#30 tag 24jam
CSAP Lanjutkan Ekspansi Besar-besaran, Mitra10 dan Atria Kini Hadir di Kendari!
CSAP memperkuat pasar ritel modern dengan ekspansi Mitra10 dan Atria di Kendari. Menawarkan lebih dari 65.000 produk kebutuhan rumah dan furnitur. [283] url asal
#pt-catur-sentosa-adiprana-tbk-csap
(WE Finance) 31/10/24 20:33
v/17275113/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) melanjutkan ekspansi di segmen ritel modern dengan membuka toko Mitra10 dan Atria di Kendari, Sulawesi Tenggara. Gerai Mitra10 ke-54 dan Atria ke-26 ini berada di atas lahan seluas 14.000 meter persegi.
Direktur Utama Mitra10, Andy Totong, menyampaikan bahwa langkah ini memperkuat penetrasi CSAP di pasar ritel bahan bangunan dan furnitur rumah tangga di kawasan yang dinilai memiliki prospek ekonomi cerah.
“Pertumbuhan bisnis ritel di Kendari memperlihatkan tren positif. Selain menjadi pusat bisnis di Sulawesi Tenggara, Kendari juga didukung berbagai proyek strategis nasional, termasuk pengembangan industri nikel dan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, dan permukiman yang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan bahan bangunan dan produk rumah tangga,” kata Andy, Jakarta, Kamis (31/10/2024).
CSAP melalui entitas anak PT Catur Mitra Sejati Sentosa (Mitra10) dan PT Catur Sentosa Berhasil (Atria) menargetkan pangsa pasar di Kendari, dengan mengandalkan konsep "One Stop Shopping Solution." Mitra10 menawarkan lebih dari 65.000 SKU dari 12 kategori produk, seperti lantai, dinding, peralatan listrik, hingga perkakas rumah tangga.
Di Kendari, Mitra10 hadir dengan luas area 3.500 meter persegi sementara Atria menyediakan furnitur dan matras dengan konsep "Shop in Shop" di area seluas 1.000 meter persegi. Atria juga memperkenalkan fitur desain rumah, ATRIA Design Solution with AI, yang membantu pelanggan dalam merancang rumah impian.
Direktur Utama Atria, Erline Totong, menyebutkan bahwa kehadiran Atria di Kendari memberi pilihan lengkap furnitur untuk kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, dan kantor dengan kualitas tinggi.
Ekspansi ini memperluas jaringan Mitra10 dan Atria ke kota-kota utama di seluruh Indonesia, meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok, menjadikannya jaringan ritel modern terbesar dan terlengkap untuk kebutuhan bahan bangunan dan furnitur di Indonesia.
Chandra Asri Pacific Tunjukkan Kinerja Solid dengan Likuiditas Kuat di Kuartal III 2024
TPIA kantongi likuiditas USD2,3 miliar & peringkat ESG tinggi, siap perluas pasar ASEAN dengan akuisisi & inovasi strategis. [429] url asal
(WE Finance) 31/10/24 20:20
v/17275114/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melaporkan, hingga akhir Kuartal III-2024 tingkat likuiditas Perseroan tercatat kokoh untuk mendukung kinerja operasional ke depan, terutama didukung total kas dan setara kas yang mencapai USD1,2 miliar.
"Per 30 September 2024, PT Chandra Asri Pacific Tbk melaporkan liquidity pool yang kuat sebesar USD2,3 miliar yang terdiri dari USD1,2 miliar dalam bentuk kas dan setara kas, serta USD800 juta dalam bentuk surat berharga dan Available Committed Revolving Credit Facilities sebesar USD300 juta," kata Direktur Chandra Asri, Suryandi.
Lebih lanjut Suryandi mengatakan, Chandra Asri juga memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui akuisisi SECP yang keuntungannya diproyeksikan sebesar USD8 hingga 10 Miliar, selain itu turut meningkatkan keamanan energi Indonesia dan mendukung sektor kimia, serta infrastruktur domestik dengan memastikan pasokan yang andal dari produk kunci, seperti bensin, bahan bakar jet, ethylene dan polyethylene.
Sementara itu, langkah ekspansi ke wilayah ASEAN sejalan dengan visi terbaru TPIA, yaitu menjadi ‘Perusahaan Solusi Energi, Kimia dan Infrastruktur Terkemuka di Asia Tenggara’ dan strategi Chandra Asri untuk meningkatkan kehadirannya di lingkup global, memanfaatkan proyeksi pertumbuhan pasar sebesar 4,5% pada 2024 dan PDB ASEAN yang diperkirakan mencapai USD4,5 triliun pada tahun 2030.
"Kolaborasi dengan Glencore dan akuisisi SECP tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar global, tetapi juga mendorong inovasi. Sehingga, hal ini meningkatkan daya saing Perseroan di sektor energi dan kimia sambil berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Suryandi.
Pada periode Januari-September 2024, TPIA mencatatkan EBITDA positif sebesar USD41,6 juta, meskipun dihadapkan oleh kondisi pasar global yang menantang, serta Perseroan telah menyelesaikan pemeliharaan terencana (Turnaround Maintenance/TAM) pada Kuartal III-2024 yang berdampak pada kapasitas operasional.
Kendati penyesuaian ini berdampak sementara pada kapasitas operasional, kata Suryandi, upaya tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas keseluruhan secara jangka panjang. Dengan demikian, hal tersebut akan menguntungkan daya saing Perseroan di pasar.
"Dengan mengoptimalkan proses dan meningkatkan fasilitas selama periode pemeliharaan ini, Chandra Asri secara strategis memposisikan diri untuk mencapai ketahanan operasional yang lebih besar dan kinerja yang lebih baik di masa depan," papar Suryandi.
Selain itu, TPIA berhasil meningkatkan peringkat ESG, meraih skor BBB dari MSCI dan menurunkan skor risiko dari 16,6 menjadi 16,3, dengan Morningstar Sustainalytics. Peningkatan ini memposisikan Perseroan di antara yang teratas di industri kimia global, sehingga memungkinkan akses yang lebih besar ke pembiayaan berkelanjutan, termasuk sustainability-linked loans.
"Kolaborasi dengan Glencore dan akuisisi SECP tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar global, tetapi juga mendorong inovasi. Sehingga, hal ini meningkatkan daya saing Perseroan di sektor energi dan kimia sambil berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Suryandi.
