbaik di Indonesia,” katanya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ROS)
Tak Lagi Merugi, Bank Neo Commerce (BBYB) Cetak Laba Rp Rp 4,06 Miliar
Bank Neo Commerce (BBYB) cetak kinerja positif dengan laba bersih sebesar Rp 4,06 miliar per kuartal III-2024 [366] url asal
#eri-budiono #laba-bersih #penyaluran-kredit #kinerja-bank #bank-neo-commerce #neo-bank #bank-neo #digitalisasi-perbankan #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Keuangan) 31/10/24 12:49
v/17253565/
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA.PTBankNeoCommerceTbk(BBYB) atau BNC akhirnya terlepas dari derita rugi dengan mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 4,06 miliar pada akhir Kuartal III-2024.
Sebagai perbandingan, di periode yang sama pada tahun lalu Bank Neo menderita rugi sebesar Rp 566,05 miliar.
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono menjelaskan, torehan laba bersih ini merupakan hasil dari berbagai upaya strategis BNC dalam meningkatkanefisiensioperasionalbisnisselama sembilan bulan pertama tahun ini, dengan menerapkan pengelolaan layanan operasional perbankan melaluioptimalisasi layanan transaksi perbankan digital serta penerapan digitalisasi pada proses bisnis sehingga berhasil menurunkan beban operasional, tercermin dari Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menjadisebesar99,88%dikuartalIII-2024,turundari116,91%dikuartalIII-2023.
Dari sisi fungsi intermediasi, total penyalurankredit BNCtercatatsebesarRp 9,26triliun sampai September 2024, terkoreksisebesar 15,54%yoy dari posisi September 2023 yang sebesar Rp10,97 triliun.
Penurunan ini disebabkan oleh penerapanprinsip kehati-hatiandalam menyalurkan kredit, guna menjaga kualitas kredit. Hal ini terlihat dari rasio NPLNett yang tercatat 0,99% dan NPL Grosssebesar3,72% per September 2024.
“Meskipun terjadi koreksi, kami berhasil meningkatkan penyaluran kredit kepada nasabahkorporasidanjugapenyalurankreditsecaralangsungkepadanasabahmelaluiprodukpinjamanmilik BNC yang tersedia di aplikasi neobank, yaitu Neo Pinjam,” ungkap Eri dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (31/10).
Dalam rinciannya, penyaluran kredit BNC ke segmen korporasi tercatat sebesar Rp 2,31 triliun pada posisi September 2024, naik sebesar 88,01% yoy dariRp 1,23triliunpadaSeptember2023.
Sementara itu produk Neo Pinjam juga naik sebesar 152,32%dariJanuarihinggaSeptember2024,darikisaranRp86miliardiJanuarimenjadikisaranRp217miliar di September 2024.
“Momentuminimerupakanhalyangbaik,karenaseiring dengan semakin lengkapnya layanan dan produk perbankan yang kami miliki dan semakinaktifnyanasabahmenggunakanlayananyangtersedia,kamitetapberhasilmenjalankanoperasionalperbankanyangsemakinefisiendanlebihbaiklagi,” kata Eri.
BNCjugamencatatkanpertumbuhanCapitalAdequacy Ratio(CAR) yang cukup signifikan, meningkat 7,83%year to datemenjadi 34,18% padaposisi September 2024 dari sebelumnya 26,35% di posisi September 2023.
Meningkatnya CARmenunjukkan semakin baiknya kemampuan Bank untuk menanggung risiko dari kredit yangdiberikan dan menunjang kemampuan Bank untuk dapat terus meningkatkan pertumbuhankredit.
Dari sisi pendanaan, BNC mencatat perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesarRp14,14 triliun, terjadi koreksi sebesar 7,59% yoy, dari Rp15,30triliunpadaperiodeyangsamatahunsebelumnya.
TDC dan Asosiasi Travel Umrah Sebut QRIS Permudah Transaksi di Arab Saudi
pemakaian cashless QRIS bisa diterapkan di dua kota suci dan mempermudah digitalisasi keuangan jemaah haji dan umrah [547] url asal
#qris #pembayaran-elektronik #digitalisasi-perbankan #digitalisasi #umrah
(MedCom - Ekonomi) 26/10/24 11:22
v/17016891/
Jakarta: Asosiasi Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah (Bersathu) dan PT Trans Digital Cemerlang (TDC) menyakini pembayaran digital dengan sistem keuangan nontunai atau cashless menggunakan model pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin membantu pengusaha dan konsumen dalam bertransaksi.Menurut Ketua bidang Haji Bersathu Sulton, sejumlah pengusaha travel haji dan umrah di seluruh Indonesia sudah menggunakan QRIS dalam melakukan transaksi dengan calon jemaah.
