Pemberdayaan Talenta Digital Akan Mendorong Inovasi Teknologi di RI

Pemberdayaan Talenta Digital Akan Mendorong Inovasi Teknologi di RI

Posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam transformasi digital dan penciptaan teknologi masih perlu terus diupayakan. Generasi muda di Indonesia perlu terus didorong agar mampu unjuk gigi dalam pers

(InvestorID) 05/11/24 22:53 17531446

JAKARTA, investor.id - Posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam transformasi digital dan penciptaan teknologi masih perlu terus diupayakan. Generasi muda di Indonesia perlu terus didorong agar mampu unjuk gigi dalam persaingan di era digital.

Apalagi Indonesia diproyeksikan akan mengalami bonus demografi di periode tahun 2028-2030, ketika usia produktif (15-64 tahun) akan membentuk persentase 67,2% dari total seluruh populasi.

Untuk itu, kolaborasi industri dan dunia pendidikan perlu terus didorong untuk meningkatkan kompetensi talenta digital serta inovasi teknologi. Guna menyiapkan masa depan dunia digital Indonesia ke depan yang lebih baik, ZTE Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan dua institusi akademik terkemuka: Telkom University (Tel-U) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Kemitraan ini, yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) dengan kedua universitas, bertujuan untuk memberikan peluang berharga bagi mahasiswa melalui beasiswa ZTE dan program 5G Rising Star 2024, yang menawarkan dukungan finansial, pelatihan, dan kesempatan pengembangan karier di ZTE.

Sejak diluncurkan pada tahun 2019, program Beasiswa ZTE dan 5G Rising Star telah berkontribusi pada perkembangan sektor TIK di Indonesia dengan menawarkan kesempatan pendidikan dan pekerjaan kepada banyak talenta digital, memberdayakan mereka untuk mendorong inovasi digital di Indonesia.

Pada tahun 2024, beasiswa telah diberikan kepada sembilan mahasiswa berprestasi dari kedua universitas yang mengambil jurusan Teknik Elektro. Proses seleksi dibagi menjadi tiga tahap: penyaringan administratif, tes tertulis, dan wawancara.

Richard Liang, Presiden Direktur ZTE Indonesia mengatakan, pihaknya percaya bahwa masa depan ekonomi digital ada di tangan para mahasiswa saat ini.

“Kemitraan ini bukan hanya tentang memberikan beasiswa atau peluang pekerjaan, tetapi juga tentang membina generasi inovator yang akan memimpin transformasi digital Indonesia,” kata Richard dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Menurut dia. dengan mengintegrasikan pendidikan akademik dan pengalaman praktek di industri maka dapat membantu mahasiswa mengasah kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta memberdayakan mereka menjadi generasi unggul dan mengambil peran dalam lanskap teknologi yang terus berkembang.

“Bersama Telkom University dan ITS, kami membangun masa depan yang lebih cerah di mana dunia akademik dan industri bertemu, mendorong kemajuan teknologi dan pendidikan di era digital," ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bank Dunia dan McKinsey, diketahui bahwa Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital pada tahun 2030. Ini berarti kebutuhan talenta digital per tahun rata-rata mencapai 600.000 orang.

Sedangkan, perguruan tinggi di Indonesia hanya mampu memasok sekitar 100.000-200.000 talenta digital per tahun. Oleh karena itu, terdapat kesenjangan atau gap sebesar 400.000-500.000 talenta digital per tahun yang belum terpenuhi.

Pandemi Covid-19 telah menjadi katalis utama dalam meningkatkan kebutuhan akan talenta digital di Indonesia. Dengan adanya pembatasan sosial dan penerapan kerja dari rumah, banyak perusahaan yang beralih ke solusi digital untuk menjaga operasional mereka tetap berjalan. Situasi ini mempercepat adopsi teknologi dan meningkatkan permintaan akan tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital.

Selain itu, pertumbuhan pesat industri teknologi dan digital di Indonesia turut menjadi faktor penyebab peningkatan kebutuhan talenta IT. Berbagai perusahaan teknologi termasuk startup, terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, mengembangkan, dan memelihara sistem serta aplikasi berbasis teknologi.

Dr. Dida Diah Damajanti, S.T., M.Eng. Sc., Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Alumni Telkom University, mengatakan, kemitraan dengan ZTE merupakan langkah penting dalam memberdayakan mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan.

“Program beasiswa ZTE Indonesia dan 5G Rising Star akan memberikan mereka peluang dan pengalaman berharga, memperkaya perjalanan pendidikan mereka, dan mempersiapkan mereka untuk peran yang berdampak di sektor TIK,” katanya.

Prof. Nurul Widiastuti, Wakil Rektor ITS, mengatakan, kemitraan ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa kami untuk meningkatkan keterampilan mereka dan memperoleh pengalaman praktis di perusahaan teknologi terkemuka.

Penandatanganan MoA dengan ZTE menandai momen penting dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri.

“Kami percaya bahwa melalui kolaborasi ini, kami dapat membina generasi baru yang akan memberikan kontribusi signifikan bagi masa depan digital Indonesia," katanya.

Robby Purbantoro, Direktur SDM ZTE Indonesia, mengatakan, program kolaboratif ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan talenta muda untuk memprioritaskan pendidikan mereka sambil memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman berharga yang dapat langsung diaplikasikan untuk memperkuat kompetensi mereka saat memasuki dunia kerja.

Kolaborasi antara ZTE, Telkom University, dan ITS mencerminkan komitmen kuat ZTE untuk memajukan ekosistem digital Indonesia melalui pembinaan generasi profesional terampil masa depan.

Editor: Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #its #telkom-university #talenta-digital #transformasi-digital #beasiswa #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/379196/pemberdayaan-talenta-digital-akan-mendorong-inovasi-teknologi-di-ri