#30 tag 24jam
Koperasi Pemulung Berdaya Raih Kepercayaan Kelola Dana Layanan Pembiayaan Ekonomi Sirkular
Koperasi Pemulung Berdaya atau Recycle Business Unit (RBU) Tangerang Selatan yang pada awal pendiriannya didampingi oleh AQUA, dipercaya menjadi salah satu penerima... | Halaman Lengkap [1,138] url asal
#kementerian-lingkungan-hidup-dan-kehutanan-lhk #koperasi #danone-aqua #danone-indonesia #ekonomi-sirkular
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/08/24 14:41
v/14429509/
JAKARTA - Koperasi Pemulung Berdaya atau Recycle Business Unit (RBU) Tangerang Selatan yang pada awal pendiriannya didampingi oleh AQUA, dipercaya menjadi salah satu penerima layanan dana lingkungan yang pertama dari pemerintah Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan sertifikat tersebut kepada Listiarsih selaku Ketua Koperasi Pemulung Berdaya di Festival Lingkungan Iklim Kehutanan Energi Baru Terbarukan (LIKE) 2, di Jakarta Convention Center (JCC), pada Jumat, 9 Agustus 2024.Saat itu Jokowi dengan didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Mengambil tema ?10 Tahun Kerja untuk Sustainabilitas?, Festival LIKE 2 merupakan agenda yang merangkum akumulasi kerja-kerja dan langkah korektif bidang Lingkungan Hidup, Iklim, Kehutanan dan Energi (khususnya energi terbarukan). Diselenggarakan mulai dari 8 - 11 Agustus 2024, Festival LIKE 2 merupakan bagian dari persiapan menuju COP ke-29 The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) di Baku, Azerbaijan, yang akan diadakan pada November 2024.
Festival LIKE 2 diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan beragam upaya yang telah dilakukan berbagai pihakdi Indonesia dalam melestarikan lingkungan hidup, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli dan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dalam keterangan pers pada website Sekretariat Kabinet saat penyerahan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial dan SK Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), serta Sertifikat Layanan Dana Lingkungan kepada perwakilan masyarakat di Festival LIKE 2, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, menuturkan, ?Kalau lingkungan tidak bisa kita jaga, lingkungan tidak terjaga, yang paling berpengaruh nanti adalah terhadap kualitas hidup kita, baik berupa sakit, berupa kekeringan, kemudian tekanan terhadap pangan, itu saya kira yang harus menjadi perhatian kita bersama.?
Pada kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar mengatakan, ?Selain (SK) Hutan Sosial dan TORA, akan diserahkan juga dukungan kepada masyarakat dalam kerja aksi lingkungan berupa sertifikat dana layanan masyarakat dari BPDLH (Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup), bukan APBN, tetapi dana yang berasal dari filantropi, dari bilateral kerjasama iklim seperti Norwegia, Jerman, dan juga multilateral seperti GCF, GEF, termasuk Bezos Earth Fund.
Dana-dana seperti ini untuk aksi iklim, untuk Folu Net Sink, untuk aksi lingkungan, ekonomi sirkular, dan lain-lain yang terus berkembang dan akan dilanjutkan.?
BPDLH merupakan arahan Presiden Indonesia guna mendukung kerja-kerja masyarakat untuk lingkungan yang perlu difasilitasi. Sejumlah penerima manfaat di antaranya para penerima Kalpataru, sekolah Adiwiyata, perguruan tinggi, kelompok bank sampah, penggerak ekosistem ekonomi sirkular seperti Koperasi Pemulung Berdaya. Layanan dana masyarakat untuk lingkungan dari BPDLH diproyeksikan dengan skala senilai 2.000-50.000 USD.
Pada tahun 2010, AQUA dan Danone Ecosystem mendorong pertumbuhan model bisnis sosial daur ulang sampah plastik dengan menghadirkan unit bisnis daur ulang atau dikenal sebagai recycling business unit (RBU). Untuk mendukung program tersebut terdapat enam RBU yang tersebar di Bali, Lombok, Bandung dan Tangerang Selatan, semuanya bertugas untuk mengumpulkan atau membeli sampah botol plastik PET dari pemulung, membersihkan, mencuci dan mencacah, kemudian menjualnya sebagai bahan baku botol baru kepada pabrik pembuatan botol baru yang merupakan mitra bisnis AQUA.
