Wuling Motors bakal memproduksi baterai mobil listrik canggih bernama MAGIC Battery di Indonesia pada akhir 2024. Lantas, apa yang membuatnya spesial dan berbeda dibandingkan baterai lain?
Sebelumnya, kepastian MAGIC Battery diproduksi di Indonesia mulai akhir tahun ini disampaikan Liu Yan selaku Marketing Operation Director Wuling Motors. Dia mengklaim, investasi untuk membangun pabrik baterai tersebut mencapai US$ 500 juta atau sekira Rp 7,6 triliun.
"Wuling akan meneruskan langkah untuk memproduksi baterai Wuling EV di Indonesia pada akhir 2024. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Wuling dalam berpartisipasi membangun ekosistem EV di Indonesia dan menambah kenyamanan serta ketenangan bagi setiap pemilik Wuling EV," ujar Liu Yan, dikutip Senin (23/9).
Baterai Wuling. Foto: Doc. Wuling Indonesia.
Sebagai catatan, MAGIC merupakan kependekan dari (M)ultifunction Unitized Structure Technology, (A)dvanced Cell Safety, (G)reater Performance, (I)ntelligent Management dan (C)ombustion Free.
Melalui video presentasi singkat, Wuling menunjukkan sejumlah keunggulan MAGIC Battery setelah melakukan sederet pengujian berat. Baterai tersebut tahan benturan ketika menghantam objek di kecepatan 40 km/jam dan tahan suhu ketika dipanaskan hingga temperature 180 derajat celcius.
Bahkan, yang lebih ekstremnya lagi, MAGIC Battery tak meledak ketika dimasukkan ke kobaran api selama 40 detik. Komponen tersebut juga tak rusak saat direndam air selama 1 jam dan diuji getar selama 42 jam!
"Baterai ini punya kemampuan modular yang membuatnya mudah diperbaiki dan lapisan keramik sebagai konduktor panas yg rendah. Ini bisa mengurangi kemungkinan korslet dan bocor," kata dia.
Baterai Wuling. Foto: Doc. Wuling Indonesia.
Bukan hanya itu, baterai tersebut juga punya high precision BMS yang berbasis cloud. Sehingga, pemilik kendaraan bisa memantau kesehatan komponen secara real time. Hal tersebut tentu memberikan rasa aman tambahan.
Baterai produksi lokal itu rencananya dipakai di tiga mobil listrik Wuling, yakni Air ev, BinguoEV dan Cloud EV. Kabarnya, meski akan memproduksi baterai sendiri, Wuling tetap akan menjalin kemitraan dengan Gotion sebagai penyuplai komponen.
Wuling Motors mengumumkan akan memproduksi baterai mobil listrik di Indonesia mulai akhir 2024. Baterai tersebut diklaim punya ketahanan yang baik dan manajemen yang cerdas!
Liu Yan selaku Marketing Operation Director Wuling Motors mengatakan, keputusan memproduksi baterai secara lokal merupakan bentuk komitmen jangka panjang dari Wuling untuk industri otomotif di Indonesia.
"Wuling akan meneruskan langkah untuk memproduksi baterai Wuling EV di Indonesia pada akhir 2024. Langkah ini sebagai bentuk komitmen Wuling dalam berpartisipasi membangun ekosistem EV di Indonesia dan menambah kenyamanan serta ketenangan bagi setiap pemilik Wuling EV," ujar Liu Yan, dikutip Sabtu (21/9).
Baterai Wuling. Foto: Doc. Wuling Indonesia.
Baterai Wuling yang bakal diproduksi lokal tersebut bernama MAGIC Battery. Magic merupakan kependekan dari (M)ultifunction Unitized Structure Technology, (A)dvanced Cell Safety, (G)reater Performance, (I)ntelligent Management dan (C)ombustion Free.
Baterai MAGIC milik Wuling telah melalui serangkaian pengujian untuk membuktikan kualitasnya, mulai dari uji bentur, uji redam, hingga uji tembak. Komponen tersebut aman dan tak meledak lantaran memakai struktur khusus yang sangat kuat.
"Baterai ini punya kemampuan modular yang membuatnya mudah diperbaiki dan lapisan keramik sebagai konduktor panas yg rendah. Ini bisa mengurangi kemungkinan korslet dan bocor," kata dia.
Wuling Air ev Lite Long Range. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikOto
Bukan hanya itu, baterai tersebut juga punya high precision BMS yang berbasis cloud. Sehingga, pemilik kendaraan bisa memantau kesehatan komponen secara real time. Hal tersebut tentu akan memberikan rasa aman tambahan.
Baterai produksi lokal itu rencananya akan dipakai di tiga mobil listrik Wuling, yakni Air ev, BinguoEV dan Cloud EV. Sementara investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan pabrik fase pertama mencapai 500 juta USD atau sekira Rp 7,6 triliunan!
Kabarnya, meski akan memproduksi baterai sendiri, Wuling tetap menjalin kemitraan dengan Gotion sebagai penyuplai komponen.