Guna memberikan kenyamanan dan keselamatan untuk para penumpang, Cititrans Busline memiliki aturan batas kecepatan berkendara. Halaman all [439] url asal
SOLO, KOMPAS.com - Bepergian menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sudah menjadi pilihan masyarakat Indonesia, mengingat kenyamanan dan efisiensi yang ditawarkan dalam perjalanan jarak jauh.
Bahkan, setiap bus memiliki standar tinggi dalam pelayanan mereka termasuk dalam hal keselamatan berkendara, salah satunya penerapan aturan batas kecepatan berkendara.
Salah satu bus yang memiliki aturan batas kecepatan sendiri, yaitu Bus Cititrans Busline, mereka tidak hanya berfokus pada kenyamanan dan kemudahan perjalanan tapi juga berkomitmen menjaga keselamatan di setiap perjalanan.
Hal ini diungkapkan oleh Fahrudin, Driver Bus Citirans Busline trayek Semarang-Jakarta mengatakan, perusahaannya memiliki aturan batas kecepatan berkendara.
KOMPAS.com/ Selma Aulia Aturan batas kecepatan berkenara Cititrans Busline.
“Kita ada batas kecepatan berkendara, untuk jarak tempuh lebih dari 200 kilometer kita diperbolehkan 120 kpj,” katanya kepada Kompas.com, belum lama ini.
Sebagai informasi, bus yang dia bawa menggunakan Jetbus 5 Super High Deck buatan Adiputro dengan sasis Hino RM 280.
Dia juga mengatakan, jika lebih dari 120 kpj diperbolehkan tapi dengan alasan untuk mendahului saja, dan ada waktunya.
“Lebih dari 120 itu boleh asalkan tidak lebih dari 30 detik, misal 130 kpj buat nyalip (mendahului) begitu, jadi boleh lebih dari 120 kpj tapi hanya selama 30 detik,” ucapnya.
KOMPAS.com/ Selma Aulia Bus Cititrans trayek Yogyakarta-Jakarta
Bahkan, jika driver mengemudi dengan kecepatan di atas 120 kpj dan lebih dari 30 detik, maka pihak kantor akan memanggil driver tersebut.
“Kalau lebih dari 30 detik sudah dipanggil, jadi dari kantor ada kontrol batas kecepatan berkendara,” ucapnya.
Setiap bus biasanya sudah dilengkapi batas kecepatan atau speed limiter, fungsinya agar bus tidak melampaui kecepatan yang sudah dibatasi.
Speed limiter ini sudah ada sejak membeli sasis, alias dari pabrikan pembuat sasisnya. Speed limiter ini juga membantu operator bus untuk melihat bagaimana cara pengemudi dan kru bus ketika menjalankan busnya.
“Ketika melewati batas rpm, akan bunyi alarmnya. Dari situ bisa memicu GPSnya, sehingga tercatat kalau melebihi batas kecepatan,” kata Dimas Raditya, anggota Forum Bismania Indonesia kepada Kompas.com.
Operator bus akan menerima laporan jika pengemudi ngebut sehingga bisa dikenai sanksi. Tetapi, speed limiter ini pun bisa dilepas, tergantung kebijakan dari operatornya.
KLATEN, KOMPAS.com - Cititrans merupakan bagian dari Blue Bird Group, perusahaan yang memiliki banyak pengalaman dalam menyediakan layanan transportasi di Indonesia. Baru-baru ini, mereka merilis layanan baru berupa bus antar kota antar provinsi (AKAP) dengan nama Busline.
Sebagai pendatang baru di bus AKAP, Cititrans punya standar unik terkait sistem kerja sopir yakni hanya tersedia satu sopir dan seorang trip attendance (TA). Artinya, tidak tersedia “kandang macan” atau tempat untuk istirahat sopir di dalam bus.
Bus ini melayani tujuan Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Malang dengan sopir yang selalu bergantian di salah satu titik pemberhentian yakni di Krapyak, Semarang, Jawa Tengah.
Aris Sulistiyono, Driver Busline Cititrans mengatakan pihaknya menggunakan sistem kerja aplusan untuk para sopir sehingga unit yang digunakan bergilir sesuai arahan dari manajemen.
“Biasanya kan sopir bus bertanggung jawab terhadap satu unit bus, dia akan selalu bawa unit tersebut selama bekerja, tapi di Cititrans ini tidak, sopirnya bergantian atau aplusan, jadi kami selalu dapat unit lain setiap bertugas,” ucap Aris kepada Kompas.com, Selasa (16/7/2024).
Aris mengatakan hal tersebut mendasari kenapa di dalam bus tak tersedia tempat istirahat untuk sopir karena sudah disediakan di salah satu pool atau terminal transit.
Instagram @fainfo_bus Calon bus AKAP milik PO Cititrans
“Ada di Krapyak, Semarang, lokasinya bisa dibilang tengah-tengah antara Jakarta, Semarang dan Yogyakarta, di sana sopir bergantian dan istirahat sekitar 4 jam minimal, ada tempat tidurnya atau mes, bisa juga pulang,” ucap Aris.
Aris mengatakan sistem tersebut lebih nyaman karena waktu istirahat sopir lebih pasti dan bisa pulang ke rumah lebih sering.
“Misal ini jam 10 saya sampai Krapyak, nanti istirahat, akan ada jadwal narik lagi sekitar jam 2 siang, rutenya ke Malang, jadi tidak tentu tujuannya ke mana tapi satu tempat bergantian sopir yakni di Semarang,” ucap Aris.
