#30 tag 24jam
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Kegagalan Perlindungan Data hingga Kelanjutan IKN 2025
Peretasan ini menunjukkan kegagalan negara dalam melindungi data pribadi masyarakat termasuk pejabat publik. [916] url asal
#top-5-news-bisnisindonesia-id #top-5-news #batu-bara #emiten-pertambangan #tambang #produksi-batu-bara #kecerdasan-buatan #industri-hija #artificial-intelligent #ikn #pengembangan-ikn #ikn-2025
(Bisnis.Com - Teknologi) 21/09/24 10:22
v/15332134/
Bisnis, JAKARTA --- Belum selesai masalah kebocoran data pribadi warga Indonesia pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 beberapa waktu lalu, kini masalah serupa terulang. Sedikitnya 6 juta data pribadi bocor dan diperjualbelikan di situs gelap.
Peretasan tersebut dilakukan oleh peretas Bjorka. Dua tahun lalu atau pada 2022, hacker yang sama sempat meretas situs Kementerian Komunikasi dan Informatika dan berhasil mengakses dokumen Badan Intelijen Negara (BIN).
Data yang diperjualbelikan kali ini berupa nomor pokok wajib pajak (NPWP) dari Direktorat Jenderal atau Ditjen Pajak Kementerian Keuangan. Peretasan tersebut menjadi satu dari lima berita pilihan yang dirangkum dalam Top 5 News Bisnisindonesia.id edisi Sabtu (21/9/2024). Simak selengkapnya.
1. Peretasan dan Kegagalan RI Lindungi Data Pribadi
Bjorka menuliskan bahwa data-data yang ada di dokumen itu berisi nama lengkap, nomor induk kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor telepon, email, nama Kantor Pelayanan Pajak (KPP), status Pengusaha Kena Pajak (PKP), hingga jenis wajib pajak.
Dari sekitar 6 juta informasi publik yang diretas, nama Presiden Joko Widodo dan anak-anaknya, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan anak buahnya masuk dalam dugaan kebocoran data itu.
Data-data itu dijual seharga US$10.000 atau sekitar Rp153 juta. Total data tersebut berukuran 2 gigabyte atau menjadi 500 megabyte setelah dikompres.
"Dalam sampel [data] anda bisa menemukan informasi pribadi tentang Presiden Indonesia dan anak-anaknya yang pandir, begitu pula para pejabat di Kementerian Keuangan dan kementerian lain yang juga tidak berguna," tulis Bjorka dalam unggahannya, dikutip dari cuitan @FalconFeedsio.
Setelah mendapat kabar itu, Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar segera memitigasi kebocoran data tersebut.
2. Produksi Batu Bara BUMI Capai Rekor Tertinggi Nasional
Emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mencatatkan kinerja produksi batu bara sebanyak 37,7 juta ton pada semester I/2024, naik sebesar 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 35,4 juta ton.
Capaian produksi emas hitam emiten pertambangan batu bara Grup Bakrie dan Grup Salim itu selama 6 bulan pertama tahun ini menjadi yang tertinggi di antara perusahaan lainnya dalam sektor yang sama di Tanah Air.
“Peningkatan produksi ini didorong oleh performa kontraktor yang lebih baik, serta cuaca yang kondusif, yaitu curah hujan relatif rendah di area tambang KPC [PT Kaltim Prima Coal, anak usaha BUMI],” kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava dalam keterangannya, Jumat (20/9/2024).
Melihat capaian kinerja produksi bulan berjalan, Dileep menyebut bahwa perusahaan optimistis dapat mencapai target produksi batu bara pada tahun ini di kisaran 78 juta ton—82 juta ton.
3. Daya Saing SDM Indonesia di Tengah Era Kecerdasan Buatan
Tingkat daya saing keahlian sumber daya manusia (SDM) Indonesia naik dari peringkat 47 menjadi peringkat 46 dunia di 2024.
Untuk diketahui, pemeringkatan World Talent Ranking (WTR) 2024 dilakukan berdasarkan tingkat kemampuan dan keahlian tenaga kerja di suatu negara untuk mengisi lowongan pekerjaan baru dan bagaimana bisnis bisa mengembangkan keterampilan karyawan yang ada.
