#30 tag 24jam
Deru Bisnis Ride Hailing GOTO Meredup di Asean, Thailand hingga Vietnam
GOTO perlahan melepas bisnis ride hailing di Asean. GOTO mengumumkan penghentian layanan Gojek di Vietnam. 3 tahun sebelumnya melepas Gojek Thailand ke AirAsia. [552] url asal
#goto #gojek #vietnam #thailand #gojek-thailand #gojek-vietnam #gojek-tutup-layanan #gojek-tutup-bisnis-di-thailand
(Bisnis.Com - Teknologi) 05/09/24 10:00
v/14905385/
Bisnis.com, JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) memutuskan menghentikan bisnis ride hailing di Vietnam pada 16 September 2024. 3 tahun sebelumnya GOTO menjual Gojek Thailand ke AirAsia.
Gojek memutuskan ekspansi ke Thailand setelah mendapat dukungan pendanaan sebesar US$500 juta dari sejumlah investor besar seperti Astra, Tencent, Google, Temasek dan lain sebagainya. Gojek memakan nama brand GET saat masuk ke Thailand.
Dihimpun dari berbagai sumber, Gojek saat itu telah menghubungkan 50.000 mitra pengemudi dan 33.000 pedagang ke jutaan masyarakat Thailand. Gojek bersaing ketat dengan Grab dalam memperebutkan pasar ride hailing di Thailand.
Persaingan sengit keduanya berhenti setelah pada Juli 2021, Gojek angkat koper dari Thailand dan melepaskan bisnis fintech dan ride hailing mereka ke AirAsia Group.
AirAsia resmi mengakuisisi 100% operasi bisnis ride hailing dan fintech GoTo di Thailand dengan nilai transaksi mencapai Rp720 miliar (kurs: Rp14.400). Motor driver Gojek hanya mengaspal 2-3 tahun di Negeri Gajah Putih.

Adapun 3 tahun setelah melepas bisnis Gojek ke AirAsia Grup, GOTO memutuskan untuk menghentikan bisnis mereka di Vietnam.
Sempat diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bisnis GOTO di Negeri Naga Biru hanya bertahan 6 tahun.
Diketahui Go-Viet, bisnis Gojek di Vietnam, diresmikan tahun 2018 di Hanoi.
Peresmian tersebut dihadiri oleh CEO Go-Jek yang saat itu masih dijabat oleh Nadiem Makarim, CEO Go-Viet, Nguyen Vu Duc, hingga Presiden Jokowi.
Jokowi hadir didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi; Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan yang baru saja pulang dari Korea Selatan.

Peresmian Go-Viet cukup besar dengan tokoh-tokoh yang hadir. Namun umur Go-Viet tak sampai 1 dekade. GoTo akhirnya memutuskan untuk menutup Go-Viet guna mengejar profitabilitas.
Corporate Secretary GoTo Koesoemohadiani mengatakan pihaknya mengambil keputusan strategis ini agar bisa lebih fokus mengembangkan dan memperkuat kegiatan operasional yang dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan secara berkelanjutan.
"Strategi ini sejalan dengan agenda Grup GOTO dalam mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang," kata Koesoemohadiani dalam keterangan resminya, Rabu (4/9/2024).
Dia menjelaskan bisnis GOTO di Vietnam menyumbang kurang dari 0,5% dari GTV Grup GoTo dan 2% dari GTV on-demand services pada kuartal II/2024. Dia memastikan keputusan bisnis ini tidak akan berdampak negatif pada operasional GOTO secara lebih luas, serta kinerja bisnis dan keuangan secara menyeluruh
Dia juga menuturkan GOTO akan terus berinvestasi pada inisiatif yang dapat menghasilkan pertumbuhan, dengan tetap berkomitmen pada target EBITDA yang disesuaikan breakeven untuk keseluruhan pada 2024.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada karyawan, pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant yang telah berperan besar terhadap bisnis kami di Vietnam," ucapnya.
GOTO juga akan memberikan dukungan yang diperlukan bagi seluruh pihak yang terdampak selama proses transisi, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Vietnam.