"Biasanya untuk pembayaran muka atau down payment (DP) untuk booking keberangkatan umrah, banyak jemaah yang pilih pakai QRIS, karena nominalnya kan maksimal Rp10 juta," kata Sulton saat dihubungi wartawan.
Sementara untuk pembayaran yang besar untuk keperluan booking tiket pesawat, biaya handling, hingga hotel di Mekkah dan Madinah Arab Saudi masih menggunakan transfer Bank karena keterbatasan jumlah transfer QRIS.
Kendati demikian, Sulton mengungkapkan ada kabar yang baik dari Bank Indonesia (BI) untuk pengusaha travel haji umrah maupun jemaah Indonesia. Pasalnya Indonesia akan resmi bekerjasama dengan Arab Saudi terkait penggunaan QRIS atau cross border payment.
Harapannya, pemakaian cashless QRIS bisa diterapkan di dua kota suci dan mempermudah digitalisasi keuangan jemaah haji dan umrah menggunakan sistem non tunai. Menurut BI, kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi akan optimal mulai tahun 2025.
"Tahun depan, jemaah Indonesia tidak perlu perlu penukaran uang. Kami sangat menyambut baik penggunaan QRIS di Arab Saudi. Ini sangat memudahkan karena tinggal scan bisa beli keperluan untuk ibadah sampai beli oleh-oleh," kata Sultan.
Sulton yang menjadi salah satu pemilik Abna Tour itu berharap literasi kesadaran akan kebutuhan dari masyarakat terhadap kanal dan instrumen pembayaran efektif dan efisien memakai non tunai seperti QRIS terus ditingkatkan. Karena sifatnya sudah cross border atau antar negara, Sulton berharap keamanan terkait QRIS oleh perbankan dan pemerintah Indonesia juga ikut ditingkatkan.
Indra, praktisi dan juga Dirut Utama PT TDC yang merupakan perusahaan keuangan digital membenarkan efisiensi dan keuntungan yang dirasakan oleh penguna QRIS. Contohnya produk perusahaannya yakni Poskulite yang menyediakan system Point Of Sales (POS).
Ia mengatakan kelebihan system Poskulite adalah berbasis android yang menekankan pada kecepatan dan kemudahan dari sisi penguna. “Poskulite gratis saat diunduh, transaksi cepat dan tepat kurang dalam 1 menit, dan poskulite mengunakan QRIS dinamis dengan waktu 2 menit,” lanjutnya.
Indra juga mengatakan salah satu daya tarik dalam penyediaan system pembayaran digital adalah fitur yang ada didalamnya. Ia kembali mencontohkan fitur Kasirku di poskulite merupakan fitur utama untuk berjualan. Dengan Fitur Kasirku, pengguna dapat menerima pembayaran secara fleksibel melalui Cash, QRIS, dan Bank Transfer.
”Dalam fitur itu memudahkan pedagang untuk merubah atau menambah info mengenai harga produk,” tambahnya.
Terkait dengan kemudahan laporan keuangan (cash flow) Indra mengatakan Fitur Kasirku menyediakan riwayat transaksi penjualan, harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Data setiap transaksi dicatat dan disimpan secara sistematis, sehingga memungkinan pengguna untuk meninjau kembali aktivitas penjualannya dengan muda.
“Proses money settlement diselesaikan maksimal 24 jam setelah pembayarannya diterima. Dana akan otomatis dikirim ke rekening yang terdaftar,” tegasnya.
Indra mengatakan saat ini pihaknya sedang mengembangkan PPOB atau Payment Point Online Bank yakni sistem pembayaran secara online dengan memanfaatkan fasilitas perbankan. Dalam hal ini, pembayaran yang dimaksud bisa bermacam-macam, mulai dari PLN, BPJS, PDAM, telepon, pulsa, internet, paket data, asuransi, kartu kredit, multi finance, hingga voucher game.
“Semakin besar manfaatnya, semakin mudah pengunaannya dan gratis, pasti diminati masyarakat. Transaksi digital itu suatu keniscayaan, suka atau tidak, putaran ekonomi Indonesia akan semakin digital,” ujarnya.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ALB)
Hadapi Persaingan Bisnis dengan Bank Besar, Ini yang Dilakukan BPD
Penerapan digitalisasi terus digencarkan pada kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) [1,190] url asal
#bank-jatim #bank-pembangunan-daerah #digitalisasi-perbankan #jconnect-mobile-banking #fitur-transaksi #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #bank
(Kontan-Keuangan) 22/10/24 19:44
v/16843370/
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo .
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Penerapan digitalisasi terus digencarkan pada kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) guna menghadapi persaingan bisnis dan menjawab kebutuhan pasar.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) misalnya, dalam proses digitalisasi ini, Bank Jatim melakukan pengembangan Aplikasi Mobile dan Layanan Perbankan Digital melalui JConnect Mobile Banking.
