#30 tag 24jam
Direktur Beberkan Masa Depan BNI Mobile Banking usai Rilis wondr by BNI
Saat ini sedang berlangsung proses co-existing atau proses migrasi fitur-fitur dari BNI Mobile Banking ke superapp baru wondr by BNI. [328] url asal
#bni-mobile #wondr-by-bni #bni-mobile-banking #bni-mobile-banking-ditutup #superapp-bni #aplikasi-bni #bni #bbni
(Bisnis.Com - Finansial) 23/08/24 14:15
v/14557692/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (BBNI) bakal mengganti aplikasi BNI Mobile Banking dengan superappyakni wondr by BNI banking app. Lantas kapan layanan BNI Mobile Banking berhenti?
Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan aplikasi keduanya saat ini berada dalam tahap co-existing, di mana proses migrasi fitur-fitur dari aplikasi lama, yakni BNI Mobile Banking ke superapp baru wondr by BNI sedang berlangsung.
“Nasabah BNI Mobile Banking yang ada saat ini juga mulai beralih ke wondr by BNI dengan tren yang positif,” ujarnya dalam Konferensi Pers Semester I/2024.
Lalu, pada fase selanjutnya yang diproyeksikan akan terjadi pada 2025, sambung Corina, setelah wondr by BNI memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap, maka layanan BNI Mobile Banking akan dihentikan, sehingga nasabah dapat bertransaksi melalui wondr by BNI yang menawarkan layanan perbankan yang jauh lebih baik.
Untuk diketahui, wondr by BNI telah diluncurkan pada 5 Juli 2024 tercatat telah di-download lebih dari 2 juta kali hingga 18 Agustus 2024.
Tak hanya itu, dalam super app terbaru ini mencatatkan jumlah peningkatan transaksi oleh nasabah pengguna wondr by BNI naik signifikan hingga 200% dibandingkan dengan transaksi melalui BNI Mobile Banking sebelumnya.
Lebih lanjut Corina mengatakan, terkait dengan kinerja digital banking, secara konsisten perseroan dapat meningkatkan kapabilitas, dan terus inovatif dalam pengembangan solusi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Dibandingkan aplikasi lainnya, wondr by BNI menawarkan proposisi nilai unik dengan tiga dimensi finansial, yaitu Insights, Transaksi, dan Growth.
“Tentu saja, pengembangan wondr by BNI tidak akan berhenti di sini. Aplikasi ini akan terus berevolusi menjadi super app dengan lebih banyak fitur baru yang akan hadir, serta proposisi nilai yang semakin berkembang, menawarkan solusi keuangan untuk keluarga dan ekosistem UKM,” tuturnya.
Sementara itu, BNI Mobile Banking juga masih diaktifkan dalam rangka transisi. Kinerjanya cukup baik dengan jumlah transaksi pada semester I/2024 tumbuh 49% YoY mencapai 688 juta transaksi, serta nilai transaksi selama enam bulan pertama yang menembus Rp707 triliun, tumbuh sebesar 30,1% YoY.
BNI akan Alihkan Nasabah dari Mobile Banking ke Wondr, Begini Progresnya
BNI akan mengalihkan para nasabahnya dari aplikasi lama yakni BNI Mobile Banking ke aplikasi super barunya yakni wondr by BNI. [383] url asal
#bni #mobile-banking-bni #bni-mobile-banking #aplikasi-bni #wondr-by-bni #aplikasi-wondr
(Bisnis.Com - Finansial) 18/07/24 21:30
v/11223929/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) akan mengalihkan para nasabahnya dari aplikasi lama yakni BNI Mobile Banking ke aplikasi super barunya yakni wondr by BNI.
Senior Executive Vice President (SEVP) Retail Digital Solutions BNI Rian Kaslan mengatakan proses peralihan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Namun, dia menegaskan bahwa proses peralihan itu tak akan mengganggu transaksi nasabah.
“Kami memerlukan waktu [transisi aplikasi lama ke aplikasi baru]. Jadi, kami akan lakukan secara bertahap dan kami pastikan itu tidak menyulitkan transaksi nasabah menggunakan layanan BNI,” ujarnya di Kementerian BUMN, Kamis (18/7/2024).