Adapun dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO juga menjelaskan penutupan wilayah operasional di Vietnam akan mengikuti peraturan dan prosedur setempat.
Sebelumnya, Direktur Utama GOTO Patrick Walujo mengatakan GOTO akan terus fokus untuk memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dengan memperluas jangkauan ke lebih banyak konsumen, baik yang mementingkan value maupun mengutamakan kenyamanan.
"GOTO akan terus menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan manajemen biaya yang disiplin, dan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target EBITDA yang disesuaikan breakeven untuk keseluruhan pada 2024," ucap Patrick.
Akhir Perjalanan Gojek di Vietnam
Gojek resmi tutup operasional di Vietnam per 16 September 2024 setelah 6 tahun beroperasi. Keputusan ini untuk fokus pada pertumbuhan di pasar yang potensial. [541] url asal
#gojek-vietnam #penutupan-layanan #strategi-bisnis #goto
(detikFinance - Moneter) 05/09/24 06:58
v/14894147/
Jakarta - Layanan Gojek di Vietnam bakal resmi ditutup dalam beberapa hari ke depan. PT Gojek Tokopedia (GoTo) menyatakan akan menghentikan operasi bisnisnya di Vietnam. Layanan Gojek Vietnam dinyatakan akan berhenti beroperasi per tanggal 16 September 2024.
Ini menandai akhir perjalanan Gojek di Vietnam. Sejak September 2018, Gojek mengaspal di negara tersebut, artinya hanya 6 tahun umur bisnis Gojek di Vietnam.
"Gojek telah memutuskan untuk menutup kegiatan bisnis di Vietnam, terhitung sejak tanggal 16 September 2024," kata Corporate Secretary GoTo Koesoemohadiani dalam keterangan resminya, Rabu (4/9/2024).
Dia mengatakan pihaknya mengambil keputusan strategis ini agar bisa lebih fokus mengembangkan dan memperkuat kegiatan operasional yang dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan secara berkelanjutan. Strategi ini sejalan dengan agenda Grup GoTo dalam mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Di sisi lain, Koesoemohadiani juga menyatakan bisnis Go-Viet menyumbangkan kontribusi yang minim pada grup GoTo secara umum. Dia menegaskan penutupan bisnis di Vietnam ini tidak akan berdampak negatif kepada perusahaan secara keseluruhan.
"Bisnis kami di Vietnam menyumbang kurang dari 0,5% dari GTV Grup GoTo dan 2% dari GTV on-demand services di 2Q24, sehingga, keputusan bisnis ini tidak akan berdampak negatif pada operasional Perseroan secara lebih luas, serta kinerja bisnis dan keuangan secara menyeluruh," beber Koesoemohadiani.
Dia melanjutkan GoTo akan terus berinvestasi pada inisiatif yang dapat menghasilkan pertumbuhan dengan tetap berkomitmen pada target EBITDA yang disesuaikan breakeven untuk keseluruhan tahun 2024.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada karyawan, pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant yang telah berperan besar terhadap bisnis kami di Vietnam. Kami akan memberikan dukungan yang diperlukan bagi seluruh pihak yang terdampak selama proses transisi, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di wilayah tersebut," pungkas Koesoemohadiani.
Tutup Bisnis Keputusan Tepat
Direktur Ekonomi Digital CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Nailul Huda mengatakan langkah GoTo menutup bisnis di Vietnam merupakan strategi yang tepat. Menurutnya, potensi ekonomi digital, terutama di Indonesia, jauh lebih prospektif dan lebih menjanjikan di masa depan. Dengan keputusan ini, Gojek dapat mengejar pertumbuhan yang lebih cepat dan lebih tinggi lagi.
Nailul menegaskan setopnya operasional Gojek di VIetnam masih terkait dengan rasionalisasi strategi GOTO, apalagi setelah IPO. Pada saat IPO, orientasi perusahaan berubah dari mengejar valuasi semata menjadi profit oriented juga.