Penjualan Melonjak 550%! Ini Strategi BASE Tembus Pasar Vegan di Indonesia
BASE catat pertumbuhan penjualan 550% berkat strategi e-commerce di Shopee dan komunitas afiliasi. Skincare vegan makin digemari! [273] url asal
(WE Finance) 31/10/24 20:20
v/17272615/
Warta Ekonomi, Jakarta -Brand kecantikan vegan lokal, BASE, mencatatkan pertumbuhan penjualan yang signifikan, mencapai 550% pada Semester I-2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Melalui strategi e-commerce yang terfokus pada platform Shopee, BASE berhasil mengembangkan bisnisnya secara signifikan, memperluas jangkauan pelanggan, serta mengoptimalkan penjualan berbagai produk vegan unggulannya.
Menurut Yaumi Fauziah Sugiharta, Co-Founder & CEO BASE, pertumbuhan bisnis ini tak lepas dari pemanfaatan optimal fitur-fitur Shopee, seperti kampanye khusus, iklan, dan program Shopee Live. Strategi ini memungkinkan BASE mencapai rata-rata pesanan harian yang lebih tinggi dengan banyak pelanggan yang melakukan pembelian berulang dan checkout untuk beberapa produk sekaligus.
“Kami awalnya hanya memanfaatkan situs web, tetapi memutuskan untuk memperluas ke e-commerce seperti Shopee pada 2021 karena trafiknya lebih tinggi. Ini memungkinkan kami menjangkau konsumen baru dan meningkatkan keterlibatan mereka dengan produk kami,” ungkap Yaumi.
Keberhasilan penjualan BASE juga ditunjang oleh kehadiran komunitas Affiliates BASE yang telah beranggotakan ribuan anggota, termasuk kreator konten baru yang berperan signifikan dalam meningkatkan penjualan. Kontribusi afiliasi menyumbang hampir 25% dari total penjualan BASE di Shopee. Selain itu, produk-produk andalan BASE, seperti Rich Moisture & Youthful Firming Serum, Gloss & Go Lip Tint, dan Daily Renewal Natural Exfoliating Pads, menarik perhatian para pengguna vegan beauty yang mencari produk ramah lingkungan.
Ratih Permata Sari, Co-Founder & Chief Product Officer BASE, menambahkan, “Investasi dalam program e-commerce Shopee dan strategi pemasaran afiliasi memungkinkan kami untuk memperluas akses masyarakat Indonesia ke produk skincare vegan kami.”
Sebagai langkah menuju visinya menjadi Vegan Beauty Brand nomor 1 di Indonesia, BASE berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk perawatan kulit berbahan dasar vegan yang efektif dan aman untuk semua jenis kulit.
PLN IP Bangun Pabrik Solar Panel Berkapasitas 1GWp di Kendal
Pabrik yang dikembangkan perusahaan ini diharapkan mampu memenuhi permintaan pengembangan energi terbarukan di Indonesia. [552] url asal
(WE Finance) 31/10/24 20:17
v/17272616/
Warta Ekonomi, Jakarta -PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui perusahaan patungan anak usahanya siap produksi solar panel dengan kapasitas produksi sebesar 1 Gigawatt Peak (GWp).
Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PT PLN (Persero) Hartanto Wibowo, mengatakan saat ini PLN telah menapaki tahap penting dalam mendukung transisi energi Tanah Air serta menuju Indonesia swasembada energi.
"Kita telah tiba pada journey yang penting dalam upaya mendukung NZE 2060, yakni resmi beroperasinya Pabrik Panel Surya Terintegrasi Pertama dan Terbesar di Indonesia. Lewat milestone ini, menjadi bukti PLN mendukung swasembada energi di Indonesia sesuai arahan Presiden RI," ujar Hartanto dalam keretangan tertulis yang diterima, Kamis (31/10/2024).
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, mengatakan melalui perusahaan patungan antara PLN Indonesia Power Renewables dengan Trina Solar Co. Ltd dan PT Dian Swastatika Sentosa yaitu PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) telah siap memproduksi modul panel surya terintegrasi dengan teknologi mutakhir yaitu teknologi Tunnel Oxide Passivated Contact (TOPCon).
Dengan teknologi yang belum pernah diterapkan di industri solar panel dalam negeri tersebut, efisiensi panel surya mencapai 23,2% dari rata-rata efisiensi saat ini di Indonesia berkisar 20%.
Edwin menyebut, pabrik ini dikembangkan bersama dengan perusahaan tier-1 industri solar panel dunia dan diharapkan mampu memenuhi permintaan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
"Dengan teknologi N-type Topcon yang telah memenuhi standar bankability AAA dari Bloomberg New Energy Finance (BNEF), produk yang dihasilkan memiliki efisiensi dan keandalan yang tinggi, ini membuktikan keseriusan kami dalam membangun industri EBT," ujar Edwin.
Selain menjadi langkah konkret untuk mendukung percepatan transisi energi di Indonesia, keberadaan pabrik ini turut mendukung program Pemerintah dalam peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan melalui Peraturan Kementerian Perindustrian Nomor 34 Tahun 2024. Dengan demikian adanya pabrik solar panel ini juga dapat mengurangi ketergantungan impor komponen dalam industri energi tanah air.
"Dengan TKDN yang tinggi, maka dapat meningkatkan kemandirian sektor industri, terutama di bidang energi terbarukan di Tanah Air," ujarnya.
Edwin menambahkan, hadirnya pabrik solar panel ini akan membawa dampak ganda, selain tentunya dapat membantu target NZE 2060, pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Kendal ini dapat menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini membuktikan bahwa capaian target NZE pada 2060 tidak hanya membawa dampak pada lingkungan saja namun juga terhadap perekonomian masyarakat.
"Fasilitas ini dapat memberikan kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi Indonesia. Pasalnya, dapat membuka lapangan kerja baru dan mendukung berkembangnya industri lokal," tuturnya.
Menurutnya, dengan potensi energi surya di Indonesia yang sangat besar mencapai 207 Gigawatt (GW), maka kehadiran pabrik PLTS ini akan mengoptimalkan pemanfaatan energi surya untuk sektor kelistrikan di Tanah Air.
