#30 tag 24jam
Top 5 News Bisnisindonesia.id: Pemicu Kabur Dana Asing hingga Angin Segar SUV 4x4
Selama dua pekan, pasar saham mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing. [885] url asal
#prabowo #dana-asing #mobil-suv #utang-bumn #penghiliran-nikel #industri-logam
(Bisnis.Com - Ekonomi) 06/11/24 07:19
v/17553980/
Bisnis.com, JAKARTA— Investor asing ramai-ramai menjual sahamnya sepanjang Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memerintah Indonesia. Selama dua pekan, pasar saham mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing.
Artikel bertajuk Sentimen Negatif yang Membuat Dana Asing Kabur menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.
Berikut ini sorotan utama Bisnisindonesia.id, Rabu (6/11/2024):
1. Sentimen Negatif yang Membuat Dana Asing Kabur—Rupiah Melemah di Era Prabowo
Investor asing ramai-ramai menjual sahamnya sepanjang Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memerintah Indonesia. Selama dua pekan, pasar saham mencatatkan nilai jual bersih atau net sell asing.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat asing melakukan jual bersih sebesar Rp3,62 triliun sepanjang pekan pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Pekan selanjutnya Rp2,64 triliun.
Meski terus-terusan terjadi net sell, pasar saham Indonesia masih mencatatkan nilai bersih pembelian atau net buy asing sebesar Rp38,25 triliun sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD).
Seiring dengan catatan net sell asing di pasar saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan setidaknya dalam dua pekan setelah Prabowo dilantik.
2. Utang Komplek Tujuh BUMN Sakit
Presiden Prabowo Subianto tak bisa santai di awal pemerintahaannya. Setidaknya ada satu masalah yang harus diselesaikan, yaitu penyehatan badan usaha milik negara atau BUMN.
Dari total 47 BUMN, 7 sedang dalam keadaan merugi, yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS), PT Bio Farma (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah harus bekerja keras untuk membenahi tujuh BUMN tersebut. Hal ini bukan tanpa sebab. Masing-masing BUMN yang merugi itu memiliki kompleksitas masalah tersendiri.
Krakatau Steel, misalnya, sudah melaksanakan restrukturisasi utang sejak 2019 tetapi pemulihan kinerjanya tersandung oleh insiden kebakaran yang mengganggu operasional secara keseluruhan.
“Kami sedang mencari jalan, apakah dengan kondisi yang hari ini, setelah bekerja sama dengan POSCO, dengan menghasilkan Karakatau Steel yang positif, yang kebakar ini apa perlu dikerjasamakan juga. Ini kita sedang mencari jalan,” kata Erick saat rapat kerja dengan DPR, Senin (11/5/2024).
3. Asa Penghiliran Prabowo di Tangan MIND ID
Sekitar 5 kilometer dari arah timur Pantai Kijing, Desa Sungai Kunyit, Pontianak, Kalimantan Barat, sirine panjang terdengar nyaring dari perbukitan, akhir September lalu. Suara itu menandai berlanjutnya penghiliran bauksit oleh BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID.
Berjarak tidak kurang dari 100 km dari Kota Pontianak, Smelter Grade Alumina Refinery dibangun di area seluas 100 hektare. Fasilitasa pemurnian ini menjadi ujung tombak penghiliran komoditas bauksit di dalam negeri. Dana jumbo senilai Rp16 triliun dikucurkan untuk menyambung rantai pasok bijih bauksit menjadi aluminium.
Setelah melewati masa konstruksi 4 tahun, pabrik itu memulai pre-commissioning dengan injeksi perdana pada 24 September 2024. SGAR bakal beroperasi penuh pada awal 2025 dengan menyerap 3 juta ton bijih bauksit dan menghasilkan sedikitnya 1 juta ton alumina.
Produk ini menjadi salah satu bahan baku yang diinginkan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk memproduksi aluminium di Kuala Tanjung, Sumatra Utara. Di sisi lain, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menggenggam izin usaha pertambangan bauksit di Kalimantan Barat, sekitar 30 km dari smelter.
Anggota Holding MIND ID itu kompak membentuk konsorsium di bawah kendali PT Borneo Alumina Indonesia. Keduanya sepakat membangun SGAR untuk menyambung rantai industri dari bauksit menjadi aluminium.
4. Mendorong Ekspansi Ekspor Produk Logam Konstruksi
Pemerintah berupaya mengungkit kinerja ekspor industri produk logam besi dan baja untuk sektor konstruksi dengan menfasilitasi lima pabrikan untuk berpameran di International Construction Week (ICW) & BuildXpo Malaysia 2024.