Dia menilai, perusahaan harus bisa menyakinkan investor (ritel dan private) bahwa perusahaan akan mendapatkan profit dalam waktu tertentu. "Maka salah satu strategi yang dilakukan adalah memilih pasar yang memang potensi pasarnya cukup besar," kata Nailul.
Nailul mengatakan Vietnam memang cukup potensial, tapi dibandingkan dengan Indonesia tentu juga cukup jauh potensi pasar ride-hailing-nya.
"Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar juga saya rasa mempunyai daya tawar yang lebih menarik dan bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan. Ketika ada negara yang memang tidak menguntungkan ya sangat wajar jika perusahaan tersebut cabut dari sana," katanya.
Menurut dia, saat ini juga pendanaan yang sangat terbatas membuat perusahaan digital harus menggeser strategi bakar uang ke high value user.
"User yang paling potensial ya Indonesia (dan Singapura) menurut saya. Dengan kondisi strategi perusahaan saat ini dan kondisi pendanaan yang seret, ya lebih baik mengembangkan user di kota-kota tier 3 dan tier 4 di Indonesia. Sangat rasional bagi mereka," pungkas Nailul.
Simak juga Video 'Gojek Temui Massa Aksi, Beri Penjelasan Alasan Tuntutan Tak Diterima':
Saksikan Live DetikPagi:
(hal/fdl)
Rasionalisasi Bisnis GOTO, Kejar Setoran demi Cuan
Sejalan dengan ambisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. untuk mencetak profitabilitas, GOTO menutup kegiatan bisnis Gojek di Vietnam terhitung 16 September 2024. [1,043] url asal
#goto #goto-gojek-tokopedia #goto-tutup-vietnam #gojek-vietnam #saham-goto #laba-goto #aksi-korporasi-goto #rekomendasi-saham-goto #harga-saham-goto
(Bisnis.Com - Terbaru) 05/09/24 06:40
v/14893464/
Bisnis.com, JAKARTA -- Ambisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) untuk mencetak profitabilitas memaksa perseroan untuk menempuh efisiensi biaya dan operasional. Strategi itu direalisasikan dengan menutup kegiatan bisnis Gojek di Vietnam terhitung 16 September 2024. Mampukah langkah itu mendekatkan GoTo menggapai laba?
Keputusan GOTO menutup kegiatan bisnisnya di Vietnam diambil berselang 6 tahun setelah GoJek masuk ke Negeri Paman Ho pada 12 September 2018. Lewat peluncuran Go-Viet, aplikasi on demand di Hanoi, masuknya Gojek ke Negeri Paman Ho itu menjadi langkah awal ekspansi Internasional Go-Jek.
Dalam catatan Bisnis.com, peluncuran Go-Viet dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kala itu menjadi pembicara pada acara World Economic Forum on Asean. Selain Kepala Negara, peluncuran Go-Viet juga dihadiri oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (2014-2019).
Nadiem Makarim yang saat itu menjabat sebagai CEO and Founder Go-Jek mengatakan peluncuran Go-Viet merupakan awal dari ekspansi internasional Go-Jek. Setelah Vietnam, katanya, operasi di Thailand, Singapura dan Filipina sudah masuk dalam rencana.
"Kami bangga bisa berbagi teknologi, pertama kali kami bagi teknologi Indonesia untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Vietnam," ucap Nadiem kala itu.
Kenyatan berkata lain, Go-Viet tak berumur panjang. Memasuki tahun ke-6 pada September 2024, GOTO justru memutuskan untuk 'angkat kaki' dari Vietnam.
Keputusan itu disampaikan oleh Corporate Secretary GoTo Koesoemohadiani melalui keterangan resminya. Koesoemohadiani mengatakan GOTO mengambil keputusan strategis ini agar bisa lebih fokus mengembangkan dan memperkuat kegiatan operasional yang dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan secara berkelanjutan.
"Strategi ini sejalan dengan agenda Grup GOTO dalam mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang," kata Koesoemohadiani dalam keterangan resminya, Rabu (4/9/2024).
