Bank regional asal Thailand, KBank berkomitmen untuk memperluas kemitraan regional dengan menggandeng Bank Maspion dan memberikan layanan keuangan terbaik ... [638] url asal
Bangkok (ANTARA) - Bank regional asal Thailand, KBank berkomitmen untuk memperluas kemitraan regional dengan menggandeng Bank Maspion dan memberikan layanan keuangan terbaik yang mampu memberdayakan bisnis serta perdagangan lintas negara.
President of KBank Pipit Aneaknithi di Bangkok, Thailand, Kamis mengatakan bahwa dengan adanya investasi di Bank Maspion di Indonesia, menjadi komitmen untuk memperluas kemitraan regional oleh bank yang didirikan pada 1945 dan berpusat di Thailand tersebut.
"KBank berkomitmen untuk menjadi regional bank of choice. Investasi kami di Bank Maspion, menegaskan dedikasi kami untuk memperluas kemitraan regional, sembari turut memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia dan Thailand," kata Pipit.
Pipit menjelaskan, strategi pertumbuhan regional KBank fokus pada pasar ASEAN, China, Jepang dan Korea Selatan (MEA+3). Kawasan tersebut memiliki potensi sumber daya manusia dengan tenaga kerja yang besar serta kelas menengah yang terus berkembang.
Menurutnya, dengan kondisi tersebut menciptakan peluang bagi KBank untuk memanfaatkan keahliannya dalam teknologi dan keberlanjutan, yang didukung dengan jaringan luas lebih dari 70 mitra keuangan di 13 negara.
"Sebagai bank regional terkemuka dengan keahlian teknologi, KBank bangga akan legasi yang telah kami bangun," katanya.
KBank mengembangkan aplikasi bernama K PLUS, yang digunakan lebih dari 24 juta pengguna regional, dan memberikan dampak transformatif. KBank berkomitmen terhadap inklusi keuangan dan memastikan layanan perbankan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
"Dengan mengintegrasikan inovasi terkini dan praktik berkelanjutan, KBank siap mendorong pengembangan sektor keuangan di seluruh kawasan MEA+3 dengan tetap fokus untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi mitra, bisnis, dan konsumen," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Executive Vice President of KBank and President commissioner of Bank Maspion Chat Luangarpra menambahkan, selain keunggulan teknologi pihaknya juga mendorong transformasi Bank Maspion untuk meningkatkan kemampuan.
"Selain teknologi, KBank juga akan terus mendukung setiap kapabilitas untuk mentransformasi Bank Maspion, dari bank kecil untuk menjadi bank berstandar internasional," kata Chat.
Chat menambahkan, sejumlah transformasi untuk meningkatkan kapabilitas Bank Maspion tersebut adalah seperti manajemen risiko, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), operasional dan yang lainnya.
Sementara itu, President Director of Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi mengatakan bahwa pihaknya melihat masa depan yang cerah untuk Bank Maspion. Diharapkan, Bank Maspion bisa masuk dalam 20 bank besar di Indonesia.
“Kami melihat masa depan yang cerah bagi Bank Maspion. Dengan tambahan modal, kami berkomitmen untuk mencapai status KBMI 3 pada 2027 dan memposisikan Bank Maspion diantara 20 bank terbesar di Indonesia," katanya.
Executive Chairman of KBTG Voranuch Dejakaisaya berfoto bersama Chief Infomation Security Officer KBTG Chatchawat Asawarakwong di Bangkok, Kamis (17/10/2024). ANTARA/Vicki Febrianto. KBank melalui Kasikorn Business Technology Group (KBTG) melakukan pengelolaan seluruh teknologi informasi, termasuk di Bank Maspion. Sejak Bank Maspion menjadi mitra KBank, KBTG melakukan sejumlah asesmen.
"Kita melakukan asesmen TI, aplikasi, infrastruktur, SDM dan termasuk keamanan siber. Setelah itu, kami lakukan peningkatan infrastruktur," kata Executive Chairman of KBTG Voranuch Dejakaisaya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian KBank, adalah terkait keamanan siber dalam seluruh operasi. Chief Infomation Security Officer KBTG Chatchawat Asawarakwong menambahkan, terkait keamanan siber pihaknya melakukan edukasi terhadap SDM Bank Maspion.
"Kami mengedukasi karyawan untuk keamanan siber, salah satunya terkait mencurigai email yang masuk dalam inbox mereka. SDM kita pastikan untuk mengetahui ada bahaya dari email yang masuk kepada para pekerja," katanya.
Sejak 2017, KBank menjadi mitra strategis Bank Maspion dengan kepemilikan saham sebesar 9,99 persen yang kemudian menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 67,5 persen pada 2022 dan pada 2023 menjadi 84,55 persen usai menyuntikkan tambahan modal Rp3,5 triliun.
KBank berkeyakinan potensi pertumbuhan Indonesia dan bertekad untuk memainkan peran penting dalam meningkatkan sektor perbankan dengan menawarkan produk dan layanan berkualitas bagi bisnis dan individu.
Sebagai pemegang saham terbesar Bank Maspion, KBank berkomitmen untuk mendukung industri perbankan Indonesia pada empat area utama yakni kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kemudian, KBank juga akan meningkatkan pembiayaan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), memperkuat pembiayaan perdagangan regional dengan memanfaatkan jaringan dan mempercepat transformasi digital.
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (Bank MAS) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT APP Purinusa Ekapersada (APP) untuk layanan pembiayaan rantai pasok ... [272] url asal
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (Bank MAS) menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT APP Purinusa Ekapersada (APP) untuk layanan pembiayaan rantai pasok (supply chain financing).
"Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kinerja penyaluran kredit Bank MAS sekaligus mendukung kinerja operasional APP," kata Direktur Utama PT Bank Multiarta Sentosa Danny Hartono di Jakarta, Senin.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi Bank MAS dalam mengembangkan portofolio kreditnya, di mana kolaborasi dengan berbagai mitra dari berbagai jenis industri sangat diperlukan untuk membantu percepatan pertumbuhan usaha Bank MAS ke depan.
Hingga akhir Juli 2024, aset Bank MAS tumbuh sebesar 3,50 persen dari Rp27,39 triliun menjadi Rp28,35 triliun, sementara penyaluran kredit Bank MAS meningkat sebesar 4,15 persen menjadi Rp10,10 triliun dari Rp9,70 triliun pada Desember 2023.
Bersama dengan mitra strategis lainnya seperti Wings Group, Bank MAS juga sedang menggalakkan penyaluran kredit secara digital bagi nasabah penggajian (payroll) serta nasabah usaha kecil dan mikro.
Saat ini bank tersebut juga sedang mempersiapkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sedang dalam proses perizinan dan diharapkan dapat disalurkan pada 2024.
Bank itu juga merencanakan pembukaan empat kantor cabang baru pada 2024 di Karawang, Cirebon, Kediri, dan Samarinda.
"Pembukaan cabang baru ini akan beriringan dengan pengembangan layanan digital banking, yang akan difokuskan di sentra-sentra ekonomi di Indonesia maupun di area yang tergabung dalam ekosistem Wings Group," ujar Danny.
Bank tersebut akan terus memperkuat jaringan usahanya melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis serta pengembangan layanan digital banking, guna memastikan jangkauan usaha yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan iklim usaha di Indonesia.