#30 tag 24jam
Petani Hidroponik Pekanbaru Raih Sertifikat, Produk Sudah Dipasarkan di Supermarket
Produk hidroponik kini sudah dipasarkan di beberapa supermarket di Pekanbaru. [221] url asal
#hidroponik #kota-pekanbaru #kesejahteraan-keluarga #tp-pkk
(Bisnis.Com - Terbaru) 08/10/24 21:00
v/16166127/
Bisnis.com, PEKANBARU-- Sejumlah petani hidroponik asal Kota Pekanbaru resmi menerima sertifikat registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan Produksi Dalam Negeri Usaha Kecil (PSAT-PDUK).
Beberapa penerima sertifikat di antaranya adalah Joy Garden Hidroponik, GBW Kampoeng Hidroponik, Ladang Hidroponik, Lokal Garden, Barokah Hidroponik, Kandis Green Farm, Mom’s Dream Hidroponik Farm, dan Nusa Krisna Jamur.
Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Riau, Zuliana Rahman Hadi berharap sertifikat ini dapat meningkatkan mutu dan keamanan tanaman pangan produk para petani serta memperluas pemasaran mereka.
“Kami berharap hal ini dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk bapak ibu sekalian sehingga pemasaran dapat diperluas,” ujarnya Selasa (8/10/2024).
Dengan pemasaran yang semakin luas tentunya akan membantu mengembangkan usaha pertanian hidroponik di Pekanbaru menjadi lebih meningkat di masa mendatang.
Sementara itu petani hidroponik dari Mom’s Dream Hidroponik Farm, Remiya menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini.
“Sebelumnya kami sudah mengurus izin edar, alhamdulillah hari ini izin edarnya telah diserahterimakan,” kata Remiya.
Dia menyebutkan berbagai varietas sayuran hidroponik yang dijualnya, seperti sawi, pakcoy, selada, kailan, kale, basil, dan peppermint.
Produk-produknya kini sudah dipasarkan di beberapa supermarket di Pekanbaru, seperti Hypermart, Pasar Buah Sudirman, Pasar Buah 88, dan Farmers.
Dengan sertifikat PSAT-PDUK, Remiya berharap kepercayaan masyarakat terhadap produknya semakin meningkat, sehingga dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh Dinas Ketahanan Pangan.
Jakarta Koperasi Hidroponik Dapat Perhatian di Anugerah ESG 2024 IDX Channel
Penghargaan tersebut diraih secara spesifik atas implementasi konsisten program CSR. [384] url asal
#jakarta-koperasi-hidroponik #hidroponik #bumd
(Republika - News) 28/07/24 09:32
v/12395429/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank DKI penghargaan atas implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan Perseroan. Kali ini dari media IDX Channel kategori Penghargaan Khusus Sektor Keuangan dan Investasi, pada gelaran IDX Channel Anugrah ESG 2024 dengan tema "Optimizing ESG To Drive Value Creation”, yang diselenggarakan di Jakarta. Penghargaan diserahkan kepada Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi mewakili Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo.
Penghargaan tersebut diraih secara spesifik atas implementasi konsisten program CSR Bank DKI, Jakarta Koperasi Hidroponik (JAKONIK) sebagai program unggulan dalam penerapan tujuan dari Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 1 yaitu mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di mana pun, poin 2 menciptakan kondisi tanpa kelaparan, serta poin 15 meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan.
Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa selain sebagai entitas bisnis, Bank DKI turut berperan sebagai fasilitator pertumbuhan dan penyetaraan ekonomi masyarakat di DKI Jakarta. "Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diimplementasikan di Bank DKI juga menitikberatkan pada tujuan memperkuat komunitas lokal dan meningkatkan kesejahteraan kualitas hidup masyarakat," ujar Agus.
Jakarta Koperasi Hidroponik (JAKONIK) merupakan program CSR unggulan Bank DKI yang telah dilaksanakan sejak tahun 2014. JAKONIK melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan kebun hidroponik yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Jakarta koperasi hidroponik telah memiliki 11 (sebelas) kelompok anggota di wilayah rusun di Jakarta, yaitu Rusun Jatinegara Kaum, KS tubun, Jati Rawasari, Daan Mogot, Cipinang Besar Selatan, Pondok Bambu, Tipar Cakung, Tamborawa Tower, Pulo Gebang, Rusunawa Pasar Rebo, dan yang terbaru di RPTRA Cibubur Berseri. Para anggota JAKONIK telah mendapat pelatihan dan bimbingan untuk meningkatkan hasil panen dan mengelola bisnis hidroponik secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir, mulai dari pusat pemasaran hidroponik, pendamping usaha, penyedia edukasi, serta fasilitator untuk kebutuhan seperti pupuk, bibit, dan peralatan.
IDX Channel Anugerah ESG 2024 merupakan ajang apresiasi bagi perusahaan-perusahaan dan eksekutif puncak yang berdedikasi dalam implementasi bisnis berkelanjutan di Indonesia. Beberapa indikator yang dijadikan kriteria penilaian, diantaranya aspek ESG Performance, Strategy & Policy, ESG Reporting, Leadership Commitment, dan Stakeholder Participation.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan sebagai salah satu program CSR unggulan dari Bank DKI, JAKONIK diharapkan dapat memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat sekitar, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan menggerakkan perekonomian lokal. Keberhasilan Jakonik telah terbukti efektif dalam mengurangi kesenjangan sosial dan secara menyeluruh meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ucap Arie.
Tanam Aneka Sayur di Pekarangan Jadi Tambahan Pendapatan Warga Muara Enim
Aneka sayur ditanam sehingga mengurangi uang yang dibelanjakan untuk membeli sayuran dan bumbu. [837] url asal
#hidroponik #sayuran-organik #pertamina
(detikFinance - Ekonomi dan Bisnis) 28/07/24 07:48
v/12388814/
Jakarta - Meski urusan dapur tak selamanya milik Perempuan, namun perempuan mahir dalam mengurusnya. Termasuk mempertahankan agar di dapur selalu tersedia bahan makanan yang sehat dari pekarangan.
