#30 tag 24jam
Menakar Kekuatan JF3 sebagai Ekosistem Industri Fashion Indonesia
Sebuah pekan mode tak bisa dipandang sebelah mata. Pekan mode atau fashion week merupakan bagian yang memperkuat ekosistem industri fashion sebuah negara. - Halaman all [753] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #pekan-mode #fashion-week #jakarta-fashion-and-food-festival-2024 #jf3 #industri-fashion #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 23/07/24 14:54
v/11800581/
JAKARTA,investor.id – Sebuah pekan mode tak bisa dipandang sebelah mata. Pekan mode atau fashion week merupakan bagian yang memperkuat ekosistem industri fashion sebuah negara.
Hal ini sangat disadari oleh penyelenggara pekan mode Jakarta Fashion Food and Festival (JF3). Selama 20 tahun, sejak dimulai tahun 2024, JF3 konsisten dan berkomitmen menggelar pekan mode untuk memperkuat ekosistem dan memajukan industri mode/fashion Indonesia.
“JF3 bukan hanya sebuah acara, melainkan sebuah ekosistem yang telah matang dan lengkap untuk mendukung para pelaku industri mode. Ekosistem ini mencakup acara JF3 sebagai platform untuk menghubungkan pelaku dengan media dan masyarakat, serta mal dan department store sebagai sarana untuk transaksi bisnis dan pasar yang telah terbangun,” kata Chairman JF3, Soegianto Nagaria, saat jumpa pers JF3 2024 di Jakarta, Kamis (18/7/2024).
Soegianto mengatakan, “Perjalanan 20 tahun mengukuhkan JF3 sebagai festival mode tahunan terbesar di Indonesia. Konsistensi yang telah diperlihatkan selama ini menjadi bukti komitmen JF3 dalam mendukung pertumbuhan industri mode tanah air,” lanjut Soegianto.
Sebagai industri, bidang mode/fashion saat ini memang terus digenjot karena potensi dan kontribusinya cukup besar. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kontribusi subsektor fashion di Indonesia mencapai 17,6% dari total nilai tambah ekonomi kreatif.
"Kontribusi fashion di Indonesia 17,6% dari total nilai tambah ekonomi kreatif kita, yaitu sebesar Rp225 triliun (pada 2022)," ungkap Sandiaga saat membuka Indonesia Fashion Week 2024 pada Maret lalu.
Tahun ini, Pemerintah menargetkan kontribusi subsektor fashion pada ekonomi nasional mencapai 18 hingga 25%. "Sekitar 1-2% ke angka 18-19%. Bersyukur kalau bisa menyentuh angka 25%," target Sandiaga.
Fashion, kata Sandiaga, juga mendominasi nilai ekspor yakni sebesar 61% pada 2021 dari total ekspor produk ekonomi kreatif. Sementara pada 2022, tercatat nilai devisa subsektor fashion mencapai US$16,47 miliar. Dari sisi penyerapan SDM, subsektor fashion menyerap tenaga kerja sebesar 17% atau sebesar 25 juta lapangan kerja.
“Saya berharap subsektor fashion mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, serta masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk berkecimpung dalam industri fesyen sehingga lapangan kerja lebih banyak terbuka,” harap Sandiaga.
Menyerap banyak tenaga kerja, memang menjadi salah satu tujuan majunya industri fashion tenaga kerja. Selama 20 tahun penyelenggaraan JF3 di Summarecon Mall Kelapa Gading, total sudah 265 kreator yang terdiri dari desainer dan brand fashion yang pernah berkolaborasi dengan JF3 selama 20 tahun penyelenggaraan. Itu belum para karyawan dan perajin yang terlibat di dalamnya. Dampak ekonominya memang multifyler effect.
Tak cuma pelaku industri fashion, pelaku industri kuliner juga ikut terdampak positif. Penyelenggara JF# mencatat, setelah pandemi, jumlah pengunjung JF3 di tahun 2023 mengalami kenaikan sekitar 34% dari tahun sebelumnya. Pengunjung di tahun 2023 mencapai angka 3,6 juta, meningkat dari 2,7 juta pengunjung di tahun 2022. “Para pengunjung ini butuh makan. Karena itu di JF3 digelar pula festival makanan yang menghadirkan beragam kuliner Nusantara langsung dari pelaku UMKM,” ujar Soegianto Nagaria.
Mengembangkan Pasar
Merinci ekosistem industri fashion, di dalamnya tentu ada pelaku industri ini, yaitu desainer, perajin, penjahit, penyedia bahan baku, (pusat perbelanjaan, mal), pekan mode, model, pemerintah, dan lain-lain, hingga muaranya adalah ke penjual dan pasar/pembeli.
