Jadi Pembicara di China, IIF Tekankan Tantangan Pengembangan Transportasi Keberlanjutan

Jadi Pembicara di China, IIF Tekankan Tantangan Pengembangan Transportasi Keberlanjutan

Infrastruktur transportasi merupakan sektor penting dari pembiayaan IIF, dengan porsi terbesar kedua setelah sektor ketenagalistrikan, yaitu sebesar 21 persen.

(IDX-Channel) 07/11/24 10:36 17655007

IDXChannel - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) turut berpartisipasi dengan tampil sebagai pembicara dalam seminar transportasi, yang digelar di Chengdu, China, awal bulan ini.

Seminar yang mengangkat tema Environmental and Social Safeguards Community of Practice (CoP) Seminar on Sustainable Transport Investments:
Opportunities, Challenges, and Good Practices tersebut merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) and Multilateral Cooperation Center for Development Finance (MCDF).

Melalui seminar ini, AIIB dan MCDF berharap dapat memaparkan dan mendiskusikan praktik-praktik terbaik serta pembelajaran dalam mengelola risiko lingkungan dan sosial pada proyek infrastruktur transportasi yang dapat diterapkan secara praktis oleh pelaku pasar dalam konteks negara berkembang di Asia.

Selain itu, seminar ini juga menyediakan platform untuk membahas peluang dan tantangan baru yang dihadapi Multilateral Development Bank (MDB) dan mitranya dalam mengelola dampak dan risiko lingkungan serta sosial.

Dalam materi yang disampaikan sebagai pembicara, Social and Environmental Specialist IIF, Yayan Indriatmoko dan Dicka Andilla Vebri, memberikan pemaparan mengenai proses, tantangan dan pembelajaran dari penerapan Social and Environmental Safeguard pada sektor transportasi IIF.

Infrastruktur transportasi merupakan sektor penting dari pembiayaan IIF, dengan proporsi terbesar kedua setelah sektor ketenagalistrikan, yaitu sebesar 21 persen.

Sejak 2013, IIF telah berpartisipasi dalam pembiayaan sebelas jalan tol yang sebagian besar berada di Pulau Jawa, tiga pelabuhan di Sumatra dan Sulawesi, tiga proyek bandara di Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, serta dua proyek kereta api dan transportasi massal di Sulawesi dan Jawa.

"Infrastruktur transportasi seperti jalan tol, rel kereta api, bandara, pada umumnya mempunyai risiko dan dampak sosial lingkungan yang signifikan terkait dengan pembebasan lahan, kesehatan dan keselamatan masyarakat, keragamanhayati dan fragmentasi habitat, warisan budaya dan sebagainya," ujar Yayan, dalam paparannya.

Karenanya, menurut Yayan, penerapan standar perlindungan sosial dan lingkungan (safeguard) menjadi kunci untuk memastikan risiko dan dampak
tersebut bisa dihindari, diminalkan atau dikompensasi jika penghindaran tidak dimungkinkan.

"Sebagai katalis pembangunan infrastruktur berkelanjutan, IIF terus berupaya memperbaiki penerapan safeguard standard pada proyek-proyek yang didanai, termasuk di antaranya melakukan peningkatan kapasitas pemrakarsa proyek dan para pihak terkait dalam pengelolaan risiko dan dampak sosial dan lingkungan merujuk pada kebijakan keberlanjutan IIF," ujar Yayan.

Melalui peran serta sebagai narasumber dalam seminar tersebut, IIF telah menunjukkan komitmennya untuk terus menyempurnakan penerapan standard perlindungan sosial dan lingkungan (safeguard) pada proyek-proyek infrastruktur di Indonesia agar tercapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

(taufan sukma)

#keberlanjutan #china #infrastruktur #transportasi #iif #pt-indonesia-infrastructure-finance

https://www.idxchannel.com/economics/jadi-pembicara-di-china-iif-tekankan-tantangan-pengembangan-transportasi-keberlanjutan