Angka kemiskinan Desa Air Talas, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim termasuk tinggi. Menurut Pusat Data Indonesia, saat ini Desa Air Talas tergolong berkembang, belum maju. Angka penerima Bansos pun tinggi.
Padahal rata-rata KK memiliki lahan pekarangan yang luas namun belum dimanfaatkan. Sementara ibu-ibu harus membeli sayur dan buah-buahan yang seharusnya bisa ditanam di pekarangan.
Neng Ani Marlianti, salah satu perempuan yang rajin memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan dapur. Aneka sayur ditanam sehingga mengurangi uang yang dibelanjakan untuk membeli sayuran dan bumbu. Selain itu, sayuran dan bumbu juga lebih sehat karena dibudidayakan secara organik.
Tak Lagi Beli Sayur
Di depan rumahnya, ia memetik mentimun yang ukurannya di atas rata-rata. Panjangnya hingga 30-50cm. Hanya ada beberapa batang tanaman saja yang dirambatkan di pagar namun sudah bisa mencukupi kebutuhan untuk keluarganya. Ia tidak perlu membeli.
"Saya juga menanam cabai. Di sini tanahnya subur, tinggal kasih tambahan pupuk kandang, sudah bisa buah," kata Neng dalam keterangannya, dikutip Minggu (28/7/2024).
Hanya 2-3 batang saja di depan rumah, sudah cukup untuk mengurangi belanja. Sementara di kebun, ia menanam 60-an batang cabai aneka jenis. Juga aneka sayuran daun mulai pakcoy, caisim, bayam, dan kangkung. Untuk sayuran buah, ada kacang panjang, tomat, dan mentimun.
Merawatnya pun mudah. Bila kemarau panjang, hanya perlu memastikan tanaman tidak kering. Selebihnya, hanya mengamati bila ada hama/penyakit. Hama pun bisa diusir dengan bumbu dapur. Cairan bawang putih ampuh untuk mengusir kutu. Sedangkan ulat daun, biasanya diambil manual. Sebagai tambahan, disemprot dengan cairan pupuk organik yang dibuat sendiri.
Bertanam sayur di pekarangan sebenarnya pernah dilakukan orang tuanya dulu ketika awal-awal di lahan transmigrasi. Kala itu, lahan sawit belum menghasilkan sehingga untuk makan hanya menunggu jatah pemerintah yang terbatas.
"Orang tua dulu kan masih orang baru. Orang Bali di perantauan. Minta penduduk setempat, sebatang singkong, lalu ditanam. Dari sanalah bisa makan daun singkong, bisa makan singkong juga," kata Khairil Anam, suami Neng.
Hal inilah yang dilakukan suami istri untuk menghijaukan pekarangan. Harapannya, hal yang dilakukan ini bisa dicontoh oleh tetangga-tetangganya. Sejauh ini, hasil panen pun sudah dirasakan oleh tetangganya. Jika panen, Neng membagikannya ke tetangga. Tak hanya itu, jika sudah semua kebagian, hasilnya pun dijual.
"Meski hasilnya tidak menentu. Saya bisa dapat uang Rp 30 ribu- Rp 70 ribu dari menjual sayuran," kata Neng. Hasil ini lumayan mengingat tidak perlu meninggalkan rumah.
Membuat Buah Raksasa
Selain menanam untuk kebutuhan sehari-hari, pekarangan di rumah Neng dijadikan lahan percobaan oleh suaminya untuk peningkatan produktivitas sayuran.
"Saya baca-baca tentang hormon tumbuhan. Kalau hormon tumbuhan yang organik, buatan sendiri seperti belum ada," kata Khairil.
Ia pun bertanya sana-sini, salah satunya ia mendaptkan tips bahwa buah yang paling besar mengandung giberelin yang tinggi. Giberelin ini hormon tumbuhan yang memicu pertumbuhan buah menjadi besar. Selain itu ada auksi dan sitokinin. Masing-masing memiliki fungsi untuk mempercepat pertumbuhan tanaman khususnya sayuran.
"Saya coba yang giberelin. Saya coba ekstrak lalu aplikasikan ke ketimun," tambah Khairil.
Ia mencoba tak hanya sekali. Percobaan pertama gagal. Baru percobaan ke-4 membuahkan hasil. Ketimun yang diberi perlakuan giberelin mencapai 1kg/buah, sedangkan ketimun tanpa perlakuan tidak sampai setengah kilogram/buah. Sebuah hasil yang menggembirakannya.
"Dari beberapa penelitian ini, juga dengan membuat demplot menanam sayuran di rumah, saya berharap bisa meningkatkan pendapatan," kata Neng.
Ia dan suaminya kerap mengajak dan mengajari tetangganya untuk menanam hortikultura sebagai tanaman pekarangan atau tanaman selingan. Ia memiliki harapan besar bahwa kelak, Air Talas tak perlu lagi Bansos sebab masyarakatnya sudah mandiri, tidak perlu dibantu lagi.
PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Limau Field terus mendukung inisiatif-inisiatif kreatif yang lahir dari warga. Agar tepat sasaran, maka perlu penelitian sebelumnya sehingga bantuan tidak mubazir.
"Kami melakukan studi sebelum memberi bantuan. Kelompok Tani Tunas Hijau ini termasuk yang aktif untuk kami dukung karena sudah ada insiatif," kata Gerry Diansyah, Community Development Officer.
Bantuan untuk bertanam hortikultura ini antara lain benih sayur dan polibag. Sedangkan untuk pupuk, menggunakan pupuk yang dihasilkan dari rumah produksi pupuk dan pestisida organik. Sebuah bangunan terbuka di samping rumah yang dibangun oleh Pertamina.
(mpr/ega)
Kembangkan Ecopreneurship di Masyarakat, Begini Strategi Bank DKI
Program ini menjadi upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan ketahanan pangan berbasis lingkungan di sekitar wilayah tersebut. [408] url asal
#rptra #ruang-publik-terpadu-ramah-anak #kebun-hidroponik #sdg-s #ecopreneurship #bank-dki #pt-bank-pembangunan-daerah-khusus-ibu-kota-jakarta
(IDX-Channel - Banking) 25/07/24 16:17
v/12068313/
IDXChannel - PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Bank DKI) terus berupaya memaksimalkan peran dan kebermanfaatannya di masyarakat, khususnya di wilayah DKI Jakarta.