Menurutnya, BNI terus berupaya menyediakan kemudahan kepada nasabah melalui aplikasi wondr. Untuk itu, dia menjamin proses transisi tersebut tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
“Sekali lagi, tujuan kami bukan untuk buru-buru dimatikan [BNI Mobile Banking],” tegasnya.
Justru, kata Rian, BNI akan memastikan bahwa wondr sepenuhnya siap untuk memenuhi semua kebutuhan nasabah. Dia memerinci, saat ini fitur yang tersedia di wondr sudah mencapai 90% dari layanan yang digunakan nasabah di BNI Mobile Banking.
“Migrasi ke wondr cepat sekali. Mungkin dalam waktu 6–12 bulan mungkin saja semua sudah bisa transisi ke wondr,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan perseroan memang berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan finansial masyarakat, salah satunya solusi pengelolaan keuangan yang relevan.
“[Mobile banking BNI] paling lama dalam waktu enam bulan mobile banking sudah harus tutup. Kita enggak akan pakai dua platform,” ujarnya kepada awak media usai peluncuran wondr by BNI, Jumat (5/7/2024).
Dalam proses peralihannya, lanjut Royke, BNI Mobile Banking masih akan tetap beroperasi sebagaimana mestinya. Namun, dia menegaskan ke depan pihaknya hanya akan mengoperasikan satu aplikasi mobile banking. "Sementara [ini] masih jalan dua. Tapi suatu waktu harus tutup [mobile bankingBNI]," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan presentasi perusahaan, penggunamobile bankingBNI yang terdata sebanyak 16,9 juta per Maret 2024, tumbuh 18,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu 14,3 juta. Lalu, jumlah frekuensi transaksi mobile banking BNI pada kuartal I/2024 meningkat 53,9% yoy menjadi 318 juta dari sebelumnya 207 juta transaksi.
Dari segi nilai transaksi, BNI Mobile mencapai Rp347 triliun, tumbuh 35,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari sebelumnya Rp255 triliun. Rata-rata harian untuk jumlah transaksi mencapai Rp3,49 juta pada kuartal I/2024, naik 63,1% YoY dari sebelumnya 2,14 juta pada kuartal I/2023.
Bank Jumbo Makin Agresif Kembangkan SuperApp demi Dongkrak Pendapatan Nonbunga
Bank-bank papan atas kian agresif mengembangkan aplikasi super (super app) untuk meningkatkan pendapatan nonbunga. [1,090] url asal
#superapp-bank #superapp-bni #wondr-bni #aplikasi-superapp-bank #aplikasi-bni #livin-039-mandiri #aplikasi-livin-039 #bank-digital
(Bisnis.Com - Finansial) 11/07/24 07:45
v/10390557/
Bisnis.com, JAKARTA - Bank-bank papan atas kian agresif mengembangkan aplikasi super (super app) sebagai upaya untuk mengerek kinerja bisnis, utamanya dana murah hingga fee based income di tengah tren suku bunga acuan yang tinggi.
Sebagaimana diketahui, makin besar dana murah, artinya maka makin kecil cost of fund atau biaya dana bank.
Adapun, fee based income memang kerap disebut sebagai sumber pendapatan alternatif yang penting bagi perbankan. Hal ini lantaran, bank dapat mengandalkan layanan dan produk nonbunga untuk meningkatkan pendapatan mereka tanpa harus terpengaruh secara langsung oleh tingginya suku bunga acuan.
Dari sisi pemain, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya yang mengandalkan BCA mobile dan myBCA sebagai lini terdepan solusi mobile banking.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility Hera. F. Haryn mengatakan mobile banking yang dimiliki BCA terus berupaya memenuhi kebutuhan transaksi dan jenis nasabah yang beragam.
"Kedua aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai gaya hidup serta tren digital yang ada," katanya kepada Bisnis, Selasa (9/7/2024).