International Construction Week (ICW) & BuildXpo Malaysia 2024 di Kuala Lumpur, 22-24 Oktober 2024, merupakan pameran industri konstruksi terbesar di Malaysia denganruang pameran 10.000 m2 dan menampilkan sekitar 500 booth dengan 200 exhibitor.
Mengusung tema Envisioning the Future of Construction, BuildXpo 2024 menampilkan segmen dan tren industri utama, termasuk teknologi konstruksi, bahan konstruksi, peralatan konstruksi, mesin konstruksi, serta sistem dan layanan.
“Pameran ini merupakan ajang penting bagi Indonesia untuk mempromosikan industri logam dalam negeri sehingga bisa membuka peluang akses pasar dan kerja sama internasional,” kata Direktur Industri Logam Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, Selasa (5/11/2024).
Adapun kelima produsen logam nasional yang menjadi peserta pameran adalah PT Auri Steel Metalindo, PT Golden Agin Nusa, PT Fumira, PT Sunrise Steel, dan PT Jakarta Cakratunggal Steel Mills. Delegasi Indonesia ini menampilkan beragam produk logam untuk kebutuhan konstruksi, seperti baja ringan, pintu baja, billet dan rod untuk konstruksi, serta genteng metal.
5. Angin Segar di Segmen Mobil Off-roader
Penjualan mobil bertipe sport utility vehicle (SUV) berpenggerak semua roda (all-wheel drive) sepanjang Januari-September 2024 tetap melaju kencang meski pasar otomotif tengah dilanda kelesuan.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan SUV all-wheel drive pada Januari-September 2024 meningkat kuat 25% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 7.842 unit menjadi 9.817 unit di pasar ritel.
Padahal, pada saat yang sama, pasar otomotif tengah mengalami perlambatan seiring dengan pelemahan daya beli kelas menengah dan rejim suku bunga pinjaman tinggi.
Sepanjang tiga kuartal pertama tahun ini, penjualan mobil turun 11,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 746.246 unit menjadi hanya 657.223 unit.
Berkebalikan dengan tren pasar melambat, segmen SUV 4x4 melaju lebih cepat. Bahkan, seluruh subsegmen mobil yang lekat sebagai kendaraan hobi tersebut mencatatkan penjualan yang bertumbuh.
Banjir Investasi Logam Dasar, Manufaktur Siap Tadah Berkah
Tumbuhnya investasi industri logam dasar, barang dari logam, bukan mesin dan peralatannya diyakini dapat mendorong produktivitas industri turunan. [370] url asal
#manufaktur #industri-logam #hilirisasi #industri-manufaktur
(Bisnis.Com - Ekonomi) 16/10/24 17:21
v/16560024/
Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Industri Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) meyakini tumbuhnya investasi industri logam dasar, barang dari logam, bukan mesin dan peralatannya dapat mendorong produktivitas industri turunan.
Ketua Umum Gamma Dadang Asikin mengatakan, pertumbuhan investasi di sektor tersebut tak lain didorong program hilirisasi industri pertambangan yang mengolah mineral mentah menjadi bahan baku industri logam.
"Secara umum dengan meningkatnya investasi tersebut akan ada lebih banyak proyek infrastruktur dan manufaktur yang memerlukan produk dan jasa dari sektor pengerjaan logam," kata Dadang kepada Bisnis, Rabu (16/10/2024).
Dia pun berharap dengan program hilirisasi ke depannya diharapkan industri lokal dapat berkontribusi lebih banyak untuk mendukung program dan memandirikan industri pengerjaan logam serta mesin dalam negeri.
Merujuk pada data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi industri logam dasar periode Januari-September 2024 mencapai Rp178,04 triliun atau berkontribusi 14,11% dari capaian total Rp1.261 triliun.
Capaian investasi industri logam dasar periode tersebut meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp146 triliun. Industri ini masih menjadi peringkat teratas realisasi investasi terbesar di Indonesia.
Dadang melihat pertumbuhan investasi logam dasar tak lepas dari permintaan global yang mulai pulih. Pertumbuhan industri otomotif termasuk tren meningkatnya electric vehicle (EV), konstruksi, serta infrastruktur yang menggunakan kebutuhan baja dan logam paduan lain dan energi terbarukan meningkatkan permintaan akan produk peralatan yang terbuat dari logam.
“Insentif investasi dari pemerintah, seperti pengurangan pajak dan dukungan untuk proyek infrastruktur yang bisa menurunkan logistic cost, serta dukungan fasilitas dan utilitas dari pemerintah seperti harga energi yang semakin menarik dan semakin ringkasnya regulasi perizinan yang dapat menarik minat investor,” tuturnya.