Salah satu upaya tersebut, diwujudkan dengan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Terbaru, pelaksanaan Program TJSL dilakukan Bank DKI melalui peresmian Kebun Hidroponik di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cibubur, Jakarta Timur.
"Program (CSR) ini sekaligus menjadi lanjutan dari Program TJSL Bank DKI yang menggunakan pendekatan ecopreneurship, yaitu Jakarta Koperasi Hidroponik (JAKONIK)," ujar Direktur Utama Bank DKI, Agus H Widodo, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Rabu (24/7/2024).
Menurut Agus, Program Kebun Hidroponik di RPTRA Cibubur, Jakarta Timur menjadi upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan ketahanan pangan berbasis lingkungan di sekitar wilayah tersebut.
"Bank DKI memiliki fokus khusus pada inisiatif CSR yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal, dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujar Agus.
Agus juga menambahkan bahwa kebun hidroponik merupakan bentuk dukungan Bank DKI terhadap penerapan SDG's poin 1, yaitu mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di mana pun, poin 2 menciptakan kondisi tanpa kelaparan, serta poin 15 meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan.
Melalui program JAKONIK, para anggota dibekali pelatihan dan pendampingan untuk memaksimalkan hasil panen serta pengelolaan bisnis hidroponik dari hulu hingga hilir, dengan cakupan peran sebagai pusat pemasaran hidroponik, pusat pendampingan usaha hidroponik, penyedia layanan edukasi, penyedia sarana dan prasarana seperti pupuk, bibit dan peralatan.
Program kebun hidroponik Bank DKI merupakan salah satu program TJSL yang secara konsisten dilaksanakan sejak tahun 2017 dan merupakan hasil kolaborasi Bank DKI bersama sejumlah komunitas warga.
Sebelumnya, Program TJSL Kebun Hidroponik Bank DKI telah diimplementasikan di sepuluh lokasi, yaitu Rusun Jatinegara Kaum, Rusun KS Tubun, Rusun Jatirawasari, Rusun Daan Mogot, Rusun Cipinang Besar, Rusun Pondok Bambu, Rusun Tipar Cakung, Rusun Tambora Tower, Rusun Pulo Gebang, serta Rusunawa Pasar Rebo.
Sebagai informasi, atas berbagai inisiatif CSR yang dilakukan secara konsisten tersebut Bank DKI mendapatkan penghargaan dari berbagai institusi sepanjang tahun 2024, diantaranya Indonesia Best CSR Award 2024 dan ESG Recognized Commitment.
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan bahwa JAKONIK menjadi bentuk komitmen Bank DKI terhadap prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG).
"Sebagai CSR unggulan Bank DKI, JAKONIK dirancang untuk dapat memberikan manfaat signifikan bagi komunitas sekitar dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perekonomian lokal. Keberhasilan JAKONIK diharapkan mampu membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh," ujar Arie.
(Taufan Sukma)
Bank DKI Resmikan Kebun Hidroponik di RPTRA Cibubur
Program Kebun Hidroponik di RPTRA Cibubur menjadi upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan ketahanan pangan. - Halaman all [403] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #bank-dki #rptra #sdgs #kebun-hidroponik #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 24/07/24 16:38
v/11945518/
CIBUBUR, investor.id - Bank DKI secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan melalui perwujudan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, melalui peresmian Kebun Hidroponik di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cibubur, Jakarta Timur.
Adapun program CSR tersebut menjadi lanjutan dari Program TJSL Bank DKI yang menggunakan pendekatan ecopreneurship, yaitu Jakarta Koperasi Hidroponik (Jakonik). Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (24/7).
Agus mengatakan, Program Kebun Hidroponik di RPTRA Cibubur, Jakarta Timur menjadi upaya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan ketahanan pangan berbasis lingkungan di sekitar wilayah tersebut.
“Bank DKI memiliki fokus khusus pada inisiatif CSR yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat lokal, dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Agus.
Ia juga menambahkan bahwa kebun hidroponik merupakan bentuk dukungan Bank DKI terhadap penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 yaitu mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di mana pun, poin 2 menciptakan kondisi tanpa kelaparan, serta poin 15 meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan.
Melalui Program Jakonik, para anggota dibekali pelatihan dan pendampingan untuk memaksimalkan hasil panen serta pengelolaan bisnis hidroponik dari hulu hingga hilir, dengan cakupan peran sebagai pusat pemasaran hidroponik, pusat pendampingan usaha hidroponik, penyedia layanan edukasi, penyedia sarana dan prasarana seperti pupuk, bibit dan peralatan.
Program kebun hidroponik Bank DKI merupakan salah satu program TJSL yang secara konsisten dilaksanakan sejak tahun 2017 dan merupakan hasil kolaborasi Bank DKI bersama sejumlah komunitas warga. Sebelumnya, Program TJSL Kebun Hidroponik Bank DKI telah diimplementasikan di 10 (sepuluh) lokasi, yakni Rusun Jatinegara Kaum, Rusun KS Tubun, Rusun Jatirawasari, Rusun Daan Mogot, Rusun Cipinang Besar, Rusun Pondok Bambu, Rusun Tipar Cakung, Rusun Tambora Tower, Rusun Pulo Gebang, serta Rusunawa Pasar Rebo.
Sebagai informasi, atas berbagai inisiatif CSR yang dilakukan secara konsisten tersebut Bank DKI mendapatkan penghargaan dari berbagai institusi sepanjang tahun 2024, di antaranya Indonesia Best CSR Award 2024 dan ESG Recognized Commitment.
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan bahwa Jakonik menjadi bentuk komitmen Bank DKI terhadap prinsip environmental, social, dan governance (ESG).
