Peran Asuransi Usaha Tani Padi dalam Rencana Swasembada Pangan Pemerintah

Peran Asuransi Usaha Tani Padi dalam Rencana Swasembada Pangan Pemerintah

Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Halaman all

(Kompas.com) 06/11/24 14:12 17574123

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam tiga hingga empat tahun mendatang dengan mencetak luas lahan panen hingga empat juta hektare.

Untuk mendukung target ketahanan pangan nasional ini, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) berupaya memperkuat skema Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai bagian dari perlindungan bagi para petani.

Langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, khususnya dalam menyediakan asuransi pertanian sebagai proteksi bagi para petani terhadap risiko gagal panen.

SHUTTERSTOCK/PASUWAN Ilustrasi asuransi.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema menyampaikan, AUTP merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam melindungi para petani, khususnya di sektor padi, untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Melalui AUTP, petani mendapatkan perlindungan dari risiko gagal panen yang bisa merugikan nilai ekonomi usaha tani mereka. Dengan adanya asuransi ini, petani tetap memiliki modal kerja untuk masa tanam berikutnya,” ujar Brellian dalam keterangan resmi, Selasa (6/11/2024).

Ia menambahkan, pemerintah turut memberikan subsidi premi sebesar 80 persen kepada petani, sehingga petani hanya perlu membayar Rp 36.000 per hektare dengan nilai pertanggungan mencapai Rp 6 juta per hektare.

Sampai 31 Agustus 2024, Jasindo telah memberikan perlindungan terhadap risiko gagal panen untuk lebih dari 400.000 petani di seluruh Indonesia dengan cakupan luasan lahan lebih dari 250.000 hektare di 22 provinsi.

Ia menuturkan, realisasi klaim AUTP sendiri telah mencapai Rp 3,17 miliar untuk luas lahan sekitar 500.000 hektare, dengan rasio klaim sebesar 7,08 persen.

ANTARA FOTO/Henry Purba Petani memanen padi di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024). Perum Bulog melakukan penyerapan sebesar 30 ribu ton gabah kering panen (GKP) per hari di tingkat petani sebagai upaya pengadaan beras dalam negeri.

Sedikit catatan, tiga provinsi dengan keikutsertaan AUTP terbesar adalah Jawa Barat dengan kepesertaan lebih dari 140.000 petani, Jawa Timur 79.000 petani, dan Jawa Tengah 64.000 petani.

“Kami menyadari pentingnya sosialisasi yang lebih luas agar program ini dapat menjangkau petani di seluruh pelosok Indonesia. Meski ada tantangan, kami optimis target AUTP tahun ini akan tercapai sehingga seluruh petani dapat terlindungi oleh asuransi,” imbuh Brellian.

Namun, Brellian juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan AUTP, antara lain jangkauan area yang luas, keinginan petani untuk membayar 20 persen premi, penggunaan aplikasi SIAP yang masih membutuhkan sosialisasi, dan pengelolaan lahan endemis.

Sebagai informasi, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan, pemerintah menargetkan mencetak sawah tiga juta hektar untuk lima tahun ke depan, atau selama periode pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sudaryono mengatakan, hal itu selaras dengan target menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Dalam waktu dekat, kita targetkan swasembada, dan seterusnya adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," ungkap Sudaryono, Rabu (25/9/2024).

#asuransi #swasembada-pangan #gagal-panen #ketahanan-pangan #asosiasi-usaha-tani-padi

https://money.kompas.com/read/2024/11/06/141224126/peran-asuransi-usaha-tani-padi-dalam-rencana-swasembada-pangan-pemerintah