Dalam perjalanannya, untuk memastikan keberlanjutan RBU sekaligus memastikan nilai-nilai sosial terus terjaga dibentuklah Koperasi Pemulung Berdaya pada 2013. Bergerak di bidang produksi cacahan daur ulang plastik dan simpan pinjam, koperasi ini juga menjadi lembaga yang menaungi unit bisnis daur ulang.
Sejak berada di bawah naungan Koperasi Pemulung Berdaya unit bisnis daur ulang terus berkembang, dimulai hanya satu unit bisnis di Tangerang Selatan, hingga saat ini telah memiliki empat unit bisnis daur ulang satelit di Gunung Sindur, Bogor, Sukabumi, Bekasi, dan Labuan Bajo.
Pada 2023, seluruh unit bisnis berhasil mengumpulkan lebih dari 2 ribu ton sampah botol PET. Lebih lanjut, unit bisnis daur ulang juga terus bertumbuh dengan mulai melakukan jual beli kemasan, karton, kertas, aluminium, besi, kaleng, plastik pp serta gelas. Dengan jaringan bisnis yang terus berkembang, Koperasi Pemulung Berdaya memiliki omzet hingga 20 milyar per tahun pada 2023.
Saat ini, Koperasi Pemulung Berdaya memiliki 91 anggota di mana semuanya adalah karyawan RBU yang mendapatkan gaji serta BPJS karyawan. Selain itu seluruh karyawan yang juga anggota koperasi juga mendapatkan manfaat lain seperti SHU (sisa hasil usaha), melakukan simpan pinjam serta bantuan sembako setiap Hari Raya Idul Fitri, termasuk mendapatkan vaksin pada masa pandemi COVID-19.
Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyampaikan, turut bangga dengan kepercayaan yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada Koperasi Pemulung Berdaya. Awalnya, Koperasi Pemulung Berdaya merupakan mitra binaan AQUA dalam upaya pengelolaan sampah plastik.
"Saat ini, kerja sama Koperasi Pemulung Berdaya dengan AQUA masih terus berlanjut. Koperasi Pemulung Berdaya mensuplai recycle PET (rPET) untuk digunakan menjadi kemasan botol baru AQUA. Di AQUA, kami tidak hanya berfokus pada menyediakan air minum sehat dan berkualitas, tetapi juga pada bagaimana produk kami dapat menjadi bagian dari solusi bagi permasalahan sampah plastik. Melalui inisiatif #BijakBerplastik, kami berkomitmen untuk mendorong perubahan yang berdampak positif bagi lingkungan dan berkelanjutan," jelasnya.
Perwakilan Koperasi Pemulung Berdaya, Listiarsih menyampaikan, rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. ?Pemulung memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah, namun seringkali terpinggirkan. Untuk itu, dana layanan pembiayaan ekonomi sirkular yang dipercayakan akan kami gunakan untuk mengembangkan koperasi. Dengan demikian, para pemulung yang telah menjadi anggota koperasi bisa merasakan manfaatnya dan semakin berdaya dalam
meningkatkan kesejahteraannya.?
AQUA terus mendorong perekonomian sirkular melalui inisiatif #BijakBerplastik yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan membantu menangani permasalahan sampah, khususnya sampah plastik. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLHK, sekitar 64% sampah berhasil dikelola dari 33 juta ton lebih timbulan sampah yang terkumpul dari 308 kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2023. Untuk mencapai target pengelolaan sampah 100%,dibutuhkan peran aktif dan kolaborasi berbagai pihak.
Dimulai sejak 2018, #BijakBerplastik memiliki tiga fokus utama yang menjadi pilar pendekatan ekonomi sirkular yaitu pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi kepada konsumen dan masyarakat, serta inovasi kemasan produk.
Sebagai wujud dari komitmen dalam pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, AQUA turut berkontribusi membangun Recycling Business Unit (RBU) sebagai model sosial bisnis daur ulang untuk mengolah kembali sampah botol plastik menjadi cacahan plastik untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produk daur ulang atau produk lain yang bernilai ekonomi.