Lebih lanjut, dia tak menampik fakta bahwa aplikasi BCA mobile dan myBCA turut berkontribusi terhadap pertumbuhan transaksi digital, CASA, serta pendapatan berbasis komisi.
Per Maret 2024 total dana giro dan tabungan (CASA) BCA naik sekitar 7,1% mencapai Rp896,8 triliun. Rasio CASA BCA mencapai 81,5 %, salah satu yang tertinggi di industri perbankan.
Pendapatan selain bunga BCA tumbuh 6,8% YoY menjadi Rp6,4 triliun pada saat yang sama, ditopang fee dan komisi yang tumbuh 8,6% YoY mencapai Rp4,5 triliun. "Kanal mobile banking BCA mencatat kenaikan frekuensi transaksi 32,7% YoY hingga mencapai 6,2 miliar," ujarnya.
BCA pun memproyeksikan transaksi melalui mobile banking BCA akan terus tumbuh, salah satunya karena saat ini pembukaan rekening BCA dapat dengan mudah dilakukan via mobile banking.
"Hal ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan CASA dan fee based income perseroan hingga akhir tahun," kata Hera.
Lebih lanjut, BCA pun berkomitmen terus menyediakan produk serta layanan yang menjawab berbagai kebutuhan nasabah, seperti transaksi, investasi, dan mengatur arus kas.

Tampilan myBCA/bca.co.id
Untuk itu, aplikasi myBCA telah dilengkapi fitur biometrik, transfer via QRIS, kemudahan berinvestasi melalui fitur Welma, opsi mengubah transaksi kartu kredit menjadi cicilan, dan Paylater BCA.
Terbaru, kata Hera, myBCA telah dilengkapi fitur Poket Valas. Fitur ini adalah kantong dana dalam mata uang asing yang terkoneksi dengan 1 rekening.
"Ke depan, BCA berfokus senantiasa memastikan hadirnya platform perbankan transaksi yang aman dan andal, sekaligus menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan nasabah, sehingga dapat meningkatkan basis nasabah dan jumlah transaksi," jelasnya.
Terkait keamanan digital, Hera mengatakan BCA senantiasa mengikuti dan berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah serta regulator dalam hal keamanan siber, seperti POJK No.11/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum dan SEOJK No.29/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber Bagi Bank Umum.
Dia pun menjelaskan bahwa BCA juga senantiasa melakukan pengamanan dengan standar berlapis, manajemen risiko dan liability, serta akuntabilitas untuk menjaga data dan transaksi digital nasabah tetap aman. "Pengamanan berlapis dilakukan melalui pendekatan People, Process, dan Technology," ujarnya.
Menurut Hera, seluruh strategi dan standar keamanan tersebut senantiasa dimutakhirkan dan dievaluasi secara berkesinambungan, sesuai dengan risk appetite BCA dan cyber threat landscape yang semakin berkembang.
"Hal ini merupakan bentuk dukungan BCA terhadap pengembangan teknologi-teknologi dalam sektor keuangan," tutup Hera.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga baru saja meluncurkan aplikasi super yakni wondr. Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan peluncuran wondr ini memiliki tujuan untuk memperbaiki struktur pendanaan BNI.
"Kita memang menyasar ke nasabah ritel, kalau nasabah ritel naik [maka] target avegerage balance naik dan cost of funds lebih terkontrol,” ujarnya kepada awak media, Jumat (5/7/2024).
Lewat wondr, pihaknya pun terus menggenjot porsi CASA di atas 70%. "Tapi, yang paling penting adalah CASA yang sifatnya transaksi ya," ucapnya.
Lebih lanjut, dia juga mengakui bahwa dengan hadirnya wondr akan memberikan dampak pada fee based income. Dia pun menargetkan fee based income dan average balance tumbuh dobel digit hingga akhir tahun.
Adapun, perseroan menargetkan kenaikan yang signifikan, di mana jumlah transaksi BNI yang kini mencapai 5 juta, diharapkan dapat menyentuh 7 juta di akhir tahun dengan menggunakan wondr BNI.