"Panel surya hasil produksi perusahaan patungan ini tentu akan mendorong semangat pengembangan energi surya yang lebih masif, saat ini kapasitas produksi pabrik sebesar 1 GWp, dan akan dikembangkan sampai dengan 3 GWp. Dengan demikian komponen PLTS akan semakin mudah didapat," ucapnya. .
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) Lokita Prasetya mengatakan capaian ini telah sesuai dengan target dan siap memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Kami telah bekerja keras membangun Pabrik Panel Surya ini diatas lahan 7 hektar sesuai target yang dicanangkan. Pabrik ini telah siap beroperasi dan mampu memproduksi modul panel surya terbesar di Indonesia hingga 720 Watt Peak per modulnya dan efisiensi hingga 23,2%. Kami membutuhkan dukungan dari Pemerintah dan PLN untuk peningkatan permintaan pasar dalam negeri," ucap Lokita.
Untuk Mencapai Kemandirian Energi, IESR Akan Sampaikan 5 Rekomendasi Kepada Pemerintah
Untuk mencapai kemandirian energi, IESR akan menyampaikan memo dalam lima rekomendasi utama kepada pemerintah Prabowo -Gibran [838] url asal
(WE Finance) 31/10/24 20:15
v/17272617/
Warta Ekonomi, Jakarta -Proses transisi energi di Indonesia yang penuh tantangan memerlukan komitmen nasional dan kepemimpinan yang kuat untuk memastikan pelaksanaannya berlangsung adil bagi masyarakat dan bermanfaat bagi pembangunan manusia, mencapai swasembada energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi sesuai cita-cita Presiden Prabowo.
Lima tahun mendatang akan menentukan apakah Indonesia akan berhasil keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap) melalui transformasi ekonomi dan pertumbuhan ekonomi hijau?.
Pesan inilah yang salah satunya akan digaungkan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) dalam Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2024 yang akan berlangsung pada 4-6 November 2024, di Jakarta.
IETD adalah acara tahunan, yang telah diselenggarakan selama tujuh tahun berturut-turut. Tahun ini pembahasannya akan berpusat pada “Mewujudkan Transisi Energi yang Berkeadilan dan Tertata”.
IETD 2024 akan meninjau perkembangan transisi energi, implikasi, peluang dan keterkaitannya terhadap pertumbuhan ekonomi dan perencanaan lintas sektor seperti perencanaan pembangunan, pengembangan industri, pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan bencana lingkungan.
Melalui 11 sesi dengan ragam topik dan format, IETD menghadirkan 50 pembicara, panelis dan moderator nasional dan internasional. IETD akan menyoroti transisi energi dari berbagai sudut pandang kelompok dan sektoral sehingga menekankan pentingnya arah yang jelas dan dukungan berbagai aktor. IESR dan ICEF membuka kesempatan bagi semua pihak dapat terlibat dalam diskusi IETD.
Menyongsong IETD 2024 dan memanfaatkan momentum pemerintahan baru di Indonesia, IESR mendorong pemerintahan Prabowo-Gibran untuk menjadikan transisi energi sebagai misi nasional untuk mempercepat peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan. Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan energi, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan memenuhi komitmen pemangkasan emisi gas rumah kaca demi mencegah memburuknya pemanasan global.
Pada Conference of Parties (COP-28) tahun lalu, Indonesia bersama dengan 200 negara menyepakati keputusan COP untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan tiga kali lipat (triple up) dan melipatgandakan upaya efisiensi energi (double down) pada tahun 2030. IESR menilai, Indonesia dalam masa kepemimpinan Presiden Prabowo lima tahun ke depan perlu mengintegrasikan komitmen ini dalam perencanaan energi nasional dan sektoral, serta mengeluarkan kebijakan yang menghasilkan percepatan pembangunan energi terbarukan.
Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR, menuturkan IESR akan menyampaikan surat resmi kepada para menteri terkait yang merangkum lima rekomendasi utama untuk mempercepat transisi energi. Menurutnya, salah satu indikator yang menunjukan komitmen pemerintah terhadap transisi energi adalah naiknya tingkat bauran energi terbarukan pada listrik dan bahan bakar cair, dan menurunnya penggunaan energi fosil.
“Jaminan percepatan transisi energi berkeadilan terletak pada peningkatan target bauran energi terbarukan Indonesia serta strategi untuk merealisasikannya dalam dokumen Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang akan diundangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP). Selanjutnya, peningkatan target bauran energi terbarukan ini perlu diselaraskan dengan dokumen perencanaan lainnya seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), serta dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC) yang akan disampaikan kepada Badan Iklim PBB tahun depan. Pemerintah perlu menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca, khususnya di sektor energi, yang selaras dengan pembatasan suhu bumi di 1,5 derajat Celcius,” ungkap Fabby pada Media Briefing IETD 2024: Memo Kebijakan Transisi Energi di Indonesia (31/10/2024).
Deon Arinaldo, Manajer Program Transformasi Sistem Energi, IESR, menyoroti pula topik swasembada energi yang kerap disuarakan oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, swasembada energi dapat tercapai dengan memanfaatkan energi terbarukan terutama surya, angin dan baterai.
“Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan yang melimpah dan tersebar di seluruh Indonesia. Pengembangan energi terbarukan berbasis potensi sumber energi terbarukan di masing-masing daerah dapatmeningkatkan akses energi yang berkelanjutan, harga energi yang terjangkau, resiliensi dan ketahanan energi nasional, dibandingkan pembangunan sumber daya energi skala besar yang terpusat,” imbuh Deon.
IESR mendorong kepemimpinan yang kuat dengan mengedepankan kemitraan dan kolaborasibaik dengan pemangku kepentingan dalam negeri maupun internasional. IESR menilai kolaborasi antara pemerintah, BUMN dan sektor swasta di dalam negeri perlu diperkuat sesuai tugas dan perannya masing-masing.
Arief Rosadi, Manajer Program Diplomasi Iklim dan Energi IESR, mengatakan, Presiden Prabowo dapat menunjukan kepemimpinan strategis untuk membangun dan memperkuat kerja sama Selatan-Selatan melakukan transisi energi yang berkeadilan. Peran serta Indonesia dalam berbagai forum internasional baik di UNFCCC, G20, ASEAN, Belt and Road Initiative (BRI) Forum for International Cooperation, dan Indonesia Africa Forum, serta politik luar negeri bebas aktif menjadi modalitas yang besar bagi Indonesia untuk memimpin agenda transisi energi dan pencapaiannya di negara-negara bumi selatan (Global South).