Kompas.com/Fathan Cititrans Busline resmi meluncur, rute Malang dengan harga tiket mulai Rp 375.000
Berhubung rata-rata bus Cititrans masih baru maka sistem aplusan menurut Aris tidak menjadi masalah karena bisa dibilang performanya hampir sama. Namun, ketika mulai ada penurunan performa maka butuh komunikasi yang baik antara sopir dan manajemen.
“Jika tidak dikomunikasikan nanti kasian sopir yang selanjutnya, karena tidak tahu masalah atau penurunan performa pada bus tersebut, beda dengan sistem batangan pasti sopir sudah tahu lebih detail terkait kondisi bus,” ucap Aris.
Aris mengatakan dengan mengkomunikasikan setiap permasalahan teknis bus, maka manajemen akan segera mengambil tindakan untuk memasukan bus ke bengkel atau sejenisnya. Sehingga, setiap bus yang beroperasi memang kondisinya siap dan prima.
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim redaksi Kompas.com, berkesempatan melakukan perjalanan dari Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah ke Jakarta menggunakan bus Cititrans Busline, Selasa (16/7/2024) jam keberangkatan pagi.
Cara mendapatkan tiketnya cukup mudah, yaitu bisa menggunakan aplikasi Cititrans, sehingga dapat mempermudah penumpang mendapatkan tiket dan memilih tempat duduk sesuai keinginan.
Selain itu, lewat aplikasi tersebut penumpang bisa memilih menu makanan yang akan didapatkan sekali secara gratis. Menu yang dipilih juga bisa diubah atau ditambah sesaat sebelum sampai dengan menghubungi pramugari yang bertugas.
Menggunakan Jetbus 5 Super High Deck buatan Adiputro dengan sasis Hino RM 280, bus dari Blue Bird Group ini memiliki ruang interior luas, tinggi, fitur melimpah, dan sistem keamanan canggih.
Alhasil konsumen bisa merasakan sensasi eksklusif layaknya naik pesawat ketika duduk di bangku penumpang.
Cititrans Busline menawarkan dua kelas, yakni Suites dan Super Eksekutif yang ada dalam satu bus dengan konfigurasi tempat duduk berbeda.
Bangku penumpang kelas Super Eksekutif konfigurasi 2-2 dengan sandaran kaki cukup luas sehingga penumpang dapat duduk lebih santai.
Kompas.com/Fathan Cititrans Busline resmi meluncur, rute Malang dengan harga tiket mulai Rp 375.000
Sementara redaksi kompas.com berkesempatan mencoba layanan kelas Suites dengan konfigurasi 1-1 dengan tingkat privasi lebih baik. Meski tidak dilengkapi tirai memutar layaknya hotel kapsul desain tempat duduk sudah bisa membatasi pandangan dari penumpang lain.
Selain bangkunya nyaman dan empuk, pengaturan posisi duduk bisa dikendalikan lewat tombol sehingga cukup praktis dalam menyesuaikan.
Tersedia juga bantal dan selimut untuk menunjang kenyamanan ketika hendak tidur di dalam kabin. Soal keamanan, Cititrans memasang kamera CCTV di beberapa sudut sehingga bisa dikatakan lebih terawasi.
KOMPAS.com/FATHAN Bus baru Cititrans yang melayani rute Jakarta, Bandung, dan Malang
Tersedia juga meja lipat yang bisa menahan beban sampai 5 kilogram bisa digunakan untuk menaruh buku, perangkat kerja dan sejenisnya. Saat perjalanan malam, penumpang bisa mengandalkan penerangan lampu baca yang tersedia.
Di depan bangku juga tersedia layar audio video on demand (AVOD) yang bisa dinikmati penumpang untuk memutar video di Youtube, mendengarkan musik dan melakukan pencarian di internet.
Untuk memudahkan penumpang, di bangku tersebut tersedia tombol untuk memanggil trip attendant atau pramugari misal ada keperluan minta WiFi gratis, dibuatkan minuman atau makanan dan mengubah atau menambah makanan sebelum sampai restoran.
Kompas.com/Fathan Cititrans Busline resmi meluncur, rute Malang dengan harga tiket mulai Rp 375.000
Cititrans juga menyediakan banyak makanan ringan dalam tas yang ditujukan kepada setiap penumpang untuk semua kelas, meski nilainya berbeda-beda sesuai kelasnya. Di luar jajanan tersebut, penumpang masih bisa mendapatkan makanan dan minuman gratis seperti kopi, teh, air mineral dan mi instan dalam cup.
Dengan harga tiket Rp 355.000 saat promo, Rp 525.000 saat normal layananan Cititrans bagi saya cukup memuaskan. Hanya saja soal jadwal keberangkatan yang bisa berubah-ubah membuat saya kurang nyaman.
Berdasarkan pengalaman redaksi, keberangkatan bus mulanya pukul 8:30 dari Kartasura lokasi di parkiran Alfamart Kuwiran, namun sekitar pukul 6:20 sudah diberitahu jadwal keberangkatannya maju menjadi pukul 7:30, karena bus dari Yogyakarta hanya mengangkut satu penumpang.
Tentunya kondisi ini cukup merepotkan bagi penumpang yang jarak rumah dengan terminal cukup jauh.
Terlepas dari itu, layanan Cititrans Busline sangat menyenangkan, aman dan nyaman. Selama perjalanan bus selalu masuk di jalan tol sehingga perjalanan hanya membutuhkan waktu 7 jam.