Senada, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar pun mengamini bahwa peluncuran super app ini menjadi penting lantaran dengan CASA yang kuat mampu menopang pertumbuhan kinerja perseroan. Apalagi di era suku bunga tinggi.
“Ini [wondr] game changer-nya. Bank itu kan kredit harus sehat dan punya CASA supaya survive di dalam kondisi ekonomi seperti ini, salah satu pilar fundamental yang diubah adalah platform ritel kita ubah jadi super app ini,” ujarnya.
Menurut Royke, dengan capaian CASA yang solid mampu di tengah situasi ekonomi apapun membuat perseroan tidak perlu serta merta menaikkan bunga kredit, sehingga pembiayaan pun menjadi lebih agresif. Lebih lanjut, Royke menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) di berada di kisaran 9-10%.
Sebelumnya Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan melalui Super App Livin’ by Mandiri yang telah mampu mengelola 846 juta transaksi pada kuartal I/2024, meningkat 41,7% secara YoY.
Adapun, nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I/2024 telah menembus Rp921 triliun yang juga tumbuh sebesar 27,4% bila dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun lalu.
“Kehadiran Livin’ by Mandiri telah berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan nonbunga perseroan, yang tecermin dari fee based income Livin’ by Mandiri sebesar Rp557 miliar atau naik 25,5% secara YoY,” katanya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.
Bank Digital Kalah Saing?
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda tak menampik fakta bahwa pada skala tertentu, pendapatan dari layanan aplikasi yang mereka kembangkan ternyata memberikan keuntungan bagi perbankan
“Menarik menyimak pengembangan super apps di bank-bank besar karena saat ini pendapatan dari biaya layanan selain bunga kredit [noninterest income] meningkat,” katanya kepada Bisnis, Selasa (9/7/2024)
Maka tidak ayal, kata Nailul, bahwa sederet bank mengembangkan super apps yang dapat memperluas skala layanan dari layanan bank itu sendiri.
Kata Nailul, kini perbankan tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan dari margin bunga, namun pengembangan layanan perbankan melalui aplikasi juga mampu membuat para nasabahnya cukup intens melakukan transaksi.
“Jika pengembangan superapps bisa optimal, nasabah juga akan otomatis mengikuti dan dana masyarakat tidak mengalir ke dompet digital, melainkan tetap di bank tersebut, CASA akhirnya bisa optimal,” ujarnya.
Akan tetapi Nailul mewanti-wanti di tengah masifnya pengembangan ke arah digitalisasi keuangan bisa membuat super apps perbankan mampu menjadi shadow bagi bank digital di mana bisa jadi berbahaya bagi bank digital.
“Bank besar ini sudah punya nama di perbankan, juga merambah ke teknologi, maka bank digital harus memperluas juga layanan digitalnya,” ujarnya.
Alhasil, dia menyebut saat ini kuncinya adalah di ekosistem digital yang dimiliki oleh bank digital dan bank konvensional.
Superapp jadi Mesin Baru Bank Jumbo Tarik Dana Murah saat Era Bunga Tinggi
Superapp dinilai mampu mengerek dana murah (current account saving account/CASA) yang diincar bank di tengah tantangan tingginya suku bunga acuan pada 2024. [1,237] url asal
#superapp-bank #superapp-bni #wondr-bni #aplikasi-superapp-bank #aplikasi-bni #btn-mobile #brimo #dana-murah-bank #casa
(Bisnis.Com - Finansial) 10/07/24 13:18
v/10301983/
Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah bank-bank besar, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), berupaya mengembangkan aplikasi super alias superapp pada 2024. Superapp dinilai mampu mengerek dana murah (current account saving account/CASA) yang diincar bank di tengah tantangan tingginya suku bunga acuan pada 2024.
BNI misalnya berupaya meningkatkan porsi dana murah lewat superapp yang baru diluncurkan yakni wondr by BNI. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan BNI memang tahun ini berupaya mengerek CASA-nya untuk menghadapi tantangan likuiditas di tengah tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
Terbaru, BI telah mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19-20 Juni 2024.