Selain itu, melakukan penambahan fitur transaksi seperti pembayaran tagihan, dan pembelian produk digital secara langsung dari ponsel. Bank Jatim juga tengah mengembangkan juga JConnect Mobile yang akan memiliki fitur lebih terintegrasi, baik dari sisi pinjaman dan fasilitas lain.
Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim Edi Masrianto mengatakan, seluruh bank saat ini memang dituntut secara masif dalam mengembangkan layanan digital, untuk menghadapi tantangan besar dalam era digitalisasi, terutama karena persaingan dengan bank nasional dan bank digital yang lebih besar.
"Pengembangan mobile banking Perseroan sudah secara roadmap masterplan terstruktur. Fitur yang dikembangkan di tahun 2024 ini sudah terealisasikan dengan baik, mulai dari sistem pengembangan Virtual account untuk ekosistem rumah sakit, dan bidang Pendidikan," kata Edi kepada kontan.co.id, Selasa (22/10).
Hal ini pun tercermin dari realisasi pertumbuhan pengguna JConnect Mobile mengalami pertumbuhan signifikan setiap periodenya. Di mana bulan Januari 2024 sebanyak 651.997 pengguna, dan pada September 2024 jumlah pengguna sudah mengalami peningkatan hingga 770.548 pengguna, peningkatannya lebih dari 18%.
Peningkatan jumlah pengguna yang signifikan ini, disebut Edi juga diikuti dengan jumlah transaksinya, utamanya penggunaan QRIS. Adapun target Bank Jatim ke depan dalam pengembangan JConnect Mobile adalah memulai integrasi penggunaan sistem AI ke dalam ekosistem digital, serta menjadi Bank dengan penggunaan transasksi QRIS terbanyak di Jawa Timur. Untuk target pengguna JConnect Mobile, Bank Jatim menargetkan mengalami peningkatan lebih dari periode 2024.
Di sisi lain, Edi menyampaikan tantangan Pengembangan Layanan Digital Bank Jatim adalah Infrastruktur Teknologi yang masih perlu ditingkatkan, di mana meskipun Bank Jatim telah melakukan investasi di infrastruktur IT, tantangan seperti keterbatasan sistem teknologi yang andal dan skalabilitas masih menjadi masalah.
"Mengembangkan infrastruktur yang sebanding dengan bank nasional besar dan bank digital memerlukan investasi yang terus-menerus. Selain itu, terkait literasi digital nasabah dimana banyak nasabah BPD, khususnya di daerah pedesaan, mungkin belum terbiasa dengan layanan digital. Tingkat literasi digital yang rendah dan keterbatasan akses internet di beberapa daerah menjadi hambatan dalam adopsi layanan digital secara luas," jelasnya.
Adapun, pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat BPD melalui kerja sama dan integrasi antar-BPD disebut Edi memiliki dampak yang signifikan pada digitalisasi BPD, termasuk Bank Jatim.
Dampak KUB adalah sinergi dan peningkatan Kapasitas dalam mengembangkan infrastruktur digital bersama. Kedua, Percepatan Implementasi Teknologi dimana KUB memberikan kesempatan bagi BPD untuk mengadopsi teknologi baru secara kolektif. Misalnya, pengembangan layanan digital seperti QRIS, integrasi fintech, atau platform pinjaman online bisa dilakukan lebih cepat karena didukung oleh sinergi antar-BPD.
"Secara keseluruhan, KUB dapat menjadi alat penting dalam mempercepat transformasi digital BPD, tetapi tantangan harmonisasi dan integrasi antar-bank perlu diatasi dengan strategi yang matang agar hasilnya efektif," tandasnya.
PT Bank BPD DIY juga berkomitmen dalam transformasi digital dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Bank BPD DIY juga konsisten menjadi mitra kerja sama digitalisasi keuangan Pemda DIY.
"Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan seluruh Pemda, Pemkab, dan Pemkot di DIY dalam meraih peringkat Digital dalam Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemda (IETPD) melalui sinergi dengan Bank BPD DIY," ungkap Direktur Pemasaran PT Bank BPD DIY Agus Tri Murjanto .
Selain itu, Edi menyebut, Bank Indonesia sendiri memetakan kualitas transformasi keuangan digital Bank BPD DIY terutama kaitannya dalam mendukung elektronifikasi transaksi Pemda dalam klaster 3 (dengan level tertinggi pada klaster 4).
Saat ini, Bank BPD DIY telah mengembangkan beberapa kanal yang secara spesifik menjawab kebutuhan Nasabah. Bagi Nasabah perorangan, perseroan menyediakan BPD DIY Mobile. Untuk Nasabah lembaga dan korporasi, perseroan menyediakan Cash Management System untuk mendukung pengelolaan keuangan.
Selain itu, bagi pelaku usaha ritel, Bank BPD DIY juga memiliki layanan merchant QRIS yang dapat bertransaksi dengan seluruh lembaga jasa keuangan.