“Sebagai CSR unggulan Bank DKI, Jakonik dirancang untuk dapat memberikan manfaat signifikan bagi komunitas sekitar dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perekonomian lokal. Keberhasilan Jakonik diharapkan mampu membantu mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh,” tutup Arie.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Peringati Hari Anak Nasional, Ini Cara Unik BRI Ajak Anak SD Belajar Tanam Hidroponik
Dalam rangka memperingati hari anak nasional 2024, BRI mengambil peran memberikan dukungan bagi kemajuan pendidkan anak-anak di Indonesia. [599] url asal
#bri #hari-anak-nasional #tanam-pohon #hidroponik #csr
(MedCom) 23/07/24 21:40
v/11840854/
Yogyakarta: Dunia pendidikan memainkan peran penting dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan hidup suatu bangsa. Pendidikan yang baik, tidak hanya diterapkan secara formal di sekolah tetapi juga melalui berbagai metode lainnya yang dapat mengembangkan karakter anak dan mengajarkan tentang tanggung jawab dan integritas.Dalam rangka memperingati hari anak nasional 2024 yang jatuh pada tanggal 23 Juli, BRI mengambil peran memberikan dukungan bagi kemajuan pendidkan anak-anak di Indonesia. Salah satunya melalui kegiatan 'Belajar Cerdas dan Unik Lewat Hidroponik', yaitu salah satu kegiatan yang mengajak para siswa Sekolah Dasar (SD) untuk mengikuti edukasi wisata hidroponik serta mencintai lingkungan.
Dalam kegiatan ini, BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli mengajak pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karangrejek 02 yang beralamat di Kec. Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan edukasi wisata di salah satu lokasi program 'BRI Bertani di Kota' (BRINita) Padukuhan Mrican.
Di BRINita Padukuhan Mrican, anak-anak tersebut belajar mengenai menanam tanaman dengan metode Hidroponik hingga mengenali bagaimana cara untuk menanam, menyemai hingga menyiram tanaman. Selain itu, para siswa juga melakukan aktivitas mewarnai botol daur ulang untuk dijadikan sebagai wadah atau tempat tanaman yang sudah ditanam melalui metode hidroponik.

(Foto: Dok. BRI)
Terkait dengan hal tersebut, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan bahwa BRI senantiasa memberikan dukungan bagi kemajuan pendidikan dan kecerdasan anak-anak Indonesia melalui program BRI Peduli. Kegiatan edukasi wisata di Kota (BRINita) Padukuhan Mrican diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan dan keseimbangan alam.
"Ini merupakan persembahan dari kami BRI bagi anak-anak Indonesia. Semoga menjadi wadah yang baik untuk digunakan anak-anak dalam memperluas wawasan dan pengetahuan mereka dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar sejak dini," ungkap Catur.
BRINita Padukuhan Mrican dikelola oleh Kelompok Tani Wanita (KWT) Srikandi di Mrican Caturtunggal Depok. Sejauh mata memandang ekosistem urban farming di Mrican Caturtunggal Depok terlihat lengkap. Ada tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman obat keluarga atau toga, serta gazebo hingga pagar tanaman yang sangat memadai.
Nur Handayani, ketua KWT Srikandi di Mrican Caturtunggal mengungkapkan, penerapan urban farming di Mrican Caturtunggal Depok berhasil menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong bagi warga Mrican Caturtunggal Depok. Bonusnya, lingkungan Mrican Caturtunggal Depok jadi tampak indah dan rindang.
"Kami mendapatkan bantuan dari BRI Peduli dengan semua fasilitas sarana dan prasarana, seperti peralatan bertani, tanaman, sampai media tanam, sehingga membuat urban farming di Mrican Caturtunggal Depok makin berkembang dan bisa dipetik manfaatnya yang lebih besar bagi masyarakat," tutur Nur Handayani.

(Foto: Dok. BRI)
Program BRInita ini juga memberikan edukasi lain kepada KWT Srikandi, seperti pelatihan memasak, sehingga hasil panen urban farming tak hanya dijual sebagai bahan baku segar, tetapi juga berupa olahan makanan hingga catering.
"Saat ini KWT Srikandi sudah punya anggota 44 orang. Dengan anggota tersebut, kami di Mrican Caturtunggal Depok sudah bisa menjual sayuran segar dan makanan olahan lewat ekosistem urban farming ini," imbuhnya.
Di lain pihak, Setyo Dwi Armanto selaku Guru SDN Karangrejek 02 mengungkapkan bahwa kegiatan edukasi 'Belajar Cerdas dan Unik Lewat Hidroponik' di BRINita Mrican Caturtunggal Depok memberikan kesan dan manfaat yang besar bagi siswa/i SDN Karangrejek 02 dalam menambah wawasan dan pengetahuan akan lingkungan bagi para siswa.
"Sangat menarik dan menyenangkan, para siswa juga mendapat pengetahuan tentang tanaman hidroponik dan nanti bisa diterapkan waktu pembelajaran sebagai bagian dari project siswa. Semoga kerja sama ini terus berlanjut antara BRI dan sekolah kami ke depannya," ungkapnya.
Selain kegiatan edukasi wisata, BRI juga menyalurkan bantuan peralatan alat tulis kepada para siswa serta bantuan sembako bagi para guru. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
(ROS)
Pertamina Grup Bangun PLTS untuk Komunitas Hidroponik Sehati Kota Dumai
Pertamina Grup menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun PLTS untuk mendukung kebutuhan energi di masyarakat desa. [869] url asal
#pertamina #program-desa-energi-berdikari #hidroponik
(detikFinance - Energi) 12/07/24 22:21
v/10568156/
Jakarta - Hidroponik telah menjadi tren pertanian di era modern dengan memanfaatkan lahan sempit yang ada pekarangan rumah. Model pertanian semacam ini semakin diminati sejak terjadinya masa pandemi COVID-19. Terlebih hasil budidaya tanaman hidroponik dapat menjadi tambahan mata pencaharian sehingga sering dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melihat fenomena tersebut, Pertamina Grup melalui subholding PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalui subholdingnya, menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi di masyarakat desa. Seperti yang dikembangkan Kelompok Kesehatan Ibu dan Buah Hati (Sehati) dari Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.
