Meski tampak tak berbahaya, ahli kesehatan ini menyarankan untuk tidak makan selama penerbangan di dalam pesawat. Ini alasannya.
Setiap maskapai penerbangan memiliki kebijakan sendiri termasuk dalam menu makanan yang disajikan. Bagi penumpang yang terbang dengan maskapai penerbangan jenis full service, maka penumpang akan mendapatkan makanan, minuman dan camilan gratis selama di pesawat.
Dilansir dari NYPost (18/10), ahli kesehatan sekaligus personal trainer asal Las Vegas, Michael Sheedy menjelaskan alasannya mengapa sebaiknya penumpang tidak makan di pesawat.
Sheedy menuturkan bahwa makan sebelum atau selama penerbangan di dalam bisa membuat sistem pencernaan menjadi buruk. Bisa memicu masalah pada usus.
Ini Sebabnya Orang Tak Disarankan Makan Selama Penerbangan Foto: Site News
"Kerja usus dipengaruhi oleh tekanan kabin dan ketinggian. Jadi saat Anda makan di pesawat, makanan Anda tidak dicerna dengan baik, dan itu dapat menyebabkan radang gastrointestinal," jelas Sheedy.
Sheedy selalu melakukan penerbangan dengan peurt kosong. Bahkan ketika ditawari makanan gratis yang sudah menjadi bagian fasilitas tiketnya, Sheedy menolak dan tidak akan menyentuh makanan itu.
"Mau makanan di kelas ekonomi, atau kelas utama, semuanya tidak akan saya makan," lanjut Sheedy.
Hal ini selaras dengan penjelasan Kyle Staller, yang merupakan ahli gastroenterologi dari Harvard. Iamengingatkan bahwa perjalanan dapat mengganggu ritme alami tubuh termasuk sistem pencernaan.
Ini Sebabnya Orang Tak Disarankan Makan Selama Penerbangan Foto: Site News
Dokter spesialis di Cleveland Clinic mengkonfirmasi hal serupa, bahwa perubahan tekanan pada pesawat bisa menyebabkan gas di dalam perut dan usus yang mengembang.Karenanya beberapa penumpang mungkin merasa tidak nyaman dan perut mereka kembung selama penerbangan.
Para ahli kesehatan menyarankan untuk menghindari makanan asin dan berminyak di pesawat. Salah satu makanan yang tidak direkomendasikan adalah burger dan kentang goreng agar perut tidak kembung.
Menurut Jaul Janowicz, seorang pilot yang menyebutkan lima makanan teratas yang tak boleh dimakan saat terbang. Salah satunya camilan yang tinggi natrium. Ia menganggap camilan asin ini berbahaya dimakan di atas ketinggian. Karena dapat menyebabkan pilot dehidrasi, kembung hingga buang angin.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil ahli kesehatan untuk memberikan opini dalam pertimbangan penahanan Direktur Utama PT Loco Montrado Siman Bahar dalam kasus dugaan rasuah pengolahan anoda logam antara perusahaannya dengan PT Antam (Persero) Tbk. Lembaga Antirasuah menyebut tersangka itu kini dalam kondisi sakit keras.
“Saat ini yang bersangkutan itu sakit keras, jadi, kita masih terus menerus mempertimbangkan, kita akan menghadirkan ahli kesehatan, ahli medis gitu ya untuk mendapatkan second opinion, seperti itu,” kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Juli 2024.
Asep menjelaskan opini ahli kesehatan penting untuk memastikan penahanan tidak membahayakan nyawa Siman. KPK wajib menjunjung hak asasi tersangka.
“Karena tentunya juga melakukan penahanan dan lain-lain itu kita dalam melakukan upaya paksa dan khususnya penahanan perkara itu menjunjung tinggi hak asasi manusia,” ucap Asep. Permintaan opini ahli kesehatan ini sebelumnya pernah dilakukan oleh KPK dalam penanganan kasus suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Gubernur Papua Luka Enembe. Strategi serupa akan diterapkan dalam kasus korupsi di PT Antam (Persero) Tbk ini.
“Dilihat dulu, diobservasi kesehatannya dan lain-lainnya supaya itu kita menjamin hak asasi manusianya,” ujar Asep.
Siman kembali diumumkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengolahan Anoda Logam di PT Aneka Tambang (AT) Tbk dan PT Loco Montrado (LM) pada Senin, 5 Juni 2023. Status hukum itu sempat lepas karena dia memenangkan praperadilan.
Nama Siman juga sempat muncul dalam persidangan mantan General Manager Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Antam (Persero) Tbk Dody Martimbang. Bos PT Loco Montrado diduga memperkaya diri sendiri senilai Rp100.796.544.104,35 atas kerja sama ini.