Tahun ini, JF3 digelar di dua tempat, yaitu pada 18-28 Juli di Summarecon Mall Kelapa Gading dan 26 Juli hingga 4 Agustus 2024 di Summarecon Mall Serpong.
Namun, tak cukup hanya itu. Setelah pekan mode selesai, bagaimana kelanjutan produk fashion tersebut? Hal ini disadari betul oleh Thresia Mareta, Advisor JF3.
“Setelah mengumpulkan pengalaman selama 20 tahun, kami melihat ada beberapa mata rantai yang belum terkoneksi dalam rangkaian industri fashion Indonesia sehingga menyebabkan industri fashion Indonesia sulit untuk maju. Ke depannya JF3 akan lebih berperan untuk mengisi mata rantai yang terputus ini dengan eksekusi yang nyata,” harap Thresia.
Eksekusi nyata itu adalah PINTU Incubator, sebuah upaya kolaborasi antara JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Perancis, melalui Institut Français d'Indonesie (IFI). “Salah satu program di JF3 yang kami namakan PINTU Incubator, saat ini telah terbukti berhasil membuka banyak kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan pasar mereka hingga ke tingkat global,” ujar Soegianto Nagaria.
Tahun ini PINTU Incubator berlanjut memasuki tahun ketiga. Lebih dari 300 brand lokal melakukan registrasi, dan telah terpilih sebanyak 7 brand hasil kurasi yang akan mengikuti proses inkubasi. Proses ini melibatkan mentor dari para profesional di Indonesia, dan akan melibatkan ahli fashion, juga pelaku bisnis mode dari Prancis.
Salah satu Peserta PINTU Incubator, Apakabar, tahun ini mendapatkan beasiswa 6 bulan untuk mendapatkan pendidikan di Ecole Duperre, sekolah mode paling bergengsi di Paris.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News
Jakarta Fashion and Food Festival 2024, 20 Tahun Mendukung Industri Fashion Indonesia
JF3 Fashion Festival 2024 kembali hadir untuk mendukung kebangkitan industri fashion Indonesia. Memasuki usia ke-20, JF3 telah berkontribusi nyata dan melanjutkan komitmennya untuk turut mendukung per [888] url asal
#berita-terkini #berita-hari-ini #jakarta-fashion-and-food-festival-2024 #jf3-2024 #pekan-mode #industri-fashion-indonesia #lakon-indonesia #pintu-incubator #berita-ekonomi-terkini
(InvestorID) 23/07/24 08:51
v/11767963/
JAKARTA, investor.id - JF3 Fashion Festival 2024 kembali hadir untuk mendukung kebangkitan industri fashion Indonesia. Memasuki usia ke-20, JF3 telah berkontribusi nyata dan melanjutkan komitmennya untuk turut mendukung perkembangan industri mode tanah air. Festival mode terbesar di Indonesia ini akan digelar pada 18 hingga 28 Juli di Summarecon Mall Kelapa Gading dan 26 Juli hingga 4 Agustus 2024 di Summarecon Mall Serpong.
“Pada awalnya JF3 diinisiasi oleh PT Summarecon Agung untuk mendukung para pelaku usaha mode agar dapat menampilkan karyanya secara lebih profesional. Komitmen inilah yang menghasilkan konsistensi. 20 tahun bukanlah waktu yang singkat, terutama untuk sebuah festival mode. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti krisis ekonomi dan pandemi, JF3 tetap teguh melangkah. Bagi kami, pelaku industri mode harus terus bergerak maju agar visi kami untuk memajukan industri mode bisa terwujud sepenuhnya,” kata Chairman JF3, Soegianto Nagaria, di Jakarta.
Sejak tahun 2004, JF3 telah menjadi festival mode paling berpengaruh dan konsisten diselenggarakan di Indonesia. JF3 melibatkan berbagai pihak seperti model, seniman, fotografer, videografer, koreografer, dan desainer setting, dan masih banyak lagi pelaku industri fashion. Tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk berkembang dan mendapatkan manfaat dari festival ini sehingga roda bisnis juga terus bergerak. Namun saat ini industri fashion Indonesia masih menghadapi tantangan besar, diantaranya eksposur ke dunia internasional dan juga akses terhadap pasar internasional.
Thresia Mareta, Advisor JF3, menjelaskan, "Dalam tiga tahun terakhir, JF3 telah membuat banyak perubahan, terutama dalam bagaimana presentasi itu dilakukan. Saya melihat kita sangat membutuhkan visi yang baru untuk membawa industri ini keluar dari momok masa lalu yang saya sadari sudah sangat tidak relevan dengan perkembangan masa. Untuk itu kami melakukan perubahan eksekusi secara detail, mulai dari pemilihan lokasi, konsep presentasi, hingga bagaimana ruang itu dibangun untuk mencapai relevansi yang dituju. Hasilnya, dalam 3 tahun terakhir ini , JF3 selalu berbeda dan menampilkan sesuatu yang baru.”