“Presiden Prabowo dapat mendorong kerjasama selatan-selatan untuk mendukung dan memfasilitasi transisi energi dan pembangunan inklusif di negara-negara berkembang, sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembangunan mereka,” kata Arief.
Terwujudnya kerjasama Selatan-Selatan yang intens tidak hanya berkontribusi pada upaya penurunan emisi Indonesia di sektor energi, tetapi juga mendukung transfer pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan industri energi terbarukan domestik dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi delapan persen lewat peningkatan investasi infrastruktur energi bersih.
Memo Kebijakan Transisi Energi Indonesia dari IESR memuat 5 rekomendasi utama yaitu; Pertama, menegaskan komitmen politik yang kuat untuk transisi energi.
Kedua, mencapai swasembada energi melalui energi terbarukan.
Ketiga, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang memanfaatkan momentum transisi energi.
Keempat, meningkatkan peran dan kontribusi berbagai aktor dalam transisi energi.
Kelima, memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam kerjasama Selatan-Selatan untuk mendukung agenda transisi energi.
Meski Pendapatan Meningkat, Namun Laba Jasa Marga Susut 44%
Meski laba bersih turun, Jasa Marga raih pendapatan Rp13,86 triliun. Langkah ekspansi dan pendanaan berbasis ekuitas optimalkan kinerja. [420] url asal
(WE Finance) 31/10/24 19:40
v/17271506/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melaporkan penurunan laba bersih pada Kuartal III 2024 meski pendapatan usaha mengalami kenaikan signifikan. Pada periode tersebut, Jasa Marga berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp13,86 triliun, meningkat 25,93% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh pendapatan tol yang mencapai Rp12,74 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp1,11 triliun.Meski pendapatan meningkat, laba bersih perseroan tercatat mengalami penurunan 44,76% menjadi Rp3,30 triliun dari Rp5,97 triliun.
Menurut Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga, Nixon Sitorus, penurunan ini disebabkan oleh perbedaan kontribusi laba non-cash yang pada Kuartal III 2023 mencapai Rp4,11 triliun, terkait akuisisi PT Lintas Marga Jawa. Sementara pada tahun ini, kontribusi laba non-cash dari kebijakan PMK 72 hanya sebesar Rp702,38 miliar.
“Jika tidak memperhitungkan laba non-cash tersebut, laba inti (core profit) Jasa Marga sebenarnya tumbuh 39,52% dari Rp2,60 triliun pada Kuartal III 2023 menjadi Rp3,63 triliun pada 2024,” jelasnya, Jakarta, Kamis (31/10/2024).
Kinerja finansial Jasa Marga juga tercermin dalam pencapaian EBITDA sebesar Rp9,29 triliun, tumbuh 35,98% dari tahun lalu dengan margin EBITDA mencapai 67,04%, lebih tinggi dari tahun lalu. Nixon mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini terjadi di tengah pengoperasian beberapa ruas tol baru dan meningkatnya volume transaksi harian di tol Jasa Marga Group, yang mencapai 3,55 juta kendaraan per hari atau naik 1,2% dari periode yang sama tahun lalu.
Di lini pengembangan infrastruktur, Jasa Marga telah memperluas operasi dengan mengelola 1.286 km jalan tol di seluruh Indonesia, setara dengan 45% dari total panjang jalan tol nasional. Pada September 2024, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Klaten sepanjang 22,3 km, di bawah naungan PT Jasamarga Jogja Solo, anak usaha Jasa Marga Group. Perseroan juga melakukan pendanaan berbasis ekuitas untuk PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) sebagai langkah penguatan modal, memastikan kesehatan finansial perseroan di tengah ekspansi jalan tol baru.
Selain itu, pengembangan Travoy Hub tahap 2 dan 3 di Stasiun LRT Taman Mini, melalui anak usaha PT Jasamarga Related Business (JMRB), menunjukkan progres 73,2%. Konsep Travoy Hub mengintegrasikan transportasi umum dengan pusat bisnis dan akan menciptakan peluang lapangan kerja baru serta mendukung UMKM.
Jasa Marga berkomitmen untuk mengoptimalkan proyek jalan tol dan pengembangan usaha berbasis ekuitas demi menciptakan pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Nixon menambahkan bahwa perseroan akan terus mengejar target konstruksi jalan tol baru dalam lima tahun ke depan, termasuk proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Yogyakarta-Bawen, dan Jakarta-Cikampek II Selatan.
Ini Dia Biang Kerok Turunnya Laba Bersih Telkom di Kuartal III
Meski pendapatan naik namuan laba bersih telkom turun yang disebabkan oleh kenaikan beban-beban yang dibukukukan perusahaan sepanjang kuartal III 2024. [234] url asal
(WE Finance) 31/10/24 19:30
v/17271507/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) pada kuartal III 2024 mengantongi laba bersih Rp17,67 triliun turun dari Rp19,49 diperode yang sama tahun sebelumnya.
Hal tersebut terjadi meski pendapatan tumbuh 0,9% menjadi sebesar Rp112,2 triliun dari Rp111,23 trilliun. Sayangnya, beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikasi naik menjadi Rp29,77 triliun dari RP28,86 triliun, beban penyusutan dan amortisasi juga meningkat dari Rp24,08 triliun menjadi Rp24,25 triliun.
Beban lain yang ikut terkerek yakni beban karyawan dari Rp11,67 triliun jadi Rp13,15 triliun, beban interkoneksi naik ke Rp5 triliun dari Rp4,5 triliun, beban umum dan administrasi jadi Rp4,9 triliun dari Rp4,5 triliun. Meski, beban pemasaran tercatat turun dari Rp2,58 triliun ke Rp2,52 triliun.
Namun, kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi melesat dari Rp182 miliar menjadi Rp476 miliar.
Kemudian pendapatan lain-lain bersih naik dari Rp223 miliar menjadi Rp574 miliar. Sementara rugi selisih kurs juga turun dari Rp41 mliar ke Rp25 miliar.
Alhasil, laba usaha yang dikantongi perseroan Rp32,45 triliun, susut dari Rp34,98 triliun. Hal yang sama terjadi pada laba sebelum pajak dan laba periode berjalan yang masing-masing sebesar Rp29,6 triliun dari Rp32,28 triliun, dan Rp23,02 triliun yang sebelumnya Rp25,38 triliun.
