#30 tag 24jam
Industri Fintech Lending Gencar Meliterasi Keuangan hingga Indonesia Timur
Kredit Pintar, sebuah platform fintech lending memperluas pasar ke Indonesia Timur dengan mengedukasi dan literasi keuangan di kota Makassar, Sulawesi Selatan. [549] url asal
#fintech #fintech-untuk-ukm #pinjaman-online #literasi-keuangan #edukasi-keuangan
(MedCom - Ekonomi) 06/11/24 13:10
v/17572560/
Makassar: Kredit Pintar, sebuah platform fintechlending memperluas pasar ke Indonesia Timur dengan mengedukasi dan literasi keuangan di kota Makassar, Sulawesi Selatan.Perusahaan, sebagai platform fintech lending yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), konsisten mengedukasi dan meliterasi keuangan yang menyasar masyarakat umum, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan generasi muda.
Kelas Pintar Bersama menjadi inisiatif Kredit Pintar yang selaras dengan imbauan OJK bagi para pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk dapat berkolaborasi dan bersinergi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang baik. Hal ini dilakukan agar dapat memperluas dan membuka basis ekonomi baru di daerah.
"Dengan adanya akses keuangan masyarakat yang lebih luas, bertanggung jawab, dan produktif, maka diharapkan dapat mendukung meningkatnya kesejahteraan dan memperkuat pembangunan ekonomi nasional," jelas Direktur Bisnis & Operasi Kredit Pintar, Kokko Cattaka, dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 November 2024.
Komitmen Kredit Pintar melalui Kelas Pintar Bersama secara konsisten telah dilakukan baik secara online dan offline selama kurun waktu 2021-2024. Untuk periode Januari hingga September 2024, Kelas Pintar Bersama telah diikuti oleh 450 peserta yang terdiri dari mahasiswa, blogger, UMKM, hingga masyarakat umum.
"Melalui literasi keuangan yang kami lakukan di Kelas Pintar Bersama, kami berharap dapat memberikan banyak manfaat dan berdampak pada penguatan literasi keuangan serta peningkatan potensi UMKM, serta bertumbuhnya iklim yang sehat bagi industri fintech lending di Indonesia," tambah Kokko.
| Baca juga: Akses Pembiayaan Inklusif Naikkan Literasi Keuangan |

Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Membantu mengelola pinjaman dengan bijak
Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, menambahkan, melalui kegiatan ini perusahaan membantu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai literasi kredit, yaitu kemampuan mengelola pinjaman dengan bijak, memahami suku bunga, risiko, dan dampaknya pada keuangan.
"Ini penting agar masyarakat bisa memilih kredit yang tepat dan menghindari utang berlebih, terutama di era digital," kata Puji.
Menyasar pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa khususnya di Sulawesi Selatan, telah dilakukan Kredit Pintar melalui jalinan kerja sama dengan klub sepakbola PSM Makassar pada September 2024 lalu.
"Tujuan Kredit Pintar mensponsori klub PSM Makassar adalah untuk memperluas brand exposure di luar Pulau Jawa dan kami ingin memberikan manfaat bagi masyarakat indonesia, khususnya melalui jalur olahraga yang penuh dengan semangat sportivitas," jelas Puji.
| Baca juga: Agustus 2024, Fintech Lending Raup Cuan Rp656,80 Miliar |
Pada kesempatan kali ini, Kelas Pintar Bersama diadakan di Bikin Bikin Creative Hub, Nipah Mall, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan mengangkat tema ‘Pahami Kredit untuk Keuangan yang Lebih Baik’ dan menghadirkan narasumber yaitu seorang perencana keuangan; Rista Zwestika, CFP®.
Rista berbagi informasi kepada para peserta Kelas Pintar Bersama bagaimana cara memahami kredit agar kondisi keuangan bisa lebih baik.
Kredit Pintar adalah salah satu dari 97 perusahaan peer-to-peer (P2P) lending yang berizin OJK. Sepanjang Januari hingga Oktober 2024 Kredit Pintar telah membukukan penyaluran pinjaman hingga menyentuh angka Rp6,5 triliun.
Sementara itu, sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan oleh Kredit Pintar yaitu mencapai Rp48,5 triliun. Selain itu berdasarkan data OJK hingga Juni 2024, lanskap industri P2P lending di Indonesia, agregat pencairan telah mencapai angka Rp899,15 triliun.
