Islandia menerapkan sistem kerja empat hari seminggu, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan pekerja. Pertumbuhan ekonomi 5% pada 2023. [421] url asal
Islandia punya perekonomian yang mengungguli sebagian besar negara-negara Eropa lainnya. Hal ini terjadi usai penerapan sistem hari kerja yang lebih pendek, yakni hanya empat hari dalam seminggu.
Dikutip dari CNN Business, Minggu (27/10/2024), di kisaran tahun 2020-2022 sebanyak 51% pekerja di Islandia menerima tawaran jam kerja dengan durasi yang lebih pendek. Jumlah pekerja tersebut diproyeksikan sudah jauh lebih tinggi saat ini.
Menurut Institut Otonomi di Britania Raya dan Asosiasi Islandia untuk Keberlanjutan dan Demokrasi (Alda), tahun lalu, Islandia mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat daripada kebanyakan negara Eropa. Bahkan, tingkat penganggurannya merupakan salah satu yang terendah di Eropa.
"Studi ini menunjukkan kisah sukses yang nyata. Jam kerja yang lebih pendek telah tersebar luas di Islandia dan ekonominya kuat di sejumlah indikator," kata Peneliti Alda, Gudmundur D. Haraldsson.
Dalam sejarahnya, telah dilakukan dua uji coba besar antara tahun 2015 dan 2019, di mana pegawai sektor publik di Islandia bekerja 35-36 jam per minggu tanpa pengurangan gaji. Kebanyakan dari peserta ini sebelumnya bekerja 40 jam seminggu.
Uji coba tersebut melibatkan 2.500 orang, lebih dari 1% populasi pekerja Islandia saat itu. Langkah itu ditujukan untuk mempertahankan atau meningkatkan produktivitas sekaligus meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja.
Dari uji coba tersebut, para peneliti menemukan bahwa produktivitas tetap sama atau meningkat di sebagian besar tempat kerja, sementara kesejahteraan pekerja meningkat secara drastis berdasarkan berbagai ukuran, mulai dari stres dan kelelahan yang dirasakan hingga kesehatan dan keseimbangan kehidupan kerja.
Setelah uji coba tersebut, serikat pekerja Islandia pun menegosiasikan pengurangan jam kerja bagi puluhan ribu anggota mereka di seluruh negeri.
Prospek Ekonomi Dunia terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan, pada 2023 ekonomi Islandia tumbuh sebesar 5%, tingkat pertumbuhan tertinggi kedua setelah Malta di antara negara-negara kaya Eropa. Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan rata-rata negara tersebut yang hampir 2% dalam satu dekade pada 2006-2015.
Namun demikian, IMF justru memperkirakan pertumbuhan di Islandia tahun ini dan tahun depan jauh lebih lambat. Hal ini didorong oleh melemahnya permintaan domestik dan melambatnya pertumbuhan belanja pariwisata pada 2024.
Sementara itu, laporan tersebut juga menyebutkan, angka pengangguran Islandia berada di angka 3,4% tahun lalu, lebih dari setengah rata-rata untuk ekonomi negara maju Eropa. Lembaga tersebut memperkirakan angka ini akan naik sedikit menjadi 3,8% tahun ini dan tahun depan.
Di sisi lain, sistem empat hari kerja dalam seminggu ini telah diuji coba dalam beberapa eksperimen di seluruh dunia. Adapun pada 2022 silam, uji coba berhasil dilakukan di 33 perusahaan dengan mayoritas berpusat di Amerika Serikat (AS) dan Irlandia.
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Para kader Muhammadiyah di Britania Raya menggelar Baitul Arqam 2024 di London. Kegiatan selama beberapa hari itu bertujuan memperkuat sinergi antara Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pengurus Cabang Istimewa 'Aisyiyah (PCIA) Britania Raya dan Irlandia masa bakti 2023-2025. Momen ini juga menjadi wadah penting bagi komunitas Persyarikatan di Inggris untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan membangun jejaring.
