#30 tag 24jam
Sambut HUT ke-78, BNI Transformasi lewat Inovasi Aplikasi
Aplikasi BNI terbaru ini diharapkan menghadirkan pengalaman baru dalam bertransaksi. [557] url asal
#bni #wondr-bni #aplikasi #superapp
(Republika - Ekonomi) 20/07/24 23:50
v/11497813/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI merayakan hari jadinya yang ke-78 dengan serangkaian acara yang penuh inovasi dan apresiasi bagi nasabah serta masyarakat. Salah satu highlight dari perayaan ini adalah peluncuran aplikasi perbankan terbaru, wondr by BNI.
SEVP Retail Digital Solutions BNI Rian Eriana Kaslan mengatakan peluncuran aplikasi wondr by BNI sebagai langkah besar BNI dalam bertransformasi selama 78 tahun terakhir. Hal ini disampaikan Rian saat konferensi pers di media center Kementerian BUMN, Jakarta, dikutip Sabtu (20/7/2024).
"Aplikasi wondr by BNI tidak hanya menyediakan layanan perbankan yang lengkap, tetapi juga menawarkan fitur-fitur inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini," ujar Rian.
Rian berharap aplikasi ini dapat memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi dan user-friendly dengan menghadirkan fitur tiga dimensi keuangan yakni transaksi, insight dan growth, dalam yang mencerminkan konsep masa kini, masa lalu, dan masa depan.
Dengan wondr by BNI, ucap Rian, nasabah dapat menikmati berbagai layanan mulai dari transaksi harian, rekap keuangan personal, hingga berbagai produk finansial yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, seperti investasi dan tabungan.
"Kami yakin wondr by BNI dapat menjadi solusi bagi nasabah untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih mudah, cerdas, dan terencana, sehingga mereka dapat mewujudkan mimpi finansial mereka," kata Rian.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengapresiasi langkah inovatif yang diambil oleh BNI melalui peluncuran aplikasi perbankan wondr by BNI. Menurut Arta, hal tersebut adalah bukti nyata bahwa BNI terus berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam transformasi digital di sektor perbankan.
"Aplikasi ini sangat simpel dan mudah digunakan, sesuai kebutuhan transaksi harian. Sebuah aplikasi perbankan yang bagus itu tidak melulu terkait fitur yang melimpah, melainkan menyediakan yang relevan dan mempermudah kebutuhan transaksi penggunanya," kata Arya.
Sementara itu, Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies memaparkan, sebagai bagian dari rangkaian acara HUT ke-78, BNI juga menyelenggarakan BNI Expo 2024 Hall 1-3A ICE BSD, Tangerang, pada 2-4 Agustus 2024. Corina mengatakan expo dengan tema "wondrful journey" ini menghadirkan berbagai tenant dari top brand, dealer otomotif, pengembang properti, hingga tenant F&B dan fashion, menawarkan promo spesial bagi nasabah BNI.
"Selain itu, ada juga showcase produk dan test drive dari sejumah dealer mobil dan dealer motor," ujar Corina.
Corina menyampaikan expo ini tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan produk dan layanan BNI, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antara BNI dan para nasabahnya melalui berbagai program interaktif dan hiburan, seperti music performance, fun games, dan digital experience. Corina mengatakan BNI Expo 2024 digelar bukan hanya untuk nasabah tapi juga masyarakat umum yang ingin menikmati berbagai promo dan diskon menarik dalam rangka HUT ke-78 BNI.
"BNI Expo 2024 tidak hanya tentang memperkenalkan produk kami, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang kuat antara BNI, nasabah, dan mitra bisnis. Kami percaya bahwa kolaborasi yang baik akan membawa manfaat besar bagi perekonomian Indonesia," tambah Corina.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-78 BNI dan peluncuran wondr by BNI, sebelum gelaran BNI Expo 2024, ucap Corina, BNI juga telah melakukan serangkaian promo menarik di top merchant BNI sebagai bentuk apresiasi spesial untuk nasabah agar nasabah dapat turut merasakan euphoria ulang tahun BNI. Corina menambahkan, perseroan juga mengadakan berbagai kegiatan olahraga seperti golf, fun run, cycling, climbing, basket, dan sepak bola.
"Tidak ketinggalan, BNI juga menggelar program Emphaty Drop Box, CSR Gunung Ijen, dan penanaman 78 ribu mangrove serta berbagai aktivitas lainnya," kata Corina.
BNI Rayakan HUT ke-78 dengan Luncurkan wondr by BNI dan Gelar BNI Expo 2024
Peluncuran aplikasi wondr by BNI sebagai langkah besar BNI dalam bertransformasi. [570] url asal
#bni #wondr-bni #hut-78-bni #bni-expo
(Republika - Ekonomi) 19/07/24 16:10
v/11319882/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI merayakan hari jadinya yang ke-78 dengan serangkaian acara yang penuh inovasi dan apresiasi bagi nasabah serta masyarakat. Salah satu highlight dari perayaan ini adalah peluncuran aplikasi perbankan terbaru, wondr by BNI.
Dalam konferensi pers yang digelar di Media Center Kementerian BUMN, SEVP Retail Digital Solutions BNI Rian Eriana Kaslan mengatakan, peluncuran aplikasi wondr by BNI sebagai langkah besar BNI dalam bertransformasi selama 78 tahun terakhir.
"Aplikasi wondr by BNI tidak hanya menyediakan layanan perbankan yang lengkap, tetapi juga menawarkan fitur-fitur inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini," ujar Rian.
Aplikasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi dan user-friendly dengan menghadirkan fitur 3 Dimensi Keuangan (Transaksi, Insight dan Growth) dalam yang mencerminkan konsep masa kini, masa lalu, dan masa depan.
Dengan wondr by BNI, nasabah dapat menikmati berbagai layanan mulai dari transaksi harian, rekap keuangan personal, hingga berbagai produk finansial yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, seperti investasi dan tabungan. "Kami yakin wondr by BNI dapat menjadi solusi bagi nasabah untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih mudah, cerdas, dan terencana, sehingga mereka dapat mewujudkan mimpi finansial mereka," kata Rian.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga mengapresiasi langkah inovatif yang diambil oleh BNI melalui peluncuran aplikasi perbankan wondr by BNI. Menurut dia, hal tersebut adalah bukti nyata bahwa BNI terus berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam transformasi digital di sektor perbankan.