Dia menjelaskan bisnis GOTO di Vietnam menyumbang kurang dari 0,5% dari GTV Grup GoTo dan 2% dari GTV on-demand services pada kuartal II/2024. Dia memastikan keputusan bisnis ini tidak akan berdampak negatif pada operasional GOTO secara lebih luas, serta kinerja bisnis dan keuangan secara menyeluruh
Dia juga menuturkan GOTO akan terus berinvestasi pada inisiatif yang dapat menghasilkan pertumbuhan, dengan tetap berkomitmen pada target EBITDA yang disesuaikan breakeven untuk keseluruhan pada 2024.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada karyawan, pelanggan, mitra pengemudi, dan mitra merchant yang telah berperan besar terhadap bisnis kami di Vietnam," ucapnya.
GOTO juga akan memberikan dukungan yang diperlukan bagi seluruh pihak yang terdampak selama proses transisi, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Vietnam.
Adapun dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO juga menjelaskan penutupan wilayah operasional di Vietnam akan mengikuti peraturan dan prosedur setempat.
Sebelumnya, Direktur Utama GOTO Patrick Walujo mengatakan GOTO akan terus fokus untuk memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dengan memperluas jangkauan ke lebih banyak konsumen, baik yang mementingkan value maupun mengutamakan kenyamanan.
"GOTO akan terus menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan manajemen biaya yang disiplin, dan tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target EBITDA yang disesuaikan breakeven untuk keseluruhan pada 2024," ucap Patrick.
Lalu, bagaimana dampak dari penutupan bisnis ini terhadap kinerja GOTO dari kacamata analis?
Dampak Rasionalisasi GOTO di Vietnam
Deputy Head of Research Sucor Sekuritas Paulus Jimmy mencermati dampak dari penutupan bisnis di Vietnam ini akan cenderung positif terhadap kinerja GOTO. Hal tersebut mengingat bisnis on-demand services (ODS) GOTO di Vietnam masih memiliki skala yang relatif kecil.
"Bisnis ODS GOTO di Vietnam memiliki skala yang relatif masih kecil dan menyumbang hanya sekitar 2% dari GTV segmen ODS pada kuartal II/2024," kata Jimmy, Rabu (4/9/2024).
Dengan skala yang masih kecil tersebut, Sucor Sekuritas mengestimasi unit bisnis GOTO tersebut belum mencetak profit. Jimmy juga melihat dengan penutupan bisnis unit di Vietnam ini, GOTO dapat mengalihkan sumber dayanya untuk bisnis yang memiliki potensi ke depannya.
"Kami mengestimasi unit bisnis tersebut belum mencetak profit dan lebih baik resources GOTO dialokasikan untuk bisnis unit yang lebih memiliki potensi ke depannya," ujar Jimmy.

Pada perkembangan lain, industri lokapasar yang dijalankan perusahaan afiliasi GOTO sedang bergerak dinamis. Tiga pemain lokapasar atau e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop/Tokopedia, dan Lazada akan menaikkan biaya untuk penjual pada September 2024. Langkah itu dinilai menjadi peluang bagi GOTO.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya menjelaskan ketiga pemain e-commerce ini akan meningkatkan batas bawah dan atas dari rentang harga mereka. Shopee dan Lazada tercatat terakhir kali menyesuaikan biaya mereka pada Desember 2023 sedangkan TikTok Shop/Tokopedia terakhir kali menaikkan biaya mereka pada Mei 2024.
"Kenaikan biaya yang seragam ini menunjukkan dinamika pasar yang positif dan pertumbuhan GTV [gross transaction value]," kata Niko dan Sabela dalam risetnya.
Dia melanjutkan, kenaikan biaya ini memang akan meningkatkan biaya untuk penjual, tetapi platform-platform ini diharapkan dapat mengimbangi beban ini dengan menawarkan akses pasar yang lebih luas, perbaikan logistik, dan analitik untuk meningkatkan penjualan penjual.
"Oleh karena itu, kami percaya bahwa ruang e-commerce masih siap untuk tumbuh, sesuai dengan proyeksi yang diuraikan dalam penelitian Google-Temasek 2023," ucapnya.