Hari pertama Baitul Arqam 2024 ini dilaksanakan di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London. Acara dibuka secara resmi oleh Ny Sahadatun Donatirin, Wakil Duta Besar RI untuk Inggris Raya dan Irlandia.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif PCIM dan PCIA dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, para kader Persyarikatan turut memajukan komunitas Indonesia di Inggris.
Ketua PCIM Britania Raya Dyah Prawesti beserta Wakil Ketua PCIA Britania Raya Nita Yalina menyampaikan terima kasih kepada KBRI London. Khususnya kepada seluruh warga Persyarikatan yang sedang merantau di Inggris Raya, keduanya juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kesatuan visi dalam memajukan nilai-nilai Muhammadiyah di ranah internasional.
Baitul Arqam kali ini terasa istimewa dengan kehadiran Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Abdul Mu'ti. Dalam pemaparannya, penasihat di British Council London itu mengingatkan kembali hal-hal strategis terkait peran Muhammadiyah dalam konteks global. Menurut dia, pendidikan dan dakwah adalah pilar utama gerakan Islam ini.
Turut hadir pemateri lainnya, Muhammad Rofiq Muzakir PhD. Akademisi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu memberikan wawasan mendalam tentang pengembangan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman.
Terhubung secara daring, para pembicara dari PP 'Aisyiyah yakni Dr Maesyaroh dan Lailatis Syarifah MA menambah kekayaan diskusi dengan perspektif baru tentang peran perempuan dalam dakwah dan organisasi.
Pada hari kedua, Baitul Arqam berlanjut di Masjid Indonesia IIC London. Seorang dai Indonesia yang telah berdomisili di Inggris, Dr Hilaal, menyampaikan ceramah inspiratif kepada hadirin. Ia antara lain menyoroti aspek-aspek spiritualitas dan keberagaman di kalangan diaspora.
Acara di hari kedua ditutup dengan rapat Rencana Tindak Lanjut, yang dipimpin oleh Dyah Prawesti. Diskusi ini berfokus pada rencana dan target program kerja yang ingin dicapai oleh PCIM Britania Raya sebagai komitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia.
Seluruh rangkaian acara Baitul Arqam 2024 dihadiri oleh sekira 50 peserta dari berbagai kota di Inggris Raya, seperti Leeds, Dundee, Edinburgh, Lancaster, Manchester, Birmingham, Newcastle, Bristol, dan London. Mayoritas adalah diaspora Indonesia yang telah tinggal puluhan tahun di Negeri Albion, serta mahasiswa S2 dan S3 dari berbagai universitas ternama.
Baitul Arqam Muhammadiyah Britania Raya 2024 berhasil menyatukan komunitas dalam semangat belajar dan berbagi. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat jaringan antaranggota, tetapi juga menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus berperan aktif dalam kancah internasional.
Keely Hodgkinson, atlet berusia 22 tahun itu, menjadi wanita Inggris ketiga yang mendapatkan emas Olimpiade di nomor 800 meter putri. Halaman all [409] url asal
Keely Hodgkinson mengemas medali emas dalam cabang olahraga (cabor) atletik nomor 800 meter putri.
Kepastian Hodgkinson membawa pulang medali emas Olimpiade 2024 didapat setelah finis di urutan pertama dengan catatan 1 menit 56,72 detik.
Hodgkinson berada di depan pelari Etopia, Tsige Duguma, dan pelari Kenya, Mary Moraa.
Menariknya, setelah Hodgkinson berhasil menjuarai Olimpiade 2024, dia tampak memeluk Mary Moraa.
Momen pelukan Hodgkinson dan Moraa pun menggambarkan sportivitas dalam dunia olahraga di Olimpiade 2024.
Atlet kelahiran Inggris itu melampaui pencapaiannya di Olimpiade. Empat tahun lalu, dia meraih medali perak di Tokyo.
Hodgkinson merupakan wanita Inggris ke-10 dan pertama sejak Jessica Ennis-Hill pada tahun 2012 yang meraih medali emas cabor atletik di Olimpiade.
Atlet berusia 22 tahun itu juga menjadi wanita Inggris ketiga yang mendapatkan emas Olimpiade di nomor 800 meter putri.