"Aplikasi ini sangat simpel dan mudah digunakan, sesuai kebutuhan transaksi harian. Sebuah aplikasi perbankan yang bagus itu tidak melulu terkait fitur yang melimpah, melainkan menyediakan yang relevan dan mempermudah kebutuhan transaksi penggunanya," kata Arya.
Gelar BNI Expo 2024
Sementara itu, Direktur Retail Banking BNI Corina Leyla Karnalies memaparkan, sebagai bagian dari rangkaian acara HUT ke-78, BNI juga menyelenggarakan BNI Expo 2024 yang berlangsung selama tiga hari di Hall 1-3A ICE BSD, Tangerang, Jumat-Ahad, 2-4 Agustus 2024.
Expo dengan tema "WondrfulJourney" ini menghadirkan berbagai tenant dari top brand, dealer otomotif, pengembang properti, hingga tenant F&B dan fashion, menawarkan promo spesial bagi nasabah BNI. Selain itu, ada juga showcase produk dan test drive dari sejumah diler mobil dan diler motor.
Expo ini tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan produk dan layanan BNI, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antara BNI dan para nasabahnya melalui berbagai program interaktif dan hiburan, seperti music performance, fun games, dan digital experience. "BNI Expo 2024 digelar bukan hanya untuk nasabah tapi juga masyarakat umum yang ingin menikmati berbagai promo dan diskon menarik dalam rangka HUT ke-78 BNI," ujar Corina.
Selain itu, acara ini juga akan diisi dengan berbagai talkshow dan workshop yang menghadirkan para pakar di bidang ekonomi dan perbankan. "BNI Expo 2024 tidak hanya tentang memperkenalkan produk kami, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang kuat antara BNI, nasabah, dan mitra bisnis. Kami percaya kolaborasi yang baik akan membawa manfaat besar bagi perekonomian Indonesia," kata Corina.
Sebagai bagian dari perayaan HUT ke-78 BNI dan peluncuran wondr by BNI, sebelum gelaran BNI Expo 2024, BNI juga telah melakukan serangkaian promo menarik di top merchant BNI sebagai bentuk apresiasi spesial untuk nasabah agar nasabah dapat turut merasakan euphoria ulang tahun BNI.
Masih dalam rangkaian HUT ke-78 BNI, perseroan juga mengadakan berbagai kegiatan olahraga seperti golf, fun run, cycling, climbing, basket, dan sepak bola. Tidak ketinggalan, BNI juga menggelar program Emphaty Drop Box, CSR Gunung Ijen, dan penanaman 78 ribu mangrove serta berbagai aktivitas lainnya.
Jangkau Diaspora RI, Begini Cara Daftar Aplikasi Wondr BNI di Luar Negeri
Rian berharap kehadiran Wondr dapat membantu kebutuhan diaspora. [314] url asal
#bni #wondr-bni #superapp #mobile-banking #bumn
(Republika - Ekonomi) 18/07/24 18:18
v/11207286/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senior Executive Vice President Bisnis Digital PT Bank Negara Indonesia (BNI) Rian Eriana Kaslan mengatakan superapp Wondr memberikan kemudahan bagi nasabah, termasuk diaspora Indonesia di luar negeri. Rian berharap kehadiran Wondr dapat membantu kebutuhan diaspora Indonesia di berbagai negara.
"Wondr bisa dibuka di mana saja, di luar negeri menggunakan tidak hanya nomor Indonesia. Jadi menggunakan nomor luar negeri juga sama saja, yang penting saat ini diperlukan e-KTP untuk bisa membuka Wondr," ujar Rian saat konferensi pers HUT ke-78 BNI dan Sosialisasi Super App Wondr by BNI di Media Center Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Rian menyebut hal ini sejalan dengan kebutuhan diaspora. Dalam sejumlah kunjungan ke kantor cabang BNI di luar negeri, Rian mengatakan banyak diaspora memerlukan platform yang memudahkan dalam transaksi maupun berinvestasi untuk modal saat kembali ke Indonesia.
"Dengan Wondr, diaspora dengan mudahnya mau investasi reksadana, dalam waktu dekat juga obligasi ritel negara, dan juga deposito dalam bentuk mata uang rupiah atau mata uang asing. Jadi itu kemudahan yang kita berikan juga kepada diaspora Indonesia," kata Rian.
Direktur Retail BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan kehadiran Wondr merupakan bentuk komitmen transformasi BNI agar relevan dengan kebutuhan nasabah. Corina mengatakan penamaan hingga warna cerah pada Wondr menjadi wujud adaptif yang disesuaikan dengan kondisi kekinian ala anak muda.
"Kita lihat memang platform m-banking kita sebelumnya sudah tidak mumpuni untuk dikembangkan. (Wondr) ini transformasi digital karena kita mengganti platformnya yang menyesuaikan kebutuhan nasabah," kata Corina.
Corina menyampaikan BNI juga akan mengenalkan Wondr saat hari kemerdekaan Indonesia di luar negeri. BNI, lanjut Corina, sedang menyiapkan event yang bekerja sama dengan KBRI Singapura serta menargetkan Hong Kong dan Korea Selatan.
"Yang kami ingin pastikan kebutuhan diaspora dan nasabah yang ada di luar negeri itu apa saja, nah Wondr itu sudah menyiapkan sejumlah produk investasi. Kita ingin mempermudah dalam hal investasi maupun transaksinya yang bisa dilakukan dengan Wondr," kata Corina.
Bank Jumbo Makin Agresif Kembangkan SuperApp demi Dongkrak Pendapatan Nonbunga
Bank-bank papan atas kian agresif mengembangkan aplikasi super (super app) untuk meningkatkan pendapatan nonbunga. [1,090] url asal
#superapp-bank #superapp-bni #wondr-bni #aplikasi-superapp-bank #aplikasi-bni #livin-039-mandiri #aplikasi-livin-039 #bank-digital
(Bisnis.Com - Finansial) 11/07/24 07:45
v/10390557/
Bisnis.com, JAKARTA - Bank-bank papan atas kian agresif mengembangkan aplikasi super (super app) sebagai upaya untuk mengerek kinerja bisnis, utamanya dana murah hingga fee based income di tengah tren suku bunga acuan yang tinggi.