Kelompok Sehati merupakan salah satu kelompok masyarakat binaan KPI berhasil membudidayakan selada dan sawi melalui media tanam hidroponik. Kelompok ini mampu menghasilkan puluhan kilogram sayuran dalam satu bulan dari green house masing-masing anggota kelompok.
"Sejak tahun 2022, tepatnya bulan November, kami mulai budidaya tanaman hidroponik berkat dorongan dan pembinaan yang diberikan PT KPI Unit Dumai," kata salah satu anggota Kelompok Sehati sebagai pegiat hidroponik Yani dalam keterangan tertulis, Jumat (12/7/2024).
Lewat budidaya hidroponik, ia merasakan banyak manfaat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, penguatan gizi dalam kegiatan posyandu kelompok sehati, hingga membantu perekonomian sekitar Rp 1.000.000 setiap bulannya.
"Tantangan dari budidaya hidroponik adalah pengeluaran akan kebutuhan listrik dalamoperasionalnya," tambahYani.
Foto: Pertamina |
Menjawab tantangan tersebut, PT KPI Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk kelompok hidroponik Sehati. Penyerahan PLTS off grid dengan kapasitas 2,2 kWp & 5 kWh battery storage secara simbolis berlangsung di Aula Kantor Lurah Tanjung Palas, Kota Dumai, Selasa (9/7).
Pembangunan PLTS di Dumai ini melengkapi aksi Pertamina Grup dalam membangun fasilitas EBT di desa-desa yang membutuhkan akses EBT di Indonesia, setelah sebelumnya membangun hal yang sama di Kabupaten Tanggamus Lampung, Muara Enim, Bali, Aceh dan puluhan desa lainnya di Indonesia dalam konsep Desa Energi Berdikari
Sebagai pengemban amanah transisi energi di Pertamina, Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi menyatakan Pertamina NRE berupaya secara serius untuk terus mengajak masyarakat dan Pertamina Group terlibat aktif dan mengembangkan energi baru terbarukan.
"Kami bangga dengan kerja sama ini, semoga semakin banyak lokasi yang bisa kami dukung dalam memanfaatkan energi terbarukan, dan mengedukasi masyarakat terkait transisi energi," ucap Dicky.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai Agustiawanmenambahkan, saat ini Pertamina bersinergi dengan unit operasinya telah membangun 3 unit PLTS yang tersebar di beberapa titik di Kota Dumai, melalui program pembinaan TJSL yang dimiliki oleh Kilang Pertamina Dumai. Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaat dan dijaga sebaik mungkin agar manfaat dari bantuan PLTS tersebut dapat terus dinikmati
"Pertamina grup bersinergi untuk membangun desa-desa di Indonesia dengan menyediakan energi baru dan terbarukan (EBT). Apa yang kami berikan ini menjadi bentuk komitmen Pertamina untuk menghidupkan dan memperkenalkan energi terbarukan ke masyarakat sebagai alternatif pengganti energi fossil," kata Agustiawan.
Camat Dumai Timur Zainur yang hadir dalam acara juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan Pertamina NRE dan PT KPI Unit Dumai.
"Sosialisasi yang kita terima hari ini kiranya dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penggiat pelaksana hidroponik memanfaatkan energi bersih yang ada di Kecamatan Dumai Timur. Giat yang selama ini dibina KPI Dumai sudah berjalan dan cukup membantu perputaran perekonomian masyarakat dengan berkolaborasi bersama kelompok masyarakat dan PKK. Semoga kegiatan ini lebih baik dan positif kedepannya," ungkap Zainur.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan Pertamina mendukung inisiatif pengembangan energi baru terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan oleh Pertamina NRE dan KPI tersebut. Upaya ini mencerminkan komitmen Pertamina Grup dalam sosialisasi pemanfaatan energi transisi, sekaligus memberi kesadaran bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penurunan emisi.
"Pertamina mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat untuk ikut dalam upaya dekarbonisasi, salah satunya dengan penggunaan energi baru terbarukan. Program ini tak hanya bermanfaat dalam menjaga keseimbangan lingkungan, juga membantu masyarakat untuk memajukan perekonomiannya," pungkas Fadjar.
Sebagai informasi, inisiatif-inisiatif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan Pertamina NRE dan KPI juga bagian terintegrasi dari implementasi aspek environmental, social, and governance (ESG) serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama tujuan ke-13, yaitu penanganan perubahan iklim.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi juga berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(ncm/ega)
Pertamina Group Bantu Kelompok Hidroponik di Dumai Lewat Energi Hijau
Pertamina Group melalui PT KPI Unit Dumai dan Pertamina NRE membantu kelompok hidroponik Sehati di Dumai dengan pembangunan PLTS. [658] url asal
#pertamina #pertamina-group #pertamina-nre #pt-kilang-pertamina-internasional #hidroponik #program-desa-energi-berdikari #plts #brandnewsroom #bnr #energi-hijau
(CNN Indonesia - Ekonomi) 12/07/24 18:27
v/10556660/
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, hidroponik telah menjelma menjadi tren pertanian yang digemari masyarakat, terutama pasca pandemi Covid-19. Tak hanya memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah, metode pertanian ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi banyak orang.
Melihat fenomena tersebut, Pertamina Grup melalui subholding PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) - Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalui subholdingnya, menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi di masyarakat desa.
Salah satu program DEB itu dilakukan Pertamina Group di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Di sini PT KPI Unit Dumai dan Pertamina NRE membangun PLTS untuk kelompok Kesehatan Ibu dan Buah Hati (Sehati),.
Kelompok Sehati merupakan kelompok masyarakat binaan KPI yang membudidayakan selada dan sawi melalui media tanam hidroponik. Kelompok ini mampu menghasilkan puluhan kilogram sayuran dalam satu bulan dari "Green House" masing-masing anggota kelompok.
"Sejak tahun 2022, tepatnya bulan November, kami mulai budidaya tanaman hidroponik berkat dorongan dan pembinaan yang diberikan PT KPI Unit Dumai," kata Yani, salah satu anggota kelompok sehati sebagai pegiat hidroponik
Lewat budidaya hidroponik, ia merasakan banyak manfaat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, penguatan gizi dalam kegiatan posyandu kelompok sehati, hingga membantu perekonomian sekitar Rp1.000.000 setiap bulan.