Ia menyamai pencapaian Kelly Holmes pada Olimpiade 2004 dan Ann Packer pada Olimpiade 1964.
Tak ayal, Hodgkinson pun tidak bisa menutupi perasaan bangga seusai namanya masuk ke daftar barisan para legenda yang berhasil meraih medali emas Olimpiade.
“Sungguh gila bisa menjadi bagian dari daftar itu,” kata Hodkinson, dikutip dari Daily Mail.
"Jess adalah inspirasi besar saya. Dia membuat saya menekuni atletik bertahun-tahun yang lalu.”
"Bergabung dengannya dan para legenda lain seperti Kelly, dan ada dalam momen ini serta mengukuhkan diri saya di dalam sejarah terasa istimewa," kata dia.
Peraih dua medali perak Kejuaraan Dunia Atletik itu mengatakan keberhasilan menjuarai Olimpiade 2024 tak lepas dari upaya besar untuk mempersiapkan diri berkompetisi di ajang multievent paling bergengsi ini.
"Saya telah bekerja keras selama setahun terakhir. Saya pikir Anda dapat melihat betapa berartinya hal ini bagi saya saat saya melewati batas," katanya.
"Saya tak percaya, saya akhirnya berhasil melakukannya. Sekarang saya adalah juara Olimpiade dan tidak ada seorang pun yang bisa merebutnya," tutur dia.
Akan tetapi, gagasan tersebut ditolak oleh tim "Setan Merah", FA, dan Asosiasi Olimpiade Britania Raya, sehingga Ferguson tetap bertahan di Premier League.
Hal ini disampaikan Ketua Penyelenggara Olimpiade London 2012, Sebastian Coe. Dia mengatakan, pihaknya telah mengupayakan ide tersebut sejak Liga Inggris musim 2007-2008.
Bahkan Coe mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Ferguson untuk membahas rencana tersebut.
"Saya tidak dapat membayangkan klub yang melepaskan pemainnya ke tim Olimpiade akan mempermasalahkan pemain U-23 mereka mendapat bimbingan selama enam minggu dari Alex Ferguson di tempat latihan," kata Coe, dikutip dari Mirror, Rabu (31/7/2024).
Saat itu, Coe menambahkan, komunikasinya dengan Alex Ferguson dijembatani oleh legenda sepak bola Manchester United, Bobby Charlton.
"'Saya akan meminta Alex (Ferguson) untuk menelepon Anda," ujar Coe menirukan jawaban Charlton.
Benar saja, menurut Coe, Ferguson menghubunginya beberapa minggu kemudian.
"Saya menjelaskan usulan saya (kepada Ferguson) karena Bob (Charlton) belum benar-benar memberitahunya. Dia (Charlton) hanya memintanya (Ferguson) untuk menelepon saya," ucap Coe.
Dalam sambungan telepon saat itu, lanjut Coe, Ferguson belum memberikan keputusan terkait usulan tersebut.
Barulah pada tahun 2007, ketika Ferguson dan Coe bertemu langsung di salah satu acara, pria asal Skotlandia itu menyetujui usulan Coe.
"Alex menatap saya dan berkata, 'jawabannya ya'. Saya bilang, 'baiklah'. Kami tidak pernah berkata apa-apa lagi namun kami akan berbicara lebih lanjut," ungkapnya.
Namun, Asosiasi Olimpiade Britania Raya lebih memilih pelatih Inggris U-21 kala itu, Stuart Pearce, sedangkan Alex Ferguson akhirnya tetap menangani Manchester United hingga pensiun pada tahun 2013.
"Kami hampir saja berhasil. Saya selalu tertawa bersama Ferguson setelahnya. Saya cukup sering bertemu dengannya. Dia sering bertanya-tanya, apakah dia melewatkan pengalaman yang sangat bagus," beber Coe.
Coe menilai, para pemain Britania Raya saat itu akan sangat diuntungkan bila dilatih oleh Ferguson.