"Untuk cakupan wilayah Sulawesi Selatan, Kredit Pintar telah mencatatkan angka penyaluran pinjaman yang cukup tinggi sepanjang 2024 ini yaitu sekitar Rp135 miliar. Melihat angka tersebut, kami optimis pertumbuhan geliat ekonomi baru di luar Pulau Jawa seperti di Sulawesi Selatan ini akan semakin menggeliat dan tumbuh positif," ungkap Kokko.
dan followChannel WhatsApp Medcom.id
(AHL)
Pembiayaan Fintech, Usaha Konveksi Bisa Ciptakan 100 Lapangan Pekerjaan
KoinP2P berkomitmen untuk memastikan kontribusi terhadap inklusi keuangan. [586] url asal
#fintech-untuk-ukm #industri-tekstil #koinworks #umkm
(MedCom - Ekonomi) 28/07/24 16:29
v/12430699/
Jakarta: KoinP2P yang bekerja sama dengan KoinWorks sebagai platform penyedia produk pinjaman bagi UMKM berkomitmen untuk memastikan kontribusi terhadap inklusi keuangan dan dampak positif pada seluruh pengguna dan masyarakat luas.
KoinP2P menyuarakan komitmennya dengan berbagi kisah inspiratif dari salah satu UMKM peminjamnya. CV Gage Nusa Perkasa, salah satu peminjam KoinP2P yang bergerak di bidang konveksi kain dan pakaian telah mencatatkan perkembangan yang membanggakan dalam beberapa tahun terakhir.
Cerita ini secara spesifik menyoroti dampak KoinP2P dalam mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja melalui pembiayaan di tingkat ekosistem.
Winarno, pemilik CV Gage Nusa Perkasa, telah menekuni dunia konveksi sejak lulus dari bangku SMA pada 2008 setelah merantau ke Jakarta, dan kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha pada 2012. Dengan tekadnya yang kuat, Winarno memulai usaha dari awal dengan belajar mengenai berbagai jenis kain dan menawarkan bahan pakaian ke pasar.
Meskipun menghadapi beberapa tantangan, termasuk saat menawarkan kain di pasar Tanah Abang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil. "Kalau kita sudah bisa diterima di lapangan dan di benak customer, orang akan mencari kita," kenang Pak Winarno, dikutip Minggu, 28 Juli 2024.
Pada 2020, Winarno dikenalkan dengan KoinP2P oleh Wifkain, salah satu mitra KoinP2P yang bergerak di bidang tekstil. Sejak itu, ia memanfaatkan pendanaan dari KoinP2P melalui Wifkain untuk berbelanja perlengkapan dan untuk operasional usaha.
"Dengan modal dan daya beli yang lebih besar, usaha konveksi ini tidak hanya bertahan, tapi berkembang pesat. Berkat pinjaman ini, peningkatan produksi kami hampir 300 persen dari sebelumnya, dan membuat kami bisa menerima pesanan dari lebih banyak brand," ungkap Winarno.
Selaras dengan misi KoinWorks untuk mengembangkan UMKM di level ekosistem, fasilitas pendanaan melalui mitra strategis KoinWorks memungkinkan UMKM untuk lebih berdaya dengan adanya fleksibilitas dalam mengelola arus kas mereka secara efektif.
Hal ini tidak hanya meningkatkan likuiditas UMKM tetapi juga memperkuat koneksi bisnis dalam ekosistem pasar yang lebih luas, seperti menambah pelanggan dan mitra untuk bisnis mereka.
Di samping peningkatan kapasitas usaha, dampak positif pendanaan dari KoinP2P terlihat jelas dalam peningkatan jumlah karyawan di CV Gage Nusa Perkasa. Di 2020, jumlah karyawan pada usaha ini tercatat sebanyak 30 orang, dan empat tahun kemudian meningkat jadi 100 karyawan yang bekerja sebagai pemotong kain, penjahit, dan petugas di bagian penjualan.
Usaha ini pun semakin stabil dengan berpindahnya lokasi usaha ke sebuah ruko setelah mendapat pendanaan. Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana akses keuangan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja, yang merupakan salah satu hasil utama Impact Report 2023 "Leveling Up the MSME Ecosystem".
Dalam satu tahun terakhir, pendanaan dari KoinP2P telah membantu UMKM menciptakan lebih dari 95 ribu lapangan kerja baru di seluruh Indonesia.
CV Gage Nusa Perkasa merupakan salah satu yang berhasil meningkatkan jumah karyawan hingga 25 persen sepanjang 2023, yang dipekerjakan sesuai volume pesanan yang diterima.
Salah seorang karyawan CV Gage Nusa Perkasa, Yayan yang bekerja sebagai pengawas pemotongan kain, menceritakan bagaimana tabungannya semakin bertambah sejak bekerja di CV Gage Nusa Perkasa.
"Saya bersyukur, sejak kerja di sini, ekonomi saya sangat terbantu dan bisa menabung untuk keluarga," ujarnya.