JF3 merupakan hasil kerjasama antara Summarecon dan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Untuk penyelenggaraan di Summarecon Mall Serpong, JF3 juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Tahun ini juga merupakan tahun ke-3 JF3 bekerjasama dengan Kedutaan Prancis di Indonesia melalui Institut Français Indonésie (IFI).
JF3 melibatkan beberapa institusi fashion tanah air seperti Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Indonesia Fashion Chamber (IFC), Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) dan Cita Tenun Indonesia (CTI). Kerjasama internasional juga semakin bertambah dengan kolaborasi bersama desainer dan pakar fashion dari Prancis, asosiasi WSN sebagai penyelenggara Paris Trade Show dan desainer dari Asia Tenggara melalui AFDS (Asean Fashion Designers Showcase).
Thresia Mareta menambahkan, "Para pelaku industri ini sebenarnya selalu memiliki keinginan untuk mengembangkan pasar mereka seluas-luasnya hingga ke pasar global. Selama ini saya belum melihat ada yang bisa mengakomodasi hal tersebut secara nyata. Dengan kerjasama internasional yang sudah terjalin di JF3, saya berharap untuk dapat melanjutkan kerjasama ini dengan lebih banyak pihak lagi sehingga hubungan internasional bisa terwujud dan membuka pintu untuk perkembangan industri mode Indonesia secara luas.”
JF3 2024 akan menampilkan total 66 desainer dan brand yang akan mempresentasikan koleksi di runway yaitu brand dan desainer terkemuka dan berbakat. Diantaranya Albert Yanuar, Andreas Odang, Danny Satriadi, Ernesto Abram, Hartono Gan, Hian Tjen, Rama Dauhan, Rinda Salmun, Tities Sapoetra, Wilsen Willim, dan masih banyak lainnya.
Selain itu juga hadir beberapa brand lokal seperti Danjyo Hiyoji, Eyez On Me, Raegita Zoro, Future Loundry, dan LAKON Indonesia serta lebih dari 100 brand dan UMKM mode juga siap berpartisipasi di eksibisi. JF3 juga didukung oleh total lebih dari 550 pelaku industri dalam pagelaran show termasuk model, koreografer, seniman, dan pekerja seni lainnya.
Dua Konsep dan Dua Lokasi
JF3 Fashion Festival 2024 hadir dengan dua konsep unik di dua lokasi berbeda. Di Summarecon Mall Kelapa Gading, tema Budaya Indonesia dipadukan dengan sentuhan kelas dan seni melalui Niwasana by Fashion Village, menampilkan kerajinan tangan dan produk fashion lokal.
Sementara itu, di Summarecon Mall Serpong, JF3 berkolaborasi dengan DRP Paris untuk menghadirkan DRP Jakarta, festival streetwear dan budaya pop ternama dari Paris yang memperluas kehadirannya pertama kali di Asia. DRP Jakarta berlangsung dari 26 Juli hingga 4 Agustus 2024. Selain itu JF3 Model Search juga telah menggelar audisi di Bali, Yogyakarta, dan Jakarta, diikuti lebih dari 400 peserta dengan semangat yang luar biasa.
“JF3 bukan hanya sebuah acara, melainkan sebuah ekosistem yang telah matang dan lengkap untuk mendukung para pelaku industri mode. Ekosistem ini mencakup acara JF3 sebagai platform untuk menghubungkan pelaku dengan media dan masyarakat, serta mal dan department store sebagai sarana untuk transaksi bisnis dan pasar yang telah terbangun. Salah satu program di JF3 yang kami namakan PINTU Incubator, saat ini telah terbukti berhasil membuka banyak kesempatan bagi para peserta untuk mengembangkan pasar mereka hingga ke tingkat global.” ujar Soegianto Nagaria.
PINTU Incubator upaya kolaborasi antara JF3, LAKON Indonesia dan Kedutaan Besar Perancis, melalui Institut Français d'Indonesie (IFI) juga kembali berlanjut memasuki tahun ketiga. Lebih dari 300 brand lokal melakukan registrasi, dan telah terpilih sebanyak 7 brand hasil kurasi yang akan mengikuti proses inkubasi melibatkan mentor dari para profesional di Indonesia, dan akan melibatkan ahli fashion juga pelaku bisnis mode dari Prancis.
Salah satu Peserta PINTU Incubator, Apakabar, tahun ini mendapatkan beasiswa 6 bulan untuk mendapatkan pendidikan di Ecole Duperre, sekolah mode paling bergengsi di Paris.
Editor: Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Baca Berita Lainnya di Google News