Peningkatan biaya yang stabil berarti para pemain memperkuat posisi pasar mereka. Stabilitas ini membuat kemungkinan kecil bagi pemain baru seperti PDD-Temu untuk masuk ke pasar, terutama mengingat panduan PDD untuk pertumbuhan yang lebih rendah.
BRI Danareksa Sekuritas juga melihat kenaikan biaya ini akan memberikan keuntungan bagi GOTO. Bagi TikTok Shop/Tokopedia, hal ini menandai kenaikan biaya yang ketiga sejak 2023, dengan kenaikan biaya sebesar 108 basis poin secara agregat.
Adapun, penyesuaian ini sejalan dengan panduan GOTO untuk mencapai target biaya atau EBITDA yang diperkirakan sebesar US$40 juta atau Rp610 miliar dalam perkiraan BRI Danareksa Sekuritas untuk 2024.
BRI Danareksa Sekuritas juga mengantisipasi TikTok akan terus melakukan outsourcing layanan fintech dan kemungkinan akan menggunakan on-demand services untuk layanan local life.
Niko dan Sabela juga mencatat Data.AI menunjukkan GOTO mempertahankan posisi kuatnya di On-Demand Service sambil membuat kemajuan signifikan di ruang fintech dengan Gopay.
"Kombinasi ini membuat semakin mungkin bahwa GOTO akan menjadi salah satu penyedia layanan utama TikTok," ujarnya.
Adapun, BRI Danareksa Sekuritas menegaskan kembali peringkat beli terhadap saham GOTO, dengan target harga Rp90 karena pertumbuhan yang menarik dan terdiversifikasi.
-------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Sejarah Bisnis Gojek di Vietnam hingga Akhirnya Ditutup
Gojek Vietnam akan tutup layanan mulai 18 September 2024 setelah 6 tahun beroperasi. Keputusan ini untuk fokus pada pertumbuhan bisnis yang lebih signifikan. [709] url asal
#gojek-vietnam #penutupan-layanan #ekspansi-bisnis #jokowi #go-viet
(detikFinance - Sosok) 04/09/24 18:07
v/14887423/
Jakarta - Gojek Vietnam bakal resmi ditutup layanannya mulai 18 September 2024 mendatang. Layanan ini merupakan ekspansi yang dilakukan langsung oleh PT Gojek Tokopedia (GoTo) ke luar negeri.
Dalam catatan detikcom, Gojek Vietnam mulai muncul dan diluncurkan pada 2018. Kala itu Gojek belum bergabung dengan Tokopedia, dan Gojek pun masih dipimpin langsung oleh Nadiem Makarim.
Pada data yang dipaparkan di website resmi, hingga Maret 2020, aplikasi Gojek di Vietnam dan ekosistemnya telah diunduh lebih dari 170 juta kali. Di Vietnam, Gojek menawarkan layanan untuk pemesanan ojek sepeda motor (GoRide), pengiriman makanan (GoFood), dan kurir (GoSend).
Di tahun 2018 yang lalu, GoJek punya rencana ekspansi ke empat negara di Asia Tenggara. Vietnam menjadi negara pertama yang dipilih dengan menggunakan nama Go-Viet.
Saat itu aplikasi Go-Viet muncul pertama kali pada bulan Agustus 2018 di Vietnam, layanan ride sharing tersebut mulai mengaspal secara soft launching di Vietnam melalui brand Go-Viet pada awal Agustus. Kala itu masih terbatas di kota Ho Chi Minh City, layanannya pun hanyalah GoRide dan GoSend.
Namun saat diluncurkan pada bulan September 2018, Go-Viet juga langsung menjangkau kota Ho Chi Minh. Yang perlu dicatat, selama 6 minggu soft launching aplikasi Go-Viet sudah diunduh lebih dari 1,5 juta pengguna.
Peluncuran Go-Viet dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo secara langsung di Hanoi pada tanggal 12 September 2024. Jokowi tak memberikan sambutan dalam acara tersebut, namun dirinya mengucapkan selamat secara langsung kepada Nadiem Makarim selaku pemimpin Gojek dengan video blogging (vlog).