Yayan merupakan salah satu pekerja UMKM yang mengalami peningkatan dalam keuangan pribadi dari pinjaman KoinP2P, ditampilkan dalam Impact Report 67 persen UMKM menyatakan adanya peningkatan nominal tabungan dan dana darurat.
Cerita usaha Winarno adalah bukti nyata dari komitmen KoinWorks dalam pembiayaan berkelanjutan dan pengembangan UMKM di seluruh Indonesia.
Sektor konveksi memainkan peran penting dalam ekonomi Indonesia dengan menyediakan lapangan kerja yang luas, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan mendukung pengembangan infrastruktur dan industri, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan menyediakan akses pendanaan yang inklusif, KoinWorks membantu UMKM mengatasi tantangan, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
(AHL)
Awas! Teliti dan Jeli Pilih Aplikasi Resmi, Jika Ingin Ajukan Pinjaman
Penguatan edukasi dan literasi keuangan di era bertumbuhnya platform fintech lending semakin diperlukan. [674] url asal
#fintech #fintech-untuk-ukm #literasi-keuangan #aplikasi #pinjaman-online
(MedCom - Ekonomi) 12/07/24 22:08
v/10565831/
Klaten: Penguatan edukasi dan literasi keuangan di era bertumbuhnya platform fintechlending semakin diperlukan. Hal ini agar masyarakat pengguna fintech lending dapat lebih teredukasi dan tidak terjerumus dalam jeratan aplikasi pendanaan ilegal.Dengan berkembangnya teknologi yang semakin mendukung aktivitas kehidupan masyarakat, keberadaan platform fintech lending kian berperan sebagai salah satu solusi alternatif pendanaan produktif bagi para pelaku UMKM.
Bertumbuhnya industri fintech lending seperti tercatat dalam laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diinformasikan pada laman resmi OJK tentang pertumbuhan outstanding pembiayaan di Mei 2024 terus melanjutkan peningkatan menjadi 25,44 persen yoy (April 2024: 24,16 persen yoy), dengan nominal sebesar Rp 64,56 triliun.
Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga di posisi 2,91 persen (April 2024: 2,79 persen). Data terbaru OJK juga mencatat hingga 31 Mei 2024, total jumlah penyelenggara fintech lending yang berizin di OJK adalah sebanyak 100 perusahaan.
Kredit Pintar sebagai salah satu platform fintech lending di Indonesia yang berlisensi, terdaftar, dan diawasi oleh OJK berkomitmen melakukan sosialisasi terkait edukasi dan literasi keuangan, khususnya kepada para pelaku UMKM dan generasi muda.
"Kredit Pintar ingin membantu UMKM dalam akses pendanaan yang mudah dan cepat, sehingga UMKM berpeluang untuk meningkatkan skala usahanya," ujar Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, saat Kelas Pintar Bersama, di Klaten, Jawa Tengah, dilansir keterangan tertulis, Jumat, 12 Juli 2024.
Puji menambahkan, pihaknya juga ingin memberikan edukasi kepada UMKM agar lebih memahami tingkat risiko dan manfaat fintech lending, sehingga mereka tidak mudah terjebak dalam penipuan atau pinjaman yang tidak sesuai dengan kemampuan mereka.
| Baca juga: OJK: Porsi Pendanaan Pinjol ke UMKM Capai 31,52% |
Mendorong pertumbuhan industri fintech lending
Customer Service Manager Kredit Pintar, Rizky Raflian Mulia, menambahkan, pentingnya edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, membuat perseroan terus aktif dalam kegiatan sosialisasi guna mendorong pertumbuhan industri fintech lending yang sehat dan bertanggung jawab.
"Maka penting untuk diingat: jangan abal, jangan asal, jangan abai. Gunakanlah fintech lending yang resmi dan diawasi OJK. Lalu, pinjam sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, bukan untuk konsumtif dan gaya hidup. Yang paling penting lainnya yaitu tertib membayar tagihan sehingga terhindar dari masalah pada SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), sistem informasi yang pengelolaannya dibawah tanggung jawab OJK yang bertujuan untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pelayanan informasi keuangan, yang salah satunya berupa penyediaan informasi debitur," jelas dia.
Mengenai kinerja Kredit Pintar, hingga memasuki semester II-2024, terus mencatatkan pertumbuhan positif dengan total akumulasi penyaluran pinjaman mencapai Rp45 triliun. Adapun sekitar separuh nasabahnya meminjam uang untuk kebutuhan modal usaha kecil atau pendidikan. Tercatat juga total peminjam Kredit Pintar sejak berdiri 2017 hingga saat ini telah berjumlah lebih dari 8,1 juta nasabah.
