JAKARTA, KOMPAS.com –CVT atau singkatan dari Continuously Variable Transmission adalah sistem transmisi otomatis yang saat ini sudah banyak digunakan pada sepeda motor. Meski begitu, belum semua orang paham dengan cara kerja sistem CVT.
Seperti diketahui, sistem ini menghasilkan perbandingan reduksi secara otomatis yang sesuai dengan kondisi dari putaran mesin.
Alhasil sepeda motor terbebas dari memindahkan gigi, sehingga ketika berkendara akan lebih nyaman dan santai.
Sistem CVT tidak lagi menggunakan roda-roda gigi untuk melakukan perputaran rasio transmisi, melainkan menggunakan sabuk karet atau biasa diketahui dengan V-Belt dan Pully Variable untuk memperoleh perbandingan gigi yang bervariasi.
Kebingungan mengenai cara kerja CVT rupanya masih ada di benak sebagian orang. Salah satunya seperti pada posting Instagram @lowslowmotif (6/7/2024).
Di sana terlihat Yamaha Nmax yang tampak mogok lalu diderek atau ditarik mobil. Netizen banyak berdebat mengenai boleh atau tidaknya motor matik dibiarkan berjalan saat mogok.
Tak sedikit warganet yang menyebutkan kalau kegiatan tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada sistem CVT, bahkan kerusakan mesin.
Menanggapi posting tersebut, Yoga Ningrat, pemilik bengkel spesialis skutik Yoga Motoshop, mengatakan, motor matik boleh didorong atau distut dalam keadaan mati.
“Aman-aman saja. Karena pada saat distut sudah tidak terhubung dengan belt atau mesin. Jadi yang berputar pada saat distut hanya roda, gir rasio, as roda, terus mangkuk,” ujar Yoga, kepada Kompas.com (6/7/2024).
KOMPAS.com/daafa Proses Modifikasi CVT motor matik
“Tapi mangkuk ini berputar dalam kondisi kampas gandanya tidak menempel, tidak koneksi dengan mangkuknya. Jadi menurut saya aman. Enggak menimbulkan kerusakan fatal pada kaki-kaki, roda, ataupun CVT,” kata dia.
Sebagai informasi, ketika mesin motor dalam keadaan mati, maka crankshaft tidak dalam posisi berputar.
Adapun ketika mesin motor hidup atau dalam keadaan langsam, maka crankshaft berputar sehingga drive gear juga ikut berputar.
Putaran drive gear membuat gaya sentrifugal pada roller, sehingga mengggerakkan fan belt dan pada akhirnya membuat motor matik bisa melaju.