"Saya ingin mengucapkan selamat atas suksesnya Go-Jek bersama dengan Vietnam menjadi Go-Viet. Teknologi anak-anak bangsa diterima masuk ke negara-negara lain," kata Jokowi kala itu.
Jokowi lebih lanjut meminta ke Nadiem agar teknologi-teknologi Indonesia bisa dibawa ke negara lainnya. "Ini (sekarang) Vietnam, nanti Filipina, masuk lagi ke Thailand, masuk lagi ke negara-negara lainnya. Saya kira saya harus mengacungi jempol," pungkasnya.
Tahun-tahun berlalu, bisnis Gojek di Vietnam terus tumbuh. Namun, tiba-tiba hari ini PT Gojek Tokopedia (GoTo) selaku induk Gojek menyatakan layanan di Vietnam akan tutup dan berhenti operas pada 16 September 2024. Artinya hanya 6 tahun umur bisnis Gojek di Vietnam.
Koesoemohadiani, Corporate Secretary GoTo menyatakan pihaknya mengambil keputusan strategis ini agar bisa lebih fokus mengembangkan dan memperkuat kegiatan operasional yang dapat memberikan potensi pertumbuhan signifikan secara berkelanjutan. Strategi ini sejalan dengan agenda Grup GoTo dalam mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Di sisi lain, Koesoemohadiani juga menyatakan bisnis Go-Viet menyumbangkan kontribusi yang minim pada grup GoTo secara umum. Dia menegaskan penutupan bisnis di Vietnam ini tidak akan berdampak negatif kepada perusahaan secara keseluruhan.
"Gojek telah memutuskan untuk menutup kegiatan bisnis di Vietnam, terhitung sejak tanggal 16 September 2024," kata Koesoemohadiani, Corporate Secretary GoTo dalam keterangan resminya.
Jokowi Joget Gacor Bareng Driver
Ada kisah unik yang terjadi antara Jokowi dengan Gojek Vietnam. Dalam kunjungannya ke Hanoi awal tahun 2024 ini, Jokowi sempat disambut para driver ojol Gojek Vietnam. Hal itu terjadi pada Kamis 11 Januari 2024 saat Jokowi tiba di Hotel Melia Hanoi.
Waktu itu, Jokowi tiba di Hotel Melia Hanoi pukul 15.35 waktu setempat dan langsung disambut antusias oleh ratusan WNI dan para mitra driver Gojek Vietnam. Mereka juga berinisiatif melakukan flashmob goyang gacor.
Nah perlu diketahui, goyang gacor terinspirasi dari gerakan mengendarai kendaraan roda dua, yang diharapkan dapat mendorong semangat para mitra saat mencari orderan dan rezeki. Istilah 'gacor' juga biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang hebat atau keren, atau lazim disebut gampang cari orderan.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat berbincang dengan Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Patrick Walujo. Jokowi juga ikut melakukan flashmob goyang gacor beberapa menit bersama WNI dan para mitra driver Gojek di Hanoi.
Salah satu mitra driver Gojek di Vietnam Nguyen Dinh Thang pun menyampaikan apresiasi atas hadirnya Gojek di negaranya. Sebab berkat Gojek, kini ia dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
"Gojek telah memberikan kami kesempatan untuk meningkatkan peluang pendapatan dan memperbaiki kesejahteraan kami. Sebagai mitra driver, kami dapat mengoptimalkan waktu untuk meningkatkan kualitas hidup kami demi memenuhi kebutuhan keluarga," jelas Nguyen Dinh Thang.
"Sejak bergabung dengan platform Gojek di Vietnam, saya sangat mengapresiasi dampak sosial secara positif yang telah perusahaan hadirkan selama beberapa tahun terakhir ini. Pekerjaan ini sangat menarik dan penuh makna bagi saya, karena saya dapat bertemu dan membuat orang tersenyum setiap harinya," sambungnya.
(hal/fdl)