Kendati demikian, konflik berkepanjangan Rusia-Ukraina dan eskalasi konflik Timur Tengah saat ini dikhawatirkan dapat menimbulkan stabilitas ekonomi global yang akan berdampak pada gangguan permintaan global sehingga memicu ketidakpastian dalam perencanaan investasi.
“Rantai pasok terganggu, terbatasnya akses ke pasar, peningkatan biaya operasional, kenaikan harga energi juga akan menjadi faktor yang memengaruhi kegiatan investasi tersebut,” jelasnya.
Dadang menilai untuk mengatasi kendala-kendala ini diperlukan strategi yang matang, termasuk diversifikasi sumber bahan baku, pengembangan hubungan dengan pemasok yang lebih stabil, dan adaptasi terhadap perubahan pasar global.
Sementara itu, situasi politik di dalam negeri membuat pelaku industri pengerjaan logam dan mesin menunggu kepastian kabinet presiden terpilih yang memiliki program berkelanjutan dan mengarah pada pertumbuhan industri.
Tatalogam Dorong Inovasi Baja Ringan yang Lebih Ramah Lingkungan
PT Tatalogam Lestari, yang merupakan produsen baja lapis memamerkan produknya di ajang IndoBuildTech 2024 dengan memperkenalkan inovasi Nexgen. PT Tatalogam Lestari,... | Halaman Lengkap [380] url asal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 11/08/24 16:19
v/14191572/
JAKARTA - PT Tatalogam Lestari, yang merupakan produsen baja lapis memamerkan produknya di ajang IndoBuildTech 2024 dengan memperkenalkan inovasi Nexgen. Pameran ini berlangsung pada 7-11 Agustus 2024 di ICE BSD, Tangerang melibatkan 500 brand nasional dan internasional seperti dari China, Jepang, Korea, Latvia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.Vice President Tatalogam Lestari Stephanus Koeswandi mengatakan, Nexgen merupakan kumpulan produk material bangunan yang diproduksi dengan teknologi masa mendatang atau next generation technology. Produk-produk Nexgen seperti Domus Fastrac, Purlin, Sakura Roku, Ondulit, Toho, S Gutter dan Speed Panel yang sudah tahan api, dihasilkan dengan teknologi ini. Produk berbasis logam yang disegmentasikan untuk hunian dan industrial ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan material bangunan.
"Produk-produk Nexgen dihasilkan dari teknologi-teknologi baru yang kami kumpulkan dari Jepang, Italia, Australia, dan New Zealand. Teknologi ini kami bawa ke Indonesia dan kami aplikasikan pada logam hasil produksi dari Tata Metal Lestari seperti Nexalume dan Nexium sehingga menghasilkan berbagai material bangunan yang lebih ringan, kuat, dan tentunya lebih indah," terang Stephanus dalam pernyataannya, dikutip Minggu (11/8/2024).
Pihaknya terus mendorong investasi baru sektor ini, yang pada akhirnya berdampak pada terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia dan meningkatnya perekonomian nasional. Selain itu, dengan teknologi ini, proses pembangunan di Indonesia juga diharapkan dapat lebih ramah lingkungan.
Pasalnya dengan teknologi ini, limbah yang dihasilkan di lokasi konstruksi jadi lebih sedikit, karena material yang digunakan sebagian besar sudah difabrikasi sehingga hanya perlu pemasangan saja di lokasi. Dengan demikian, nantinya diharapkan dapat mendorong adanya investasi baru di tanah air yang pada akhirnya berdampak pada terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia dan meningkatnya perekonomian nasional.
Selain itu, dengan teknologi ini, proses pembangunan di Indonesia juga diharapkan dapat lebh ramah lingkungan. Pasalnya dengan teknologi ini, limbah yang dihasilkan di lokasi konstruksi jadi lebih sedikit karena material yang digunakan sebagian besar sudah difabrikasi sehingga hanya perlu pemasangan saja di lokasi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), Sandiaga Uno mendorong Indobuildtech 2024 mendukung pameran tersebut karena dengan kegiatan itu pelaku profesional dan pelau industri dapat mensosialisasikan kemajuan sektor konstruksi dan infrastruktur.
"Kegiatan ini menjadi wadah pelaku profesional dan pelaku industri untuk mensosialisasikan kemajuan sektor konstruksi dan infrastruktur. Kami mengajak seluruh masyarakat dengan semangat 3G (Gercep, Geber dan Gaspoll), kita bangkitkan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia," jelasnya.