"Itulah salah satu kekecewaan saya, Asosiasi Olimpiade Britania Raya memutuskan bahwa mungkin Stuart Peace memiliki kualifikasi yang lebih baik, itu sedikit mengecewakan," pungkasnya.
Jakarta: Tim Olimpiade Matematika Indonesia yang terdiri dari 6 pelajar berhasil mencatat prestasi di ajang Olimpiade Matematika Internasional atau International Mathematical Olympiad (IMO) ke-65 di Bath, Britania Raya. Tim Indonesia sukses membawa pulang satu medali emas, tiga perunggu, dan dua Honorable Mention.
Dalam ajang yang digelar sejak 11-22 Juli 2024 tersebut, Indonesia bersaing dengan 609 siswa dari 109 negara di IMO pada tanggal 11 s.d. 22 Juli 2024 di Bath, Britania Raya. Satu Medali Emas diraih oleh Kevin Adi Senjaya dari SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong.
Tiga Medali Perunggu masing-masing direbut oleh Frederico Samuel Halim (SMA Kristen 1 BPK Penabur Bandung), Ben Robinson (SMA Kristen Petra 1 Surabaya), dan Raymond Christopher Tanto (SMAS Kristen Kalam Kudus Sukoharjo). Kemudian, dua Honorable Mention diperoleh Maulana Satya Adigama (SMA Taruna Nusantara Magelang), dan Timothy William Koesasih (SMA Kristen Petra 2 Surabaya). Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi setinggi-tingginya atas capaian prestasi yang diraih Tim Olimpiade Matematika Indonesia. “Kabar baik datang dari adik-adik yang mengikuti International Mathematical Olympiad. Selamat atas raihan prestasi yang dipersembahkan untuk Indonesia,” kata Irene dilansir dari laman Puspresnas, Kamis, 25 Juli 2024.
“Semoga prestasi adik-adik dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk tampil dan berkompetisi di ajang talenta internasional,” imbuh Irene.
Penyambutan Tim Olimpiade Matematika Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Puspresnas
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Muslih menyampaikan ucapan terima kasih atas perjuangan para siswa di ajang IMO. “Kami atas nama Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek, mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan di IMO. Ini merupakan suatu kebanggaan untuk Indonesia dan kita semua,” ucap Muslih.
Tim Olimpiade Matematika Indonesia didampingi oleh Nanang Susyanto (leader) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Aleams Barra (deputy leader), dan Fajar Yuliawan dari FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB).
Koordinator Tim Pembina IMO, Nanang Susyanto, bangga atas capaian prestasi yang telah diraih oleh siswa binaannya. “Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan 1 Medali Emas, 3 Medali Perunggu, dan 2 Honorable Mention. Pencapaian tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya di Jepang, di mana Indonesia memperoleh 1 Medali Perak, 3 Medali Perunggu, dan 2 Honorable Mention. Prestasi yang diraih para siswa Indonesia ini sangat luar biasa,” sebut Nanang.
Nanang juga berharap agar nantinya para siswa tersebut dapat berkontribusi untuk Indonesia di masa depan. “Saya berharap kepada adik-adik nantinya dapat meneruskan karier menjadi ilmuwan, matematikawan, insinyur, dan ekonom masa depan yang akan berkontribusi besar bagi kemajuan ilmu dan teknologi Indonesia,” pesan Nanang.
Tantangan Mengerjakan Soal
Selama kompetisi, para peserta ditantang untuk menyelesaikan 6 soal matematika dalam dua hari, dengan masing-masing tiga soal per hari yang harus diselesaikan dalam waktu 4,5 jam. Soal-soal tersebut mencakup empat bidang utama yaitu, aljabar, kombinatorika, geometri, dan teori bilangan.
Peraih medali emas IMO, Kevin Adi Senjaya dari SMAS Kristen BPK Penabur Gading Serpong, menjelaskan, ia harus melalui proses yang panjang mulai dari tahapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) serta mengikuti pembinaan dan seleksi dari Pusat Prestasi Nasional agar bisa mengikuti IMO.