Agus membeberkan, bahwa Bank BPD DIY Mobile telah memiliki beragam fitur yang dirancang untuk menjawab kebutuhan Nasabah dan stakeholder. Sejumlah fitur unggulan BPD DIY antara lain, transfer dana BI Fast dan Online, payment (PBB, Retribusi, Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Daerah, Tagihan Pulsa, Tagihan Listrik, BPJS Kesehatan, Tagihan PDAM, Pembayaran Universitas, Tagihan E-Commerce, Tiket KAI dan Garuda).
Selain itu, purchase (Pulsa Parbayar, Token Listrik, TopUp Ewallet), dan Digital On Boarding – Pembukaan rekening dari aplikasi mobile banking.
Per September 2024 BPD DIY mencatatkan jumlah pengguna mobile banking mencapai 238.538, CMS sebanyak 4.351, dan Merchant QRIS sebanyak 118.475
Adapun frekuensi transaksi untuk mobile banking mencapai 7,3 juta transaksi, CMS 1,2 juta transaksi, dan Merchant QRIS 3,4 juta transaksi.
"Animo Nasabah dalam menggunakan layanan digital dapat tergambar dengan baik pada potret tingkat penggunaan kanal-kanal digital kami, di antaranya Mobile Banking, CMS, dan merchant QRIS," katanya.
Ke depan, Bank BPD DIY berkomitmen untuk terus memperluas dan meningkatkan kualitas layanan digital, antara lain melalui kolaborasi dengan penyedia layanan digital lain untuk memperluas jangkauan dan variasi layanan digital.
"Bank BPD DIY juga sedang merancang upgrade aplikasi mobile banking menjadi super-app dengan konsep one-stop-service sehingga semakin memudahkan Nasabah dalam mengakses layanan keuangan digital kapan pun dan di manapun," kata Agus.
Di sisi lain, pihaknya memahami bahwa perkembangan teknologi digital sangat pesat dan dinamis. Banyak faktor yang mempengaruhi arah perkembangan digital.
Walau demikian, pihaknya optimis bahwa dengan komitmen dan sinergitas antara Bank BPD DIY dengan pemerintah daerah maupun pihak-pihak lain terkait layanan keuangan digital, pihaknya dapat menjawab setiap tantangan tersebut dengan menghadirkan fitur berkualitas yang tanggap terhadap perkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat.
Adapun Direktur Utama (Dirut) Bank BJB Yuddy Renaldi sekaligus Ketua Umum Asbanda membeberkan, tantangan dalam pengembangan layanan digital. Menurutnya, tantangan utamanya adalah literasi dan edukasi yang harus ditingkatkan kepada masyarakat agar menjadi aware dengan digitalisasi yang memudahkan dan aman digunakan.
Di bank bjb sendiri, pihaknya melakukan proses transformasi digital berupa perubahan bisnis proses dengan menggunakan digitalisasi, improvement aplikasi, re-engineering sumber daya manusia yang berbasis IT dan digital, peningkatan program marketing serta peningkatan digital ekosistem dengan pihak ketiga.
Sementara untuk KUB juga akan dilakukan transformasi digital dengan menggunakan platform-platform yang sudah tersedia di bank bjb sehingga proses development dapat berjalan baik, selain tentunya diperlukan evaluasi infrastruktur dan system jaringan agar bisa mendukung proses implementasinya.
"Bank bjb juga membantu pembuatan join promo marketing serta keagenan agar fee based di masing-masing KUB dapat optimal," ujarnya.
Untuk pengembangan mobile banking disebut Yuddy sudah mengarah ke Superapps, di mana mobile banking sudah dilengkapi dengan fitur customer on boarding (buka rekening online), multi source of fund dengan eWallet Digicash, cardless, biometric login serta dilengkapi dengan ratusan fitur.
"Selain itu, mobile banking Digi bank bjb juga mempunyai tingkat keamanan yang baik di mana sudah dilengkapi dengan fitur pelindung keamanan (Ipvication) untuk mencegah phishing dan social engineering," tambahnya.
Terlihat dari pengguna Digi saat ini sudah mencapai 2,1 juta di mana terjadi pertumbuhan 29,21% YoY.
Untuk transaksi Digi naik di atas 5% secara year on year di bandingkan tahun sebelumnya. Pihaknya juga menargetkan pengguna Digi naik sekitar 40%-50%, dengan pertumbuhan transaksi di harapkan bisa tumbuh di atas 10%.
