Hasto Ungkap Heru Budi Kerap Dialog dengan Megawati Bahas Jakarta
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menjawab pertanyaan adakah sosok yang kini dibidik PDI-P untuk maju sebagai cagub Jakarta. Halaman all
(Kompas.com) 05/07/24 20:49 9782409
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto mengatakan, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono kerap berdialog dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri terkait Jakarta.
Hal itu disampaikan Hasto usai ditanya apakah ada sosok khusus yang dipertimbangkan PDI-P untuk maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Pertanyaan itu disampaikan awak media mengingat ada nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta dan kini masuk dalam struktur kepengurusan DPP PDI-P.
Mula-mula Hasto menegaskan bahwa PDI-P akan melihat sosok-sosok calon pemimpin Jakarta yang memang diharapkan rakyat.
"Agar keputusan yang diambil DPP itu senapas dengan apa yang menjadi harapan rakyat," kata Hasto ditemui di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).
Ia lantas menyinggung soal "pasukan oranye" atau petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta.
Kata dia, banyak warga Jakarta yang kini mengeluhkan kosongnya petugas-petugas tersebut akibat perubahan kebijakan pemerintah daerah.
"Kita melihat adanya kekosongan pasukan oranye, pasukan hijau, pasukan yang dulu membantu rakyat selama kepemimpinan Pak Ahok, banyak yang menyayangkan kenapa ini enggak hadir," papar Hasto.
Akan tetapi, lanjut dia, Heru disebut ingin mencoba untuk membawa kembali "pasukan oranye" tersebut.
"Sehingga Pj Gubernur saat ini sering bertemu dengan Ibu Mega juga berdialog tentang bagaimana membangun Jakarta, termasuk dengan spirit dari Bapak Ali Sadikin," ujar Hasto.
Terakhir, Hasto menyampaikan bahwa DPP PDI-P terus mencermati dinamika Pilkada Jakarta termasuk nama-nama kandidat yang bermunculan.
Hal itu dilakukan agar apa yang diinginkan Megawati Soekarnoputri betul-betul ditangkap partai sesuai dengan harapan masyarakat Jakarta.