Selain Koperasi Pemulung Berdaya, sejumlah daerah wilayah binaan AQUA seperti Kampung Iklim Kelurahan Banjar Sugihan, Tandas, Surabaya dan Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali meraih penghargaan pelaksana Program Kampung Iklim (ProKlim) dari KLHK.
Lebih lanjut, salah satu mitra AQUA dalam project Bank Sampah Induk di Daerah Wisata yaitu Kabupaten Toba, Febriyanti S.R, CEO Bank Sampah Bersinar Kab. Bandung, Jawa Barat juga menerima penghargaan Tokoh Inspiratif dalam Pengurangan Sampah Nasional kategori Komunitas Mitra KLHK pada malam penghargaan KLHK.
?Berbagai apresiasi pemerintah bagi sejumlah mitra kami menunjukkan bahwa kami telah berada di jalur yang tepat dalam menjalankan misi kami untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang, melalui aksi nyata #BijakBerplastik. Sebagai salah satu mitra strategis pemerintah Indonesia dalam menanggulangi permasalahan sampah plastik, kami akan terus melanjutkan upaya ini agar dapat menjadi teladan dalam mewujudkan perekonomian sirkular yang inklusif dan berkelanjutan,? tutup Karyanto.
Kelola 1.400 Metrik Ton Sampah Plastik, AQUA Kurangi Emisi Karbon 2,2 Juta Kilogram
Upaya mengurangi sampah plastik dilakukan PT Tirta Investama (AQUA) bermitra dengan PT Khazanah Hijau Indonesia (Rekosistem) dengan mengelola 1.400 metrik ton sampah... | Halaman Lengkap [514] url asal
#sampah-plastik #emisi-karbon #danone-aqua #berita-ekonomi #kelola-sampah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 09/08/24 19:04
v/13947827/
GRESIK - Upaya mengurangi sampah plastik dilakukan PT Tirta Investama ( AQUA ) bermitra dengan PT Khazanah Hijau Indonesia (Rekosistem) dengan mengelola 1.400 metrik ton sampah kemasan dan botol plastik di Gresik.Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo dengan Ernest C. Layman selaku CEO & Co-founder Rekosistem, disaksikan Kepala Bidang di Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, serta pejabat pemerintahan di wilayah setempat.
Kemitraan ini mengumpulkan dan mendaur ulang sampah kemasan untuk mendukung ekonomi sirkular dan tanggung jawab produsen yang Diperluas (EPR/Extended Producer Responsibility). Seremoni ditutup dengan kunjungan lapangan ke Fasilitas Pemulihan Material Reko Hub di Driyorejo.
Pengumpulan 1.400 ton metrik sampah plastik dalam program ini memiliki potensi penghematan karbon emisi hingga 2,2 juta kilogram karbon dari inisiatif daur ulang sehingga mengurangi ketergantungan pada penggunaan virgin plastic.
?Surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia yang memiliki permasalahan-permasalahan yang sama dengan kota lain, khususnya dalam menangani masalah limbah sampah. Setiap hari kota Surabaya menghasilkan sampah yang pembuangannya tersebar di TPA, TPA3R dan beberapa bank sampah. Kolaborasi AQUA dan Rekosistem ini adalah implementasi konkrit dari EPR yang menjadi alternatif solusi untuk mengurangi beban yang menumpuk di Surabaya dan kota-kota penyangganya,? ucap Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan dan Pemanfaatan Limbah Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Mohamad Amin.
Sejak 1993, AQUA telah menginisiasi program untuk mengumpulkan kembali dan mendaur ulang sampah botol plastik pascakonsumsi dengan mengembangkan Program AQUA Peduli. Berlanjut pada 2018, AQUA meluncurkan #BijakBerplastik, yang merupakan bentuk komitmen mendukung Gerakan Indonesia Bersih dan untuk mencapai ambisi ?Recover more than we use? (mengumpulkan kemasan lebih banyak dari yang dihasilkan).
Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengatakan, bahwa AQUA selalu berinovasi dengan menempatkan konsumen sebagai prioritas utama dan mengedepankan dampak pada lingkungan.
?Kami berkomitmen menghadirkan kesehatan melalui produk berkualitas sekaligus berkontribusi positif kepada masyarakat dan lingkungan, sejalan dengan strategi keberlanjutan perusahaan Danone Impact Journey," kata Karyanto.
