Jakarta: Dalam birokrasi pemerintahan Indonesia, terdapat dua jenis jabatan yang dipegang oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni jabatan fungsional dan jabatan struktural. Kedua jenis jabatan ini memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda dalam menjalankan roda pemerintahan.
Dalam artikel kali ini Medcom.id hanya akan mengulas tentang jabatan fungsional ASN, lengkap dengan tugas dan contohnya. Simak informasinya berikut ini ya!
Pengertian Jabatan Fungsional
Jabatan fungsional adalah kelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas terkait dengan pelayanan fungsional berdasarkan keahlian dan keterampilan tertentu. Jabatan ini mengedepankan pengembangan pengetahuan, penerapan konsep dan teori, serta pemanfaatan ilmu dan seni untuk memecahkan masalah.
Pejabat fungsional berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, atau pejabat pengawas yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.
Terdapat dua jenis jabatan fungsional dalam ASN, yaitu:
Jabatan Fungsional Keahlian: Jabatan yang memerlukan keahlian khusus dan bersifat strategis, seperti dokter, insinyur, dan peneliti.
Jabatan Fungsional Keterampilan: Jabatan yang memerlukan keterampilan tertentu yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pelayanan publik secara efektif, seperti perawat, pranata komputer, dan pustakawan.
Pada kegiatan ini, dilakukan pemeriksaan ketersediaan fisik emas beserta dengan tingkat kemurnian hingga sistem keamanan yang sesuai standar. [555] url asal
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melakukan verifikasi atas integritas keuangan dan pengawasan pengelola tempat penyimpanan fisik emas vaulting PT Kinesis Monetary Indonesia. Pada kegiatan itu dihadiri oleh Bea Cukai, Kliring Berjangka Indonesia, Bursa Berjangka Jakarta, Kinesis Monetary Indonesia, dan PT Pos Indonesia.
Proses verifikasi ini memperlihatkan bagaimana kondisi gudang penyimpanan fisik emas yang dikelola oleh PT Kinesis Monetary Indonesia dan PT Pos Indonesia yang memiliki kondisi sangat baik dengan tingkat keamanan berlapis.
Dalam kegiatan yang sama Biro Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas melakukan pemeriksaan ketersediaan fisik emas beserta dengan tingkat kemurnian, kondisi terkini fisik emas, memastikan sistem keamanan yang dapat berfungsi secara optimal sesuai standar sistem keamanan yang berlaku. Serta melakukan pengecekan jumlah kepingan emas guna memastikan fisik emas yang ditransaksikan di dalam bursa JFXGOLD X memang tersedia dan tersimpan dengan baik.
Kepala Biro Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Widiastuti menjelaskan ini adalah kali pertamanya ia melihat gudang fisik emas yang memiliki pengamanan berlapis. Berlapisnya pengamanan fisik emas yang tersimpan di gudang memperlihatkan sistem keamanan memiliki kondisi yang sangat baik dan aman.
"Harapan kami ke depannya transaksi fisik emas ini bisa dimanfaatkan dan dioptimalkan, kami akui bahwa komoditas emas ini adalah komoditas yang sangat likuid, dan ini terbukti dengan berkembangnya atau meningkatnya harga emas saat ini. Hal tersebut yang menjadi bukti bahwa masyarakat juga percaya bahwa emas merupakan komoditi yang bisa dipercaya," kata Widiastuti dalam keterangan tertulis, Rabu (7/8/2024).
"Adanya tingkat kepercayaan di mana depository KMI bisa membuktikan fisik emas yang ditransaksikan tersimpan dengan baik dan aman di gudang penyimpanan fisik emas," sambungnya.
Widiastuti menambahkan adanya fisik barang yang ditransaksikan dalam hal ini adalah fisik emas dengan tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Transaksi yang bergerak membuktikan komoditas emas tetap menjadi komoditas pilihan dan bisa dinyatakan juga sebagai komoditas yang halal atau legal untuk ditransaksikan.
Dia berharap ke depannya masyarakat dapat teredukasi dan tertarik untuk menabung fisik emas di dalam bursa, Bursa Berjangka Jakarta.
"Di mana ada perdagangan fisik yang halal, ketika transaksi jual beli ada barang fisiknya," jelasnya.
Sementara itu, VP Remittance and Business Syariah PT Pos Indonesia, Raden Bagus Muhammad Yusuf mengatakan kepercayaan perlu ditumbuhkan di masyarakat. Oleh karena itu verifikasi saat ini merupakan bagian dari cara menyampaikan kepada masyarakat bahwa fisik emas yang ditransaksikan di dalam bursa JFXGOLD X tersimpan secara lengkap dan ada di gudang penyimpanan fisik emas.
"Oleh karena itu keamanan sudah ada jaminan karena adanya pengawasan dari Bappebti selaku otorisator dari pemerintah," tutup Raden.
Thomas Crooks, si penembak Donald Trump saat kampanye di Pennsylvania sempat mencari tahu jarak tembakan Lee Harvey Oswald yang membunuh presiden Amerika Serikat (AS), John F. Kennedy (JFK). Hal ini disampaikan oleh direktur FBI, Christopher Wray.
"Analisis kami dari laptop yang ditemukan dan terkait dengan penembakan tersebut, dia (Thomas Crooks) sempat menelusuri 'seberapa jauh Oswald dari Kennedy' lewat google, pada tanggal 6 Juli," kata Wray, dikutip dari reuters, Kamis (25/7).
Wray menyampaikan hal tersebut kepada komisi yudisial AS, yang menduga bahwa Crooks sempat datang ke tempat kampanye Trump di Butler, Pensylvania dua kali, sebelum ia naik ke atap, dan menembakkan 8 peluru pada 13 Juli. Tembakan itu meleset, tapi mengenai telinga Trump, dan membunuh seorang pengunjung kampanye dan melukai dua lainnya.
Wray menambahkan, Crooks menelusuri pembunuhan JFK pada hari yang sama saat ia mendaftar untuk datang pada kampanye Trump di Butler. Lantas, Crooks fokus pada Trump.
"Penelusuran ini sangat signifikan, pikirannya jadi terpengaruh, dan ia sangat fokus pada kampanye Trum ini," kata Wray.
Dua jam sebelum penembakan, Crooks menerbangkan drone hingga 180 meter dari panggung tempat Trump berdiri. Lalu, ia melakukan live-stream 11 menit lamanya.
Wray juga memastikan, penegak hukum dan pihak keamanan kampanye tidak melihat Crooks yang menenteng senapan AR-15, hingga beberapa detik sebelum ia menembak.
"Itu terjadi dalam hitungan detik. Senapan yang dibawa Crooks punya popor yang bisa dilipat, sehingga dapat disembunyikan dan susah dilihat dari jarak jauh," ucap Wray.
Bahan peledak juga ditemukan di mobil dan rumah Crooks. Ia juga membawa detonator untuk meledakkannya.
Hingga saat ini, motif penembakan Trump masih belum jelas. FBI belum bisa membongkarnya, karena Crooks dikenal penyendiri dan hanya segelintir orang yang ada di kontak handphonenya.