Bisnis.com, JAKARTA - Menurut NHS, wajar saja jika Anda sering ke toilet antara empat hingga delapan kali dalam sehari. Para ahli juga mengatakan bahwa ke toilet sekali di malam hari juga tidak perlu dikhawatirkan.
Namun, jika Anda ke toilet lebih sering dari itu bisa jadi pertanda ada yang salah dengan kesehatan Anda.
Kondisi ini juga bisa mengganggu kehidupan sehari-hari Anda secara umum. Ada beberapa kondisi berbeda yang bisa menyebabkan Anda lebih sering ke kamar mandi. Beberapa terkait dengan gaya hidup, sementara yang lain mungkin memerlukan bantuan medis.
Berikut lima masalah kesehatan yang bisa bikin Anda sering buang air kecil malam hari
1. ISK
Dilansir dari express, salah satu penyebab paling umum dari sering buang air kecil adalah infeksi saluran kemih (ISK). Jika demikian, Anda mungkin juga merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
ISK dapat diobati dengan antibiotik, tetapi tidak selalu diperlukan. Beberapa orang menderita ISK kronis, dan ini memerlukan perhatian dokter umum.
Anda mungkin menderita kandung kemih yang terlalu aktif. Kondisi ini sering memicu keinginan buang air kecil yang tiba-tiba dan sulit dikendalikan, yang dapat berarti harus buru-buru ke toilet hingga sepuluh kali sehari dan bahkan di malam hari - yang disebut nokturia.
Kondisi ini sering kali dapat diobati melalui pengobatan, perubahan gaya hidup, dan latihan dasar panggul.
Sebagian orang memilih suntikan botox yang dapat merelaksasi otot kandung kemih hingga enam bulan.
2. Diabetes
Sering buang air kecil juga bisa menjadi tanda peringatan dini diabetes. Menurut Healthline, tubuh Anda mungkin akan buang air kecil untuk membuang kelebihan glukosa yang tidak dapat ditangani oleh ginjal Anda.
Jika Anda merasa menderita diabetes, Anda perlu membuat janji temu dengan dokter umum dan memastikannya melalui tes darah. Ada banyak informasi tentang diabetes di situs web NHS. Kanker kandung kemih adalah kondisi serius lainnya yang memiliki gejala awal sering buang air kecil.
Tanda-tanda lainnya termasuk buang air kecil dengan cepat dan melihat jejak darah dalam urin Anda serta penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan nyeri punggung. Anda harus menemui dokter umum jika mengalami salah satu dari gejala ini. Namun ingat, semuanya dapat disebabkan oleh kondisi medis lainnya.
3 Terlalu banyak minum air
Anda mungkin juga minum terlalu banyak. Ini sering kali dapat diatasi dengan mengurangi minuman Anda.
Penting untuk tetap terhidrasi dengan baik, jika tidak dehidrasi dapat menyebabkan masalah medis lainnya. Kebanyakan orang harus minum 6 hingga 8 gelas air sepanjang hari (kira-kira dua liter), tetapi ini juga dapat berasal dari sumber lain seperti susu rendah lemak, minuman bebas gula, teh, dan kopi.
4. Hamil
Wanita mungkin memperhatikan bahwa mereka lebih sering menggunakan toilet jika mereka hamil. Ini biasanya terjadi pada tahap akhir proses karena bayi menekan kandung kemih ibu
5. Obat-obatan tertentu
Selain itu, obat-obatan tertentu yang mungkin Anda konsumsi memiliki efek samping yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urine. Jika obat tersebut diresepkan untuk Anda, maka dokter umum seharusnya menjelaskannya kepada Anda. Jika Anda merasa masalahnya cukup berlebihan, sebaiknya hubungi dokter dan diskusikan lebih lanjut.
Heboh seorang penumpang pesawat American Eagle 3921 buang air kecil di lorong kabin. Otoritas setempat menyebut penerbangan tersebut mendadak berhenti darurat, dialihkan ke Bandara Internasional Buffalo Niagara, dari semula tujuan ke Manchester, New Hampshire.