“Perjuangannya panjang dari mulai OSN. Kebetulan saya waktu itu mendapatkan medali emas lalu diundang Puspresnas untuk mengikuti pembinaan dan harus bersaing dengan siswa-siswi terbaik untuk jadi wakil Indonesia di IMO. Di pembinaan ketiga kami dipersiapkan lagi hingga akhirnya berangkat ke IMO dan saya dapat medali emas,” katanya.
“Tentu saya sangat bangga bisa mempersembahkan medali emas untuk Indonesia,” ujar Kevin.
Sementara itu, Ben Robinson, peraih medali perunggu IMO dari SMA Kristen Petra 1 Surabaya, bersyukur bisa mendapatkan kesempatan mengikuti IMO. “Ini adalah pengalaman yang berharga bagi saya. Selain berkompetisi kita dapat bertemu dan menjalin persahabatan dengan siswa lainnya dari 109 negara,” tutur Ben.
IMO merupakan olimpiade sains tertua di dunia dan mulai diselenggarakan sejak tahun 1959 di Rumania. IMO pertama diikuti oleh tujuh negara Eropa Timur. Indonesia pertama kali mengikuti IMO pada tahun 1988 di Canberra, Australia. Pada tahun ini International Mathematical Olympiad (IMO) ke-65 diselenggarakan pada 11 s.d. 22 Juli 2024 di Bath, Britania Raya tepatnya di University of Bath.
KONTAN.CO.ID - SPANYOL - Asosiasi Sepak Bola Gibraltar atau Gibraltar FA secara resmi mengajukan protes kepada badan sepak bola Eropa UEFA, pada Kamis setelah para pemain Spanyol meneriakkan "Gibraltar adalah Spanyol" selama merayakan kemenangain sebagai Juara Eropa Euro 2024.
Timnas Spanyol mengadakan perayaan kemenangan atas raihan juara Eropa 2024 di kota Madrid.
Spanyol menjadi juara setelah mengalahkan Inggris 2-1 di final Euro 2024. Mengutip Reuters, pada perayaan kemenangan itu para pemain senior Spanyol termasuk kapten Alvaro Morata dan gelandang Manchester City Rodri meneriakkan "Gibraltar adalah Spanyol".
Gibraltar adalah Wilayah Luar Negeri Inggris dengan status British Overseas Territories (BOT). Secara hukum status British Overseas Territories (BOT) adalah wilayah-wilayah yang berada di bawah kedaulatan Britania Raya, tetapi bukan bagian dari Britania Raya itu sendiri.
Ketika Morata mengingatkan Rodri bahwa dia bermain untuk klub Inggris. Lalu pemain senior terbaik Eropa di turnamen Euro 2024 itu menyatakan, "Saya tidak peduli,"
Menanggapi video ini Gibraltar FA mengatakan video itu telah memantik "kemarahan, kekecewaan, dan kekecewaan."
“Perilaku tersebut sangat menyinggung warga Gibraltar, yang telah berulang kali menggunakan hak demokratis mereka untuk tetap menjadi wilayah luar negeri Inggris,” kata Gibraltar FA.
Meskipun Gibraltar berbatasan langsung dengan Spanyol, dan menghargai hubungan kerja sama yang erat dengan Spanyol dan rakyat Spanyol, Gibraltar tetap menjadi wilayah dengan status British Overseas Territories (BOT).
“Perilaku ini juga sangat menyinggung Gibraltar FA karena menyiratkan bahwa kami tidak boleh berdiri sebagai asosiasi anggota nasional UEFA yang independen.”
Asosiasi sepakbola Gibraltar menambahkan bahwa nyanyian tersebut "sangat provokatif dan menghina", dan menambahkan bahwa perilaku para pemain Spanyol telah 'melanggar hukum' dan melanggar peraturan disiplin UEFA.
Reuters telah menghubungi UEFA dan Federasi Sepak Bola Spanyol untuk memberikan komentar namun belum mendapatkan tanggapan.
Status British Overseas Territories
Sekadar tahu, status British Overseas Territories (BOT) secara hukum adalah wilayah-wilayah yang berada di bawah kedaulatan Britania Raya, tetapi bukan bagian dari Britania Raya itu sendiri.