Merespons BI, Fitur Aplikasi Digital jadi Kunci Pedagang Terima Tunai dan Nontunai
Dengan fitur maka proses pembayaran memberikan kemudahan dan pilihan cukup banyak bagi para pembeli. [498] url asal
#digitalisasi #digitalisasi-perbankan #keuangan-digital #keuangan
(MedCom - Ekonomi) 22/10/24 11:20
v/16834930/
Jakarta: Praktisi Keuangan digital dan Direktur Utama PT Trans Digital Cemerlang (TDC) Indra merespons positif penegasan Bank Indonesia agar pedagang menerima pembayaran tunai dan non tunai dalam transaksi perdagangannya. Indra mengatakan kunci dari lancarnya transaksi kedua model pembayaran itu salah satunya terletak pada fitur yang disiapkan oleh aplikasi digital pembayaran.“Ada aplikasi yang hanya menyiapkan fitur casless, akibatnya orang tidak bisa bayar tunai. Tapi sebaliknya ada yang menyediakan juga, seperti aplikasi Posku Lite dengan fitur Kasirku, pengguna dapat menerima pembayaran secara fleksibel melalui cash, QRIS, dan bank transfer,” ujar Indra.
Indra mengatakan dengan fitur itu, maka proses pembayaran memberikan kemudahan dan pilihan cukup banyak bagi para pembeli. Pelanggan yang ingin membayar tunai maupun yang lebih suka transaksi digital dapat dilayani dengan mudah. Dengan fitur yang mempermudah semua hal, maka hal positif yang diperoleh adalah meminimalisir gagalnya transaksi jual beli.
“Dalam Posku Lite sudah tercantum kembalian jika menggunakan uang tunai sehingga menperkecil kesalahan dalam pengembalian uang,” tambahnya.
Indra juga menegaskan mendukung penuh kampanye Bank Indonesia terkait pengunaan QRIS. Ia menyakini banyaknya manfaat bagi pedagang maupun pembeli dalam mengunakan model standar kode QR yang berlaku secara nasional untuk sistem pembayaran di Indonesia.
“Banyak sekali keuntungannya, mulai dari transaksi cepat, mudah, tidak perlu uang tunai, aman, tidak perlu ada pencatatan manual dan terhindar uang palsu. Tapi kampanye ini harus terus menerus bukan hanya BI ,tapi merchant agregator dan lainnya karena ini semua butuh proses,” ujarnya.
Pakar hukum dan konsultan keuangan Hendra Agus Simanjuntak mengatakan, dari sisi hukum digitalisasi pembayaran memperkuat perlindungan terhadap pembeli dan pedagang khusunya terkait peredaran uang palsu. “Baik pembeli dan pedagang sangat rentan menjadi korban dari uang palsu,” ujarnya.
Keunggulan lain dari perusahaan penyedia sistem pembayaran biasanya sudah mempersenjatai diri dengan ISO 27001:2022 tentang Sistem Managemen Keamanan Informasi dan IS0 37001:2016 tentang sistem Managemen Anti Penyuapan. "Jadi, perusahaan sejak awal sudah membentengi diri dan meningkatkan kualitas managemennya untuk mencegah terjadi penyalagunaan
transaksi digital, misalnya melalui QRIS," ujarnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia menegaskan bahwa semua pedagang wajib menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai. Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono, menyusul fenomena sejumlah pedagang yang hanya menerima pembayaran non-tunai.
Doni menjelaskan, kewajiban ini diatur Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, setiap orang dilarang menolak pembayaran untuk menerima pembayaran dengan rupiah.“Pada prinsipnya, uang tunai dan non-tunai itu kan cara bayar tapi tetap dalam bentuk rupiah,” kata Doni dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta Pusat, Rabu, 16 Oktober 2024.
Doni menegaskan Meskipun BI mendorong digitalisasi sistem pembayaran di Indonesia, melalui pengembangan berbagai layanan digital seperti QRIS, Doni menegaskan pentingnya penerimaan uang tunai. Ia juga menyampaikan bahwa BI masih terus mencetak uang kertas berkualitas.
Hingga saat ini, skema pembayaran non-tunai, khususnya QRIS, memang mengalami pertumbuhan pesat. BI melaporkan pada triwulan III 2024, transaksi menggunakan QRIS mengalami pertumbuhan hingga RP 209,6 persen secara year on year (yoy). Sementara itu, jumlah pengguna mencapai 53,3 juta dan jumlah merchant 34,23 juta.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(ALB)
KBank Dukung Digitalisasi Bank Maspion via KBTG
Kasikornbank (KBank) tak hanya fokus pada pasar Thailand, tetapi juga melihat potensi besar di Indonesia, terutama melalui kepemilikan saham di Bank Maspion. [554] url asal
#kbank #bank-maspion #transformasi-digital #digitalisasi-perbankan #bank-digital
(MedCom - Ekonomi) 18/10/24 10:55
v/16645242/
Bangkok: Kasikornbank (KBank) tak hanya fokus pada pasar Thailand, tetapi juga melihat potensi besar di Indonesia, terutama melalui kepemilikan saham di Bank Maspion. KBTG (Kasikorn Business-Technology Group), unit bisnis teknologi KBank, saat ini tengah membantu transformasi digital Bank Maspion.Executive Chairman KBTG, Voranuch Dejakaisaya, menjelaskan, KBTG mendukung Bank Maspion dengan fokus pada tiga prioritas utama, yaitu pengelolaan data, penguatan infrastruktur teknologi, termasuk keamanan siber, dan inovasi bisnis. KBTG telah berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai implementasi K Plus, mobile banking KBank yang memiliki 20 juta pengguna di Thailand.
