JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa hampir 10 juta penduduk Indonesia generasi Z (Gen Z) berusia 15-24 tahun menganggur atau tanpa kegiatan. Padahal, di era serba digital, ada peluang pekerjaan yang bisa dilakukan dan cocok untuk Gen Z
“Angka pengangguran Gen-Z mengagetkan kita semua, pasalnya generasi satu ini sebagai generasi yang adaptif, melek teknologi, dan kreatif," ujar CEO LapakChina, Kevin PJ, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/7/2024).
Melansir dari Satudata Kemnaker, pada periode 2021-2023, jumlah angkatan kerja di Indonesia meningkat sebanyak 7,56 juta orang atau sekitar 5,39%. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin bertambahnya ketersediaan pasokan tenaga kerja di Indonesia.
Karenanya, di era yang serba canggih seperti saat ini, perusahaan-perusahaan juga ikut meng-upgrade bisnis mereka supaya tidak tertinggal dengan pesaing. Ini menjadi nilai tambah untuk para Gen-Z yang memiliki lebih banyak inovasi serta up to update di bidang teknologi dan digital, dibanding generasi sebelumnya.
"Jadi, ada juga kok berbagai jenis pekerjaan yang cocok untuk generasi Z, seperti menggunakan era digital dan tidak perlu khawatir habisnya lapangan pekerjaan ya," tutur Kevin.
Berikut ini 5 jenis pekerjaan yang cocok untuk para generasi Z:
1. Content Creator
Seorang yang membuat suatu informasi maupun karya dengan tujuan untuk disebarluaskan melalui media digital. Gen-Z berperan penting dalam mengisi Berbagai konten up to date dan memiliki tujuan seperti dalam bentuk music, suara, video, gambar, dan tulisan.
Mengingat saat ini perkembangan teknologi sudah baik dan mulai menginjak era digital, semua kegiatan mudah dilakukan dan canggih. Profesi content creator ini tentu dibutuhkan. Bukan tanpa alasan, karena perusahaan akan mudah menyebarluaskan informasi ke para target audiens.
2. Virtual Assistant(VA)
Era digital sudah membawa kita dalam segala aspek kehidupan termasuk cara kita bekerja. Profesi satu ini adalah profesi yang memanfaatkan teknologi digital dalam Berbagai individu maupun perusahaan untuk menjalankan tugas-tugas operasional maupun administratif.
Lowongan terhadap VA ini cukup meningkat dan generasi Z menjadi salah satu target para perusahaan.
3. Affiliate Marketing
Cara berjualan baru yang sedang hype di kalangan anak muda, termasuk cocok untuk para generasi Z. Affiliate marketing merupakan sebuah program di mana Anda bisa mempromosikan produk atau jasa dari brand-brand tertentu. Anda akan mendapatkan komisi dari setiap pembelian. Besar komisinya nanti bervariasi tergantung dari persentase serta harga produk.
Model bisnis satu ini menjadi pilihan popular untuk salin mencapai tujuan bersama dan saling mendukung. Affiliate Marketing termasuk dalam strategi pemasaran yang menarik minat banyak orang saat ini.
4. Social Media Specialist
Seorang yang memiliki tanggung jawab dalam membuat konten digital dalam bentuk gambar, video, dan text. Membuat ide konten yang unik dan menarik untuk meningkatkan audiens. Pada perusahaan, profesi satu ini masuk ke dalam departemen marketing dan mempunyai leader untuk memberikan arahan yang benar.
Generasi Z bisa menjadikan referensi yang baik untuk jenis pekerjaan satu ini, karena akan dituntut untuk bisa catch-up dengan tren yang lagi ramai di media sosial. Jangan lupa juga ya, kamu harus bisa mengembangkan tren itu jadi sebuah konten yang bisa mengundang ketertarikan audiens di tempat kamu bekerja.
5. International Dropshipping
Tidak sedikit generasi Z yang sukses membangun usaha. Bepikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan bukan mencari pekerjaan. Profesi satu ini sangat disarankan. Bangun usaha pintar tanpa modal dan mendapatkan keuntungan hingga ratusan juta.
Gen Z mislanya bisa menjadi International Dropshipping di salah satu perusahaan startup Lapak China. "Kami membuka model bisnis di mana Anda tidak harus menyimpan stok barang yang dijual," ujar Kevin JP.
"Jadi untuk para generasi Z, saya rasa sangat cocok karena poin-poin yang sangat menguntungkan, seperti tidak memerlukan modal, risiko yang rendah, fleksibilitas lokasi, dan fokus dengan pemasaran," tutup Kevin.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News