Prediksi Laba Bank dari OJK

Prediksi Laba Bank dari OJK

Meskipun kredit masih tumbuh tinggi dalam kisaran double digit, tapi laba perbankan diprediksi ditutup tumbuh lebih rendah tahun 2024 ini - Halaman all

(InvestorID) 03/11/24 19:05 17429190

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi laba perbankan tahun 2024 akan tumbuh lebih rendah dari tahun sebelumnya. Meskipun, penyaluran kredit dipercaya masih akan tumbuh sesuai target.

“Laba perbankan di tahun 2024 juga masih akan tumbuh, meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” beber Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae dalam konferensi pers, dikutip pada Minggu (3/11/2024).

Berdasarkan catatan Investor Daily, industri perbankan pada akhir 2023 mencatat pertumbuhan laba bersih hingga 20,57%. Sebagai perbandingan, laba bersih perbankan meningkat dari Rp 201,82 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 243,33 triliun pada tahun 2023.

Sementara itu dalam perkembangannya di tahun 2024 ini sampai dengan bulan Agustus, laba bersih perbankan tercatat sebesar Rp 171,03 triliun. Namun pertumbuhannya tercatat cuma sebesar 6,42% dibandingkan Agustus 2023.

OJK juga menerangkan alasan terdapat sejumlah bank yang masih membukukan kerugian akibat secara masif meningkatkan pencadangan. Upaya peningkatan pencadangan merupakan langkah mitigasi dalam mengantisipasi risiko kredit apabila terdapat potensi peningkatan eksposur risiko kredit.

Lebih lanjut, Dian mengatakan, pelonggaran kebijakan moneter global berupa penurunan suku bunga jadi sentimen positif bagi perbankan untuk meningkatkan aspek profitabilitas ke depan. Perbankan diharapkan dapat mulai merasakan penurunan biaya dana alias cost of fund (COF).

“Sehingga transmisi kebijakan moneter kepada perbankan diperkirakan dapat menurunkan beban bunga dan diharapkan perbankan dapat mempertahankan NIM sesuai target yang ditentukan masing-masing bank,” jelas Dian.

Kredit Masih Sesuai Target

Di sisi lain, OJK telah menargetkan pertumbuhan kredit perbankan tumbuh 9-11% pada tahun 2024. OJK yakin target kredit itu masih sesuai dengan melihat perkembangan selama sembilan bulan berjalan.

Dian menyampaikan, pertumbuhan kredit masih melanjutkan double digit growth sebesar 10,85% (yoy) menjadi Rp 7.579,25 triliun sampai September 2024. Pertumbuhan itu sejatinya bergerak melambat 11,40% dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi (KI) tumbuh tertinggi yaitu sebesar 12,26% (yoy). Kemudian diikuti oleh Kredit Konsumsi (KK) yang tumbuh 10,88% (yoy). Lalu mengekor Kredit Modal Kerja (KMK) bertumbuh 10,01% (yoy).

Ditinjau dari kepemilikan bank, bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit yaitu sebesar 12,80% (yoy). Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 15,43% (yoy), sementara kredit UMKM juga tetap tumbuh sebesar 5,04% (yoy).

Dian menerangkan, pertumbuhan total kredit itu masih sejalan dengan dengan target yang dicanangkan OJK pada tahun 2024. Target itu didasarkan pada rencana bisnis bank (RBB) tahun 2024 dan juga masih sejalan dengan Hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan III-2024 yaitu dengan pertumbuhan kredit kisaran 10-12%.

“Sehingga pertumbuhan kredit di triwulan IV-2024 diproyeksikan tumbuh cukup stabil dan target pencapaian kredit sesuai dengan proyeksi OJK yaitu antara range 9-11% di akhir tahun 2024 ini diperkirakan akan tercapai,” pungkas Dian. 

Editor: Prisma Ardianto (ardiantoprisma@gmail.com)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #laba-perbankan #laba-bank #laba-bank-2024 #kredit-bank #pertumbuhan-kredit #otoritas-jasa-keuangan-ojk #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/finance/378916/prediksi-laba-bank-dari-ojk