Sebagaimana diketahui, makin besar dana murah, artinya maka makin kecil cost of fund atau biaya dana bank.
Adapun, fee based income memang kerap disebut sebagai sumber pendapatan alternatif yang penting bagi perbankan. Hal ini lantaran, bank dapat mengandalkan layanan dan produk nonbunga untuk meningkatkan pendapatan mereka tanpa harus terpengaruh secara langsung oleh tingginya suku bunga acuan.
Dari sisi pemain, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya yang mengandalkan BCA mobile dan myBCA sebagai lini terdepan solusi mobile banking.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility Hera. F. Haryn mengatakan mobile banking yang dimiliki BCA terus berupaya memenuhi kebutuhan transaksi dan jenis nasabah yang beragam.
"Kedua aplikasi ini akan terus dikembangkan sesuai gaya hidup serta tren digital yang ada," katanya kepada Bisnis, Selasa (9/7/2024).
Lebih lanjut, dia tak menampik fakta bahwa aplikasi BCA mobile dan myBCA turut berkontribusi terhadap pertumbuhan transaksi digital, CASA, serta pendapatan berbasis komisi.
Per Maret 2024 total dana giro dan tabungan (CASA) BCA naik sekitar 7,1% mencapai Rp896,8 triliun. Rasio CASA BCA mencapai 81,5 %, salah satu yang tertinggi di industri perbankan.
Pendapatan selain bunga BCA tumbuh 6,8% YoY menjadi Rp6,4 triliun pada saat yang sama, ditopang fee dan komisi yang tumbuh 8,6% YoY mencapai Rp4,5 triliun. "Kanal mobile banking BCA mencatat kenaikan frekuensi transaksi 32,7% YoY hingga mencapai 6,2 miliar," ujarnya.
BCA pun memproyeksikan transaksi melalui mobile banking BCA akan terus tumbuh, salah satunya karena saat ini pembukaan rekening BCA dapat dengan mudah dilakukan via mobile banking.
"Hal ini diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan CASA dan fee based income perseroan hingga akhir tahun," kata Hera.
Lebih lanjut, BCA pun berkomitmen terus menyediakan produk serta layanan yang menjawab berbagai kebutuhan nasabah, seperti transaksi, investasi, dan mengatur arus kas.

Tampilan myBCA/bca.co.id
Untuk itu, aplikasi myBCA telah dilengkapi fitur biometrik, transfer via QRIS, kemudahan berinvestasi melalui fitur Welma, opsi mengubah transaksi kartu kredit menjadi cicilan, dan Paylater BCA.
Terbaru, kata Hera, myBCA telah dilengkapi fitur Poket Valas. Fitur ini adalah kantong dana dalam mata uang asing yang terkoneksi dengan 1 rekening.
"Ke depan, BCA berfokus senantiasa memastikan hadirnya platform perbankan transaksi yang aman dan andal, sekaligus menjadi solusi yang relevan bagi kebutuhan nasabah, sehingga dapat meningkatkan basis nasabah dan jumlah transaksi," jelasnya.
Terkait keamanan digital, Hera mengatakan BCA senantiasa mengikuti dan berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah serta regulator dalam hal keamanan siber, seperti POJK No.11/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum dan SEOJK No.29/2022 tentang Ketahanan dan Keamanan Siber Bagi Bank Umum.
Dia pun menjelaskan bahwa BCA juga senantiasa melakukan pengamanan dengan standar berlapis, manajemen risiko dan liability, serta akuntabilitas untuk menjaga data dan transaksi digital nasabah tetap aman. "Pengamanan berlapis dilakukan melalui pendekatan People, Process, dan Technology," ujarnya.
Menurut Hera, seluruh strategi dan standar keamanan tersebut senantiasa dimutakhirkan dan dievaluasi secara berkesinambungan, sesuai dengan risk appetite BCA dan cyber threat landscape yang semakin berkembang.
"Hal ini merupakan bentuk dukungan BCA terhadap pengembangan teknologi-teknologi dalam sektor keuangan," tutup Hera.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga baru saja meluncurkan aplikasi super yakni wondr. Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan peluncuran wondr ini memiliki tujuan untuk memperbaiki struktur pendanaan BNI.
"Kita memang menyasar ke nasabah ritel, kalau nasabah ritel naik [maka] target avegerage balance naik dan cost of funds lebih terkontrol,” ujarnya kepada awak media, Jumat (5/7/2024).
Lewat wondr, pihaknya pun terus menggenjot porsi CASA di atas 70%. "Tapi, yang paling penting adalah CASA yang sifatnya transaksi ya," ucapnya.
Lebih lanjut, dia juga mengakui bahwa dengan hadirnya wondr akan memberikan dampak pada fee based income. Dia pun menargetkan fee based income dan average balance tumbuh dobel digit hingga akhir tahun.
Adapun, perseroan menargetkan kenaikan yang signifikan, di mana jumlah transaksi BNI yang kini mencapai 5 juta, diharapkan dapat menyentuh 7 juta di akhir tahun dengan menggunakan wondr BNI.
Senada, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar pun mengamini bahwa peluncuran super app ini menjadi penting lantaran dengan CASA yang kuat mampu menopang pertumbuhan kinerja perseroan. Apalagi di era suku bunga tinggi.
“Ini [wondr] game changer-nya. Bank itu kan kredit harus sehat dan punya CASA supaya survive di dalam kondisi ekonomi seperti ini, salah satu pilar fundamental yang diubah adalah platform ritel kita ubah jadi super app ini,” ujarnya.
Menurut Royke, dengan capaian CASA yang solid mampu di tengah situasi ekonomi apapun membuat perseroan tidak perlu serta merta menaikkan bunga kredit, sehingga pembiayaan pun menjadi lebih agresif. Lebih lanjut, Royke menargetkan Dana Pihak Ketiga (DPK) di berada di kisaran 9-10%.
Sebelumnya Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan melalui Super App Livin’ by Mandiri yang telah mampu mengelola 846 juta transaksi pada kuartal I/2024, meningkat 41,7% secara YoY.
Adapun, nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I/2024 telah menembus Rp921 triliun yang juga tumbuh sebesar 27,4% bila dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun lalu.
