Ada Proyeksi Baru Laba Timah (TINS), Target Harga Sahamnya Dinaikkan
Ini adalah target baru laba bersih Timah (TINS) untuk tahun 2024 dan 2025. Alhasil, target harga saham TINS dinaikkan. - Halaman all
(InvestorID) 06/11/24 18:08 17677773
JAKARTA, investor.id – PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan total pendapatan Rp 8,3 triliun hingga kuartal III-2024, meningkat 29,4% yoy, atau mencapai 72% dan 76% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus tahun ini.
“Laba bersih Timah mencapai Rp 909 miliar atau mencapai 105% dan 79% dari estimasi kami dan konsensus,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dalam risetnya.
Tahun ini, dari sisi operasional, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan estimasi produksi dan penjualan Timah sebesar 9% dan 15%. Kemudian, pada 2025, estimasinya juga diturunkan sebesar 19% dan 23%.
Namun, asumsi harga jual rata-rata (average selling price/ASP) Timah dinaikkan sebesar 11% menjadi US$ 30 ribu/ton pada 2024. Lalu, pada 2025, asumsi ASP juga ditingkatkan sebesar 13,5% menjadi US$ 29,5 ribu/ton.
Lebih jauh, BRI Danareksa Sekuritas menurunkan proyeksi biaya tunai emiten berkode saham TINS tersebut sebesar 18% dan 17% pada 2024 dan 2025. Dengan begitu, perkiraan margin kas TINS tumbuh signifikan sebesar 113% dan 127% pada 2024 dan 2025.
“Meskipun asumsi pendapatan TINS turun sebesar 2% dan 10% pada 2024 dan 2025, kami mengharapkan ekspansi margin pada tingkat EBITDA dan laba bersih masing-masing sebesar 66%/84% dan 60%/105%, menghasilkan target laba bersih yang baru sebesar Rp 1,4 triliun untuk tahun 2024 dan Rp 1,9 triliun untuk tahun 2025,” ungkap Timothy.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
BRI Danareksa Sekuritas menaikkan asumsi ASP TINS karena harga timah LME terus menguat dan berada di atas US$ 30 ribu/ton sejak kuartal II-2024. Harga timah diperkirakan tetap tinggi karena penurunan ekspor bijih dari Myanmar ke China, yang menurunkan tingkat utilisasi dan produksi smelter timah China.
“Di sisi lain, kami menurunkan perkiraan biaya tunai TINS karena manajemen biaya perseroan yang kuat hingga kuartal III-2024, yang diharapkan berlanjut pada tahun depan seiring pengoperasian penuh TSL Ausmelt,” jelas Timothy.
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli saham Timah (TINS). Target harga saham TINS berbasis discountedcashflow (DCF) dinaikkan menjadi Rp 2.300 dari sebelumnya Rp 1.400.
Saat ini, saham TINS diperdagangkan pada PE 2025 sebesar 5,8 kali dan EV/EBITDA 2025 sebesar 3 kali, yang berada pada standar deviasi -1 dari rentang EV/EBITDA 5 tahun. Adapun risiko utamanya jika harga timah turun, volume penjualan lebih rendah, dan kenaikan biaya tunai.
Editor: Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #tins #timah #saham-tins #laba-timah #laba-tins #harga-timah #bri-danareksa-sekuritas #rekomendasi-saham #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/market/379288/ada-proyeksi-baru-laba-timah-tins-target-harga-sahamnya-dinaikkan