"Kami ingin meningkatkan kapabilitas digital Bank Maspion. Dengan K Plus, nasabah di Indonesia akan mendapatkan layanan perbankan yang lebih canggih dan mudah," ungkap Voranuch dalam konferensi di Bangkok, Kamis, 17 Oktober 2024.
Indonesia, menurut Voranuch, merupakan pasar potensial untuk perkembangan digitalisasi perbankan. Digitalisasi, katanya, akan menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan Bank Maspion dan meningkatkan daya saingnya di industri perbankan Indonesia.
Sebagai anak perusahaan KBank, KBTG berperan penting dalam memastikan kelancaran operasional teknologi, termasuk pengelolaan lebih dari 400 aplikasi bisnis dan layanan perbankan. KBTG dibentuk untuk mempercepat inovasi digital dan merampingkan struktur organisasi KBank.
| Baca juga: KBank Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan Mengakuisisi Bank Maspion |
Awal mula pembentukan KBTG
Voranuch menjelaskan KBTG awalnya dibentuk karena KBank sering meng-outsourcing teknologi. Hal ini menimbulkan tantangan terkait efisiensi dan kontrol kualitas. Sejak 2016, KBTG mulai merekrut talenta IT berbakat untuk mendukung pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan KBank.
Dengan pembentukan KBTG, KBank bisa lebih fokus pada bisnis inti perbankan, sementara pengembangan teknologi berada di tangan KBTG. Langkah ini memungkinkan KBank mengatasi struktur organisasi yang terlalu panjang, yang sering memperlambat inovasi.
Voranuch menambahkan, KBank kini beroperasi sebagai "hybrid bank," dengan layanan perbankan tradisional beroperasi berdampingan dengan layanan digital. Meskipun masih memiliki lebih dari 800 cabang fisik di Thailand, KBank percaya teknologi digital akan mempercepat pertumbuhan mereka.
Untuk mendukung fokus pada inovasi teknologi, KBank mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 triliun setiap tahunnya untuk pengembangan IT, termasuk untuk ekspansi di luar negeri, seperti Indonesia. Langkah ini memperkuat komitmen KBank untuk terus bertransformasi secara digital dan meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan ketat di industri perbankan.
| Baca juga: Kbank: Ceruk Pasar Keuangan Indonesia Menjanjikan |
Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia
Sementara Presiden of Kasikornbank (KBank) Pipit Aneaknithi menegaskan keyakinannya terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mengakuisisi Bank Maspion.
KBank, sebagai pemegang saham terbesar Bank Maspion, bertekad untuk memainkan peran kunci dalam pengembangan sektor perbankan di Indonesia, terutama melalui inovasi produk dan layanan berkualitas bagi bisnis dan individu.
"Kami melihat potensi besar di pasar Indonesia, terutama dalam industri perbankan yang saat ini baru membiayai sekitar 34 persen dari PDB. Ini adalah ruang yang harus diisi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat," kata Pipit, di Kasikornbank Office Building, Bangkok, Thailand, Kamis, 17 Oktober 2024.
Pipit menegaskan, saat ini KBank berfokus pada area utama guna mendukung industri perbankan di Indonesia. Salah satu komitmen KBank memperluas akses kredit, yang diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor perbankan terhadap PDB. Selain itu, KBank juga akan memperkuat pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Indonesia membutuhkan pendanaan UMKM tambahan hingga Rp3.300 triliun sampai 2026, dan KBank siap membantu melalui pengalaman kami dalam pembiayaan UMKM di Thailand," tambahnya.
KBank juga akan mendorong pembiayaan perdagangan regional melalui jaringan internasionalnya, terutama untuk mendukung kerja sama dagang Indonesia dengan negara-negara ASEAN dan Tiongkok, yang merupakan mitra dagang terbesar Indonesia.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(AHL)
Dapatkan Kopi Kekinian Hanya dengan Buka Tabungan Lewat Digital CS BRI
BRI menggelar program dengan membuka Tabungan BRI Melalui Mesin Digital CS. [270] url asal
#bri #perbankan #digitalisasi-perbankan #brandconnect
(MedCom - Ekonomi) 11/08/24 22:15
v/14223947/
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk senantiasa memberikan kemudahan layanan perbankan bagi masyarakat. Lewat inovasi dan teknologi terkini, BRI telah menghadirkan 287 mesin Digital CS BRI yang memiliki beragam fitur. Salah satu fasilitas yang dapat dinikmati yakni membuka rekening tabungan baru.Seperti diketahui, Digital CS merupakan mesin one stop service yang berfungsi untuk melayani transaksi nasabah secara self service. Digital CS dapat kamu ditemui di Kantor BRI yang lokasinya dapat dicek di laman berikut https://bri.co.id/digital-cs.
Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto mengatakan, selain membuka rekening di kantor cabang BRI terdekat, masyarakat juga dapat membuka rekening tabungan BRI lewat Digital CS dan super apps BRImo.
“Tentunya ini akan mempermudah proses pembukaan tabungan atau rekening, serta efisien waktu dan tenaga,” ujarnya.
Selain pembukaan rekening, Digital CS juga dilengkapi dengan fitur penggantian kartu, reissue PIN, enable kartu, passbook printing, cetak rekening koran, kirim rekening koran via email, cetak lima transaksi terakhir, dan penerbitan kartu debit.
Sebagai upaya untuk meningkatkan awareness keberadaan mesin Digital CS, saat ini BRI menggelar program dengan membuka Tabungan BRI Melalui Mesin Digital CS. Nasabah juga bisa menikmati promo free satu cup kopi di.bawahtangga. Caranya dengan menukarkan struk pembukaan tabungan tersebut pada periode program 5-30 Agustus 2024.
Sebagai informasi, melalui perluasan jaringan kerja secara kolaboratif dengan merchant, BRI mencoba bereksplorasi memperluas layanan yang ditempatkan pada outlet di.bawahtangga berlokasi di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan.
Kolaborasi bernama BRI X di.bawahtangga ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung dan masyarakat umum untuk mengakses layanan perbankan sambil menikmati secangkir kopi serta bersosialisasi dan bersantai secara santai tanpa harus ke kantor bank.
(ROS)
Tambah 14 User Baru per Menit, Berikut Sederet Fakta Menarik BRImo
Super app milik BRI, yaitu BRImo, dalam satu tahun terdapat penambahan 7,4 juta user baru atau rata rata per menit terdapat penambahan 14 user baru. [404] url asal
#bri #brimo #digitalisasi-perbankan #brandconnect
(MedCom - Ekonomi) 10/08/24 10:55
v/14030994/
Jakarta: Super App milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang disebut BRImo mencatatkan pencapaian yang impresif hingga akhir Triwulan II 2024. Berikut beberapa fakta menarik terkait BRImo:1. Tambah 14 user baru per menit
Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto mengungkapkan hingga akhir Juni tercatat pengguna BRImo mencapai 35,2 juta user, atau tumbuh 26,6% secara year on year. Artinya, dalam satu tahun terdapat penambahan 7,4 juta user baru atau rata rata per menit terdapat penambahan 14 user baru!
2. Dalam 6 bulan volume transaksi tembus Rp2.574,9 triliun
Andrijanto juga mengungkapkan volume transaksi BRImo hingga akhir Triwulan II 2024 mencapai Rp2.574,9 triliun atau tumbuh 35,8% yoy. “Pencapaian tersebut tak lepas dari upaya BRI yang terus menambah dan memperbarui fitur-fitur di aplikasi BRImo,” kata dia.
BRImo dilengkapi dengan fitur untuk top Up uang digital, tagihan, setor tarik & tunai, lifestyle, asuransi, donasi, konversi valas hingga catatan keuangan. Bahkan di BRImo ada juga fitur investasi yang memungkinkan nasabah untuk investasi melalui deposito, emas, SBN atau surat berharga negara dan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).
| Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah, BRI Ajak Guru se-Kabupaten Banyuwangi Ikuti Pelatihan Numerisasai Metode Gasing |
Hal ini dilakukan BRI untuk mempermudah nasabah melakukan transaksi secara digital. "Kami terus menambah fitur (BRImo) untuk memberikan kemudahan-kemudahan ke masyarakat dalam bertransaksi secara digital," kata Andrijanto.
3. Mampu melayani lebih dari 25 ribu transaksi per detik
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Digital dan TI BRI Arga M. Nugraha mengatakan saat ini back-end system BRImo telah mampu melayani lebih 25 ribu transaksi per detik. "Kapasitas ini akan terus kami tingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi yang terjadi, misalnya seperti saat momen gajian atau libur panjang, serta perayaan hari-hari raya," ujarnya.
| Baca juga: Ciptakan Perputaran Ekonomi Rp10,42 Triliun, BRI Kembali Jadi Sponsor Utama Liga 1 2024/2025 |
Hal ini ditunjang oleh fakta bahwa BRI mengalokasikan sumber daya yang cukup besar untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan teknologi BRImo.
4. Mobile Banking dengan rating tertinggi di Playstore dan Appstore
Saat ini super app BRImo menjadi aplikasi mobile banking dengan rating terbaik dibandingkan aplikasi mobile banking perbankan konvensional lainnya di Indonesia.