“Kehadiran Livin’ by Mandiri telah berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan nonbunga perseroan, yang tecermin dari fee based income Livin’ by Mandiri sebesar Rp557 miliar atau naik 25,5% secara YoY,” katanya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.
Bank Digital Kalah Saing?
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda tak menampik fakta bahwa pada skala tertentu, pendapatan dari layanan aplikasi yang mereka kembangkan ternyata memberikan keuntungan bagi perbankan
“Menarik menyimak pengembangan super apps di bank-bank besar karena saat ini pendapatan dari biaya layanan selain bunga kredit [noninterest income] meningkat,” katanya kepada Bisnis, Selasa (9/7/2024)
Maka tidak ayal, kata Nailul, bahwa sederet bank mengembangkan super apps yang dapat memperluas skala layanan dari layanan bank itu sendiri.
Kata Nailul, kini perbankan tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan dari margin bunga, namun pengembangan layanan perbankan melalui aplikasi juga mampu membuat para nasabahnya cukup intens melakukan transaksi.
“Jika pengembangan superapps bisa optimal, nasabah juga akan otomatis mengikuti dan dana masyarakat tidak mengalir ke dompet digital, melainkan tetap di bank tersebut, CASA akhirnya bisa optimal,” ujarnya.
Akan tetapi Nailul mewanti-wanti di tengah masifnya pengembangan ke arah digitalisasi keuangan bisa membuat super apps perbankan mampu menjadi shadow bagi bank digital di mana bisa jadi berbahaya bagi bank digital.
“Bank besar ini sudah punya nama di perbankan, juga merambah ke teknologi, maka bank digital harus memperluas juga layanan digitalnya,” ujarnya.
Alhasil, dia menyebut saat ini kuncinya adalah di ekosistem digital yang dimiliki oleh bank digital dan bank konvensional.
BNI Investigasi Bocornya Data Diri Nasabah yang Dipakai HRD untuk Daftar Pinjol
BNI berkomitmen memberikan layanan perbankan yang aman dan terpercaya. [573] url asal
#bni #wondr-bni #pinjaman-online #pujk #data-pribadi
(Republika - Ekonomi) 10/07/24 17:33
v/10325419/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI buka suara perihal bocornya data pribadi seorang nasabahnya, Dewi Rahmawati. Perempuan berusia 25 tahun itu mengaku data pribadinya disalahgunakan oleh HRD PT CAS tempat dia pernah melamar kerja untuk membuka rekening pinjaman online (pinjol). Hal tersebut diketahui setelah korban membuka aplikasi wondr by BNI.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan atas adanya kasus tersebut, pihaknya langsung melakukan investigasi mendalam kepada nasabah. Menurut Royke, penyalahgunaan tersebut kemungkinan terjadi di rekening payroll awal nasabah yang difasilitasi perusahaan dan pihak staf HRD-nya lah yang melakukan penyalahgunaan data sehingga terjadi kasus tersebut.
"Jadi, bukan salah wondr-nya. Enggak ada isu mengenai wondr. Dari sisi security-nya sih sudah kuat. Isunya tuh dulu dia (nasabah) pernah buka rekening saja," ujar Royke saat ditemui usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (8/7/2024) kemarin.
Royke mengatakan, BNI berkomitmen serius dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menindaklanjutinya. Sebagai bank milik negara, BNI juga berkomitmen memberikan layanan perbankan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.
Menanggapi hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam memberikan informasi berupa data diri pribadi terutama seperti NIK, KTP serta foto wajah. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan banyak kasus korban tidak menyadari bahwa data pribadi mereka digunakan secara tidak benar, sehingga nasabah harus selalu berhati-hati bila ada yang meminta data diri sebagai dalih, misalnya saat melamar pekerjaan atau untuk kepentingan lain yang sebenarnya tidak relevan.
“Karena pada dasarnya mereka (korban) tidak mengetahui bahwa datanya digunakan oleh pihak tidak bertangungjawab, (biasanya terjerat) lebih kepada (sifat) kepolosan, termasuk melamar pekerjaan,” katanya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan & Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan Juni 2024 yang diikuti secara daring, Senin (8/7/2024).
Bahkan, dalam POJK/22 2023 tertulis dengan jelas perihal data kerahasiaan dan konsumen. Aturan ini bahkan telah mempertimbangkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi
"Dalam ketentuan tersebut kita mengatur bahwa PUJK (pelaku usaha jasa keuangan) wajib bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan data konsumen, termasuk mewajibkan persetujuan konsumen atas penggunaan data pribadi di luar tujuan awal," kata Friderica.
Dalam atauran tersebut, PUJK dilaranguntuk memberikan data konsumen ke pihak lain. PUJK juga dilarang menggunakan data pibadi konsumen yang telah mengakhiri penggunaan pelayanannnya, hingga larangan menggunakan data pribadi konsumen yang permohanan atas penggunaannya sempat ditolak.
“Jangan sampai misal kita ajukan kredit, dibilang ditolak, ternyata data kita digunakan oleh pihak lain,” tegas Friderica.
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menyesalkan adanya laporan oknum HRD yang menggunakan data pribadi seorang pelamar kerja untuk mengajukan pinjaman online. Darmadi meminta jajaran BNI memperkuat pengamanan aplikasi perbankan milik BNI dan mendeteksi apa kelemahan dari aplikasi wondr by BNI agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
" Kami minta supaya enggak meresahkan ya supaya nanti Pak Dirut bisa mendeteksi semua karena ini kan luar biasa. Ini saya lihat transaksinya, Pak!", ujar Darmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran direksi BNI dan BTN, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2024) lalu.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi VI Evita Nursanty. Ia mengingatkan BNI untuk meningkatkan keamanan aplikasi perbankan yang ada. Sebab, pengamanan data perbankan sangat penting bagi masyarakat.
"Tingkatkan pengamanan security banking Bapak! Data Bapak! Karena yang tadi disampaikan teman saya itu memang terjadi. Suka enggak suka, kita enggak bisa menutup mata. Penipuan perbankan ini meningkat Pak," ucap Evita.