"Tantangan dari budidaya hidroponik ia adalah pengeluaran akan kebutuhan listrik dalam operasionalnya" tambah Yani.
Terkait program DEB untuk kelompok Sehati, PT KPI dan Pertamina NRE melakukan penyerahan PLTS off-grid dengan kapasitas 2,2 kWp & 5 kWh battery storage secara simbolis berlangsung di Aula Kantor Lurah Tanjung Palas, Kota Dumai, Selasa (9/7).
Pembangunan PLTS di Dumai ini melengkapi aksi Pertamina Grup dalam membangun fasilitas EBT di desa-desa yang membutuhkan akses EBT, setelah sebelumnya membangun fasilitas serupa di Kabupaten Tanggamus Lampung, Muara Enim, Bali, Aceh, dan puluhan desa lainnya di Indonesia. Pembangunan fasilitas EBT itu merupakan bagian dari konsep program DEB yang digencarkan Pertamina Group.
Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Septriadi, menyatakan bahwa Pertamina NRE berkomitmen serius mengajak masyarakat bersama Pertamina Group untuk aktif mengembangkan energi baru terbarukan.
"Kami bangga dengan kerjasama ini dan berharap semakin banyak lokasi yang bisa kami dukung dalam memanfaatkan energi terbarukan serta mengedukasi masyarakat tentang transisi energi," jelas Dicky.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai, Agustiawan menambahkan bahwa Pertamina terus bersinergi untuk membangun desa-desa di Indonesia dengan menyediakan energi baru dan terbarukan sebagai alternatif pengganti energi fosil.
Menurutnya, saat ini Pertamina melalui sinergi dengan unit operasinya telah membangun 3 unit PLTS yang tersebar di beberapa titik di Kota Dumai. Pembangunan 3 unit PLTS itu dilakukan melalui program pembinaan TJSL yang dimiliki oleh Kilang Pertamina Dumai.
"Kami berharap bantuan PLTS ini dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik agar manfaatnya dapat terus dinikmati," ujar Agustiawan.
Adapun, Zainur, Camat Dumai Timur menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan Pertamina NRE dan PT KPI Unit Dumai. Menurutnya, apa yang telah dibangun dan dibina Pertamina Group sudah berjalan lancar dan cukup membantu perputaran perekonomian masyarakat dan PKK.
"Sosialisasi yang kita terima hari ini kiranya dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penggiat pelaksana hidroponik memanfaatkan energi bersih yang ada di Kecamatan Dumai Timur. Semoga kegiatan ini lebih baik dan positif ke depannya," tutur Zainur.
Mengenai hal ini, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina mendukung inisiatif pengembangan energi baru terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan oleh Pertamina NRE dan KPI tersebut.
Menurutnya, upaya itu mencerminkan komitmen Pertamina Grup dalam sosialisasi pemanfaatan energi transisi, sekaligus memberi kesadaran bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penurunan emisi.
"Pertamina mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat untuk ikut dalam upaya dekarbonisasi, salah satunya dengan penggunaan energi baru terbarukan. Program ini tak hanya bermanfaat dalam menjaga keseimbangan lingkungan, juga membantu masyarakat untuk memajukan perekonomiannya," jelas Fadjar.Inisiatif-inisiatif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan Pertamina NRE dan KPI juga bagian terintegrasi dari implementasi aspek environmental, social, and governance (ESG) serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama tujuan ke-13, yaitu penanganan perubahan iklim.
Pertamina Grup Bangun PLTS untuk Komunitas Hidroponik Kota Dumai - kumparan.com
Pertamina Grup bangun PLTS untuk kelompok hidroponik Sehati di Kota Dumai. [740] url asal
#pertamina #hidroponik #plts #dumai
(Kumparan.com - Bisnis) 12/07/24 17:00
v/10550000/
Hidroponik telah menjadi tren pertanian di era modern dengan memanfaatkan lahan sempit yang ada pekarangan rumah. Model pertanian semacam ini semakin diminati sejak terjadinya masa pandemi Covid-19, terlebih hasil budidaya tanaman hidroponik dapat menjadi tambahan mata pencaharian sehingga sering dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melihat fenomena tersebut, Pertamina Grup melalui subholding PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) - Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalui subholdingnya, menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi di masyarakat desa.
Seperti yang dikembangkan di Kelompok Sehati, salah satu kelompok masyarakat binaan KPI berhasil membudidayakan selada dan sawi melalui media tanam hidroponik. Kelompok ini mampu menghasilkan puluhan kilogram sayuran dalam satu bulan dari “Green House” masing-masing anggota kelompok.
Kelompok ini merupakan kelompok kesehatan ibu dan buah hati (Sehati) dari Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.
“Sejak tahun 2022, tepatnya bulan November, kami mulai budidaya tanaman hidroponik berkat dorongan dan pembinaan yang diberikan PT KPI Unit Dumai,“ kata Yani, salah satu anggota kelompok Sehati sebagai pegiat hidroponik
Lewat budidaya hidroponik, ia merasakan banyak manfaat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, penguatan gizi dalam kegiatan posyandu kelompok Sehati, hingga membantu perekonomian sekitar Rp1.000.000 setiap bulannya.
“Tantangan dari budidaya hidroponik ia adalah pengeluaran akan kebutuhan listrik dalam operasionalnya” tambah Yani.
Menjawab tantangan tersebut, PT KPI Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk kelompok hidroponik Sehati.
Penyerahan PLTS off-grid dengan kapasitas 2,2 kWp & 5 kWh battery storage secara simbolis berlangsung di Aula Kantor Lurah Tanjung Palas, Kota Dumai, Selasa (9/7).
Pembangunan PLTS di Dumai ini melengkapi aksi Pertamina Grup dalam membangun fasilitas EBT di desa-desa yang membutuhkan akses EBT di Indonesia, setelah sebelumnya membangun hal yang sama di Kab. Tanggamus Lampung, Muara Enim, Bali, Aceh dan puluhan desa lainnya di Indonesia dalam konsep Desa Energi Berdikari
Sebagai pengemban amanah transisi energi di Pertamina, Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Septriadi menyatakan bahwa Pertamina NRE berupaya secara serius untuk terus mengajak masyarakat dan Pertamina Group terlibat aktif dan mengembangkan energi baru terbarukan.
