#30 tag 24jam
Jokowi Sempat Kesal Ada Impor Baju Bekas, Kok Thrifting Masih Edar Bebas?
Impor pakaian bekas sempat dikecam keras untuk bebas masuk Indonesia. [621] url asal
#thrifting #pakaian-bekas #baju-bekas
(detikFinance - Finansial) 05/07/24 18:33
v/9772105/
Jakarta - Impor pakaian bekas sempat dikecam keras untuk bebas masuk Indonesia. Hal ini terbukti dari diterbitkannya aturan larangan baju impor bekas melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat kesal dengan membanjirinya pakaian bekas impor yang masuk ke Indonesia. Pasalnya, produk-produk tersebut dapat mengganggu industri tekstil dalam negeri.
"Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri. Sangat mengganggu industri tekstil dalam negeri! Jadi yang namanya impor pakaian bekas harus setop," tegas Jokowi ditemui di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2023) lalu.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memusnahkan pakaian dan alas kaki bekas asal impor senilai Rp 174,8 miliar sepanjang tahun 2023. Hal ini disampaikan langsung oleh Mendag Zulkifli Hasan alias Zulhas.
"Merespons maraknya perdagangan yang dilarang, importasi sesuai Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) 40 Tahun 2022, dan seterusnya saya pimpin langsung pemusnahan senilai Rp 174,8 miliar," ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Kantor Kemendag Jakarta, dikutip dari Antara.
Zulhas menyebut pihaknya telah melakukan pengawasan terhadap 1.061 pelaku usaha yang terdiri dari 497 pelaku usaha hasil pengawasan kegiatan sektor perdagangan dan 594 pelaku usaha hasil pengawasan post border.
Meski begitu, upaya tersebut nyatanya belum menekan edaran baju bekas impor di dalam negeri. Hal ini dapat dilihat dari munculnya pusat belanja thrifting baru di Tanah Abang bernama Moiz Trade Center. Pusat belanja khusus thrifting tersebut baru dibuka bulan Juni lalu.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan pemerintah harus lebih konsisten dan masif lagi dalam memberantas pakaian impor bekas. Pasalnya, hal tersebut dapat memperparah kondisi Industri tekstil dalam negeri.
"Intinya sih pemerintah harus konsisten secara masif secara serius semua kebijakannya memang harus menangkal banjir produk impor karena itu sudah parah terutama di industri tekstil," kata Faisal kepada detikcom.
Dia mendorong pemerintah untuk menutup semua celah atau pintu yang dapat membawa masuk produk impor. Dia juga menekankan tidak hanya produk impor bekas saja, tapi juga produk impor legal.
"Semua langkah, semua pintu, mulai dari legal sampai ilegal, sampai thrifting semuanya itu mesti dilakukan dihindari banjir impor, termasuk thrifting. Kalau yang impor tadi termasuk salah satu yg harus dikontrol," jelasnya.
Senada Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai tingginya permintaan masyarakat terhadap pakaian bekas ini memicu suburnya penjual-penjual pakaian bekas tersebut. Apalagi, bisnis jual beli pakaian bekas memang menggiurkan karena pedagang meraup keuntungan 3 kali lipat bahkan lebih.
"Dari berbagai observasi di lapangan, sebagian besar pedagang mengaku sudah balik modal hanya dengan menjual 20% dari ratusan lembar pakaian bekas yang dibelinya. Pedagang dapat menjual pakaian bekas dengan berbagai kualitas dengan kisaran harga dari Rp 15.000 sampai Rp 250.000 per lembar. Padahal mereka hanya mengeluarkan modal sekitar Rp 14 juta untuk satu bal yang terdiri 200-300 lembar pakaian bekas," katanya kepada detikcom.
Dia menekankan perlu upaya serius untuk menyelesaikan masalah ini, dengan gerakan memberantas penyelundupan impor pakaian bekas. Menurutnya, banjir impor pakaian bekas sebagai bukti lemahnya sistem pengawasan dan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia.
Pemerintah dapat melakukan tracking dengan cara mengikuti jejak aktor (follow the actor) importer pakaian bekas. Kemudian upaya serius untuk mendeteksi kemungkinan manipulasi kode Harmonized System (HS) juga harus dilakukan, mengingat kode HS ini menentukan apakah barang tersebut bisa masuk atau tidak ke suatu negara dan seberapa besar pajak yang harus dibayar atas barang tersebut.
"Selain itu, pelonggaran izin impor Angka Pengenal Impor Umum (APU) untuk saat ini sebaiknya dihentikan sementara untuk mencegah kemungkinan impor pakaian bekas. Sebaiknya Pemerintah memprioritaskan izin impor Angka Pengenal Impor Produsen (API-P). API-P hanya diberikan kepada perusahaan yang melakukan impor barang untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, bahan penolong, dan/atau bahan untuk mendukung proses produksi," imbuhnya.
(kil/kil)
Di Tengah Heboh Impor Pakaian Bekas, Ternyata Ada Pusat Thrifting di Jakarta
Pasar Tanah Abang kembali menghadirkan pusat perbelanjaan baru bernama Moiz Trade Center (MTC). [729] url asal
#baju-bekas #thrifting #tanah-abang
(detikFinance - Perencanaan Keuangan) 05/07/24 14:00
v/9759543/
Jakarta - Pasar Tanah Abang kembali menghadirkan pusat perbelanjaan baru bernama Moiz Trade Center (MTC). Pusat belanja baru ini terletak di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
MTC ini diklaim menjadi pusat belanja pedagang thrifting, impor, hingga supplier pabrik besar China. Berdasarkan pantauan detikcom, Jumat (5/7/2024), MTC terdiri dari 7 lantai. Sebelum memasuki gedung, tulisan Moiz Trade Center Pusat Grosir Fashion terpahat besar di dinding gedung.