Wilayah ini merupakan sisa-sisa dari Kerajaan Inggris dan tetap dalam yurisdiksi Britania Raya.
Wilayah berstatus British Overseas Territories memiliki berbagai tingkat otonomi dan pemerintahan sendiri dalam mengelola urusan internal mereka. Namun kebijakan luar negeri dan pertahanan biasanya diatur oleh Britania Raya.
Contoh British Overseas Territories yang masih bertahan hingga saat ini termasuk wilayah Bermuda, Gibraltar, Kepulauan Falkland, Kepulauan Cayman, dan Kepulauan Virgin Britania.
Penduduk di wilayah British Overseas Territories umumnya memiliki kewarganegaraan Britania Raya dan tidak memiliki perwakilan di Parlemen Britania Raya.
Keanggotaan Gibraltar di UEFA
Gibraltar menjadi anggota penuh UEFA (Union of European Football Associations) pada tahun 2013.
Gibraltar mengajukan permohonan untuk menjadi anggota UEFA pada tahun 1999, tetapi awalnya ditolak karena adanya penentangan dari Spanyol.
Pada tahun 2006, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memutuskan bahwa Gibraltar berhak menjadi anggota UEFA.
Setelah berbagai perdebatan dan penundaan, pada Kongres UEFA ke-37 di London pada 24 Mei 2013, Gibraltar akhirnya diterima sebagai anggota penuh UEFA.
Keanggotaan di UEFA memungkinkan tim nasional Gibraltar untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional yang diadakan oleh UEFA, termasuk kualifikasi untuk Piala Eropa.
Klub-klub sepak bola dari Gibraltar juga bisa berpartisipasi dalam kompetisi klub UEFA seperti Liga Champions UEFA dan Liga Europa UEFA.
Berikut surat protes resmi dari Asosiasi Sepakbola Gibraltar atas aksi Timnas Spanyol
Dear Sir/Madam, We write in respect of a matter of the utmost seriousness. As you will be aware, the final of the UEFA European Football Championships ("UEFA Euro 2024") was recently played in the Olympiastadion in Berlin, Germany. The match, which was played between Spain and England on 13 July 2024, and won by Spain (2-1), was the highlight and pinnacle of a hugely successful competition, which, although competitively fought, has shown European football at its best to millions of spectators around the world. Against that backdrop, it is a matter of deep regret that we write to make a formal complaint in respect of the conduct of certain players on the Spanish team in the wake of their victory in the Euros 2024 final, which has been brought to the Gibraltar FA's attention, namely, that, on Monday 15 July 2024, during celebrations in the Plaza de Cibeles in Madrid, at least two members of the Spanish team began a chant of "Gibraltar es español" ("Gibraltar is Spanish"). The chant was led by two players: Rodrigo Hernández Cascante (or Rodri, as he is professionally known) and Alvaro Morata. Both are experienced footballers, with lengthy club and international careers. The former, who plays as a midfielder for Manchester City in England, was named Player of the Tournament for the Euros 2024. The latter is presently the captain of the Spanish team, who, paradoxically wore the UEFA armband bearing the word RESPECT throughout the tournament. The chants were made on the main stage in the Plaza de Cibeles, in front of a massive crowd of thousands of spectators, including children, who had come to celebrate with the team in the Spanish capital. They began after Rodri grabbed a microphone, and began the chant, encouraging the crowd and other players (including Morata) to join in. As the video of the incident accompanying this letter records, when Morata reminded Rodri that he played domestic football for an English side, the latter replied: "I don't care". The video has been widely circulated by the global media, including in Gibraltar, where it has been met with anger, dismay and disappointment. In that respect, the conduct in question is deeply offensive to Gibraltarians, who have repeatedly exercised their democratic rights to remain a British Overseas Territory. While Gibraltar has a border with Spain, and values its close cooperative relationship with Spain and the Spanish people, it is and remains a British Overseas Territory. The conduct is also deeply offensive to the Gibraltar FA since it implies we should not exist as an independent national member association of UEFA.