BNI Investigasi Bocornya Data Diri Nasabah yang Dipakai HRD untuk Daftar Pinjol
BNI berkomitmen memberikan layanan perbankan yang aman dan terpercaya. [573] url asal
#bni #wondr-bni #pinjaman-online #pujk #data-pribadi
(Republika - News) 10/07/24 17:33
v/10324643/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI buka suara perihal bocornya data pribadi seorang nasabahnya, Dewi Rahmawati. Perempuan berusia 25 tahun itu mengaku data pribadinya disalahgunakan oleh HRD PT CAS tempat dia pernah melamar kerja untuk membuka rekening pinjaman online (pinjol). Hal tersebut diketahui setelah korban membuka aplikasi wondr by BNI.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan atas adanya kasus tersebut, pihaknya langsung melakukan investigasi mendalam kepada nasabah. Menurut Royke, penyalahgunaan tersebut kemungkinan terjadi di rekening payroll awal nasabah yang difasilitasi perusahaan dan pihak staf HRD-nya lah yang melakukan penyalahgunaan data sehingga terjadi kasus tersebut.
"Jadi, bukan salah wondr-nya. Enggak ada isu mengenai wondr. Dari sisi security-nya sih sudah kuat. Isunya tuh dulu dia (nasabah) pernah buka rekening saja," ujar Royke saat ditemui usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (8/7/2024) kemarin.
Royke mengatakan, BNI berkomitmen serius dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menindaklanjutinya. Sebagai bank milik negara, BNI juga berkomitmen memberikan layanan perbankan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat.
Menanggapi hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam memberikan informasi berupa data diri pribadi terutama seperti NIK, KTP serta foto wajah. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan banyak kasus korban tidak menyadari bahwa data pribadi mereka digunakan secara tidak benar, sehingga nasabah harus selalu berhati-hati bila ada yang meminta data diri sebagai dalih, misalnya saat melamar pekerjaan atau untuk kepentingan lain yang sebenarnya tidak relevan.
“Karena pada dasarnya mereka (korban) tidak mengetahui bahwa datanya digunakan oleh pihak tidak bertangungjawab, (biasanya terjerat) lebih kepada (sifat) kepolosan, termasuk melamar pekerjaan,” katanya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan & Kebijakan OJK Hasil RDK Bulanan Juni 2024 yang diikuti secara daring, Senin (8/7/2024).
Bahkan, dalam POJK/22 2023 tertulis dengan jelas perihal data kerahasiaan dan konsumen. Aturan ini bahkan telah mempertimbangkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi
"Dalam ketentuan tersebut kita mengatur bahwa PUJK (pelaku usaha jasa keuangan) wajib bertanggung jawab atas kerahasiaan dan keamanan data konsumen, termasuk mewajibkan persetujuan konsumen atas penggunaan data pribadi di luar tujuan awal," kata Friderica.
Dalam atauran tersebut, PUJK dilaranguntuk memberikan data konsumen ke pihak lain. PUJK juga dilarang menggunakan data pibadi konsumen yang telah mengakhiri penggunaan pelayanannnya, hingga larangan menggunakan data pribadi konsumen yang permohanan atas penggunaannya sempat ditolak.
“Jangan sampai misal kita ajukan kredit, dibilang ditolak, ternyata data kita digunakan oleh pihak lain,” tegas Friderica.
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto menyesalkan adanya laporan oknum HRD yang menggunakan data pribadi seorang pelamar kerja untuk mengajukan pinjaman online. Darmadi meminta jajaran BNI memperkuat pengamanan aplikasi perbankan milik BNI dan mendeteksi apa kelemahan dari aplikasi wondr by BNI agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
" Kami minta supaya enggak meresahkan ya supaya nanti Pak Dirut bisa mendeteksi semua karena ini kan luar biasa. Ini saya lihat transaksinya, Pak!", ujar Darmad dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran direksi BNI dan BTN, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2024) lalu.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi VI Evita Nursanty. Ia mengingatkan BNI untuk meningkatkan keamanan aplikasi perbankan yang ada. Sebab, pengamanan data perbankan sangat penting bagi masyarakat.
"Tingkatkan pengamanan security banking Bapak! Data Bapak! Karena yang tadi disampaikan teman saya itu memang terjadi. Suka enggak suka, kita enggak bisa menutup mata. Penipuan perbankan ini meningkat Pak," ucap Evita.
Kejar Target Kinerja Double Digit, BNI Pastikan Keamanan Wondr by BNI
Super App Wondr BNI dilengkapi sejumlah fitur seperti bayar QRIS. [669] url asal
(Republika - Ekonomi) 10/07/24 15:49
v/10315648/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) telah membukukan laba bersih Rp 5,3 triliun di Kuartal I 2024 atau naik 2 persen secara secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun lalu, yakni Rp 5,22 triliun. Dengan pencapaian yang gemilang, bank pelat merah tersebut memproyeksikan target kredit hingga akhir tahun berada di kisaran low dobel digit sebesar 10 persen.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (8/7/2024). Sepanjang kuartal I/2024, BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 695,16 triliun, tumbuh 9,6 persen yoy.
“Jadi kami range-nya 9-10 persen enggak akan berubah,” ujar Royke.
Guna memperkuat posisinya dalam persaingan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), pada pekan lalu BNI merilis Super Apps bernama Wondr by BNI banking app. Harapannya nasabah dapat melakukan pengelolaan yang lebih terencana sesuai kebutuhan finansial.
Super App Wondr dilengkapi sejumlah fitur seperti bayar QRIS, top-up e-wallet, virtual account, transfer ke dalam dan luar negeri, hingga manajemen kartu. Tak hanya itu, Wondr juga dapat menampilkan seluruh aset yang dimiliki Perseroan dan anak perusahaan.
Kepada wartawan Royke mengatakan hadirnya Wondr bukan hanya membangun sistem teknologi semata. BNI menilai keberhasilan transformasi sangat bergantung pada sumber daya manusia yang memiliki mindset digital.
Perseroan berharap hadirnya Wondr ini menambah jumlah nasabah yang memiliki tabungan di BNI. Di mana, saat ini pengguna BNI mobile banking masih sekitar 16 juta pengguna.
Adapun untuk target jumlah nasabah setidaknya bisa tumbuh hingga dua kali lipat. Namun, ia sadar bahwa untuk di tahun-tahun awal ini, pertumbuhannya setidaknya bisa di kisaran 10 hingga 20 persen.
