WHO Sebut Layanan Kesehatan Gaza Memburuk Tanpa Bahan Bakar
Dirjen WHO mengatakan situasi layanan kesehatan di Gaza kini memburuk tanpa bahan bakar yang memadai. - Halaman all
(InvestorID) 05/07/24 23:51 9796059
ATHENA, investor.id – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (Dirjen WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan situasi layanan kesehatan di Gaza kini memburuk, dengan kekurangan bahan bakar yang parah. Ia menyerukan penyeberangan Rafah perlu segera dibuka.
“Hanya 90.000L (liter) bahan bakar yang masuk ke Gaza kemarin. Sektor kesehatan saja membutuhkan 80.000 liter setiap hari, sehingga memaksa PBB, termasuk WHO dan mitranya untuk membuat pilihan yang mustahil,” ungkapnya dalam pernyataan resmi yang diunggah di X, Jumat (5/7/2024).
Ghebreyesus menuturkan para mitra mengarahkan pasokan bahan bakar yang terbatas ke rumah sakit-rumah sakit utama seperti Nasser Medical Complex, Rumah Sakit Al-Amal, dan Rumah Sakit Lapangan Kuwait serta 21 ambulans untuk menjaga layanan tetap berjalan.
Ia pun memperingatkan, kehilangan lebih banyak rumah sakit akan menjadi bencana besar.
“Kami sekali lagi mengeluarkan seruan mendesak agar penyeberangan Rafah dibuka kembali dan aliran bahan bakar, makanan, air, dan pasokan medis yang berkelanjutan diizinkan masuk dan melintasi Gaza,” ucapnya, seperti dikutip kantor berita Turki Anadolu
Adapun Israel mengabaikan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuntut gencatan senjata segera. Sejak itu, pihaknya telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023.
Lebih dari 38.000 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 87.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Hampir sembilan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional yang keputusan terbarunya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei 2024.
Editor: Grace El Dora (graceldora@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
#berita-terkini #berita-hari-ini #tedros-adhanom-ghebreyesus #who #layanan-kesehatan-gaza #gaza #konflik-israel-hamas #konflik-gaza #berita-ekonomi-terkini
https://investor.id/international/366248/who-sebut-layanan-kesehatan-gaza-memburuk-tanpa-bahan-bakar