Addapun, EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) perseroan mencapai Rp56,6 triliun dengan margin EBITDA sebesar 50,5%.
Kupas Revolusi AI, Infomedia Hadirkan INFINITE Conference 2024
Infomedia, anak usaha Telkom Indonesia, sukses menyelenggarakan konferensi pertamanya dengan tema 'INFINITE - Infomedia Insight for Technology Excellence' [630] url asal
(WE Finance) 31/10/24 19:29
v/17271496/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Infomedia Nusantara (Infomedia) yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di layanan alih daya proses bisnis digital (Digital BPO), sukses menyelenggarakan konferensi pertamanya dengan tema “INFINITE - Infomedia Insight for Technology Excellence”.
Acara yang berlangsung di Auditorium Telkom Landmark Tower, Jakarta Selatan ini mengangkat topik inovasi serta keunggulan teknologi dalam transformasi bisnis menuju digital. Konferensi ini mempertemukan para pelaku bisnis dari berbagai industri untuk mendiskusikan penerapan proses bisnis modern yang didukung oleh teknologi mutakhir seperti otomasi, kecerdasan buatan (AI), dan analitik.
Direktur Utama Infomedia Eddy Sofryano menyampaikan, “INFINITE merupakan bagian dari komitmen Infomedia untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menghadapi tantangan dan mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi 3A. Konferensi ini akan menyoroti penggunaan strategis teknologi 3A (Automation, AI & Analytics) untuk mendorong pertumbuhan, efisiensi, dan efektivitas dalam operasi bisnis, dengan meningkatkan keterlibatan pelanggan. Dengan hadirnya INFINITE, kami berharap terbentuk sinergi dan kolaborasi dalam penerapan teknologi digital untuk mendukung peningkatan daya saing perusahaan serta pengalaman bagi pelanggan.”
Pembahasan 3A, yang kali ini difokuskan pada topik AI, merupakan respons terhadap tren teknologi yang tengah berkembang pesat di dunia bisnis saat ini. Menurut Regional Head, Cloud AI Customer Engineering Google Cloud Dambo Ren, saat ini investasi dalam kecerdasan buatan (AI) mengalami pertumbuhan pesat, mencapai 158 miliar dolar dan berkembang hingga 10 kali lipat.
Lebih lanjut, Dambo menyampaikan bahwa sekitar 60% perusahaan di wilayah Asia Pasifik telah mengadopsi Generative AI, yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan hingga 6% ketika diterapkan dalam proses produksi dan operasional bisnis. Keterlibatan AI pada tahap yang lebih lanjut ini menegaskan pentingnya teknologi ini dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan, termasuk di Indonesia.
Jajak pendapat yang dilakukan oleh Gartner menunjukkan bahwa 55% perusahaan telah menjajaki penerapan AI dalam produksi mereka, dan 45% lainnya meningkatkan investasi pada AI generatif di berbagai fungsi bisnis. Dengan persentase 22% mengalokasikan investasi di lebih dari tiga fungsi yang berbeda, dapat diobservasi bahwa pengembangan perangkat lunak mencatatkan adopsi tertinggi, diikuti oleh pemasaran dan layanan pelanggan. Keterlibatan teknologi ini menunjukkan betapa pentingnya AI dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan, tidak terkecuali di Indonesia.
Penerapan teknologi dan inovasi AI juga merupakan langkah Telkom Group dalam mendukung transformasi digital di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Group Business Development Telkom Honesti Basyir menyampaikan, “Peningkatan kapabilitas AI di Telkom Group dilakukan melalui berbagai pengembangan teknologi, Telkom sendiri berkomitmen untuk mengembangkan berbagai solusi digital yang relevan dengan kebutuhan pasar, hingga mampu menghadapi tantangan di masa depan.”
Direktur Eksekutif Forum Human Capital Indonesia Lieke Roosdianti P mengutarakan, “AI dan automation kini menjadi kebutuhan utama dalam modernisasi proses bisnis, terutama di bidang rekrutmen. Dengan kemampuannya sebagai media cerdas, AI tidak hanya membantu mempercepat pekerjaan repetitif, tetapi juga mengubah proses klerikal menjadi lebih efisien dan akurat, mendorong transformasi digital yang lebih cepat dan efektif."
Dalam penerapan teknologi AI dan Automation pada proses Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) beberapa waktu lalu, proses rekrutmen dari ribuan data pelamar dapat dilakukan dengan lebih singkat sehingga tahapan proses screening dapat berlangsung 10x lebih cepat, secara akurasi dapat meningkat hingga 98%, dan tentunya meningkatkan produktivitas HR yang menjalankan proses ini.
Penggunaan AI juga semakin optimal untuk meminimalisasi adanya fraud dalam proses online test. AI dapat melakukan proses pencocokan wajah pelamar dengan foto pada KTP, mendeteksi adanya orang lain atau perilaku yang mencurigakan pada saat online test.
Tak hanya insight dan diskusi, konferensi INFINITE juga menyajikan experience center yang memperkenalkan mekanisme terkini dalam penerapan teknologi 3A untuk menghadirkan experience. Hal ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk langsung merasakan inovasi yang ditawarkan dan bagaimana implementasinya dapat meningkatkan proses bisnis mereka.
Secara keseluruhan, konferensi INFINITE mencerminkan komitmen Infomedia untuk terus berinovasi dan mendukung perusahaan bertransformasi digital pada proses bisnisnya. Dengan langkah ini, diharapkan perusahaan dapat bertransformasi menjadi lebih efisien, dalam memperoleh experience dan berdaya saing tinggi di pasar global yang semakin kompetitif.
Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Indonesia Jakarta Luncurkan Jawara 2024
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Jagoan Wirausaha Jakarta (JAWARA) 2024 untuk mendorong dan mencetak UMKM. [655] url asal
(WE Finance) 31/10/24 19:23
v/17268508/
Warta Ekonomi, Jakarta -Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Jagoan Wirausaha Jakarta (JAWARA) 2024. Program itu bertujuan untuk mendorong dan mencetak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar menjelaskan, JAWARA 2024 menggunakan pendekatan yang holistik, sistematis, dan berkelanjutan yang tidak hanya mendorong UMKM untuk naik kelas dalam hal omzet dan digitalisasi, tetapi juga mendukung inovasi dan kolaborasi berkelanjutan di antara pelaku UMKM.