"Tahun depan diharapkan naik lebih banyak. Karena sudah pindah semua kan ke wondr by BNI dan kalau untuk target DPK (dana pihak ketiga) target kami rata-rata masih di kisaran 9-10 persen," ujar Royke.
Royke menambahkan, salah satu tujuan dari peluncuran Wondr adalah meningkatkan kontribusi dana murah atau CASA yang dimiliki. Terlebih, peluncuran ini tepat di saat industri dihantam oleh era suku bunga tinggi.
"Ini game changer-nya, makanya bank itu kan tak hanya kredit harus sehat, tapi harus punya CASA yang memadai. Supaya survive di dalam kondisi ekonomi seperti ini,” kata Royke.
Kehadiran superapp ini....
Namun, ia juga menyadari bahwa kehadiran superapps terbaru ini tak serta-merta bisa meningkatkan CASA secara signifikan. Artinya, peningkatan pun diharapkan bisa terjadi secara bertahap, di mana saat ini porsi CASA yang dimiliki oleh BNI ada di kisaran 70 persen.
"Kami inginnya bertahap, 75 persen nanti jadi 80 persen gitu," ucap dia.
Kehadiran Wondr by BNI juga menjadi sorotan anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran direksi BNI dan BTN, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2024) lalu. Darmadi menyesalkan adanya laporan oknum HRD yang menggunakan data pribadi seorang pelamar kerja untuk mengajukan pinjaman online. Hal tersebut diketahui setelah korban membuka aplikasi Wonder by BNI.
Darmadi meminta jajaran BNI memperkuat pengamanan aplikasi perbankan milik BNI dan mendeteksi apa kelemahan dari aplikasi Wonder by BNI agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
" Kami minta supaya enggak meresahkan ya supaya nanti Pak Dirut bisa mendeteksi semua karena ini kan luar biasa. Ini saya lihat transaksinya, Pak!", ujar Darmadi.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi VI Evita Nursanty. Ia mengingatkan BNI untuk meningkatkan keamanan aplikasi perbankan yang ada. Sebab, pengamanan data perbankan sangat penting bagi masyarakat.
"Tingkatkan pengamanan security banking Bapak! Data Bapak! Karena yang tadi disampaikan teman saya itu memang terjadi. Suka enggak suka, kita enggak bisa menutup mata. Penipuan perbankan ini meningkat Pak," ucap Evita.
Saat peluncuran Wondr by BNI pada Jumat pekan lalu, Direktur Technology and Operations BNI Toto Prasetio memastikan keamanan data nasabah. Desain aplikasi Wndr by BNI menurutnya sudah menggunakan standar keamanan yang terdiri dari beberapa layer.
Hal ini terlihat dari belanja modal yang sudah disiapkan BNI pada tahun ini yang mencapai Rp 1,9 triliun. Dari total belanja modal tersebut, 10 hingga 15 persen digunakan untuk sistem keamanan.
“Belanja modal memang meningkat karena BNI sedang lakukan transformasi besar,” tegasnya.
Superapp jadi Mesin Baru Bank Jumbo Tarik Dana Murah saat Era Bunga Tinggi
Superapp dinilai mampu mengerek dana murah (current account saving account/CASA) yang diincar bank di tengah tantangan tingginya suku bunga acuan pada 2024. [1,237] url asal
#superapp-bank #superapp-bni #wondr-bni #aplikasi-superapp-bank #aplikasi-bni #btn-mobile #brimo #dana-murah-bank #casa
(Bisnis.Com - Finansial) 10/07/24 13:18
v/10301983/
Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah bank-bank besar, seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), berupaya mengembangkan aplikasi super alias superapp pada 2024. Superapp dinilai mampu mengerek dana murah (current account saving account/CASA) yang diincar bank di tengah tantangan tingginya suku bunga acuan pada 2024.
BNI misalnya berupaya meningkatkan porsi dana murah lewat superapp yang baru diluncurkan yakni wondr by BNI. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan BNI memang tahun ini berupaya mengerek CASA-nya untuk menghadapi tantangan likuiditas di tengah tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
Terbaru, BI telah mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19-20 Juni 2024.
Dalam RDG pada April 2024, BI telah memutuskan untuk menaikan suku bunga acuannya atau BI Rate 25 basis poin (bps) dari 6% ke 6,25%. Kenaikan suku bunga acuan saat itu menjadi yang pertama kali sejak Oktober 2023.
Menurutnya, tingginya suku bunga acuan akan menekan biaya dana (cost of fund/CoF). Perbankan pun mengakalinya dengan mengerek porsi dana murah.
"Di tengah likuiditas ketat, BNI berkomitmen menjaga pertumbuhan DPK [dana pihak ketiga] khususnya berbasis transaksi agar dapat terus tumbuh sesuai dengan market," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (8/7/2024).
Pada kuartal I/2024, BNI memiliki dana murah sebesar Rp543,5 triliun atau 69,7% dari DPK. Nilai dana murah naik 6% secara tahunan (year on year/yoy). Adapun porsi dana murah pun naik, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada level 68,9%.
“[Superapp wondr] jadi game changer-nya. Bank itu kan kredit harus sehat dan punya CASA supaya survive di dalam kondisi ekonomi seperti ini, salah satu pilar fundamental yang diubah adalah platform ritel kami ubah jadi superapp ini,” ujarnya pada awak media usai Peluncuran wondr by BNI pekan lalu (5/7/2024).
Dia pun menargetkan untuk bisa meningkatkan dana murahnya. “Ke depan harusnya lebih baik. Kami ingin [porsi CASA] bertahap naik 75%-80%,” ujarnya.
Senada, Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan peluncuran wondr memang memiliki tujuan untuk memperbaiki struktur pendanaan BNI.
“Kami memang menyasar ke nasabah ritel, kalau nasabah ritel naik [maka] target avegerage balance naik dan cost of fund lebih terkontrol,” ujarnya kepada awak media, pekan lalu (6/7/2024).
Bahkan, perseroan menargetkan kenaikan yang signifikan, di mana jumlah transaksi BNI yang kini mencapai 5 juta, diharapkan dapat menyentuh 7 juta di akhir tahun dengan menggunakan wondr BNI.
