Nissan punya kesan memiliki biaya servis dan suku cadang yang mahal, tapi jangan asal membandingkan dengan produk yang beda segmen Halaman all [297] url asal
BOGOR, KOMPAS.com - Nissan merupakan salah satu merek mobil asal Jepang yang punya kesan biaya servis yang mahal. Makanya beberapa orang memikirkan berkali-kali sebelum memilih Nissan sebagai mobilnya.
Cuma, kesan tersebut dibantah langsung oleh Presiden Direktur PT Nissan Motor Distributor Indonesia, Evensius Go. Menurutnya, biaya servis dan suku cadang yang mahal dan murah itu relatif.
"Sama dengan beli barang, mau kelas (kualitas) yang mana. Kalau dibandingkan dan bilang mahal, itu karena dengan produk yang tidak sebanding, agak susah," kata Evensius di Bogor, Jumat (23/8/2024).
KOMPAS.com/Adityo Nissan Serena ePower
Menurutnya, aftersales memang jadi hal penting dalam kepemilikan kendaraan. Tapi yang lebih penting adalah mobilnya yang digunakan harus nyaman, enggak rewel dan mudah dirawat.
"Kalau part murah di toko biasa ada, tapi kualitas bukan yang asli, mau apa? Ujung-ujungnya pakai mobil enggak nyaman, nanti muncul masalah lagi," kata Evensius.
Evensius menjelaskan, tidak apa-apa kalau harganya tinggi karena menawarkan kualitas. Barang yang dipakai kalau asli juga akan mempertahankan kenyamanan dari mobil, serta bisa dipakai dalam waktu yang panjang.
"Purna jual dari kita pasti beri yang terbaik. Kami pastikan selalu tersedia (suku cadang)," kata Evensius.
Pengguna motor Royal Enfield sudah tersebar di seluruh Indonesia, rencananya bakal ditambah jaringan diler biar mudah melakukan perawatan Halaman all [316] url asal
BOGOR, KOMPAS.com - Royal Enfield hadir di Indonesia sejak 2016. Saat itu merek Inggris yang juga punya markas di India tersebut dibawa oleh PT Distributor Motor Indonesia (DMI) dan sekarang sudah berganti ke PT Nusantara Batavia International.
Kalau dihitung, kehadiran Royal Enfield di Indonesia sudah mau 10 tahun. Penggunanya pun ternyata sudah tersebar ke seluruh Indonesia, namun memang pengembangan diler dan tempat servis resmi belum sebanyak itu.
Anindya Dwiasti, Head of Marketing Royal Enfield Indonesia, mengatakan, pihaknya berencana menambah jaringan diler, melihat penyebaran motornya yang luas di Indonesia.
Foto: Istimewa Diler Royal Enfield Pondok Indah
"Ada (rencana diler baru tahun ini). Kita saat ini sudah ada enam (diler) dan kita akan tambah lagi tahun ini. Tentunya ke luar Jawa juga," kata Anin di Bogor, Rabu (10/7/2024).
Anin menjelaskan, enam diler yang sudah beroperasi ada di daerah Jakarta, Depok, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali. Rencananya diler yang dibuka satu saja buat tahun ini, tapi tidak menutup kemungkinan lebih.
"Mudah-mudahan lebih dari satu. Kita inginnya lebih banyak. Sebenarnya pengguna Royal Enfield sudah ada di mana-mana. Kita inginnya bisa lebih melayani kebutuhan pengguna, apalagi dari sisi aftersales," kata Anin.
Sebagai bayangan, komunias Royal Enfield paling besar yakni Rori (Royal Riders Indonesia) punya 23 sub-chapters. Jadi bisa dibilang pengguna Royal Enfield di Indonesia sudah tersebar ke 23 daerah, banyak.