“Program ini berbeda dari inisiatif lainnya,” kata Arlyana pada Wisuda Program Jawara yang digelar di hotel Bidakara, Jakarta Selatan Kamis (31/10/2024).
“Salah satu keunggulan Program JAWARA adalah pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis bisnis, tetapi juga pada pengembangan pribadi pemilik usaha,” tambahnya.
Sebanyak 34 UMKM terpilih mengikuti program ini, peserta merupakan mereka yang berhasil menyelesaikan keseluruhan rangkaian pelatihan, membawa pencapaian luar biasa dalam bentuk peningkatan omzet, kesiapan ekspor, akses pembiayaan, serta inovasi produk dan kolaborasi strategis. Adapun jumlah pendaftar yang hendak berpartisipasi dalam program ini sebanyak 400 pelaku UMKM.
Program ini mencakup personal coaching, mentoring dan hipnoterapi yang menitikberatkan pada mindset kewirausahaan, pengembangan diri, serta keseimbangan dalam keluarga dan bisnis.
Dengan pendekatan ini, UMKM tidak hanya berhasil menciptakan produk baru tetapi juga menjadi pengusaha yang inovatif dan adaptif terhadap perubahan.
Program JAWARA menerapkan sistem yang memastikan peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga menerapkannya secara nyata.
Setiap UMKM diberi target spesifik, termasuk kenaikan omzet, pembenahan manajemen dan keuangan, dan kesiapan digital. Hasil-hasil tersebut menjadi syarat kelulusan peserta ke tahap berikutnya dalam lima tahap program.
Melalui company visits, target yang terukur, serta pelatihan intensif, program ini berhasil memastikan pencapaian nyata bagi setiap peserta.
Tidak seperti program yang bersifat sementara, JAWARA memiliki pendekatan yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memastikan perubahan yang permanen bagi UMKM peserta dan mendorong kolaborasi jangka panjang di antara mereka.
Dengan kepercayaan yang terbangun dari waktu ke waktu, peserta JAWARA mengembangkan sinergi yang kuat dalam bentuk kolaborasi produk dan acara.
Contoh nyata adalah pelaksanaan Urban Thread Market di Hotel Discovery Ancol dan Tower OCBC di mana para UMKM bekerja sama menyelenggarakan bazaar dan pameran secara mandiri.
Di akhir program, 34 UMKM juga menyusun buku mengenai perjalanan bisnis mereka yang diharapkan dapat bermanfaat dan menginspirasi pelaku UMKM lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengaku pihaknya menyambut baik program tersebut. Dia menilai JAWARA 2024 adalah langkah konkret dalam mendorong percepatan UMKM naik kelas di Jakarta.
“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada UMKM DKI Jakarta yang telah mengikuti program Jagoan Wirausaha Jakarta (JAWARA) dengan baik dan tuntas, harapan kami UMKM DKI Jakarta semakin mandiri dan naik kelas serta dapat berkontribusi kepada Provinsi DKI Jakarta sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Kota Global,” ujarnya.
Selama program, UMKM JAWARA telah menunjukkan beragam inovasi. Mulai dari inovasi produk baru sampai bisnis baru.
Beberapa contoh bisnis baru yang lahir dari peserta antara lain brand Pricilla Margie Official dari Santoon, pengembangan usaha cafe, nail art dan sport wear dari Loftjoy dan brand lainnya.
Sedangkan inovasi produk baru juga beragam mulai dari inovasi e-commerce, kiosk digital, vending machine, produk ready to wear, diversifikasi produk baru dari bahan yang berbeda, bahkan sampai inovasi cabe kering.
Tak hanya itu, kolaborasi inovatif dengan brand besar seperti Seaworld, Tetrapack, PT KAI, Transjakarta, dan Taman Safari semakin memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM JAWARA.
Selain keberhasilan dalam inovasi produk, program JAWARA juga berhasil menciptakan dampak sosial, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kapabilitas peserta dalam mengakses pembiayaan untuk pengembangan bisnis. Peserta JAWARA juga melakukan kolaborasi dalam persiapan dan pelaksanaan rangkaian capacity building dan graduation Jawara 2024.
Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung perkembangan UMKM di Jakarta dan Indonesia melalui program yang berdampak jangka panjang. Ke depan, JAWARA akan dilanjutkan dengan program 2025, dengan target lebih banyak UMKM yang naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
Melalui kolaborasi dan sinergi dengan berbagai komunitas dan mitra strategis, KPwBI Provinsi DKI Jakarta optimis dalam menciptakan UMKM yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.
AFPI Gandeng Raksasa Fintech Asia, Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia
AFPI dan asosiasi fintech Asia berkolaborasi perkuat ekosistem fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week. Inovasi dan riset jadi fokus. [269] url asal
(WE Finance) 31/10/24 19:19
v/17268509/
Warta Ekonomi, Jakarta -Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperluas jaringan globalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama sejumlah asosiasi fintech terkemuka di Asia dalam ajang Hong Kong Fintech Week. Pada hari kedua partisipasinya, AFPI menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Hong Kong Fintech Association, Beijing Fintech Institute, dan Zhongguancun Fintech Industry Development Alliance.
Kerja sama ini mencakup kolaborasi di bidang riset bersama, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan ekosistem fintech inklusif untuk mendorong inovasi di bidang pembiayaan bersama dan fintech lending. Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu pusat inovasi fintech dunia.
"Kerja sama dengan asosiasi fintech di Hong Kong membuka peluang bagi industri fintech Indonesia untuk belajar dari praktik terbaik global dan memperluas jaringan bisnis," ujar Entjik.
Selama di Hong Kong, delegasi AFPI turut berpartisipasi dalam diskusi panel mengenai isu-isu fintech terkini, termasuk green finance dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk credit scoring. Rangkaian diskusi ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi industri fintech Indonesia dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Kerja sama ini berfokus pada riset bersama antara Indonesia dan Tiongkok, dua pasar fintech lending terbesar di Asia, dalam rangka mengembangkan solusi fintech yang inovatif dan berdampak positif bagi masyarakat kedua negara. “Kami sangat antusias dengan kerja sama ini. Dengan menggabungkan kekuatan riset dan inovasi dari kedua negara, kami yakin dapat menciptakan solusi fintech yang lebih berdampak,” tambah Entjik.