Tak lama setelah mendarat, pria berusia 25 tahun asal Oregon ini ditangkap dan didakwa imbas dinilai melakukan tindakan tidak senonoh. Dia dibebaskan setelah pertama kali hadir di pengadilan federal di Buffalo, menurut rilis dari Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Barat New York.
Kejaksaan tidak merilis nama detail pria tersebut. Pria berusia 25 tahun itu mengatakan kepada petugas sempat meminum beberapa wiski dan cola sebelum naik ke pesawat.
Dia sempat bangun untuk menggunakan toilet dan kembali ke tempat duduknya, tetapi dia memiliki masalah medis buang air kecil, menurut tuntutan pidana. Belum dirinci lebih lanjut masalah medis yang dihadapi.
Penerbangan American Eagle berangkat dari Buffalo tak lama setelah kejadian tersebut, kata American Airlines kepada The Independent.
"Kami berterima kasih kepada anggota tim kami atas profesionalisme mereka dan pelanggan kami atas pengertian mereka," tambah maskapai tersebut.
Terlepas dari kejadian tersebut, kebiasaan tidak bisa menunda buang air kecil sehingga mengompol merupakan inkontinensia urine. Meskipun tidak berbahaya, hal ini bisa berdampak buruk pada psikis dan kehidupan sosial seseorang.
Penyebab inkontinensia urine mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu. Inkontinensia urine juga dapat terjadi dalam waktu singkat atau dalam jangka panjang.
Berikut ini adalah gejala dan penyebab inkontinensia urine berdasarkan jenisnya:
Mengalami tekanan pada kandung kemih (stress incontinence)
Inkontinensia urine dapat terjadi akibat tekanan pada kandung kemih, misalnya karena batuk, tertawa, angkat beban, atau olahraga. Hal ini terjadi karena otot saluran kemih terlalu lemah untuk menahan urine sehingga penderita tidak mampu menahan buang air kecil.
Otot kandung kemih dapat melemah karena berbagai faktor, yaitu:
Proses persalinan
Berat badan berlebih
Rahim turun (prolaps uteri)
Komplikasi pascaoperasi, seperti rusaknya saluran kemih
Tidak dapat menunda buang air kecil (urge incontinence)
Inkontinensia urine jenis ini terjadi ketika seseorang memiliki dorongan kuat untuk buang air kecil sehingga tidak dapat menahannya. Sering kali, perubahan posisi tubuh atau mendengar suara aliran air membuat penderita mengompol.
Kondisi ini disebabkan oleh kontraksi otot kandung kemih yang berlebihan. Kontraksi tersebut dapat terjadi karena:
Konsumsi kafein, soda, alkohol, dan pemanis buatan secara berlebihan
Sembelit
Infeksi saluran kemih
Gangguan saraf, seperti stroke atau cedera saraf tulang belakang
Mengompol secara tiba-tiba (overflow incontinence)
Pengidap inkontinensia urine jenis ini dapat mengompol sedikit demi sedikit. Kondisi ini terjadi akibat kandung kemih tidak bisa benar-benar kosong (retensi urine kronis) sehingga sisa urine di dalam kandung kemih akan keluar sedikit-sedikit.
Retensi urine kronis terjadi ketika kandung kemih atau saluran kemih mengalami penyumbatan sehingga mengganggu keluarnya urine. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh:
Pembesaran kelenjar prostat
Tumor atau batu pada kandung kemih
Sembelit
Tidak bisa menahan urine sama sekali (inkontinensia total)
Inkontinensia urine total terjadi ketika kandung kemih sama sekali tidak mampu menampung urine sehingga penderitanya akan terus mengompol.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
Kelainan struktur kandung kemih atau panggul sejak lahir
Cedera saraf tulang belakang
Munculnya lubang di antara kandung kemih dan organ sekitarnya
Heboh seorang penumpang pesawat American Eagle 3921 buang air kecil di lorong kabin. Otoritas setempat menyebut penerbangan tersebut mendadak berhenti darurat, dialihkan ke Bandara Internasional Buffalo Niagara, dari semula tujuan ke Manchester, New Hampshire.
