Tak Hanya Era Tom Lembong, Ini Data Impor Gula Mendag Penerusnya
Indonesia terus mengimpor gula, meskipun Tom Lembong tidak lagi menjadi Mendag per Juli 2016. Halaman all
(Kompas.com) 31/10/24 18:05 17265292
JAKARTA, KOMPAS.com -Impor gula menjadi perbincangan setelah mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong atau akrab disapa Tom Lembong, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi importasi gula kristal.
Tom Lembong bersama Direktur Pengembangan Bisnis PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) periode 2015-2016, CS, disebut terlibat dalam perizinan impor gula yang disinyalir merugikan negara sekitar Rp 400 miliar.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Abdul Qohar, dalam konferensi pers pada Selasa (29/10/2024) malam di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, mengatakan, kasus bermula saat Kementerian Perdagangan yang dipimpin Thomas Lembong atau Tom Lembong mengeluarkan izin impor gula kristal mentah 105.000 ton untuk PT AP pada 2015.
Shutterstock/qoppi Ilustrasi gula. Ada lebih dari 60 nama gula dan dibagi dalam beberapa jenis.Gula kristal mentah itu yang kemudian diolah menjadi gula kristal putih.
Pemberian izin tersebut dinilai tidak sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) maupun keputusan rapat koordinasi antar-kementerian, yang saat itu menyatakan Indonesia mengalami surplus gula.
Pada tahun 2015, mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), total Indonesia mengimpor 3.369.941 ton gula.
Impor gula terus dilakukan hingga saat ini
Setelahnya, Indonesia terus mengimpor gula, meskipun Tom Lembong tidak lagi menjadi Mendag per Juli 2016.
Pada 2016, Indonesia impor gula sebanyak 4.746.047 ton. Impor gula kemudian menurun menjadi 4.484.099 ton pada tahun berikutnya.
Satu tahun kemudian, atau pada 2018, jumlah gula yang diimpor mencapai 5.028.853 ton. Kemudian turun menjadi 4.090.053 ton pada 2019.
FREEPIK/JCOMP Ilustrasi gula. Berapa asupan gula Anda dalam sehari? Anda akan dapat manfaat mengurangi konsumsi gula yang berlebih, seperti berat badan terjaga, kadar gula darah stabil, dan tidak mudah jerawatan.Pada 2020, Indonesia mengimpor gula sebanyak 5.539.678 ton. Lalu turun lagi 5.482.616 ton pada 2021.
Pada 2022, Indonesia kembali mengimpor gula sebanyak 6.007.602 ton. Jumlah ini terbanyak dalam lima tahun terakhir.
Kemudian, pada tahun lalu, Indonesia mengimpor gula 5.069.455 ton. Data ini diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Selama kurun waktu tersebut, Mendag berganti-ganti, mulai dari Enggartiasto Lukita (2016-2019), Agus Suparmanto (2019-2020), Muhammad Lutfi (2020-2022), hingga Zulkifli Hasan (2022-2024).
Impor dan ekspor bebarengan
Meski impor, Indonesia juga melakukan ekspor gula. Data ini diambil Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian tahun 2023 berjudul “Analisis Kinerja Perdagangan Gula”.
Data tahun 2018 misalnya, produksi gula Indonesia mencapai 2.170.948 ton. Pada tahun itu, Indonesia mengekspor gula 4.536 ton. Pada tahun itu pula, Indonesia mengimpor gula 5.028.853 ton
Impor dan ekspor gula bebarengan itu terjadi hingga 2022, jika mengacu data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian tahun 2023.
Pada 2022, produksi gula mencapai 2.405.907 ton. Indonesia kemudian mengekspor 405.125 ton dan mengimpor 6.007.603 ton gula.
Publikasi yang sama menyebut, nilai Self Sufficiency Ratio (SSR) gula Indonesia periode 2018-2022 yang berkisar antara 27,94 persen hingga 35,27 persen menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan gula dari produksi dalam negeri sehingga harus melakukan impor.
Self Sufficiency Ratio (SSR) digunakan untuk menganalisis kemampuan suatu komoditas dalam memenuhi kebutuhan domestik.
#thomas-lembong #impor-gula #menteri-perdagangan #tom-lembong #indonesia-impor-gula