Antam (ANTM) Lewati Masa Sulit: Laba Dikerek, Target Harga Saham?

Antam (ANTM) Lewati Masa Sulit: Laba Dikerek, Target Harga Saham?

Antam (ANTM) telah melewati masa sulit, alhasil proyeksi laba ANTM dinaikkan. Lantas, bagaimana dengan target harga sahamnya? - Halaman all

(InvestorID) 06/11/24 14:14 17582635

JAKARTA, investor.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam dianggap telah melewati masa sulit. Karena itu, proyeksi laba Antam pada 2024-2025 dinaikkan. Lantas, bagaimana dengan target harga saham ANTM?

Sepanjang tahun berjalan ini, tantangan utama bagi Antam adalah penurunan harga komoditas, terutama di segmen nikel. Pendapatan segmen nikel pada Januari-September 2024 sebesar Rp 2,6 triliun, terpangkas 21% yoy.

Selain itu, kendala terkait finalisasi izin pertambangan membatasi potensi produksi. Pendapatan dari bijih nikel selama Januari-September 2024 mencapai Rp 3,5 triliun atau ambles 48% yoy.

“Secara keseluruhan, bisnis nikel menyumbang 14% terhadap total penjualan Antam sepanjang Januari-September 2024. Bandingkan dengan periode yang sama pada 2023 sebesar 33%,” tulis RHB Sekuritas dalam risetnya.

Sebaliknya, peningkatan permintaan emas menjadi pendorong utama kinerja emiten berkode saham ANTM tersebut. Pendapatan dari penjualan emas selama Januari-September 2024 senilai Rp 35,7 triliun, melejit 85% yoy.

Meski laba bersih terkikis 23% yoy menjadi Rp 2 triliun – sebagian disebabkan oleh basis yang tinggi dari harga komoditas tahun lalu – kinerja kumulatif ANTM tetap lebih kuat dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir. Adapun rata-rata selama sembilan bulan sekitar Rp 1,7 triliun.

“Kami perkirakan skenario terburuk telah dilewati dan kondisi mendatang akan lebih baik,” sebut RHB Sekuritas.

Broker efek itu kemudian menaikkan proyeksi laba ANTM pada 2024-2025 sebesar 6% berdasarkan kenaikan target penjualan emas. Hal itu mengimbangi kinerja yang kurang baik di segmen nikel.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

RHB Sekuritas yakin sentimen penguatan harga emas akan terus mendukung kinerja positif ANTM, didorong oleh perbaikan margin. Manajemen telah mengantisipasi pelemahan harga komoditas dan perseroan tetap menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan pesaingnya.

“Kami perkirakan pertumbuhan laba yang positif tahun depan, didukung oleh pulihnya volume produksi bijih nikel, tambahan laba dari JV, dan kontribusi segmen lainnya,” jelas RHB Sekuritas.

Sementara itu, pasar memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$ 3.000/oz, sedangkan asumsi RHB Sekuritas di US$ 2.500/oz. Pergerakan harga emas sejalan dengan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Semua perusahaan di sektor emas mengalami apresiasi, termasuk di hulu (penambang emas) dan hilir (ritel dan grosir). Sebab kondisi ekonomi makro yang positif – dipicu oleh pemotongan suku bunga dan stimulus fiskal dari China – masih membutuhkan waktu untuk terwujud.

“Meski demikian, kami tetap waspada terhadap potensi risiko dari faktor non-operasional, termasuk peningkatan impairment terkait nilai aset bisnis nikel dan fluktuasi nilai tukar,” ungkap RHB Sekuritas.

Dengan berbagai pertimbangan, RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham Antam (ANTM) dengan target harga Rp 1.800. Potensi kenaikan harga saham sebesar 14%. Estimasi yield dividen 2025 mencapai 4%.

Target harga saham ANTM tersebut mencakup 4% diskon ESG, sesuai dengan nilai ESG ANTM di 2,8.

Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #antm #antam #saham-antm #emas-antam #laba-antam #harga-emas #harga-nikel #rhb-sekuritas #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/market/379261/antam-antm-lewati-masa-sulit-laba-dikerek-target-harga-saham