Jokowi: Swasembada Pangan Proses yang Panjang, Iklim Sangat Mempengaruhi

Jokowi: Swasembada Pangan Proses yang Panjang, Iklim Sangat Mempengaruhi

Jokowi mengingatkan, swasembada pangan merupakan proses yang panjang. Apalagi, produksi pangan masih mengalami naik-turun. Halaman all

(Kompas.com) 05/07/24 11:27 9736524

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, swasembada pangan (kemandirian produksi pangan sacara nasional) merupakan proses yang panjang.

Sebab, produksi pangan masih mengalami naik-turun yang disebabkan berbagai faktor.

"Ini (swasembada) proses panjang ya, swasembada pangan itu tidak hanya, kadang sudah baik, (lalu) turun lagi karena iklim yang enggak menentu," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers usai meninjau program pompanisasi di Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sebagaimana dilansir YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (5/7/2024).

"Dulu sudah swasembada pangan. Kemudian turun lagi krn ada El Nino, La Nina. Saya kira iklim sangat mempengaruhi produktivitas di semua negara," kata dia.

Presiden menyebut, dalam dua tahun terakhir ini negara-negara yang produksi berasnya bisanya tinggi pun mengalami penurunan tajam.

Dalam kesempatan itu, Presiden menjelaskan soal pemberian bantuan pompa untuk membantu pengairan sawah petani.


Kepala Negara menyebut, saat ini sudah ada 80 pompa diserahkan ke Kabupaten Bantaeng.

Sementara itu, jumlah pompa yang dibutuhkan di daerah itu sedianya sebanyak 150 pompa.

Namun, keberadaan 80 pompa air saat ini sudah mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.

"Petani tadi menyampaikan di sini hanya panen sekali. Padahal tanahnya subur. Karena airnya enggak ada. Sehingga dengan pompa ini, ini sudah nanam yang kedua. Kita harapkan nanti bisa masuk ke penanaman yg ketiga," kata Jokowi.

#jokowi #swasembada-pangan

https://nasional.kompas.com/read/2024/07/05/11275281/jokowi-swasembada-pangan-proses-yang-panjang-iklim-sangat-mempengaruhi