Jakarta: Anak Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie, silaturahmi ke kantor Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jakarta Selatan. Ilham Habibie bicara soal potensi Jawa Barat (Jabar) jadi ujung tombak Indonesia Emas 2045.
"Jawa Barat dan InsyaAllah mudah-mudahan akan menjadi ujung tombak daripada Indonesia emas, ujung tombak, jembatan, motor, atau apapun sebutannya," kata Ilham di lokasi, Kamis, 18 Juli 2024.
Ilham sejatinya telah direkomendasikan oleh Partai NasDem untuk maju sebagai bakal calon gubernur (cagub) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2024. Dia juga menawarkan program untuk mengembangkan Jabar.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Apa yang penting buat Jawa Barat? Lapangan pekerjaan, pendidikan, UMKM," ucap Ilham.
Menurut Ilham, UMKM jadi instrumen penting untuk memajukan sektor ekonomi. Sekaligus menyejahterakan warga Jabar.
"UMKM di Jawa Barat harus dikaitkan dengan industri kedepannya, dari ekosistemnya untuk menjadi bagian dari kemajuan ekonomi yang insyaAllah kita akan lihat," ucap Ilham.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim mengungkapkan Jabar jadi atensi NasDem. Sebagai provinsi terbesar, lanjut dia, Jabar punya banyak potensi yang perlu dikembangkan.
"Mengapa Jawa Barat secara khusus menjadi atensi kita, mengapa jawa barat menjadi pilihan Bang Ilham dalam membenahi Indonesia, menuju Indonesia Emas, karena Jawa Barat provinsi terbesar di Indonesia, Jawa Barat berpenduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat lumbung industri di Indonesia, dan tidak kalah pentingnya, pesantren terbanyak di Indonesia ini juga ada di Jawa Barat," ujar Taslim.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu sepakat bahwa Jabar memerlukan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dia juga tak meragukan gagasan Ilham di bidang pengembangan SDM.
"Saya kira beliau dalam hal ini memang kita kenal dari trahnya Habibie ini yang betul-betul sangat expert dalam SDM. Sehingga, ini sangat diperlukan untuk kedepan bisa langsung berkiprah menjadi tokoh-tokoh bangsa ini melanjutkan kepemimpinan Habibie," ucap Syaikhu.
Syaikhu juga memuji langkah NasDem yang melirik Ilham untuk menjadi calon kepala daerah. Sosok Ilham dinilai diperlukan untuk memimpin di negeri sendiri.
"Saya menyambut baik dari teman-teman Partai NasDem yang terus berupaya ingin mencari sosok-sosok pemimpin untuk negeri kita, termasuk yang insyaAllah akan persiapkan ke dalam pilkada di Jawa Barat," kata Syaikhu.
Pada pertemuan dengan PKS ini, Ilham juga didampingi Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim; Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pembangunan dan Infrastruktur Okky Asokawati; Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemilih Pemula dan Milenial; dan Sekjen DPW NasDem Jawa Barat M Rachmat. Kemudian dari unsur PKS hadir pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW PKS Jawa Barat Iwan Suryawan.
Jakarta: Putra Presiden ke-3 Republik Indonesia Burhanuddin Jusuf Habibie yakni Ilham Akbar Habibie siap ikut dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Barat usai mendapatkan dukungan dari Partai NasDem. Ilham menyebut Jawa Barat menjadi pilihan lantaran ada dua faktor, yakni eksternal dan internal.
Faktor eksternal yang menjadikan Jawa Barat menjadi pilihan Ilham karena Jawa Barat merupakan provinsi dengan industri terbanyak di Indonesia. Dia ingin membuat Jawa Barat sebagai penopang ekonomi Indonesia.
“55 persen dari industri Indonesia ada di Jawa Barat. Kenapa industri penting? Kita mau jadi negara maju, Indonesia Emas 2045. Kalau kita mau keluar dari pendapatan menengah, harus kita perkuat industri kita,” kata Ilham dalam tayangan Metro TV, Senin 15 Juli 2024.
Ilham menjelaskan negara-negara asing yang telah berhasil adalah negara dengan industri yang berkembang. Industri di Indonesia kata dia bukan tidak tumbuh, tetapi masih di bawah pertumbuhan ekonomi secara umum.
“Industrilah yang harus menjadi motor dari ekonomi, bukan sebaliknya. Kalau kita mau jadi negara maju, jelas industrinya harus kita kuatkan, industri bukan hanya soal pabrik, tapi industrialisasi juga mengubah mindset kita,” ucapnya.
Sedangkan untuk faktor internal, Ilham menyebut dirinya telah belasan tahun tinggal di Jawa Barat, sehingga memahami betul apa yang dibutuhkan masyarakat. Dia merasa bagian dari Jawa Barat yang tentunya ingin membagun daerahnya menjadi lebih baik.
“Saya tinggal lama di Bandung, saya dulu ngajar di ITB, punya kediaman di sini, banyak sanak saudara di sini, anak saya sekolah di sini, ada yang lahir di sini, saya punya bisnis di sini, jadi Jawa Barat bagi saya another home,” kata dia.
Popularitas eks Ridwan Kamil meraih posisi tertinggi pada hasil survei terbaru Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia untuk Pilkada di Jawa Barat [270] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Elektabilitas Ridwan Kamil menjadi yang tertinggi berdasarkan hasil survei terbaru Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia untuk Pilkada di Jawa Barat.
Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia melakukan survei terhadap 1.214 responden berusia 17 tahun ke atas dengan margin of error survei diperkirakan 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asymsi simple random sampling di wilayah Jawa Barat.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengemukakan dari simulasi enam nama kandidat yang punya potensi untuk maju di Pilkada Jawa Barat, nama Ridwan Kamil ada di posisi teratas.
Keenam nama tersebut yaitu Ridwan Kamil yang mendapatkan 45,6 persen responden, lalu Dedi Mulyadi 34,7 persen, diurutan ke tiga ada Dede Yusuf 7,1 persen, Bima Arya 2,5 persen, Ono Surono 1,3 persen terakhir Ilham Akbar Habibie 0,8 persen responden dan sisanya tidak menjawab.
"Dari simulasi enam nama yang kami ajukan ke responden, nama Ridwan Kamil meraih suara terbanyak yaitu 45,6 persen," tutur Burhanuddin di Jakarta, Kamis (4/7).
Kemudian, menurut Burhanuddin, ketika survei dipersempit dan dilakukan simulasi tiga nama yang berpotensi kuat untuk maju di Pilkada Jawa Barat, nama Ridwan Kamil meraih suara 56,3 persen, Dedi Mulyadi 35,1 persen dan Ilham Akbar Habibie 3,3 persen.
"Dari tiga nama yang kami ajukan kepada responden, nama Ridwan Kamil tetap ada diurutan paling tinggi," katanya.
Burhanuddin menjelaskan alasan Ridwan Kamil banyak disukai oleh responden di wilayah Jawa Barat yaitu karena sudah ada bukti nyata hasil kerjanya dan memiliki pengalaman di pemerintahan.
"Kemudian, alasan responden yang memilih Dedi Mulyadi itu karena orangnya dekat ke warga Jawa Barat dan berpengalaman juga di pemerintahan," ujarnya.