Data tersebut didapatkan berdasarkan jumlah pengunduh pengguna Android (Playstore) dan IOS (AppStore). Tercatat, para pengguna Android memberikan rating 4,7 dengan 1 juta review, sementara pengguna IOS memberikan rating 4,7 dengan total 147 ribu review. Hal tersebut menunjukkan kepuasan para pengguna BRImo terhadap aplikasi tersebut.
(ROS)
APPBI Sebut Transaksi Digital Aman, ini Kata Penyedia Teknologi
APPBI menyambut baik keberadaan transaksi digital dan mendukung serta berpartisipasi aktif dalam pertumbuhannya, khususnya di Pusat Perbelanjaan. [482] url asal
#digitalisasi-perbankan #keuangan-digital #qris
(MedCom) 06/08/24 09:58
v/13495551/
Jakarta: Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan penyedia teknologi keuangan digital sepakat untuk mendorong perkembangan transaksi digital di pusat perbelanjaan. Sebab akan menjadikan aktivitas usaha lebih efisien dan aman.Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja melihat, penggunaan transaksi digital terus meningkat. Termasuk penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang semakin masif digunakan di pusat perbelanjaan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) penggunaan QRIS alami peningkatan hingga 226,54 persen.
"Transaksi digital menjadikan aktivitas usaha menjadi semakin efisien dan lebih aman," ujar Alphonzus Senin, 5 Agustus 2024.
Menurut Alphonzus, APPBI menyambut baik keberadaan transaksi digital dan mendukung serta berpartisipasi aktif dalam pertumbuhannya, khususnya di Pusat Perbelanjaan. Selain itu, APPBI juga mendorong stakeholders atau semua pemangku kepentingan untuk menerapkan transaksi digital karena alasan - alasan, seperti meningkatkan efisiensi dan faktor keamanan dalam hal bertransaksi.
"Selain itu juga dikarenakan perubahan gaya hidup (lifestyle) yang saat ini didominasi oleh konsep digital, khususnya dalam kehidupan generasi muda sehari - hari," kata Alphonzus.
Data dari BI, jumlah pengguna QRIS mencapai 50,50 juta dan jumlah merchant 32,71 juta. Sedangkan, menurut Alphonzus, penggunaan transaksi digital di Pusat Perbelanjaan selain di ritel-ritel, juga digunakan untuk sistem parkir. "Salah satu contoh transasksi digital yang dilakukan langsung oleh pengelola Pusat Perbelanjaan adalah parkir yang saat ini mayoritas Pusat Perbelanjaan sudah menerapkannya," terang Alphonzus.
Senada, Indra, praktisi dan Direktur Utama penyedia teknologi keuangan digital, PT Trans Digital Cemerlang (TDC), mengutip pernyataan BI bahwa QRIS telah memiliki standar nasional yang mengacu pada fitur keamanan internasional.
“Artinya dari sisi keamanan tentunya jaminan menghindari adanya Fraud. Tapi seperti kata BI, semua pengawasan ini menjadi tanggungjawab bersama, baik penyedia maupun pengguna,” ujar Indra mengutip pernyataan Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta Juni lalu.
Indra juga memastikan BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), dimana perusahaanya ada didalamnya, selalu melakukan sosialisasi dan edukasi terkait keamanan transaksi QRIS kepada para merchant.
Contoh inovasi dilakukan perusahaannya dalam produk Posku Lite untuk pembayaran melalui QRIS pada komunitas UMKM adalah memberikan insentif pendampingan literasi keuangan, seminar dan workshop digital marketing, dan insentif lainnya selama menjadi mitra.
Beberapa diantarnya adalah bermitra dengan komunitas Tamado Grop di Sumatera untuk menjangkau UMKM di Pematang Siantar, Kabupaten Samosir, Aceh, Bali dan beberapa tempat lainnya. PT TDC juga berkolaborasi dengan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Banten Bersama dan ABC Esport untuk mendongkrak laju pertumbuhan transaksi digital di Provinsi Banten melalui kegiatan Tour ABC Esport .
“Ini merupakan bagian dari kampanye kami dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) yang diinisiasi Bank Indonesia pada 2014,” lanjut Indra.
Dalam kesempatan ini, Indra menyarankan perusahaan yang melakukan pendampingan dan konsultasi keuangan digital sudah memiliki ISO 9001:2015 tentang Manajemen Mutu, ISO 37001:2016 Tentang Sistem Manajemen anti Penyuapan, dan ISO 27001:2022 tentang Sistem Keamanan Informasi.
“Bentuk sederhana implementasi dari ISO itu adalah quick respon terhadap masukan dari pengguna (merchant) yang datang dari berbagai saluran informasi. ISO ini juga pertahanan diri dari kemungkinan terjadinya kebocoran data,” tambahnya.
(ALB)