?Optimalisasi kemasan adalah salah satu wujud memelihara kelestarian lingkungan. Kami merancang kemasan yang 100% dapat digunakan kembali, dan didaur ulang. Riset dan inovasi dalam kemasan terus kami dorong untuk mendukung upaya closed-loop recycling dari botol menjadi botol lagi dan berdampak yang positif bagi lingkungan," tambahnya.
Sementara itu Rekosistem sebagai mitra strategis adalah perusahaan rintisan yang beroperasi di bidang clean and climate tech. Perusahaan ini menyediakan implementasi ekonomi sirkular dalam rantai pasokan limbah (yaitu pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan pemrosesan) dengan memanfaatkan sistem operasi pengelolaan limbah milik Rekosistem untuk mengubah limbah menjadi bahan baku daur ulang dan energi baru terbarukan.
CEO & Co-founder Rekosistem, Ernest C. Layman menegaskan, bahwa misi utama Rekosistem adalah untuk berkontribusi pada peningkatan tingkat daur ulang sampah sekaligus mendorong terciptanya kebiasaan #PilahKemasSetor sampah untuk daur ulang.
?Kami juga aktif mengkampanyekan #TowardsZero dengan pendekatan waste-to-materials dan waste-to-energy untuk mendukung realisasi Net Zero Emissions di Indonesia," ujarnya.
?Fasilitas kami ini fokus pada sampah kemasan plastik PET, PP dan PE. AQUA mendukung pengadaan mesin press, penambahan manfaat ekonomi bagi 100 penyortir sampah, bantuan modal untuk pembelian material kemasan dari 50 jaringan sektor informal, serta edukasi ke konsumen tentang kampanye #BijakBerplastik," tutupnya.
AQUA Dorong Ekonomi Sirkular Tanggulangi Masalah Sampah
Penerapan ekonomi sirkular antara lain melalui bisnis daur ulang dan bank sampah dinilai menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia.... | Halaman Lengkap [533] url asal
#danone-aqua #ekonomi-sirkular #sampah-plastik #daur-ulang #bank-sampah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 03/08/24 18:39
v/13151732/
JAKARTA - Produsen air minum kemasan AQUA menerapkan ekonomi sirkular sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan sampah di Indonesia. Hal itu diwujudkan melalui tiga fokus utama, yakni pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi konsumen dan masyarakat, dan inovasi kemasan dalam produk.Hal itu ditegaskan dalam kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke fasilitas Recycling Business Unit (RBU) Bali PET di Denpasar, Bali. Pada kesempatan itu, AQUA mendemonstrasikan kapabilitasnya dalam mendaur ulang kemasan pascakonsumsinya.
Kepala Bidang Ekonomi Sirkular KLHK Wisti Noviani menyampaikan, apresiasinya atas inisiatif AQUA dalam menggunakan kemasan daur ulang pada produk-produknya, termasuk penggunaan PET pada Galon Guna Ulangnya yang baru. Hal ini merupakan salah satu upaya mengurangi sampah kemasan plastik dari produk air minum dalam kemasan dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan.
"Kami berharap inisiatif ini dapat terus dilanjutkan, dan dapat menginspirasi para produsen makanan dan minuman lainnya untuk terus ikut berperan aktif mengurangi sampah kemasannya, terutama sampah kemasan sekali pakai," ungkapnya melalui siaran pers, Sabtu (3/8/2024).
Menanggapi hal itu, Packaging Circularity Senior Manager Danone Indonesia Jeffri Ricardo menegaskan dukungan AQUA untuk pencapaian target pemerintah dalam penanggulangan permasalahan sampah. AQUA, tegas dia, percaya bahwa penerapan ekonomi sirkular merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia.
"Karena itu, AQUA terus mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik dengan tiga fokus utama, yaitu pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi kepada konsumen dan masyarakat, serta inovasi kemasan dalam produk," paparnya.
Diketahui, AQUA telah berinovasi dengan menghadirkan produk AMDK Galon Guna Ulang berbahan polycarbonate (PC), dan juga mengedarkan Galon Guna Ulang berbahan polyethylene terephthalate (PET) yang ramah lingkungan. Keduanya pun aman dan memenuhi standar regulasi SNI dan BPOM. Penggunaan kemasan Galon Guna Ulang ini sejalan dengan komitmen #BijakBerplastik AQUA untuk menggunakan 100% kemasan yang dapat digunakan kembali, dapat didaur ulang, atau dapat dikomposkan. AQUA juga menargetkan untuk meningkatkan elemen daur ulang dalam kemasan botol hingga 50%.