Pada tahun ini, riset IMD WTR 2024 yang menyurvei 67 negara dunia. Riset ini menggabungkan 31 data statistik dan respons survei yang dikelompokkan dalam tiga indikator seperti tingkat investasi dan pengembangan talenta, kesiapan SDM, dan kemampuan suatu negara untuk menarik talenta asing.
Direktur IMD World Competitiveness Center (WCC) Arturo Bris mengatakan beberapa negara memiliki sistem pendidikan yang sangat baik tetapi gagal mempersiapkan SDM mereka dan menarik talenta asing yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.
Secara dunia, negara tetangga Singapura menduduki peringkat kedua dari 67 negara, kemudian Malaysia menduduki peringkat ke 33, Thailand menduduki peringkat ke 47 dan Filipina menduduki peringkat ke 63.
4. Berharap Gisco Atasi Duo Tantangan Industri Hijau
Transformasi menuju industri hijau menghadapi dua tantangan berat, yakni akses pendanaan dan adopsi teknologi. Untuk mengatasinya, pemerintah merancang green industry service company (gisco).
Dorongan transformasi sektor manufaktur menuju industri hijau setidaknya telah dimulai sejak lebih dari 1 dekade terakhir. Pada 2015, Menteri Perindustrian Saleh Husin menerbitkan pedoman penyusunan standar industri hijau (SIH) pada pertengahan 2015.
Seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 51/M-IND/PER/6/2015, SIH merupakan acuan para pelaku industri dalam menyusun secara konsensus terkait dengan bahan baku, bahan penolong, energi, proses produksi, produk, manajemen pengusahaan, pengelolaan limbah dan/atau aspek lain yang bertujuan untuk mewujudkan industri hijau.
Terdapat dua pendekatan dalam mewujudkan industri hijau. Pertama, menghijaukan industri yang sudah ada (greening of existing industries). Kedua, membangun industri baru dengan menerapkan prinsip-prinsip industri hijau (creation of new green industries).
5. Rencana Pembangunan Megaproyek IKN 2025
Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terus dikebut. Pembangunan ini akan dilangsungkan dalam empat tahapan hingga berakhir pada tahap terakhir mulai 2045. Tahun depan, proyek ini akan berlanjut dengan sejumlah rencana Pembangunan infrastruktur.
Saat ini pemerintah tengah membangun tahap pertama IKN berupa infrastruktur dasar berupa jalan, ketersediaan air dan listrik. Selain itu juga dibangun infrastruktur utama seperti Istana Kepresidenan, Gedung MPR/DPR, dan perumahan di area utama kawasan IKN.
Pemindahan tahap awal aparat sipil negara (ASN) juga akan dimulai pada tahap awal ini, yakni meliputi TNI, Polri, dan MPR.
Kawasan IKN dibagi ke dalam tiga kelompok zonasi yakni Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), kawasan barat IKN, dan kawasan timur IKN. KIPP akan menjadi tempat bagi gedung-gedung pemerintahan nasional dan fasilitas smart government, juga wilayah perkantoran utama administrasi kenegaraan maupun perwakilan negara lain dan organisasi internasional.
Kawasan Barat IKN akan menjadi tempat perkantoran, kawasan bisnis, pusat pengembangan talenta (orang dengan keahlian khusus yang dapat menunjang industri nasional), serta perguruan tinggi. Kawasan Timur IKN juga dirancang menjadi tempat perkantoran, kawasan bisnis, pusat pengembangan talenta, hotel bisnis, MICE.
Lalu, bagaimana rencana Pembangunan IKN 2025?
'AIGIS 2024' Dorong Penerapan Prinsip Industri Hijau di Indonesia
Kemenperin menargetkan industri manufaktur di Indonesia dapat mencapai NNZE pada tahun 2050, sepuluh tahun lebih awal dari target nasional tahun 2060. [900] url asal
(detikFinance) 20/09/24 18:48
v/15299968/
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus fokus dalam meningkatkan nilai tambah manufaktur di Indonesia, salah satunya ditempuh dengan berpedoman pada prinsip-prinsip industri hijau yang berkelanjutan untuk menciptakan masa depan tanpa karbon. Kemenperin menargetkan industri manufaktur di Indonesia dapat mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050, sepuluh tahun lebih awal dari target nasional tahun 2060. Saat membuka Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS), Kamis (19/9) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan apabila dibandingkan dengan negara peers di dunia, Indonesia berada pada peringkat ke-12 Leading Manufacturing Countries di dunia pada tahun 2023, di atas Rusia dan Turki.