“Kami bangga dengan kerja sama ini, semoga semakin banyak lokasi yang bisa kami dukung dalam memanfaatkan energi terbarukan, dan mengedukasi masyarakat terkait transisi energi,” terang Dicky.
“Pertamina grup bersinergi untuk membangun desa-desa di Indonesia dengan menyediakan energi baru dan terbarukan (EBT). Apa yang kami berikan ini menjadi bentuk komitmen Pertamina untuk menghidupkan dan mengenalkan energi terbarukan ke masyarakat sebagai alternatif pengganti energi fosil,” kata Agustiawan selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai.
Agustiawan menambahkan, saat ini Pertamina bersinergi dengan unit operasinya telah membangun 3 unit PLTS yang tersebar di beberapa titik di Kota Dumai, melalui program pembinaan TJSL yang dimiliki oleh Kilang Pertamina Dumai.
Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaat dan dijaga sebaik mungkin, agar manfaat dari bantuan PLTS tersebut dapat terus dinikmati
Zainur, Camat Dumai Timur yang hadir dalam acara juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan Pertamina NRE dan PT KPI Unit Dumai.
“Sosialisasi yang kita terima hari ini kiranya dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penggiat pelaksana hidroponik memanfaatkan energi bersih yang ada di Kecamatan Dumai Timur. Giat yang selama ini dibina KPI Dumai sudah berjalan dan cukup membantu perputaran perekonomian masyarakat dengan berkolaborasi bersama kelompok masyarakat dan PKK. Semoga kegiatan ini lebih baik dan positif ke depannya,” tutup Zainur.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina mendukung inisiatif pengembangan energi baru terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan oleh Pertamina NRE dan KPI tersebut.
Upaya ini mencerminkan komitmen Pertamina Grup dalam sosialisasi pemanfaatan energi transisi, sekaligus memberi kesadaran bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penurunan emisi.
“Pertamina mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat untuk ikut dalam upaya dekarbonisasi, salah satunya dengan penggunaan energi baru terbarukan. Program ini tak hanya bermanfaat dalam menjaga keseimbangan lingkungan, juga membantu masyarakat untuk memajukan perekonomiannya,” jelas Fadjar.
Inisiatif-inisiatif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan Pertamina NRE dan KPI juga bagian terintegrasi dari implementasi aspek environmental, social, and governance (ESG) serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama tujuan ke-13, yaitu penanganan perubahan iklim.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Artikel ini dibuat oleh kumparan Studio
Pertamina Grup Bangun PLST untuk Komunitas Hidroponik Kota Dumai - kumparan.com
Pertamina Grup bangun PLTS untuk kelompok hidroponik Sehati di Kota Dumai. [740] url asal
#pertamina #hidroponik #plts #dumai
(Kumparan.com - Bisnis) 12/07/24 17:00
v/10545283/
Hidroponik telah menjadi tren pertanian di era modern dengan memanfaatkan lahan sempit yang ada pekarangan rumah. Model pertanian semacam ini semakin diminati sejak terjadinya masa pandemi Covid-19, terlebih hasil budidaya tanaman hidroponik dapat menjadi tambahan mata pencaharian sehingga sering dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melihat fenomena tersebut, Pertamina Grup melalui subholding PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) - Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalui subholdingnya, menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi di masyarakat desa.
Seperti yang dikembangkan di Kelompok Sehati, salah satu kelompok masyarakat binaan KPI berhasil membudidayakan selada dan sawi melalui media tanam hidroponik. Kelompok ini mampu menghasilkan puluhan kilogram sayuran dalam satu bulan dari “Green House” masing-masing anggota kelompok.
Kelompok ini merupakan kelompok kesehatan ibu dan buah hati (Sehati) dari Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.
“Sejak tahun 2022, tepatnya bulan November, kami mulai budidaya tanaman hidroponik berkat dorongan dan pembinaan yang diberikan PT KPI Unit Dumai,“ kata Yani, salah satu anggota kelompok Sehati sebagai pegiat hidroponik
Lewat budidaya hidroponik, ia merasakan banyak manfaat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, penguatan gizi dalam kegiatan posyandu kelompok Sehati, hingga membantu perekonomian sekitar Rp1.000.000 setiap bulannya.
“Tantangan dari budidaya hidroponik ia adalah pengeluaran akan kebutuhan listrik dalam operasionalnya” tambah Yani.
Menjawab tantangan tersebut, PT KPI Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk kelompok hidroponik Sehati.
Penyerahan PLTS off-grid dengan kapasitas 2,2 kWp & 5 kWh battery storage secara simbolis berlangsung di Aula Kantor Lurah Tanjung Palas, Kota Dumai, Selasa (9/7).
Pembangunan PLTS di Dumai ini melengkapi aksi Pertamina Grup dalam membangun fasilitas EBT di desa-desa yang membutuhkan akses EBT di Indonesia, setelah sebelumnya membangun hal yang sama di Kab. Tanggamus Lampung, Muara Enim, Bali, Aceh dan puluhan desa lainnya di Indonesia dalam konsep Desa Energi Berdikari
Sebagai pengemban amanah transisi energi di Pertamina, Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Septriadi menyatakan bahwa Pertamina NRE berupaya secara serius untuk terus mengajak masyarakat dan Pertamina Group terlibat aktif dan mengembangkan energi baru terbarukan.
“Kami bangga dengan kerja sama ini, semoga semakin banyak lokasi yang bisa kami dukung dalam memanfaatkan energi terbarukan, dan mengedukasi masyarakat terkait transisi energi,” terang Dicky.
“Pertamina grup bersinergi untuk membangun desa-desa di Indonesia dengan menyediakan energi baru dan terbarukan (EBT). Apa yang kami berikan ini menjadi bentuk komitmen Pertamina untuk menghidupkan dan mengenalkan energi terbarukan ke masyarakat sebagai alternatif pengganti energi fosil,” kata Agustiawan selaku Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai.