AFPI, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah Indonesia, berharap kolaborasi lintas negara ini mampu memperkuat industri fintech nasional dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia, menjadikan fintech lending Indonesia sebagai best practice di tingkat global.
Electrum Resmi Kenalkan Varian H3i di IMOS 2024, Ini Kelebihannya!
Sukses memasarkan varian H3 dan H5 melalui skema business to business (B2B), Electrum resmi meluncurkan H3i di Indonesia Motorcycle Show 2024 [411] url asal
(WE Finance) 31/10/24 19:09
v/17268510/
Warta Ekonomi, Jakarta -Setelah sukses memasarkan varian H3 dan H5 melalui skema business to business (B2B), kini Electrum resmi meluncurkan varian terbaru, H3i, di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024. Pameran ini berlangsung dari 30 Oktober hingga 3 November di ICE BSD, Tangerang.
Berbeda dengan varian sebelumnya yang berfokus pada pasar B2B, H3i hadir dengan skema business to consumer (B2C), sehingga masyarakat umum kini bisa memiliki kendaraan listrik ini. Hal ini menjadi langkah baru bagi Electrum dalam memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Kelebihan Teknologi H3i
Audie Fitriadi, Head of Marketing & Digital Platform Electrum, menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada hari pertama IMOS 2024, H3i mendapat sambutan antusias dari pengunjung pameran.
Salah satu daya tarik utama H3i adalah teknologi hybrid yang memungkinkan dua opsi pengisian daya: pengguna dapat menukar baterai (SWAP) atau mengisi daya langsung di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
"Ini yang bikin kita beda nih, pemilik kendaraan bisa memilih charge dan juga bisa SWAB, ” ujar Audie ke pada Warta Ekonomi.
Personalisasi dengan Sentuhan Individualitas
Huruf ‘i’ pada H3i merupakan akronim dari individuality, yang mencerminkan kebebasan pengguna dalam mengekspresikan diri melalui warna kendaraan. Electrum menawarkan tujuh pilihan warna atraktif, yaitu Merah Ceri, Amber, Ice Navy, Hijau Viridian, Beige, Putih Gading, dan Abu-abu.
“Electrum sengaja memberikan keleluasaan bagi pembeli untuk memilih warna favorit yang mencerminkan gaya personal mereka, terutama bagi kaum muda,” tambah Audie.
Desain yang Lebih Nyaman dan Lincah
Selain pilihan warna yang bervariasi, H3i juga hadir dengan peningkatan kenyamanan. Audie mengungkapkan bahwa H3i memiliki beberapa pembaruan penting, termasuk jok yang lebih empuk, ban yang lebih besar, serta velg terbaru.
"Motor ini lincah dan enteng, cocok untuk pengguna yang suka bermanuver di jalan saat kondisi macet. Dengan upgrade pada comfort package, pengendara akan merasa lebih nyaman,” jelas Audie.
Dua Paket Harga dan Promo Menarik
Electrum menawarkan H3i dalam dua paket harga. Pertama, dengan harga Rp23,9 juta yang sudah termasuk baterai. Kedua, dengan harga Rp19,9 juta melalui skema rental baterai. Khusus pembelian di IMOS 2024, Electrum memberikan promo menarik berupa tukar baterai gratis selama 18 bulan sejak pembelian.
“Kami sudah menyiapkan sistem pembelian yang fleksibel melalui website, di mana pelanggan bisa memilih opsi pembayaran mulai dari financing, pembayaran penuh, hingga booking fee untuk menghindari kehabisan stok,” ungkap Audie.
Selain itu, dalam gelaran ini pengunjung yang berminat juga bisa melakukan test drive di IMOS 2024 hingga 3 November mendatang.
"Ini memberikan kesempatan bagi calon pembeli untuk mencoba langsung fitur-fitur unggulan H3i. Supaya bisa memastikan kualitas dari produk unggulan kami," tutup Audie.
Telkom Bukukan Pertumbuhan Pendapatan Positif Rp112,2 T Ditopang Bisnis Digital yang Semakin Tumbuh
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kuartal III tahun 2024 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp112,2 triliun atau tumbuh 0,9% [1,169] url asal
(WE Finance) 31/10/24 19:00
v/17271497/
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kuartal III tahun 2024 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp112,2 triliun atau tumbuh 0,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services yang naik sebesar 7,2% YoY menjadi Rp67,9 triliun.
EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) perseroan mencapai Rp56,6 triliun dengan margin EBITDA sebesar 50,5%. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp17,7 triliun dengan margin laba bersih 15,8%. Sedangkan untuk laba bersih operasional tercatat sebesar Rp18,6 triliun dengan margin laba bersih operasional 16,6%.
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, “Seluruh capaian ini menunjukkan keseriusan kami dalam menjalankan transformasi digital melalui strategi utama 5 Bold Moves di tengah tantangan industri dan kondisi pasar yang semakin tidak menentu. Pertumbuhan lalu lintas data yang pesat dan kontribusi signifikan dari bisnis digital adalah bukti bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital semakin tinggi, dan Telkom senantiasa hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut.”
“Telkom akan terus menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan inovasi dan layanan digital terbaik bagi pelanggan. Kami optimis langkah-langkah yang kami lakukan akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ririek.
Pada segmen Consumer (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel sebagai anak usaha Telkom mencatat pertumbuhan pendapatan positif dengan tingkat profitabilitas yang baik sebesar Rp85,2 triliun atau tumbuh 16,4% YoY, didukung oleh pertumbuhan pendapatan Digital Business sebesar Rp58,8 triliun atau tumbuh 2,5% YoY. Telkomsel juga terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan total pelanggan seluler sebanyak 158,4 juta dan 10,7 juta pelanggan IndiHome atau tumbuh 9,5% YoY.
Sebagai wujud komitmen Telkomsel dalam meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan, saat ini Telkomsel memiliki 269.066 Base Transceiver Station (BTS), yang terdiri dari 219.330 BTS 4G dan 947 BTS 5G. Selain itu, lalu lintas data (data payload) juga mengalami pertumbuhan yang baik dengan peningkatan double digit sebesar 12,4% YoY menjadi 14.902.623 TB. Angka ini mencerminkan peningkatan konsumsi dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan data yang semakin tinggi, seiring dengan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan yang berkualitas.