Selain itu, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada tahun 2023 mencapai USD 255 miliar, meningkat USD 14 miliar (5,83%) dari nilai MVA Indonesia pada tahun 2022.
Selama lima tahun terakhir (2019-2023), Nilai MVA Indonesia terus menunjukkan peningkatan dengan tren sebesar 4,47%. Tren MVA Indonesia ini berhasil mengungguli Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea, Prancis, dan Inggris.
"Upaya penerapan prinsip-prinsip industri hijau di Indonesia terlihat perkembangannya dari data The Green Future Index 2023. Indonesia berada di peringkat ke-49 dunia sebagai negara yang bertransisi menuju energi, industri, pertanian, dan masyarakat yang ramah lingkungan melalui investasi pada energi terbarukan, inovasi, dan kebijakan ramah lingkungan. Peringkat Indonesia ini naik 21 peringkat dari posisi 70 di tahun 2022," jelas Agus dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/9/2024)
Menurut Agus, paya dekarbonisasi sektor industri tentunya memerlukan dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari para pelaku industri. Kemenperin memberikan apresiasi kepada sembilan asosiasi industri atas deklarasi dukungan mereka dalam mencapai target NZE pada tahun 2050.
Asosiasi-asosiasi tersebut mewakili subsektor industri yang menjadi prioritas dekarbonisasi, meliputi Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) dan Asosisasi Semen Indonesia (ASI), serta asosiasi-asosiasi lainnya, terdiri dari Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI), Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Federasi Industri Kimia Indonesia (FIKI), serta Indonesia Iron and Steel Association (IISIA).
"Tentunya kami juga mengharapkan dukungan dari seluruh subsektor industri lainnya dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi sektor industri hingga mencapai Net Zero Emission di tahun 2050," ujar Agus
Sebagai informasi, AIGIS yang digelar perdana pada tahun 2024 mengambil tema "Transformation into Greener Industry for Sustainable Economy" dan merupakan langkah awal yang mengukuhkan komitmen Kemenperin dalam memperkuat ekosistem untuk memfasilitasi transformasi industri hijau tanah air melalui berbagai inovasi yang mendukung percepatan dekarbonisasi.
Dengan fokus pada inovasi, strategi dekarbonisasi industri, pengembangan teknologi ramah lingkungan dan potensi pembiayaan hijau, AIGIS dirancang untuk memfasilitasi diskusi tentang percepatan pencapaian target NZE di sektor industri pada tahun 2050.
Agus menjelaskan,dalam ekosistem tersebut juga akan dikembangkan opsi pembiayaan hijau, yaitu Green Industry Service Company (GISCO), untuk membantu perusahaan dalam pendanaan, perancangan, dan implementasi teknologi hijau di perusahaan.
"Sehingga, peran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, tidak hanya menetapkan regulasi yang akan memaksa pelaku industri untuk bertransformasi menuju industri hijau, namun juga hadir memberikan solusi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku industri," ungkap Agus.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin Andi Rizaldi menjelaskan, Rangkaian acara AIGIS 2024 terdiri dari penyerahan Sertifikat Industri Hijau, penganugerahan Penghargaan Industri Hijau kepada industri dengan kinerja terbaik, serta peluncuran Peta Jalan Dekarbonisasi Sektor Industri dan Peta Jalan Perdagangan Karbon Sektor Industri.
"Selain itu, untuk mempermudah proses sertifikasi Kementerian Perindustrian juga melakukan kickoff pengembangan Sistem Elektronik Layanan Sertifikasi Industri Hijau atau SELASIH," kata Andi.