Tak lama setelah mendarat, pria berusia 25 tahun asal Oregon ini ditangkap dan didakwa imbas dinilai melakukan tindakan tidak senonoh. Dia dibebaskan setelah pertama kali hadir di pengadilan federal di Buffalo, menurut rilis dari Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Barat New York.
Kejaksaan tidak merilis nama detail pria tersebut. Pria berusia 25 tahun itu mengatakan kepada petugas sempat meminum beberapa wiski dan cola sebelum naik ke pesawat.
Dia sempat bangun untuk menggunakan toilet dan kembali ke tempat duduknya, tetapi dia memiliki masalah medis buang air kecil, menurut tuntutan pidana. Belum dirinci lebih lanjut masalah medis yang dihadapi.
Penerbangan American Eagle berangkat dari Buffalo tak lama setelah kejadian tersebut, kata American Airlines kepada The Independent.
"Kami berterima kasih kepada anggota tim kami atas profesionalisme mereka dan pelanggan kami atas pengertian mereka," tambah maskapai tersebut.
Terlepas dari kejadian tersebut, kebiasaan tidak bisa menunda buang air kecil sehingga mengompol merupakan inkontinensia urine. Meskipun tidak berbahaya, hal ini bisa berdampak buruk pada psikis dan kehidupan sosial seseorang.
Penyebab inkontinensia urine mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis tertentu. Inkontinensia urine juga dapat terjadi dalam waktu singkat atau dalam jangka panjang.
Berikut ini adalah gejala dan penyebab inkontinensia urine berdasarkan jenisnya:
Mengalami tekanan pada kandung kemih (stress incontinence)
Inkontinensia urine dapat terjadi akibat tekanan pada kandung kemih, misalnya karena batuk, tertawa, angkat beban, atau olahraga. Hal ini terjadi karena otot saluran kemih terlalu lemah untuk menahan urine sehingga penderita tidak mampu menahan buang air kecil.
Otot kandung kemih dapat melemah karena berbagai faktor, yaitu:
Proses persalinan
Berat badan berlebih
Rahim turun (prolaps uteri)
Komplikasi pascaoperasi, seperti rusaknya saluran kemih
Tidak dapat menunda buang air kecil (urge incontinence)
Inkontinensia urine jenis ini terjadi ketika seseorang memiliki dorongan kuat untuk buang air kecil sehingga tidak dapat menahannya. Sering kali, perubahan posisi tubuh atau mendengar suara aliran air membuat penderita mengompol.
Kondisi ini disebabkan oleh kontraksi otot kandung kemih yang berlebihan. Kontraksi tersebut dapat terjadi karena:
Konsumsi kafein, soda, alkohol, dan pemanis buatan secara berlebihan
Sembelit
Infeksi saluran kemih
Gangguan saraf, seperti stroke atau cedera saraf tulang belakang
Mengompol secara tiba-tiba (overflow incontinence)
Pengidap inkontinensia urine jenis ini dapat mengompol sedikit demi sedikit. Kondisi ini terjadi akibat kandung kemih tidak bisa benar-benar kosong (retensi urine kronis) sehingga sisa urine di dalam kandung kemih akan keluar sedikit-sedikit.
Retensi urine kronis terjadi ketika kandung kemih atau saluran kemih mengalami penyumbatan sehingga mengganggu keluarnya urine. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh:
Pembesaran kelenjar prostat
Tumor atau batu pada kandung kemih
Sembelit
Tidak bisa menahan urine sama sekali (inkontinensia total)
Inkontinensia urine total terjadi ketika kandung kemih sama sekali tidak mampu menampung urine sehingga penderitanya akan terus mengompol.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
Kelainan struktur kandung kemih atau panggul sejak lahir
Cedera saraf tulang belakang
Munculnya lubang di antara kandung kemih dan organ sekitarnya