Dalam RDG pada April 2024, BI telah memutuskan untuk menaikan suku bunga acuannya atau BI Rate 25 basis poin (bps) dari 6% ke 6,25%. Kenaikan suku bunga acuan saat itu menjadi yang pertama kali sejak Oktober 2023.
Menurutnya, tingginya suku bunga acuan akan menekan biaya dana (cost of fund/CoF). Perbankan pun mengakalinya dengan mengerek porsi dana murah.
"Di tengah likuiditas ketat, BNI berkomitmen menjaga pertumbuhan DPK [dana pihak ketiga] khususnya berbasis transaksi agar dapat terus tumbuh sesuai dengan market," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (8/7/2024).
Pada kuartal I/2024, BNI memiliki dana murah sebesar Rp543,5 triliun atau 69,7% dari DPK. Nilai dana murah naik 6% secara tahunan (year on year/yoy). Adapun porsi dana murah pun naik, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada level 68,9%.
“[Superapp wondr] jadi game changer-nya. Bank itu kan kredit harus sehat dan punya CASA supaya survive di dalam kondisi ekonomi seperti ini, salah satu pilar fundamental yang diubah adalah platform ritel kami ubah jadi superapp ini,” ujarnya pada awak media usai Peluncuran wondr by BNI pekan lalu (5/7/2024).
Dia pun menargetkan untuk bisa meningkatkan dana murahnya. “Ke depan harusnya lebih baik. Kami ingin [porsi CASA] bertahap naik 75%-80%,” ujarnya.
Senada, Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan peluncuran wondr memang memiliki tujuan untuk memperbaiki struktur pendanaan BNI.
“Kami memang menyasar ke nasabah ritel, kalau nasabah ritel naik [maka] target avegerage balance naik dan cost of fund lebih terkontrol,” ujarnya kepada awak media, pekan lalu (6/7/2024).
Bahkan, perseroan menargetkan kenaikan yang signifikan, di mana jumlah transaksi BNI yang kini mencapai 5 juta, diharapkan dapat menyentuh 7 juta di akhir tahun dengan menggunakan wondr BNI.
Sebelum merilis wondr, BNI memiliki pengguna mobile banking sebanyak 16,9 juta per Maret 2024, tumbuh 18,5% yoy.

Direktur Utama BNI (BBNI) Royke Tumilaar di acara peluncuran super app wondr by BNI di Jakarta, Jumat (5/7/2024). JIBI/Arlina Laras
Lalu, jumlah frekuensi transaksi Mobile Banking BNI pada kuartal I/2024 meningkat 53,9% yoy menjadi 318 juta.
Dari segi nilai transaksi, Mobile Banking BNI mencapai Rp347 triliun, tumbuh 35,9% yoy dari sebelumnya Rp255 triliun. Rata-rata harian untuk jumlah transaksi mencapai Rp3,49 juta pada kuartal I/2024, naik 63,1% yoy dari sebelumnya 2,14 juta pada kuartal I/2023.
Selain BNI, BTN pun mengandalkan superapp untuk mendongkrak CASA. BTN telah meluncurkan superapp-nya BTN Mobile pada awal tahun lalu. "Kami lagi seru-serunya aktif di mobile. Ada BTN Mobile," kata Nixon pada Senin (8/7/2024).
Hingga akhir Maret 2024, jumlah pengguna aktif BTN Mobile mencapai 1,4 juta, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,5 triliun hingga akhir kuartal I/2024, bertumbuh pesat sebesar 60,1% yoy. "Sudah terdapat 16 fitur baru untuk membantu transaksi di BTN Mobile,” ujar Nixon.
Nixon mengatakan BTN Mobile mampu menjadi pengerek pendanaan di BTN, terutama dana murah. Pertumbuhan DPK di BTN ditopang salah satunya oleh meningkatnya jumlah pengguna aplikasi BTN Mobile serta transaksi yang dilakukan.
Meski begitu, BTN mencatatkan penurunan porsi dana murahnya pada kuartal I/2024 menjadi 49,9%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 52,2%. "Ini karena terjadi pertumbuhan pesat di deposito seiring dengan tingginya bunga deposito," ujarnya.