Bekerja sama dengan berbagai pihak, kata Jeffri, AQUA telah menginisiasi pengembangan 6 unit bisnis daur ulang, TPST, TPS3R, serta bank sampah yang tersebar di Indonesia; dan memberdayakan hampir 10.000 pemulung di seluruh Indonesia. Hasilnya, AQUA telah mengumpulkan hingga 22.000 ton sampah plastik setiap tahunnya. "Plastik yang telah diolah kemudian diproses dan didaur ulang menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi, terutama menjadi bahan baku kemasan botol baru berbahan plastik daur ulang," jelasnya.
Penggunaan kemasan guna ulang AQUA, imbuh Jefferi, bertujuan untuk membangun kebiasaan reduce, reuse, dan recycle (3R) di masyarakat. Kemasan guna ulang ini juga menjadi pilihan yang ramah lingkungan karena berpotensi mengurangi hingga 83% emisi karbon, mengurangi penggunaan plastik hingga 78%, serta mampu mencegah penggunaan lebih dari 770.000 ton plastik baru setiap tahunnya.
"Dalam hal edukasi kepada konsumen dan masyarakat, AQUA memimpin kampanye nasional untuk pendidikan daur ulang dengan menjangkau 100 juta orang dan 5 juta anak-anak," imbuhnya.
Penanggulangan sampah plastik merupakan salah satu permasalahan utama di Indonesia. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat, pada 2022 Indonesia menghasilkan 21,19 juta ton sampah. Dari total sampah tersebut, 34,45% tidak terkelola sehingga berpotensi mencemari sumber air serta laut dan lingkungan. Pemerintah menargetkan pengurangan sampah plastik ke laut hingga 70% pada 2025 dan berupaya mendorong keterlibatan masyarakat serta sektor swasta dalam pengelolaan sampah.
Asosiasi Depot Air Minum Sesalkan Iklan Tendensius Aqua
Konsumen tidak perlu ragu dengan mutu dan kualitas air depot. [617] url asal
#umkm #apdamindo #danone-aqua #air-depot
(Republika - Ekonomi) 02/08/24 16:33
v/13017267/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua organisasi besar yang mewadahi bisnis depot air minum menyesalkan sikap Aqua, market leader industri air kemasan bermerek, yang menyerang produk air galon depot isi ulang lewat iklan televisi yang tendensius.
"Kami sangat menyayangkan langkah Danone Aqua dalam menayangkan iklan yang menyerang produk air depot isi ulang. Klaim yang menyatakan bahwa air depot isi ulang kurang aman dan bermutu rendah sangat tidak berdasar dan menyesatkan konsumen," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum Indonesia (Apdamindo), Budi Darmawan dalam keterangan pers.
Menurutnya, produk air galon depot isi ulang yang dikelola oleh UMKM di seluruh Indonesia selalu melalui tahapan uji kualitas dan keamanan yang baik. Penggunaan seorang ahli yang tidak tahu sejarah panjang depot air minum yang bekerja sama bertahun-tahun dengan Kementrian Kesehatan dirasakan kurang bijak.
"Konsumen tidak perlu ragu dengan mutu dan kualitas air depot dan tak perlu juga termakan propaganda Aqua," kata Budi.
Hal senada diungkapkan Ketua Umum Perkumpulan Dunia Air Minum Indonesia (Perdamindo), Achmad Zuhry. “Kami setiap hari mensosialisasikan kepada pelaku Depot Air Minum agar seluruh pelaku Depot Air Minum (DAM) mengikuti peraturan Perundang-undangan yang berlaku, jadi tak ada istilah air depot mutu dan keamanannya di bawah air bermerek,” katanya menegaskan.
Achmad Zuhry juga menyesalkan pandangan miring Aqua pada bisnis depot air minum yang merupakan kontributor utama air minum di Indonesia.