Dalam kegiatan ini, Kemenperin juga memperkenalkan beberapa kebijakan yang tengah dipersiapkan terkait pelaporan emisi, Batas Atas Emisi (BAE), dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sektor industri yang merupakan langkah penting dalam mendukung komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca serta transisi menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Kemenperin juga menandatangani pernyataan komitmen bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia untuk mendukung keberlanjutan AIGIS sebagai forum tahunan yang mempromosikan industri hijau di Indonesia. Dalam pernyataan komitmen bersama ini, WRI Indonesia sebagai lembaga riset independen untuk isu keberlanjutan lingkungan ditunjuk menjadi mitra strategis Kemenperin dalam mengembangkan konsep, implementasi, dan tindak lanjut kegiatan, serta memperkuat landasan kolaborasi untuk mempercepat transisi menuju industri hijau yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"WRI Indonesia siap mendukung keberlanjutan dan mengawal komitmen Kementerian Perindustrian dalam mendorong transformasi industri hijau di Indonesia lewat rekomendasi kebijakan dan penyusunan panduan berbasis data dan penelitian. Kami bangga dapat mendukung keberlanjutan inisiatif ini lewat kolaborasi untuk penyelenggaraan AIGIS di tahun-tahun yang akan datang dan siap mendukung dengan keahlian teknis, sumber daya, dan penelitian terbaru dalam bidang industri hijau," kata Nirarta Samadhi selaku Country Director WRI Indonesia.
(ncm/ncm)
Menperin Targetkan Emisi Nol Bersih di Sektor Industri pada 2050
Menperin Agus Gumiwang enargetkan industri manufaktur di Indonesia dapat mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050, sepuluh tahun lebih awal dari target... | Halaman Lengkap [417] url asal
#menperin #agus-gumiwang-kartasasmita #industri-hijau #net-zero-emission
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/09/24 23:04
v/15254958/
JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus fokus dalam meningkatkan nilai tambah manufaktur di Indonesia, salah satunya ditempuh dengan berpedoman pada prinsip-prinsip industri hijau yang berkelanjutan untuk menciptakan masa depan tanpa karbon. Kemenperin menargetkan industri manufaktur di Indonesia dapat mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050, sepuluh tahun lebih awal dari target nasional tahun 2060.Apabila dibandingkan dengan negara peers di dunia, Indonesia berada pada peringkat ke-12 Leading Manufacturing Countries di dunia pada tahun 2023, di atas Rusia dan Turki. Selain itu, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada tahun 2023 mencapai USD255 miliar, meningkat USD14 miliar (5,83%) dari nilai MVA Indonesia pada tahun 2022. Selama lima tahun terakhir (2019-2023), Nilai MVA Indonesia terus menunjukkan peningkatan dengan tren sebesar 4,47%. Tren MVA Indonesia ini berhasil mengungguli Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea, Prancis, dan Inggris.
?Upaya penerapan prinsip-prinsip industri hijau di Indonesia terlihat perkembangannya dari data The Green Future Index 2023. Indonesia berada di peringkat ke-49 dunia sebagai negara yang bertransisi menuju energi, industri, pertanian, dan masyarakat yang ramah lingkungan melalui investasi pada energi terbarukan, inovasi, dan kebijakan ramah lingkungan. Peringkat Indonesia ini naik 21 peringkat dari posisi 70 di tahun 2022,? jelas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS), di Jakarta, Kamis (19/9/2024).
Upaya dekarbonisasi sektor industri tentunya memerlukan dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari para pelaku industri. Kemenperin memberikan apresiasi kepada sembilan asosiasi industri atas deklarasi dukungan mereka dalam mencapai target NZE pada tahun 2050.
?Tentunya kami juga mengharapkan dukungan dari seluruh subsektor industri lainnya dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi sektor industri hingga mencapai Net Zero Emission di tahun 2050,? ujar Menperin.
AIGIS yang digelar perdana pada tahun 2024 mengambil tema ?Transformation into Greener Industry for Sustainable Economy? dan merupakan langkah awal yang mengukuhkan komitmen Kemenperin dalam memperkuat ekosistem untuk memfasilitasi transformasi industri hijau tanah air melalui berbagai inovasi yang mendukung percepatan dekarbonisasi. Dengan fokus pada inovasi, strategi dekarbonisasi industri, pengembangan teknologi ramah lingkungan dan potensi pembiayaan hijau, AIGIS dirancang untuk memfasilitasi diskusi tentang percepatan pencapaian target NZE di sektor industri pada tahun 2050.
