Indef Minta Prabowo Waspada, Defisit Anggaran 2,82 Persen Bisa Jadi Jebakan
Indef minta Prabowo waspada, defisit anggaran 2,82 persen bisa jadi jebakan.
(Kumparan.com) 04/07/24 19:30 9692688
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mewanti-wanti defisit fiskal dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2025 sebesar 2,29-2,82 persen menjadi jebakan bagi presiden terpilih Prabowo Subianto.
Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto, mengatakan jebakan defisit untuk Prabowo dari transisi pemerintahan Presiden Jokowi karena ruang fiskal yang minim dengan adanya ketidakpastian ekonomi.
“Dugaan saya setting 2,82 (defisit) ini dilakukan di APBN ini maka pertama, menurut saya jujur jebakan untuk Prabowo. Kan koalisi itu yang ada sekarang eksisting ada belum 50 persen, bagaimana cari lobi DPR kalau enggak 50 persen? Deadlock (jalan buntu) lah,” ujar Eko dalam Diskusi Publik Indef di Tjikini Lima Jakarta, Kamis (4/7).
Usulan rasio defisit APBN 2,82 persen menjadi yang terbesar di era transisi kepemimpinan presiden. Pemerintahan Prabowo-Gibran juga menghadapi utang jatuh tempo senilai Rp 800 triliun yang diwariskan pada pemerintah Jokowi.
“Ini baru terjadi sejak era reformasi DPR disodorkan angka (defisit) 2,82. Ini dibedah kan banyak program, makan bergizi sudah harus di RAPBN ini,” terangnya.
“Kalau yang dipilih APBN 2,82 diketok atau 2,5, maka kalau ada gonjang-ganjing ekonomi tidak jelas, padahal nasional tidak pasti juga, itu tidak ada ruang manuver (fiskal),” tambah Eko.
Menurut Eko, pemerintah sebaiknya menyiapkan rencana anggaran yang rasional, di mana target defisit di level moderat, bukan agresif.
Selain itu, defisit fiskal dan defisit transaksi berjalan perlu dijaga pada level aman untuk menumbuhkan optimisme perekonomian.
“Saya berharap tim ekonomi baru, kalau dirasa APBN warisan pak jokowi tidak sesuai program atau perlu penyempurnaan. Masih ada ruang untuk membicarakan dengan DPR yang baru,” ungkap Eko.
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan pemerintah menurunkan batas bawah defisit fiskal dalam RAPBN Tahun Anggaran 2025 menjadi 2,29-2,82 persen dari sebelumnya 2,45-2,8 persen.
Anggota Banggar Fraksi Gerindra, Sri Meliyana mengatakan postur makro fiskal tahun 2025 akan digunakan sebagai dasar penyusunan Rancangan APBN Prabowo-Gibran.
”Pada setiap rumusan catatan-catatan dalam laporan ini menjadi bagian dari tindak lanjut dan penguatan upaya, kebijakan, serta program pemerintah dalam APBN TA 2025,” kata Sri dalam Rapat Kerja Banggar, Kamis (4/7).