Muncul di sejumlah kanal televisi dalam beberapa waktu terakhir, iklan Danone Aqua mengklaim air galon bermereknya lebih bermutu dan aman dikonsumsi dibandingkan air depot isi ulang yang digambarkan masih mengandung bakteri serta mudah terkontaminasi karena penutupnya yang dianggap kurang aman.
Sekaitan itu, Apdamindo dan Perdamindo memberikan penghormatan kepada jutaan masyarakat Indonesia yang setia dan menghargai produk UMKM serta produk dalam negeri dengan memilih air galon produksi depot air minum, ketimbang air minum bermerek yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh perusahaan asing.
"Apdamindo dan Perdamindo sangat menghargai kesetiaan dan dukungan konsumen Indonesia terhadap produk dalam negeri. Pilihan ini tidak hanya membantu perekonomian lokal dan mendukung keberlanjutan UMKM, tetapi juga menunjukkan semangat nasionalisme yang tinggi. Ekonomi sirkular yang telah berlangsung lebih dari 25 tahun telah membuktikan bahwa kegiatan Depot Air Minum mendukung ekonomi berbagai lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. Dengan begitu, Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk air galon depot isi ulang dan memberikan yang terbaik bagi konsumen," ujar Budi.
Sebagai langkah konkret, Apdamindo dan Perdamindo akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh anggota depot air minum. "Kami berkomitmen untuk memastikan setiap depot air minum mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan yang telah ditetapkan. Selain itu, kami juga akan meningkatkan edukasi kepada konsumen mengenai pentingnya memilih produk air minum yang aman dan berkualitas," kata Achmad Zuhry.
Apdamindo dan Perdamindo optimis industri air galon depot isi ulang akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. “Kami pengusaha depot air minum di seluruh Indonesia berkomitmen menjaga integritas dan kualitas produk air galon depot isi ulang,” kata Achmad Zuhry.
Lebih jauh, Budi Darmawan memberikan tanggapan atas fenomena terbaru di pasar air minum dalam kemasan. Seiring meningkatnya jumlah konsumen yang beralih ke air galon depot isi ulang, dia mengungkapkan keprihatinannya terhadap viralnya video tentang masih adanya kotoran dalam gallon bermerk yang masih bersegel rapi baru-baru ini. serta respons perusahaan yang dinilai kurang bijak dalam menghadapi persaingan pasar.
Budi Darmawan menyatakan, ia melihat adanya kekurang hati-hatian dalam kontrol kualitas produk air minum bermerek Aqua yang selama ini dikenal sebagai brand unggulan. Hal ini mendorong semakin banyak konsumen untuk beralih menggunakan air galon depot isi ulang yang telah terbukti mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan yang tinggi.
Selain itu, Asosiasi saat ini bersama dengan Kementrian Kesehatan telah merampungkan pembuatan Kurikulum Nasional Pelatihan Pemeriksaan Depot Air Minum oleh Sanitarian dan Puskesmas seluruh Indonesia, yang akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat ini.
Kelola 20 Pabrik, Begini Cara Pengolahan Air di Pabrik Danone Indonesia
Air AQUA diambil air dari lapisan akuifer yang terdapat di bawah tanah. [366] url asal
#air-minum-dalam-kemasan-amdk #danone-aqua #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi
(Kontan-Industri) 24/07/24 11:54
v/11916341/
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - KLATEN. Danone Indonesia melalui PT Tirta Investama hingga pertengahan 2024 ini telah mengelola 20 pabrik Aqua yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia.
Salah satu pabriknya berlokasi di Klaten. Pabrik seluas 5,4 hektar ini beroperasi untuk melayani permintaan Aqua di kawasan Jawa Tengah dan sekitarnya. Pabrik tersebut juga telah menggunakan listrik solar panel untuk melaksanakan pengembangan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
"Kita meyakini bahwa untuk menyehatkan masyarakat, kita perlu memastikan bumi itu terlebih dahulu yang sehat," kata Head of Climate and Water Stewards Danone Indonesia, Ratih Anggraini kepada wartawan di Taman Kehati Aqua, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (23/7).
Dalam kunjungan ke pabrik Aqua Klaten, Aqua menjelaskan bahwa proses produksi air minumnya diambil dari hulu di Gunung Merapi yang alirannya sampai ke sungai Bengawan Solo.