Sebelum merilis wondr, BNI memiliki pengguna mobile banking sebanyak 16,9 juta per Maret 2024, tumbuh 18,5% yoy.

Direktur Utama BNI (BBNI) Royke Tumilaar di acara peluncuran super app wondr by BNI di Jakarta, Jumat (5/7/2024). JIBI/Arlina Laras
Lalu, jumlah frekuensi transaksi Mobile Banking BNI pada kuartal I/2024 meningkat 53,9% yoy menjadi 318 juta.
Dari segi nilai transaksi, Mobile Banking BNI mencapai Rp347 triliun, tumbuh 35,9% yoy dari sebelumnya Rp255 triliun. Rata-rata harian untuk jumlah transaksi mencapai Rp3,49 juta pada kuartal I/2024, naik 63,1% yoy dari sebelumnya 2,14 juta pada kuartal I/2023.
Selain BNI, BTN pun mengandalkan superapp untuk mendongkrak CASA. BTN telah meluncurkan superapp-nya BTN Mobile pada awal tahun lalu. "Kami lagi seru-serunya aktif di mobile. Ada BTN Mobile," kata Nixon pada Senin (8/7/2024).
Hingga akhir Maret 2024, jumlah pengguna aktif BTN Mobile mencapai 1,4 juta, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,5 triliun hingga akhir kuartal I/2024, bertumbuh pesat sebesar 60,1% yoy. "Sudah terdapat 16 fitur baru untuk membantu transaksi di BTN Mobile,” ujar Nixon.
Nixon mengatakan BTN Mobile mampu menjadi pengerek pendanaan di BTN, terutama dana murah. Pertumbuhan DPK di BTN ditopang salah satunya oleh meningkatnya jumlah pengguna aplikasi BTN Mobile serta transaksi yang dilakukan.
Meski begitu, BTN mencatatkan penurunan porsi dana murahnya pada kuartal I/2024 menjadi 49,9%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 52,2%. "Ini karena terjadi pertumbuhan pesat di deposito seiring dengan tingginya bunga deposito," ujarnya.
Adapun, Nixon mengatakan selain mampu mendongkrak pendanaan, BTN Mobile juga mampu mendongkrak pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee based income).
Pada kuartal I/2024, transaksi fee based income naik 14,8% yoy menjadi dari tahun sebelumnya sebesar Rp1 triliun di tengah pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mengalami pemberatan seiring tren suku bunga yang menanjak.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turut memburu dana murah di tengah tantangan suku bunga tinggi 2024.
"DPK mampu dihimpun Rp1.416,21 triliun. Masih didominasi CASA karena tidak lepas dari aspirasi BRI fokus ke low. Perseroan masih punya ruang tumbuh lebih baik lagi untuk mendongkrak dana murah," kata Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto.
Pada kuartal I/2024, BRI telah mencatatkan dana murah Rp873,29 triliun, naik 7,8% yoy. Porsi dana murah pun mencapai 61,66% terhadap DPK.
Di antara strategi BRI dalam mendongkrak CASA adalah dengan memanfaatkan superapp-nya BRImo. BRI mencatatkan jumlah pengguna BRImo sebanyak 33,5 juta pada kuartal I/2024, tumbuh 30,3% yoy. Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, jumlah transaksi tumbuh signifikan 55,2% mencapai 969,6 juta transaksi pada tiga bulan awal 2024.
Adapun, nilai transaksi BRImo mencapai Rp1.251,1 triliun pada kuartal I/2024 tumbuh 41,8% yoy dari sebelumnya Rp881,8 triliun.
Catur mengatakan selain mendongkrak dana murah, transaksi di BRImo mampu mendorong fee based income. "Kami bisa meningkatkan fee based income 6,92% yang menjadi faktor pendorong laba BRI. Ini tidak lepas dari kontribusi superapp BRImo," ujarnya.
Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto mengatakan BRI juga terus berupaya mengembangkan superapp-nya itu. BRI misalnya memperluas layanan pembayaran lintas negara (cross-border) dengan memanfaatkan QRIS di Singapura melalui super app BRImo.
“QRIS cross-border adalah layanan pembayaran yang memungkinkan pengguna BRImo untuk melakukan pembayaran di luar negeri. Dengan fitur ini, nasabah dapat menikmati kemudahan transaksi internasional tanpa kerumitan konversi mata uang,” katanya.
Tantangan Pengembangan Superapp
Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan penyediaan superapp oleh bank-bank besar di Indonesia pada dasarnya adalah untuk meningkatkan layanan kepada nasabahnya dengan tidak hanya menyediakan layanan perbankan tradisional.
Bank pun menyediakan berbagai layanan mulai dari gaya hidup, investasi, dan e-commerce, serta menciptakan ekosistem finansial yang lengkap bagi nasabah.
"Superapp juga memang dapat menjadi alat yang efektif untuk menarik CASA, meningkatkan fee based income, dan mendorong pertumbuhan bisnis bank," katanya kepada Bisnis pada Selasa (9/7/2024).
Meski begitu, ada tantangan yang dihadapi bank dalam pengembangan superapp itu. "Tantangannya kompleksitas pengoperasian, pemeliharaan, dan risiko keamanan yang turut meningkat. Kompleksitas superapp berpotensi membingungkan nasabah, dan integrasi layanan yang belum optimal dapat menyebabkan ketidakpuasan," ujarnya.
Apalagi, sektor perbankan rawan terkena serangan siber. Berdasarkan data dari Checkpoint Research 2022, sektor jasa keuangan termasuk perbankan mendapatkan 1.131 kali serangan siber setiap pekannya.
Sementara, data International Monetary Fund (IMF) pada 2020 menyebutkan total kerugian rata-rata tahunan akibat serangan siber di sektor jasa keuangan secara global mencapai sekitar US$100 miliar.
Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha mengatakan sektor perbankan kerap kali menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber karena mempunyai nilai ekonomi yang besar. “Perbankan selalu akan dilihat pertama, karena ini adalah industri yang berjalan berdasarkan kepercayaan dan keamanan,” tuturnya.
Tahun lalu, serangan siber juga dikabarkan menimpa PT Bank Syariah Indonesia Tbk. alias BSI (BRIS). Bank syariah terbesar di Indonesia itu diduga mengalami kebocoran data nasabah oleh kelompok ransomware LockBit di situs dark web. Total data yang dibocorkan mencapai 1,5 TB mencakup data nasabah dan karyawan BSI.