Satu tahun pasca implementasi Fixed-Mobile Convergence (FMC), Telkomsel senantiasa menjaga profitabilitas, mempercepat penetrasi pasar, serta menawarkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tetap berfokus dalam memperkuat layanan fixed broadband di tengah melemahnya daya beli konsumen.
Hal ini tidak hanya dibuktikan dengan pertumbuhan pendapatan yang positif, pelanggan IndiHome B2C (residensial) juga mengalami peningkatan menjadi total 9,4 juta pelanggan. Layanan IndiHome akan memperkuat posisi Telkomsel di industri telekomunikasi dan digital. Telkomsel terus mempertahankan dominasi pasar dengan pendekatan yang berfokus pada pelanggan.
Melalui strategi Customer Value Management (CVM), Telkomsel mengelola produk dan harga (pricing) dengan lebih baik sesuai segmen pelanggan dan kategori produk. Telkomsel menghadirkan Telkomsel Lite dan by.U agar tetap relevan dan kompetitif, serta menjaga daya saing di segmen pasar youth dan mass.
Kedua produk ini juga membuka peluang untuk melakukan cross-selling, sehingga pelanggan tidak hanya menggunakan layanan seluler (mobile), tetapi juga layanan fixed broadband. Total pelanggan seluler dan fixed broadband yang kini terintegrasi menggunakan layanan FMC meningkat menjadi 53% dari sebelumnya 47% pada 1H24.
Selanjutnya untuk segmen Enterprise, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp15,2 triliun atau tumbuh 3,8% YoY, didorong oleh Digital Connectivity melalui layanan High-Speed Internet dan Digital Services yang didukung oleh e-Payment. Enterprise Connectivity dan Digital IT Services menjadi kontributor terbesar di segmen Enterprise. Telkom terus memperkuat kapabilitas dalam bisnis Cloud, Digital IT Services, dan Cybersecurity, termasuk membangun kemitraan strategis dengan para pemain teknologi global.
Kemudian pada segmen Wholesale and International, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp13,4 triliun atau tumbuh 8,8% YoY, didorong oleh bisnis infrastruktur digital dan pertumbuhan bisnis layanan suara wholesale international.
Melalui inovasi yang berkelanjutan, Telkom terus berupaya untuk memperkuat infrastruktur dan menghadirkan berbagai solusi digital yang inovatif. Langkah-langkah ini bukan hanya meningkatkan profitabilitas perusahaan, tetapi juga memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin dalam mendukung konektivitas digital di Indonesia.
Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,8 triliun atau tumbuh 8,7% YoY yang didorong oleh pendapatan sewa menara sebagai kontributor utamanya. EBITDA dan Laba Bersih masing-masing tumbuh sebesar 12,1% dan 7,1% YoY. Sepanjang 9 bulan 2024, Mitratel menambah 1.245 menara, sehingga total kepemilikan menara mencapai 39.259 dengan tenancy ratio mengalami peningkatan menjadi 1,51x dibandingkan tahun sebelumnya 1,50x.
Selain itu, Mitratel memiliki diversifikasi lokasi menara dengan sekitar 59% berada di luar pulau Jawa dan 41% di pulau Jawa, sejalan dengan rencana ekspansi jaringan operator seluler yang didorong oleh peningkatan permintaan data seluler di seluruh Indonesia.
Selaras dengan langkah transformasi perusahaan yang terus dilakukan melalui strategi utama 5 Bold Moves, Telkom semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam pengembangan infrastruktur digital di Indonesia, dengan mencatatkan pertumbuhan positif di bisnis Data Center dan Cloud. Pendapatan Data Center dan Cloud Telkom mencapai Rp1,5 triliun atau tumbuh 9,8% YoY.
Telkom juga semakin menegaskan posisinya sebagai pemimpin industri digital dengan memperluas dan meningkatkan layanan data center. Telkom memiliki total kapasitas 42 MW di 33 data center, yang terdiri dari 28 lokasi di Indonesia dan 5 lokasi di 3 negara lainnya (Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste), dengan rata-rata utilization rate sebesar 70% dari berbagai segmen pelanggan, seperti pemerintah, perbankan, perusahaan, dan hyperscaler internasional. Telkom melalui anak usahanya, PT Telkom Pada Ekosistem (NeutraDC), sedang berfokus pada ekspansi kapasitas di Hyperscale Data Center Cikarang sebesar 18 MW.
Perseroan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur telekomunikasinya dengan mendirikan entitas baru pada 8 Desember 2023, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), untuk mengelola aset jaringan. TIF bertujuan untuk memaksimalkan produktivitas aset fiber TelkomGroup dengan membuka akses kepada mitra eksternal yang diharapkan dapat meningkatkan potensi pendapatan.
Pada 1 Agustus 2024, TIF memulai kegiatan operasionalnya setelah berhasil melakukan transisi dengan baik terhadap operasional jaringan end-to-end milik Telkom. TIF akan semakin memperkuat kapasitas Telkom dalam memberikan pengalaman pelanggan terbaik melalui seluruh infrastruktur jaringan fiber optic nasional.
Ke depannya, TIF akan mengembangkan produk FTTx dan melakukan persiapan terhadap komersialisasi pada akhir 2024, serta berfokus pada pelanggan di segmen wholesale. Melalui upaya ini, TIF akan mendukung Telkom dalam meningkatkan konektivitas di seluruh negeri dan mempercepat adopsi solusi digital di seluruh Indonesia.
Hingga Kuartal III 2024, total belanja modal perseroan sebesar Rp17,5 triliun atau 15,6% dari total pendapatan yang digunakan untuk memperkuat infrastruktur jaringan dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Selaras dengan strategi FMC, Telkom memprioritaskan optimalisasi nilai sinergi (synergy value) dari belanja modalnya di seluruh jaringan akses, backbone, dan sistem teknologi informasi untuk efisiensi yang lebih baik. Mayoritas anggaran belanja modal perseroan dialokasikan untuk mendukung bisnis digital connectivity, dan lainnya untuk mendukung bisnis digital platform dan digital services.
Tidak hanya berfokus pada profitabilitas perusahaan, Telkom juga menyadari pentingnya penerapan praktik keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh lini bisnis dan entitas perusahaan. Fokus utama perseroan adalah mengurangi dampak lingkungan, mempromosikan inklusivitas digital, dan menjaga standar tata kelola perusahaan yang tinggi. Dengan komitmen ini, Telkom berupaya menjadi perusahaan yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.