Jakarta (ANTARA) - Tiket pesawat kerap kali menjadi incaran oleh para wisatawan dan pebisnis, mulai dari tujuan domestik hingga ke luar negeri untuk mempersingkat waktu perjalanan. Akan tetapi, harga tiket pesawat menjadi melambung mahal hingga berkali lipat.
Lantas mengapa harga tiket pesawat mahal? Simak faktor penyebabnya sebagai berikut.
ANTARA beberapa waktu lalu melaporkan bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan bahwa meningkatnya harga tiket pesawat dipengaruhi beberapa komponen, seperti ketersediaan jadwal penerbangan dan jumlah pesawat yang terbatas, jumlah kursi penumpang yang terbatas, biaya bahan bakar, harga tiket yang tidak merata, dan biaya bahan penunjang lainnya.
Akan tetapi pihak Dinas Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria menanggapi bahwa bahan bakar pesawat yakni bahan avtur bukan faktor penyebab harga tiket pesawat mahal. Hal ini disebabkan harga bahan avtur di Indonesia tergolong lebih murah dibandingkan negara lain.
Kondisi geografis Indonesia berupa rangkaian pulau yang sangat luas dan sulit untuk dijangkau, menjadi salah satu penyebab harga avtur berbeda-beda, seperti harga avtur di Jakarta berbeda dengan harga avtur di Papua. Hal ini disebabkan karena biaya penyaluran bahan bakar yang tinggi ke tiap wilayah.
Dengan adanya faktor-faktor yang menyebabkan harga tiket pesawat mahal, Menparekraf berupaya mencari solusi agar harga tiket pesawat menjadi terjangkau oleh masyarakat luas.
Upaya ini juga bertujuan supaya pergerakan wisatawan domestik mengalami peningkatan yakni dengan target 1,2 sampai 1,5 milyar dan wisatawan mancanegara dengan target 9,49 juta sampai 14,3 juta kunjungan.
Upaya yang sedang dilakukan pemerintah yaitu dengan penambahan jumlah pesawat, sehingga dapat menambah jadwal penerbangan dan kursi penumpang yang lebih terjangkau.
Tidak hanya itu, pemerintah berupaya untuk membuat rute baru penerbangan pesawat. Upaya tersebut juga didorong dengan memberlakukan promo harga tiket pesawat secara merata di seluruh provinsi Indonesia untuk menarik para wisatawan.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif turut mengajak semua pihak untuk kolaborasi bekerjasama mencapai upaya tersebut, seperti berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementrian BUMN.
Dengan upaya tersebut, diharapkan semua pihak dapat saling diuntungkan dalam dunia domestik ini, mulai dari masyarakat hingga maskapai penerbangan.
Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2024