Adapun, Nixon mengatakan selain mampu mendongkrak pendanaan, BTN Mobile juga mampu mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee based income).
Pada kuartal I/2024, transaksi fee based income naik 14,8% yoy menjadi dari tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun di tengah pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mengalami pemberatan seiring tren suku bunga yang menanjak.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut memburu dana murah di tengah tantangan suku bunga tinggi 2024.
"DPK mampu dihimpun Rp1.416,21 triliun. Masih didominasi CASA karena tidak lepas dari aspirasi BRI fokus ke low. Perseroan masih punya ruang tumbuh lebih baik lagi untuk mendongkrak dana murah," kata Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.
Pada kuartal I/2024, BRI telah mencatatkan dana murah Rp873,29 triliun, naik 7,8% yoy. Porsi dana murah pun mencapai 61,66% terhadap DPK.
Di antara strategi BRI dalam mendongkrak CASA adalah dengan memanfaatkan superapp-nya BRImo. BRI mencatatkan jumlah pengguna BRImo sebanyak 33,5 juta pada kuartal I/2024, tumbuh 30,3% yoy. Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, jumlah transaksi tumbuh signifikan 55,2% mencapai 969,6 juta transaksi pada tiga bulan awal 2024.
Adapun, nilai transaksi BRImo mencapai Rp1.251,1 triliun pada kuartal I/2024 tumbuh 41,8% yoy dari sebelumnya Rp881,8 triliun.
Catur mengatakan selain mendongkrak dana murah, transaksi di BRImo mampu mendorong fee based income. "Kami bisa meningkatkan fee based income 6,92% yang menjadi faktor pendorong laba BRI. Ini tidak lepas dari kontribusi superapp BRImo," ujarnya.
Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto mengatakan BRI juga terus berupaya mengembangkan superapp-nya itu. BRI misalnya memperluas layanan pembayaran lintas negara (cross-border) dengan memanfaatkan QRIS di Singapura melalui super app BRImo.
“QRIS cross-border adalah layanan pembayaran yang memungkinkan pengguna BRImo untuk melakukan pembayaran di luar negeri. Dengan fitur ini, nasabah dapat menikmati kemudahan transaksi internasional tanpa kerumitan konversi mata uang,” katanya.
Tantangan Pengembangan Superapp
Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan penyediaan superapp oleh bank-bank besar di Indonesia pada dasarnya adalah untuk meningkatkan layanan kepada nasabahnya dengan tidak hanya menyediakan layanan perbankan tradisional.
Bank pun menyediakan berbagai layanan mulai dari gaya hidup, investasi, dan e-commerce, serta menciptakan ekosistem finansial yang lengkap bagi nasabah.
"Superapp juga memang dapat menjadi alat yang efektif untuk menarik CASA, meningkatkan fee based income, dan mendorong pertumbuhan bisnis bank," katanya kepada Bisnis pada Selasa (9/7/2024).
Meski begitu, ada tantangan yang dihadapi bank dalam pengembangan superapp itu. "Tantangannya kompleksitas pengoperasian, pemeliharaan, dan risiko keamanan yang turut meningkat. Kompleksitas superapp berpotensi membingungkan nasabah, dan integrasi layanan yang belum optimal dapat menyebabkan ketidakpuasan," ujarnya.
Apalagi, sektor perbankan rawan terkena serangan siber. Berdasarkan data dari Checkpoint Research 2022, sektor jasa keuangan termasuk perbankan mendapatkan 1.131 kali serangan siber setiap pekannya.
Sementara, data International Monetary Fund (IMF) pada 2020 menyebutkan total kerugian rata-rata tahunan akibat serangan siber di sektor jasa keuangan secara global mencapai sekitar US$100 miliar.
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha mengatakan sektor perbankan kerap kali menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber karena mempunyai nilai ekonomi yang besar. “Perbankan selalu akan dilihat pertama, karena ini adalah industri yang berjalan berdasarkan kepercayaan dan keamanan,” tuturnya.
