Gapki dan Pemerintah Keroyokan Atasi Tantangan Sawit Domestik dan Global

Gapki dan Pemerintah Keroyokan Atasi Tantangan Sawit Domestik dan Global

Gapki siap mendukung pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto - Halaman all

(InvestorID) 07/11/24 13:35 17669558

NUSA DUA, investor.id–Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) siap bersinergi dengan pemerintah untuk mengatasi tantangan dari dalam negeri maupun global.  Hal itu diperlukan untuk mempertahankan sawit sebagai komoditas unggulan yang berperan strategis dalam perekonomian nasional. Tantangan industri sawit dari pasar domestik di antara lain stagnasi produksi, sedangkan dari luar negeri antara lain hambatan perdagangan

Ketua Umum Gapki Eddy Martono mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi industri sawit RI secara nasional maupun global. Tantangan dari domestik antara lain stagnasi produksi dan dari luar negeri di antaranya hambatan perdagangan. Untuk menghadapi tantangan itu, Gapki berharap pemerintah membantu mengatasinya lewat kebijakan-kebijakan yang mendukung industri sawit.

“Sawit adalah komoditas unggulan Indonesia dan berperan sangat strategis dalam perekonomian nasional. Tapi, industri sawit kini menghadapi ketidakpastian karena potensi krisis pangan dan energi, juga hambatan-hambatan perdagangan yang diberlakukan negara-negara importir, seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR),” kata Eddy.

Eddy mengatakan hal itu dalam sambutannya saat pembukaan The 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook atau IPOC 2024 di Nusa Dua, Bali, Kamis (07/11/2024). IPOC 2024 bertema Seizing Opportunities Amidst Global Uncertainty.

Gapki siap mendukung pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil langkah-langkah yang bijaksana untuk memelihara daya saing global industri sawit sebagai sumber pangan dan energi yang terbarukan. “Kami siap mendukung kebijakan pemerintahan baru sebagaimana digariskan dalam Asta Cita yang merupakan bagian dari visi-misi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Eddy.

Eddy menyebutkan, tantangan dalam negeri berupa produksi sawit yang stagnan dalam beberapa tahun terakhir adalah akibat  lambatnya penanaman kembali (replanting) di lahan-lahan kebun para petani. Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan di antaranya penguatan praktik produksi berkelanjutan, sinergi antarpemangku kepentingan industri sawit, dan memacu pelaksanaan program replanting melalui Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

“Ini terutama perlu untuk mendukung program biodiesel pemerintah karena akan ditingkatkan ke B50 di 2026, tanpa mengganggu kebutuhan pangan dan ekspor,” jelas dia.

Di sisi lain, sangat perlu juga advokasi perdagangan bebas dan fair, karena setiap hambatan perdagangan akan menambah beban dan biaya bagi industri. Eddy menyebutkan, sampai Agustus 2024, produksi sawit RI mencapai 34,7 juta ton. Dalam periode yang sama, ekspor, termasuk biodiesel dan oleokimia, lebih dari 20,1 juta ton.

Ekspor itu menyumbangkan devisa sekitar US$ 17,35 miliar bagi Indonesia. Sedangkan konsumsi domestik tercatat 15,6 juta ton. “Tapi kinerja itu lebih rendah dari tahun sebelumnya. Selama periode sama 2023, produksi sawit 36,2 juta ton, ekpor 21,9 juta ton, dan nilainya melebihi US$ 20,59 miliar,” kata dia.

Atasi Ketidakpastian

Ketua Panitia IPOC 2024 Mona Surya menambahan, tantangan-tantangan nasional dan global yang dihadapi industri sawit mengakibatkan ketidakpastian. Ekonomi global menghadapi sejumlah tantangan, termasuk inflasi tinggi, konflik geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah dan peraturan dagang.

“Industri sawit tidak bisa lepas dari tantangan tersebut. Kita telah mengalami volatilitas harga, produksi stagnan di negara-negara produsen, dan peraturan seperti EUDR. Peraturan nasional terus memainkan peran penting dalam mengarahkan dan mengembangkan industri sawit Indonesia,” jelas Mona.

Mona mengatakan, seiring perkembangan sawit, konferensi IPOC telah semakin menarik perhatian dunia sebagai forum diskusi global tentang sawit. Dengan tema Seizing Opportunities Amidst Global Uncertainty atau Mengambil Kesempatan di Tengah Ketidakpastian Global, IPOC ke-20 tahun ini diikuti sekitar 1.509 peserta dari 24 negara yang merupakan rekor baru peserta.

Editor: Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id)

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Baca Berita Lainnya di Google News

#berita-terkini #berita-hari-ini #gapki #gabungan-pengusaha-kelapa-sawit-indonesia-gapki #ipoc-2024 #tantangan-industri-sawit #eddy-martono-gapki #mona-surya-ipoc #berita-ekonomi-terkini

https://investor.id/business/379381/gapki-dan-pemerintah-keroyokan-atasi-tantangan-sawit-domestik-dan-global