Perbandingan Super App wondr by BNI Vs Livin by Mandiri, Simak!
Dua bank BUMN memiliki super app untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi. Simak perbandingan wondr BNI vs Livin Mandiri. [715] url asal
#bni #wondr #superapp #wondr-bni #livin-mandiri
(Bisnis.Com - Finansial) 06/07/24 10:38
v/9840153/
Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) telah merilis superapp bernama wondr by BNI banking app untuk dapat melakukan pengelolaan yang lebih terencana sesuai kebutuhan finansial. Lantas seperti apa perbandingan dengan superapp besutan bank pelat merah jumbo yakni Livin’ by Mandiri?
Melansir dari situs resmi perusahaan, wondr by BNI dilengkapi sejumlah fitur seperti bayar QRIS, top-up e-wallet, virtual account, transfer ke dalam dan luar negeri hingga manajemen kartu.
Lebih lanjut, dalam wondr by BNI dapat menampilkan seluruh aset yang dimiliki di BNI dan anak perusahaan (BNI Life- Bancassurance dan BNI Sekuritas – Saham)
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan alasan perseroan baru merilis superapp terbarunya lantaran ini bukanlah hanya tentang membangun sistem teknologi semata. Namun juga, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada sumber daya manusia yang memiliki mindset digital.
"Ini kan bagian dari transformasi. Bangun sistem memang gampang, tapi kan SDM harus juga punya mindset digital. Kalau enggak mindset digital, ini costly [mahal]. Ini penting, tapi paling penting manusianya. Karena digital suatu yang berbeda," ucapnya.
Lebih lanjut, Royke menyebut bahwa perseroan memang berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan finansial masyarakat, salah satunya solusi pengelolaan keuangan yang relevan.
Lebih rinci, aplikasi wondr by BNI dilengkapi dengan 3 Dimensi Keuangan yang unik (Transaksi, Insight, dan Growth), yang mencerminkan konsep masa kini, masa lalu, dan masa depan.
Melalui Transaksi mendukung kebutuhan keuangan real-time nasabah dengan fitur seperti transfer domestik, pembayaran tagihan, dan pengaturan jadwal transfer. "Semua Rekening Tabungan dan Kartu Kredit bisa jadi sumber dana transaksi," tulis perseroan.
Dengan Insight, nasabah dapat memantau sekaligus menganalisis keuangan mereka sebelumnya melalui tampilan rekap keuangan yang lengkap setiap harinya.
"Pantau pemasukan dan pengeluaran di wondr by BNI dan channel BNI lainnya. Pengelompokan kategori pemasukan dan pengeluaran secara otomatis," demikian isi keterangan terkait wondr by BNI.
Sementara itu, Growth berfokus pada perencanaan masa depan dengan menyediakan berbagai pilihan produk finansial yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, seperti investasi dan tabungan, memberikan nasabah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara finansial sesuai kebutuhan mereka.
"Jual beli reksadana lebuh mudah. Buka deposito mulai dari Rp1 juta," tulisnya.
Pada saat yang sama, Direktur Technology and Operations BNI Toto Prasetio mengatakan pihaknya juga akan melakukan tambahan di bagian ‘Insight’ agar nasabah dapat mengelola keuangan secara teratur.
“Banyak orang bilang kok duit saya habis, dipakai buat apa sih? Nah, di sini dengan bantuan aplikasi wondr orang bisa mengkategorikan pengeluaran buat apa. Saat ini ada 9 kategori, ke depan akan dipertajam lagi,” tuturnya pada awak media.
Livin’ by Mandiri
Secara usia, Livin' by Mandiri memang lebih matang dibandingkan dengan wondr by BNI. Livin' by Mandiri telah diluncurkan sejak Oktober 2021, sementara wondr by BNI baru diperkenalkan Juli 2024.
Livin’ by Mandiri diluncurkan memenuhi kebutuhan nasabah dalam menabung, bertransaksi, meminjam, dan mengembangkan finansial melalui ratusan fitur inovatif.
Sama seperti wondr by BNI, Livin’ by Mandiri telah menjadi produk utama Bank Mandiri untuk segmen ritel yang menawarkan berbagai keunggulan.
Hingga kuartal I/2024, Livin’ by Mandiri menghadirkan fitur pembayaran QRIS dengan tiga pilihan sumber dana (tabungan, kartu kredit, dan paylater), Tap to Pay, QR Cross Border, dan Solusi Valas yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi di luar negeri tanpa konversi.
Tak hanya transaksi finansial, nasabah juga dapat menggunakan layanan Livin’ by Mandiri untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup melalui fitur Sukha.
Bank Mandiri pun merilis fitur terbarunya, Livin’ KPR kepada nasabah sebagai solusi inovatif dalam pengajuan KPR.
Fitur ini menawarkan berbagai kemudahan seperti pilihan properti variatif, suku bunga kompetitif, diskon biaya provisi, serta formulir pengajuan yang simpel.
Kehadiran Paylater
Dengan sederet inovasi menarik yang memberikan banyak benefit pada superapp keduanya, terdapat perbedaan yang mencolok yakni terkait kehadiran Paylater.
Bank Mandiri sendiri merilis secara luas fitur paylater atau Livin' Paylater mulai Desember 2023, sementara itu BNI sendiri masih mempertimbangkan kehadiran fitur tambahan tersebut.
Meski demikian, BNI tidak menutup kemungkinan untuk bisa mengintegrasikan layanan buy now pay later di superapp wondr.
Direktur Technology and Operations BNI Toto Prasetio mengatakan meski memiliki aplikasi superapp terbaru, BNI belum memutuskan untuk langsung menyematkan fitur BNPL di wondr.
Hal ini lantaran menghindari tumpang tindih dengan produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang sudah ada.
“Iya agar tidak overlapping [KTA dan paylater]. Pendekatan saat ini kita kerja sama dengan third party BNPL, dibanding bangun di aplikasi sendiri, tapi bisa saja berubah tergantung kondisi market,” ujarnya pada awak media usai Peluncuran wondr by BNI, Jumat (5/7/2024).