Tahun lalu, serangan siber juga dikabarkan menimpa PT Bank Syariah Indonesia Tbk. alias BSI (BRIS). Bank syariah terbesar di Indonesia itu diduga mengalami kebocoran data nasabah oleh kelompok ransomware LockBit di situs dark web. Total data yang dibocorkan mencapai 1,5 TB mencakup data nasabah dan karyawan BSI.
Perbedaan Wondr by BNI dengan BNI Mobile Banking
Perbedaan antara Wondr by BNI dan BNI mobile banking. [444] url asal
#meta-keyword-wondr-by-bni #wonder-by-bni #super-apps-wondr #aplikasi-bni #mobile-banking-bni #hut-bni #bni
(MedCom - Ekonomi) 09/07/24 13:17
v/10192254/
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI baru saja meluncurkan aplikasi super atau super app terbarunya bernama Wondr by BNI pada 5 Juli 2024.Aplikasi itu hadir sebagai inovasi terbaru BNI untuk memberikan pengalaman perbankan digital yang lebih lengkap dan personal bagi para nasabahnya.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, Wondr by BNI dirancang dengan mengikuti standar keunggulan di industri yang tidak hanya di Indonesia, tapi mengikuti standar global sehingga akan menjadi game changer bagi BNI maupun di industri perbankan di Indonesia.
"Kami telah melakukan riset yang mendalam terhadap ekspektasi dan kebutuhan nasabah, mengadopsi teknologi tertinggi dan pengembangan dan security, serta melakukan validasi langsung kepada target segmen nasabah secara menyeluruh," kata Royke saat peluncuran.
| Baca juga: BNI Luncurkan Aplikasi Mudahkan Nasabah Kelola Keuangan Secara Terencana |
Berikut beberapa perbedaan dan keunggulan Wondr by BNI yaitu:
1. Dimensi fitur yang lebih lengkap
Dimensi Transaksi: Menyediakan berbagai fitur transaksi yang lebih lengkap dan mudah digunakan, seperti transfer, pembayaran, top up, pembukaan rekening, dan pengelolaan kartu.Dimensi Insight: Memberikan informasi dan analisis keuangan yang lebih personal dan komprehensif untuk membantu nasabah dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat.
Dimensi Growth: Menyediakan berbagai fitur untuk membantu nasabah mencapai tujuan keuangannya, seperti investasi, saving goals, dan financial planning.
2. Tampilan dan desain yang lebih modern
Wondr by BNI memiliki tampilan yang lebih modern, intuitif, dan user-friendly dibandingkan BNI Mobile Banking.Aplikasi ini juga menggunakan desain yang lebih menarik dan personal sehingga lebih nyaman digunakan.
| Baca juga: Apa Sih Perbedaan MyBCA dan BCA Mobile? |
3. Integrasi layanan yang lebih luas
Wondr by BNI tidak hanya menyediakan layanan perbankan, tetapi juga berbagai layanan lifestyle lainnya, seperti pemesanan tiket pesawat dan hotel, pembelian pulsa dan data, dan e-commerce.Hal ini menjadikan Wondr by BNI sebagai aplikasi yang lebih dari sekadar mobile banking, yaitu sebagai super app yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan nasabah.
4. Keamanan yang lebih terjamin
Wondr by BNI dilengkapi dengan fitur keamanan yang lebih canggih untuk melindungi data dan transaksi nasabah.Beberapa fitur keamanan tersebut antara lain biometric login, two-factor authentication, dan device binding.
Wondr by BNI hadir sebagai solusi perbankan digital yang lebih lengkap, personal, dan aman bagi para nasabah BNI.
Dengan berbagai fitur dan keunggulan yang ditawarkan, Wondr by BNI diharapkan dapat menjadi aplikasi utama bagi para nasabah BNI untuk memenuhi berbagai kebutuhan keuangan dan lifestyle mereka.
Bagaimana dengan keberadaan BNI Mobile?
