KOMPAS.com - Gen Z, generasi yang tumbuh di tengah pesatnya teknologi dan perubahan sosial, membawa dinamika baru ke dalam dunia kerja.
Agar generasi ini tidak hanya merasa terlibat, tetapi juga berdedikasi, perusahaan perlu mengambil langkah-langkah strategis.
Menurut Founder dan CEO TALKINC, Erwin Parengkuan, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar pekerja Gen Z lebih berdedikasi pada perusahaan:
1. Kebebasan untuk Mengekspresikan Diri
Generasi Z memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.
Menurut Erwin, mereka adalah generasi yang rentan dan serba instan, karena teknologi yang memudahkan mereka.
"Semuanya yang serba instan, membuat mereka ingin pencapaian juga dilakukan secara instan," ujarnya ketika diwawancarai Kompas.com, Senin (28/10/2024).
Hal ini membuat pekerja Gen Z rentan mengalami gangguan kesehatan mental saat bekerja.
Oleh karena itu, perusahaan harus memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri.
"Jadi kalau organisasi seperti saya pribadi, saya memberikan kebebasan untuk anak-anak saya di kantor untuk mengekspresikan diri mereka," ungkap Erwin.
Ia juga memberikan waktu bagi pekerja Gen Z yang ingin melakukan work from home atau bahkan cuti.
2. Lebih Adaptif
Perusahaan perlu lebih adaptif dalam mempekerjakan pekerja Gen Z dengan karakteristik unik mereka.
"Jadi sebenarnya untuk perusahaan-perusahaan yang besar, apalagi yang sudah beradu dengan target dan investasi, seharusnya juga lebih adaptif," jelas Erwin.
Gen Z adalah penerus bagi generasi sebelumnya, sehingga pemecatan terhadap mereka karena perbedaan karakteristik dinilai bukanlah solusi.
"Pemecatan terhadap mereka itu ketika bosnya otoriter dan tidak bisa memahami. Kalau semua gen Z dibubarin dan tidak dikasih pekerjaan, terus perusahaan siapa yang jalani? Mana ada regenerasi?" pungkas Erwin.
"Sedangkan mereka satu-satunya harapan kita. Tanpa mereka, kita bisa collaps," lanjutnya, mengingatkan pentingnya eksistensi Gen Z di dunia kerja.
3. Memberi Apresiasi
Perusahaan juga perlu memberikan apresiasi kepada karyawan Gen Z, agar mereka merasa lebih dipahami.
"Apresiasi pertama dengan memberikan ruang pada mereka dengan memahami masalah-masalah mereka," tutur Erwin.
4. Memberikan Fleksibilitas
Fleksibilitas sangat penting saat menghadapi pekerja Gen Z, mengingat mereka adalah generasi yang rentan.
"Terus ada fleksibilitas, ada kompromi, ya mereka tidak bisa sama sekali (kaku dan dikekang)," lanjutnya.
5. Mendukung Perkembangan
Perusahaan harus memberikan ruang dan fasilitas bagi pekerja gen Z untuk mengembangkan diri.
"Give them space and room to improve dengan memfasilitasi mereka," jelas Erwin.
Menurutnya, kompensasi dan keuntungan yang dapat diberikan perusahaan tidak hanya sekadar uang, tetapi juga fasilitas dan ruang untuk berkembang.
"Compensation and benefit itu bukan sekadar uang. Tapi ada juga pelatihan-pelatihan yang diberikan, karena Z itu mencari perusahaan yang memberdayakan mereka dengan training-training yang mereka suka, yang bisa membuat mereka bagus," tutup Erwin.