Sementara itu, untuk area provinsi Jawa Tengah, angka pertumbuhan penyaluran pinjaman Kredit Pintar berkisar di angka 12,6 persen dari kontribusi secara nasional. Dengan besarnya jumlah pelaku usaha yang ada di Jateng yaitu 4,2 juta unit sektor usaha pada 2023 mengacu laman resmi Pemprov Jateng, maka kebutuhan pendanaan bagi para UMKM masih sangat tinggi.
Melihat potensi UMKM yang sangat besar di Jateng, maka Kredit Pintar berupaya untuk memberikan dukungannya melalui penyelenggaraan Kelas Pintar Bersama. Dalam kesempatan ini, para peserta dapat mengikuti kelas Literasi Keuangan dan workshop yang berkaitan dengan peningkatan skill usaha mereka, secara gratis. Kali ini Kredit Pintar mendapuk Ridwan Virgantara alias Dr. Instagram sebagai pemateri dengan tema ‘Strategi Bisnis Lewat Social Media untuk Mengembangkan Usaha’.
Dr. Instagram memberikan tips dan trik bagaimana memaksimalkan akun Instagram sehingga mendatangkan cuan. "Konten media sosial saat ini memasuki era video pendek karena sesuai dengan behaviour orang zaman sekarang. Lalu konten seperti apa yang bisa meningkatkan jumlah followers? 50 persen konten edukasi yang kreatif, 30 persen berisi konten yang fun, seperti meme, sisanya 20 persen adalah konten promosi," papar dia.
"Kelas Pintar Bersama yang diadakan secara online dan offline selama 2021-2023 telah menjangkau lebih dari 1.400 peserta yang terdiri dari mahasiswa, blogger, UMKM hingga masyarakat umum. Kami berharap dengan diselenggarakannya Kelas Pintar Bersama, dapat memberikan banyak manfaat dan berdampak pada penguatan literasi keuangan serta peningkatan potensi UMKM, serta bertumbuhnya iklim yang sehat bagi industri fintech lending di Indonesia," kata Puji.
(AHL)
OJK: Porsi Pendanaan Pinjol ke UMKM Capai 31,52%
Porsi pendanaan tersebut masih sesuai dengan target di fase pertama 2023-2024 ini, yaitu sekitar 30-40 persen. [285] url asal
#pinjaman-online #ojk #fintech-untuk-ukm #fintech
(MedCom - Ekonomi) 09/07/24 12:48
v/10187164/
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat porsi pendanaan yang disalurkan oleh perusahaan financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman online (pinjol) kepada sektor produktif serta UMKM sebesar 31,52 persen per Mei 2024."Artinya masih sesuai dengan target di fase pertama 2023-2024 ini, yaitu sekitar 30-40 persen. Jadi, masih masuk dalam range tersebut," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam konferensi pers Hasil RDK Bulanan Juni 2024 di Jakarta, dikutip Selasa, 9 Juli 2024.
Sesuai dengan peta jalan atau roadmap, Agusman mengatakan target porsi penyaluran pendanaan fintech P2P lending hingga 2028 berada di kisaran (range) 50-70 persen. Dengan kata lain, batas atasnya yaitu 70 persen dan batas bawah 50 persen.
| Baca juga: Rp762,1 Triliun Duit Negara Mengalir Langsung ke Rakyat, Masa Sih? |
Relaksasi batas maksimum pembiayaan produktif
Untuk mencapai target sesuai roadmap, OJK mendukung adanya relaksasi batas maksimum pembiayaan produktif melalui regulasi yang termuat dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) mengenai P2P lending. Adapun RPOJK tersebut saat ini dalam tahap meminta masukan dari publik.
"Kami merencanakan akan menyesuaikan batas maksimum pembiayaan produktif itu, dari sekarang di Rp2 miliar akan ditingkatkan menjadi sekitar Rp10 miliar. Subjek dari ketentuannya akan terbit, dan kami merencanakan ada peningkatan," kata Agusman.
Selain itu, OJK juga mengoptimalisasi program sinergi untuk mendorong pembiayaan ke luar Pulau Jawa. Agusman mencatat, penyaluran pendanaan dari P2P lending saat ini masih terfokus di Pulau Jawa, sehingga terdapat ruang yang sangat besar untuk pembiayaan produktif.
Langkah terakhir, OJK melakukan perluasan jalur distribusi penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif dan UMKM. Menurut Agusman, masih banyak jalur distribusi yang belum dieksplorasi lebih lanjut sehingga hal ini akan diberdayakan dan dioptimalkan.
(HUS)