Agustiawan menambahkan, saat ini Pertamina bersinergi dengan unit operasinya telah membangun 3 unit PLTS yang tersebar di beberapa titik di Kota Dumai, melalui program pembinaan TJSL yang dimiliki oleh Kilang Pertamina Dumai.
Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaat dan dijaga sebaik mungkin, agar manfaat dari bantuan PLTS tersebut dapat terus dinikmati
Zainur, Camat Dumai Timur yang hadir dalam acara juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan Pertamina NRE dan PT KPI Unit Dumai.
“Sosialisasi yang kita terima hari ini kiranya dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi penggiat pelaksana hidroponik memanfaatkan energi bersih yang ada di Kecamatan Dumai Timur. Giat yang selama ini dibina KPI Dumai sudah berjalan dan cukup membantu perputaran perekonomian masyarakat dengan berkolaborasi bersama kelompok masyarakat dan PKK. Semoga kegiatan ini lebih baik dan positif ke depannya,” tutup Zainur.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina mendukung inisiatif pengembangan energi baru terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan oleh Pertamina NRE dan KPI tersebut.
Upaya ini mencerminkan komitmen Pertamina Grup dalam sosialisasi pemanfaatan energi transisi, sekaligus memberi kesadaran bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penurunan emisi.
“Pertamina mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat untuk ikut dalam upaya dekarbonisasi, salah satunya dengan penggunaan energi baru terbarukan. Program ini tak hanya bermanfaat dalam menjaga keseimbangan lingkungan, juga membantu masyarakat untuk memajukan perekonomiannya,” jelas Fadjar.
Inisiatif-inisiatif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan Pertamina NRE dan KPI juga bagian terintegrasi dari implementasi aspek environmental, social, and governance (ESG) serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama tujuan ke-13, yaitu penanganan perubahan iklim.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
Artikel ini dibuat oleh kumparan Studio
Pertamina Grup Manfaatkan Energi Hijau untuk Komunitas Hidroponik Sehati Kota Dumai
Pertamina membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat desa. - Halaman all [538] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #pertamina #pertamina-nre #hidroponik #plts #kilang-pertamina-internasional #dumai #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 12/07/24 16:55
v/10550682/
DUMAI, investor.id - Pertamina Grup melalui subholding PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) - Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) melalui subholdingnya, menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat desa. Seperti yang dikembangkan Kelompok Sehati, salah satu kelompok masyarakat binaan KPI berhasil membudidayakan selada dan sawi melalui media tanam hidroponik.
Kelompok ini mampu menghasilkan puluhan kilogram sayuran dalam satu bulan dari “Green House” masing-masing anggota kelompok. Kelompok ini merupakan kelompok kesehatan ibu dan buah hati (Sehati) dari Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.
“Sejak tahun 2022, tepatnya bulan November, kami mulai budidaya tanaman hidroponik berkat dorongan dan pembinaan yang diberikan PT KPI Unit Dumai,“ kata Yani, salah satu anggota kelompok sehati sebagai pegiat hidroponik.
Lewat budi daya hidroponik, ia merasakan banyak manfaat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari, penguatan gizi dalam kegiatan posyandu kelompok sehati, hingga membantu perekonomian sekitar Rp 1 juta setiap bulannya.
“Tantangan dari budidaya hidroponik adalah pengeluaran akan kebutuhan listrik dalam operasionalnya,” tambah Yani.
Menjawab tantangan tersebut, PT KPI Unit Dumai dan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menjalankan program Desa Energi Berdikari (DEB) dengan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk kelompok hidroponik Sehati. Penyerahan PLTS off-grid dengan kapasitas 2,2 kWp & 5 kWh battery storage secara simbolis berlangsung di Aula Kantor Lurah Tanjung Palas, Kota Dumai, Selasa (9/7). Pembangunan PLTS di Dumai ini melengkapi aksi Pertamina Grup dalam membangun fasilitas EBT di desa-desa yang membutuhkan akses EBT di Indonesia, setelah sebelumnya membangun hal yang sama di Kab. Tanggamus Lampung, Muara Enim, Bali, Aceh dan puluhan desa lainnya di Indonesia dalam konsep Desa Energi Berdikari.
Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi menyatakan bahwa Pertamina NRE berupaya secara serius untuk terus mengajak masyarakat dan Pertamina Group terlibat aktif dan mengembangkan energi baru terbarukan.
“Kami bangga dengan kerja sama ini, semoga semakin banyak lokasi yang bisa kami dukung dalam memanfaatkan energi terbarukan, dan mengedukasi masyarakat terkait transisi energi,” terang Dicky.
“Pertamina grup bersinergi untuk membangun desa-desa di Indonesia dengan menyediakan energi baru dan terbarukan (EBT). Apa yang kami berikan ini menjadi bentuk komitmen Pertamina untuk menghidupkan dan mengenalkan energi terbarukan ke masyarakat sebagai alternatif pengganti energi fossil,” kata Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai Agustiawan.
Ia menambahkan, saat ini Pertamina bersinergi dengan unit operasinya telah membangun 3 unit PLTS yang tersebar di beberapa titik di Kota Dumai, melalui program pembinaan TJSL yang dimiliki oleh Kilang Pertamina Dumai. Ia berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaat dan dijaga sebaik mungkin, agar manfaat dari bantuan PLTS tersebut dapat terus dinikmati.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina mendukung inisiatif pengembangan energi baru terbarukan serta dekarbonisasi yang dilakukan oleh Pertamina NRE dan KPI tersebut. Upaya ini mencerminkan komitmen Pertamina Grup dalam sosialisasi pemanfaatan energi transisi, sekaligus memberi kesadaran bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penurunan emisi.
“Pertamina mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat untuk ikut dalam upaya dekarbonisasi, salah satunya dengan penggunaan energi baru terbarukan. Program ini tak hanya bermanfaat dalam menjaga keseimbangan lingkungan, juga membantu masyarakat untuk memajukan perekonomiannya,” jelas Fadjar.
Editor: Yurike Metriani (yurikemetriani@gmail.com)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News