"Selamat Datang Guangzhou Trading. Moiz Trade Center telah bergabung pedagang thrifting, impor, konveksi, lokal, dan sisa bendungan ekspor. Telah bergabung supplier dan pabrik terbesar China," tulis informasi di pintu masuk.
Memasuki lantai dasar, detikcom dilihat sejumlah karung pakaian yang masih terbungkus. Ada beberapa kios yang masih tutup, ada juga yang sudah buka. Sepanjang detikcom melihat, setidaknya lantai 1 ada 20 kios dari sekitar 100 kios yang tersedia.
Di lantai dasar, tersedia pakaian wanita dewasa, mulai dari aneka jenis rok, baju, sweater, hingga kemeja. Produk yang dijual bisa lusinan, bisa juga satuan. Di lantai ini ternyata tidak semua produk impor, ada juga yang jual dari produksi dalam negeri.
Berbeda dengan lantai dasar yang banyak karung pakaian, lantai 1 justru masih terlihat sepi. Hanya beberapa kios yang buka. Adapun pengumuman berisi informasi kios disewakan.
Lantai 1 ini diperuntukkan untuk pakaian remaja. Harganya pun beragam mulai dari Rp 35.000- Rp 100.000 per potongnya. Produk yang dijual ada berasal dari China, Taiwan, dan Korea.
Sama halnya dengan lantai 1, di lantai 2 makin sepi pedagang. Banyak kios yang belum buka, meskipun telah ada penyewanya. Berdasarkan papan informasinya, lantai 2 diperuntukkan untuk pakaian tidur, celana, jeans, legging. Namun, detikcom hanya melihat pakaian wanita dewasa, seperti sweater, blouse, dan kemeja.
Semakin ke atas, kios yang dibuka pun makin sepi. Meski begitu, setidaknya masih ada 5-10 kios yang buka. Rata-rata mereka menjual pakaian wanita dewasa, seperti outer, blouse, dan sweater. Ada yang menjual dengan harga Rp 100.000 dapat 5 pcs. Ada juga yang menjual seharga Rp 100.000 dapat 3 pcs. Harga tersebut tergantung bahan dan kualitas produk tersebut.
Lantai 6 dan 7 dikhususkan untuk barang-barang impor baju bekas alias thrifting. Hal ini dapat dilihat dari spanduk yang tertulis di pelataran parkiran MTC.
"Grand Opening Pusat Thrifting lantai 6 & 7," tulis pengumuman tersebut.
Hal ini juga dikonfirmasi dengan pedagang di sana. Salah satu pedagang yang ditemui di lantai 6 mengatakan lantai 6-7 memang akan dijual produk-produk baju bekas impor. Dia sendiri menjual produk bekas impor asal China dan Taiwan.
"Iya ini (baju bekas) dari China, Taiwan. Ada yang Rp 35.000, ada yang Rp 100.000, tergantung kualitasnya biasanya ada noda dan lain-lain," katanya pada detikcom.
Dia menjual produk-produk baju bekas, seperti kemeja, blouse, celana. Meski begitu, dia bilang tidak hanya menjual pakaian, tapi juga sepatu wanita. Khusus untuk wanita, dia menyebut produknya baru.
Senada, seorang pedagang di lantai 7 mengatakan pusat thrifting memang di lantai 6 dan 7. Sayangnya, belum banyak kios yang buka lantaran pusat belanja tersebut masih terbilang baru.
"Baru sebulan dari Juni kemarin, baru buka. Ini thrifting ya thrifting nggak bisa tahu dari mana, ada yang dari China, Jepang, Taiwan," katanya kepada detikcom.
Saat ditemui di lokasi, ada karyawan yang juga sedang melakukan live TikTok. Selain berdagang secara offline, dia mengaku memang berjualan secara online. Dia menjual berbagai jenis produk pakaian, mulai dari blazer, blouse, celana pendek, rok, hingga jaket perempuan.
Untuk jam operasionalnya sendiri, dia bilang mula dari jam 06.00 sampai jam 17.00 WIB. Namun, dia sendiri biasanya buka toko pukul 10.00 WIB atau 13.00 WIB.
Selain baju impor bekas, ada juga baju impor baru yang didatangkan dari luar. Salah satu karyawan kios yang tak ingin disebutkan namanya menyebut pihaknya menjual berbagai macam produk mulai dari pakaian pria hingga pakaian wanita.
Khusus pakaian pria, dia menyebut mengambil dari konveksi lokal dan dijual secara grosiran. Rata-rata harganya pun Rp 65.000- Rp 75.000 per potong.
Namun, untuk pakaian wanita pihaknya menjual dengan harga Rp 100.000 dapat 3 potong. Dia bilang semua produk pakaian wanita itu baru dan berasal dari luar.
"Ini lokal (pakaian pria), ada pakaian perempuan dari luar juga. Kalau luar dari China," katanya saat ditemui detikcom.
Senada, karyawati salah satu kios di lantai 3 menyebut dia menjual produk pakaian perempuan baru dari Bangkok. Namun, pihaknya baru dapat menjual secara grosiran.
"Baru, ini dari Bangkok. Harganya jauh lebih murah cuma Rp 80.000 aja," ujarnya.
(kil/kil)