"Seluruh air Aqua itu berasal dari akuifer (lapisan yang terdapat di bawah tanah) tertekan atau akuifer yang terlindungi. Ini kan ada lapisan yang kedap ya, sehingga tidak akan mengalami atau terkontaminasi dari lapisan yang lain, juga tidak akan mengganggu keberlanjutan air yang berada di akuifer paling atas atau biasa disebut akuifer bebas," jelasnya.
Di pabrik yang sama, proses pengemasan ke dalam botol juga dilakukan dengan teknologi tinggi dan minim sentuhan manusia. Hal ini dilakukan untuk menjaga sterilitas dan kebersihan produk.
Aqua menjelaskan, air yang diproduksi tersebut dipilih berdasarkan sembilan kriteria, lima tahapan, dan sudah melalui penelitian selama satu tahun lamanya sebelum diproduksi dan diedarkan ke masyarakat.
Adapun sembilan kriteria itu terdiri dari aliran air, parameter fisik, parameter kimia, parameter mikrobiologi, linkungan mata air, stabilitas fisik, stabilitas kimia, kesinambungan sumber air, dan infrastruktur.
Sementara lima tahapan penelitian itu di antaranya identifikasi dan uji kelayakan, studi geologi, studi geolistik, eksplorasi, dan pendayagunaan sumber air.
Ratih mengatakan pihaknya juga mempunyai kewajiban mengembalikan lebih banyak air dari yang diambil untuk keberlangsungan khususnya di masyarakat dengan cara melakukan penanaman pohon di bagian hulu.
Di sisi lain, kemasan yang digunakan juga lebih ramah lingkungan dengan menggunakan 100% botol plastik daur ulang sehingga menimbulkan jejak karbon yang lebih rendah.
"Botol-botol tersebut didapat dari botol plastik bekas yang nantinya diolah kembali untuk menjadi kemasan Aqua yang baru," paparnya.
Lakukan Konservasi, Aqua Targetkan Efisiensi Penggunaan Air Mencapai 50% Pada 2030
Aqua menargetkan efisiensi air atau penurunan penggunaan air mencapai 50% di tahun 2030 dibandingkan tahun 2020. [260] url asal
#aqua #danone-aqua #berita-nasional #indonesia #pemerintah #kebijakan-ekonomi #manufaktur
(Kontan-Industri) 24/07/24 08:04
v/11893596/
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID -KLATEN. Aqua sebagai bagian dari Danone Indonesia menargetkan efisiensi air atau penurunan penggunaan air mencapai 50% di tahun 2030 dibandingkan tahun 2020.
Head of Climate and Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraini menjelaskan hal tersebut diupayakan melalui konservasi vegetatif dan konservasi buatan yang dilakukan Aqua.
"Kami menyebutnya konservasi vegetatif, jadi misalnya kita menanam pepohonan, kemudian juga yang kedua kami sebut dengan konservasi buatan. Konservasi buatan itu biasanya yang melibatkan infrastruktur atau sarana-prasarana. Makanya ada yang namanya sumur resapan, kemudian ada juga water pond atau kolam," urai Ratih pada momen kunjungan media ke Taman Kehati Aqua Klaten, Jawa Tengah, Selasa (23/7) lalu.
Aqua berharap upaya tersebut dapat membantu air lebih banyak diserap langsung ke dalam di daerah hulu. Ia menambahkan, pabrik air Aqua yang terletak di pertengahan jalur Daerah Aliran Sungai beroperasi dengan mengatur pemakaian air.
Ratih menjelaskan, di area tengah DAS, Aqua memastikan penggunaan air yang efisien. Sebab di area hilir, adalah fungsi operasional pertanian regeneratif dan revitalisasi irigasi. Jika pemakaian air tidak efisien, akan mempengaruhi irigasi dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan sosial.
"Komitmen Aqua untuk mengembalikan air sebanyak mungkin ke alam dan masyarakat ini telah dibuktikan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN," tambahnya.
Melalui Taman Kehati, Aqua juga menjaga keanekaragaman hayati dan mendorong praktik pertanian regeneratif untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dan efisiensi penggunaan air.
"Dengan keanekaragaman flora dan fauna yang seimbang, ekosistem dapat berfungsi dengan baik dan air dapat diresapkan dengan efektif," ujarnya.