Kementerian ESDM: 9 Pabrik Biodiesel Tambahan Diperlukan demi Kebut Produksi B50

Kementerian ESDM: 9 Pabrik Biodiesel Tambahan Diperlukan demi Kebut Produksi B50

Pemerintah Indonesia mengaku bahwa pihaknya memerlukan investasi lebih lanjut untuk mendongkrak produksi biodiesel guna mencapai B50.

(WE Finance) 08/11/24 07:35 17744286

Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edi Wibowo, mengungkapkan bahwa untuk memproduksi bahan bakar jenis biodiesel 50 (B50), dibutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).

"Makanya untuk itu perlu dibangun lagi, sekitar tujuh sampai sembilan pabrik, atau nanti meningkatkan kapasitas dari pabrik-pabrik yang ada," ujar Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Edi Wibowo dalam acara Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) 2024 di Bali, Kamis, (7/11/2024).

Menurut Edi, penambahan pabrik pengolahan CPO itu bertujuan untuk mengejar celah antara kebutuhan konversi ke B50 yang membutuhkan biodiesel sebanyak 19,7 juta kiloliter. Sementara itu, total produksi dalam negeri saat ini baru sebanyak 15,8 juta kiloliter saja.

"Berarti ada shortage sekitar 3,9 juta kiloliter," ucapnya.

Selain itu, Edi menjelaskan bahwa kebutuhan produksi tersebut bisa dijadikan peluang investasi. Pasalnya, untuk merealisasikan ambisi kebut B50, dibutuhkan penanaman modal tambahan sebesar 360 juta dolar AS.

"Sebenarnya peluang investasi juga kalau nanti pemerintah harus taruh sekitar hampir 360 juta dolar AS untuk tambahan investasi tadi. Kalau pabriknya tetap, mungkin apakah nanti akan mundur itu aja implementasi dari B50-nya," jelasnya.

Terkait rencana penerapan B40 yang bakal direalisasikan pada awal Januari 2025 mendatang, Edi mengaku jika pihaknya masih kekurangan kapasitas produksi sebesar 0,3 juta kiloliter. Akan tetapi, hal tersebut menurut dia bisa disiasati dengan cara meminta 24 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) guna meningkatkan produksi tersebut.

Sebagai informasi, pada tahun 2026 mendatang pemerintah menargetkan untuk bisa menerapkan B50. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa saat ini pihaknya mulai menyiapkan rancangan konsep pengembangan bahan bakar biodiesel hingga biodiesel 100 (B100) sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan swasembada energi.

“Salah satu rancangan yang dilakukan adalah mempersiapkan semua konsep sampai dengan B100, tapi sudah tentu itu bertahap, nanti kami laporkan (perkembangannya),” ujar Bahlil di Jakarta, Minggu (3/11/2024) lalu.

Sementara itu, produk biodiesel yang wajib digunakan di Indonesia saat ini adalah B35 yang merupakan campuran 35% Fatty Acid Methyl Esters (FAME) dari minyak sawit dan campuran 65% BBM diesel jenis solar yang penerapannya sudah dimulai sejak 1 Februari 2023 lalu.

#esdm #biodiesel

https://wartaekonomi.co.id/read548914/kementerian-esdm-9-pabrik-biodiesel-tambahan-diperlukan-demi-kebut-produksi-b50