Menurut Anies, maraknya anak-anak terjerat judi online harus mendapat perhatian khusus dari penegak hukum agar serius memberantas praktik tersebut. Halaman all [348] url asal
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi maraknya anak-anak yang main judi online di Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta.
Menurut dia, hal ini perlu mendapat perhatian yang khusus dari penegak hukum agar serius memberantas hal ini.
"Bagaimana semua perangkat negara hukum itu dispilin dalam memberantas judi online. Itu dari aspek penegakan hukum," ucap Anies usai acara tabligh akbar di Masjid Raya Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara, Minggu (28/7/2024).
Selain itu, ia juga meminta kepada keluarga untuk mengawasi secara ketat anak-anaknya dari judi online.
Ia mengimbau, dua aspek ini harus sejalan agar permasalahan judi online pada anak di Jakarta dapat teratasi.
"Bagaimana ada pembekalan kepada keluarga-keluarga, kepada orang tua, anak-anak, supaya tidak terlibat," kata Anies.
"Jadi dua aspek ini harus ditegakkan bersama-sama. Dan ini membutuhkan kerja, kebijakan yang konkrit terkait dengan keluarga dan penegakan hukum tadi," tambah Anies.
Untuk diketahui, Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menuturkan, jumlah anak bermain judi online terbanyak di Indonesia ada di wilayah Jawa Barat sebanyak 41.000 orang.
Di wilayah Jakarta, yang terbanyak berada di Jakarta Barat.
“Untuk Kota Administratif Jakarta Barat ada 4.300 anak terpapar ya. Angka transaksinya Rp 9 miliar sekian, jumlah transaksinya 68.000,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Sementara itu, di Indonesia, jumlah anak bermain judi online di usia kurang dari 11 tahun sampai 19 tahun diperkirakan mencapai 197.954 orang.
“Total depositonya tercatat mencapai Rp 293,4 miliar,” jelas Ivan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan, pemain judi online dari kalangan anak paling banyak ditemukan di Jawa Barat.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan, hal itu berdasarkan hasil penelusuran transaksi terkait judi online yang dicatatkan menurut wilayah provinsi.
“Jika dilihat dari provinsi, Jawa Barat terkait dengan anak yang main gitu ya, data anak bertransaksi judi online berdasarkan provinsi itu Jawa Barat memang paling tinggi, ada 41.000 anak,” ujar Ivan di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2024).
Menurut Ivan, perputaran uang dari permainan judi online yang dilakukan anak-anak di Jawa Barat mencapai Rp 49,8 miliar.
“Jumlah transaksinya sampai 459.000 kali transaksi,” kata Ivan.
Namun, kata Ivan, jika dikerucutkan ke data untuk tingkat kabupaten/kota, jumlah anak bermain judi online terbanyak di wilayah Jakarta Barat.
“Untuk Kota Administratif Jakarta Barat ada 4.300 anak terpapar ya. angka transaksinya Rp 9 miliar sekian, jumlah transaksinya 68.000,” kata Ivan.
Ivan menambahkan, jumlah anak bermain judi online secara keseluruhan di Indonesia, yakni usia kurang dari 11 tahun sampai 19 tahun diperkirakan mencapai 197.954 orang.
“Total depositonya tercatat mencapai Rp 293,4 miliar,” jelas Ivan.
Sementara itu, Ketua KPAI Ai Maryati Solihah berharap temuan PPATK terkait anak bermain judi online diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh kementerian/lembaga terkait.
Tindak lanjut itu tidak hanya dari segi penindakan hukum bagi pelaku yang mengendalikan, tetapi juga pemulihan terhadap anak yang terpapar.
“Bagaimana temuan ppatk tindaklanjuti oleh berbagai Kementerian lembaga di ranah penegak hukum, dan satu hal yang paling prinsip adalah langkah-langkah pemulihan,” kata Ai Maryati.
“Pemulihan bagi anak-anak korban yang membutuhkan perlindungan khusus, ini juga harus khusus,” pungkasnya.