Royke juga menjelaskan, seiring dengan peluncuran aplikasi anyar tersebut BNI akan menutup BNI Mobile Banking. Menurutnya, upaya tersebut merupakan salah satu langkah efisiensi dalam perusahaan. Pihaknya juga memastikan tidak akan menggunakan dua platform mobile banking kedepannya."Kita berharap secepatnya harus beralih. Paling lama enam bulan, harusnya mobile banking yang lama sudah tutup," ujar Royke.
(ANN)
BNI luncurkan mobile banking wondr by BNI dengan 3 fitur unggulan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pada Jumat meluncurkan aplikasi mobile banking “wondr by BNI” yang menyediakan tiga fitur ... [422] url asal
#bni #bbni #mobile-banking #mobile-banking-bni #wondr-by-bni #aplikasi-bni
(Antara) 05/07/24 17:00
v/9762248/
'Wondr by BNI’ dirancang dengan mengikuti standard unggulan di industri yang tidak hanya di Indonesia, tapi mengikuti standard global
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pada Jumat meluncurkan aplikasi mobile banking “wondr by BNI” yang menyediakan tiga fitur unggulan, yaitu "Transaksi", "Insight", dan "Growth", untuk memudahkan nasabah dalam pengelolaan keuangan secara terencana.
“‘Wondr by BNI’ dirancang dengan mengikuti standard unggulan di industri yang tidak hanya di Indonesia, tapi mengikuti standard global, sehingga akan menjadi game changer bagi BNI maupun di industri perbankan di Indonesia,” kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar di Jakarta, Jumat.
Fitur "Transaksi" di “wondr by BNI” mendukung kebutuhan keuangan real-time nasabah seperti transfer domestik, pembayaran digital dan pengaturan jadwal transfer.
Kemudian untuk fitur "Insight", nasabah dapat memantau sekaligus menganalisis keuangan mereka sebelumnya melalui tampilan rekap keuangan yang lengkap setiap harinya.
Sementara fitur "Growth" berfokus pada perencanaan masa depan dengan menyediakan berbagai pilihan produk finansial yang sesuai dengan kebutuhan nasabah seperti investasi dan tabungan.
Royke mengatakan bahwa BNI telah melakukan riset yang mendalam terhadap ekspektasi dan kebutuhan nasabah.
BNI juga mengadopsi teknologi tertinggi dan pengembangan security, serta melakukan validasi langsung kepada target segmen nasabah secara menyeluruh sehingga “wondr by BNI” memiliki fitur unggulan untuk nasabah.
“‘Wondr by BNI’ kami rancang dengan tujuan agar nasabah merasa dimengerti seperti memiliki teman finansial yang proaktif, mengerti keinginan dan segala kebutuhan nasabah dari A sampai Z dan dapat diwujudkan cukup di satu aplikasi,” kata dia.
Dengan diluncurkan “wondr by BNI”, Royke mengatakan bahwa BNI juga menargetkan pertumbuhan pengguna yang bertransaksi, volume transaksi, serta tabungan yang signifikan dan berkelanjutan.
“Ke depan, langkah inovasi kami tidak akan berhenti di sini. Selain segmen consumer retail, kami juga akan mempersembahkan inovasi terbaik juga untuk sektor wholesale, corporate dalam waktu dekat,” kata Royke.
Untuk mengajak masyarakat merasakan secara langsung penggunaan “wondr by BNI”, BNI menyelenggarakan rangkaian aktivasi di berbagai kota di Indonesia sepanjang Juli ini yang juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun
Ke-78 BNI.
Sebagai pembukaan, BNI menyelenggarakan BNI wondrFEST yang berlangsung pada 5-7 Juli 2024 di Plaza Timur, Plaza Utara dan Plaza Tenggara Gelora Bung Karno Jakarta.
Acara ini menghadirkan beragam tenant makanan dengan promo serba Rp78, hiburan musik, permainan, serta seni instalasi yang dapat dikunjungi oleh publik secara umum.
Selain itu, BNI juga akan menyelenggarakan BNI wondrPARADE dengan memanfaatkan momen car free day di Jakarta, serta berbagai aktivitas lain yang akan diikuti oleh kota-kota lainnya di Indonesia, seperti Medan, Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan lainnya selama beberapa pekan ke depan.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024