JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan Indonesia bisa swasembada pangan, paling minimal beras dan jagung, pada tahun 2028.
Hal itu, kata Zulhas, sejalan dengan target dari Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia bisa swasembada pangan.
“Pak Presiden itu berkali-kali menyampaikan agar kita bisa swasembada pangan. 2028 kita harus bekerja keras agar swasembada pangan, paling tidak beras dan jagung, bisa tercapai,” ujarnya usai mengunjungi gedung beras milik Perum Bulog di Jakarta, Senin (4/11/2024).
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Zulhas, pihaknya bersama kementerian dan lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan sudah menyusun beberapa strategi.
Misalnya saja, di Kementerian Pertanian (Kementan) yang juga menjadi kementerian di bawah naungan Kemenko Pangan, melakukan upaya ekstensifikasi dan intensifikasi lahan.
Untuk ekstensifikasi lahan, Kementan melakukan optimalisasi lahan atau oplah ke lahan-lahan yang sebenarnya sudah pernah dipakai untuk pertanaman sawah.
Lahan-lahan yang akan digunakan pun nantinya akan dinaikkan indeks pertanamannya dengan berbagai prosedur yang disiapkan Kementan.
Kemudian, untuk intensifikasi lahan, Kementan akan memanfaatkan lahan-lahan kering dengan pompanisasi untuk mengalirkan air.
Per Agustus 2024, Kementan sudah menyalurkan lebih dari 30.000 pompa air ke daerah-daerah yang paling rawan kekeringan.
“Kemarin juga Pak Presiden sudah ke Merauke untuk memperbaiki yang terbengkalai. Akan ada banyak lahan baru untuk ditanami sawah,” kata Zulhas.
Untuk diketahui, beberapa tahun belakangan ini Indonesia masih membutuhkan impor beras lantaran minimnya produksi. Negara yang menjadi penyuplai di antaranya adalah India, Pakistan, hingga Kamboja.
Dalam tahun ini saja, Indonesia mengimpor sebanyak 3,6 juta ton beras. Sementara itu, sepanjang Januari-September 2024, ada sebanyak 967.000 ton jagung yang diimpor.