Menperin menjelaskan, dalam ekosistem tersebut juga akan dikembangkan opsi pembiayaan hijau, yaitu Green Industry Service Company (GISCO), untuk membantu perusahaan dalam pendanaan, perancangan, dan implementasi teknologi hijau di perusahaan. ?Sehingga, peran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, tidak hanya menetapkan regulasi yang akan memaksa pelaku industri untuk bertransformasi menuju industri hijau, namun juga hadir memberikan solusi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku industri,? ungkap Agus.
PLN Icon Plus Mendukung Konsep Green Industry dengan Paket Green Environment
Melalui inovasi ini, PLN Icon Plus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam perjalanan perusahaan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Indonesia... | Halaman Lengkap [476] url asal
#pln-icon-plus #jaringan-internet #industri-hijau #ekonomi-hijau-green-economy #berita-bisnis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/09/24 23:16
v/14969419/
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian bumi, perusahaan-perusahaan kini dituntut untuk mengadopsi konsep Green Industry atau industri hijau . Konsep ini mengharuskan perusahaan untuk menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, yang meliputi pengurangan emisi karbon, penerapan ekonomi sirkular, dan pengembangan industri yang ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa seluruh proses produksi dan operasional mereka berjalan dengan efisien dan tidak merusak lingkungan.
Tantangan dalam menerapkan konsep Green Industry ini mendorong perusahaan untuk terus berinovasi, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam. Dalam upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, perusahaan-perusahaan perlu mencari solusi yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien.
Salah satu aspek penting dalam transformasi ini adalah pengurangan emisi karbon, yang dapat dicapai melalui penggunaan teknologi dan praktik yang lebih ramah lingkungan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN Icon Plus menghadirkan Paket Green Environment, sebuah solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan beralih ke praktik-praktik yang lebih ramah lingkungan. Paket ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional sehari-hari perusahaan dan melibatkan karyawan dalam aktivitas yang mendukung keberlanjutan.
Layanan yang ditawarkan dalam Paket Green Environment mencakup berbagai solusi yang dapat mendukung perusahaan dalam mengurangi dampak lingkungan mereka. Di antaranya adalah PV Rooftop, yang memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan energi surya sebagai sumber listrik yang bersih dan terbarukan.
Selain itu, Paket Green Environment juga menyediakan solusi EV Charging yang mendukung penggunaan kendaraan listrik, serta Energy Management System yang membantu perusahaan dalam memantau dan mengelola konsumsi energi mereka secara lebih efisien. Tidak ketinggalan, tenaga listrik yang stabil dan baterai dengan kapasitas besar juga menjadi bagian dari paket ini, memberikan dukungan yang komprehensif untuk operasional perusahaan.
Vice President Pemasaran PLN Icon Plus, Wahyu Haris Kusuma Atmaja menyampaikan, bahwa ?PLN Icon Plus sebagai mitra terpercaya dari tenant dan pengelola kawasan industri dalam menjalankan bisnis yang mengedepankan environmental, social, dan governance dengan dukungan layanan konektivitas, digital platform, dan transisi energi yang terintegrasi satu sama lain yang memberikan nilai tambah bagi efisiensi bisnis, pemanfaatan energi, harmonisasi dengan lingkungan, dan efektivitas bisnis yang mendukung agresifitas bisnis Anda. Pengalaman kami men-delivery layanan energi, konektivitas, dan digital di IKN merupakan pengalaman yang dapat kami bagikan bagi Anda pelanggan kami yang utama,? ujarnya.
Paket Green Environment dari PLN Icon Plus memberikan solusi yang terintegrasi untuk mendukung perusahaan dalam menjalankan konsep Green Industry. Dengan memanfaatkan teknologi canggih dan praktik berkelanjutan, perusahaan dapat mencapai efisiensi operasional yang lebih tinggi sekaligus memenuhi tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.
Melalui inovasi ini, PLN Icon Plus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam perjalanan perusahaan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
