#30 tag 24jam
Israel yang Haus Darah Dijamin akan Mendapat Balasan, Ini Janji Alquran
Alquran sudah mengingatkan, orang Yahudi yang kini berwujud zionis gemar berperang. [364] url asal
#genosida-israel #pembalasan-israel-di-dalam-alquran #israel-akan-dibalas #janji-alquran-untuk-bani-israel #watak-kaum-yahudi #israel-haus-darah #janji-alquran-untuk-bangsa-yahudi #janji-alquran-untuk
(Republika - Iqra) 23/09/24 14:00
v/15505042/
REPUBLIKA.CO.ID, Israel kembali membuat ulah dengan melakukan serangan teror melalui pager dan walky talky di Lebanon pada pekan lalu. Tidak cukup disitu, zionis juga melakukan serangan udara yang menyebabkan kematian pada puluhan warga termasuk komandan Hizbullah.
Alquran sudah memperingatkan bahwa orang-orang Yahudi yang saat ini berwujud Zionis Israel gemar menyalakan api peperangan dan berusaha menimbulkan kerusakan di bumi.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman
وَقَالَتِالْيَهُوْدُيَدُاللّٰهِمَغْلُوْلَةٌۗغُلَّتْاَيْدِيْهِمْوَلُعِنُوْابِمَاقَالُوْاۘبَلْيَدٰهُمَبْسُوْطَتٰنِۙيُنْفِقُكَيْفَيَشَاۤءُۗوَلَيَزِيْدَنَّكَثِيْرًامِّنْهُمْمَّآاُنْزِلَاِلَيْكَمِنْرَّبِّكَطُغْيَانًاوَّكُفْرًاۗوَاَلْقَيْنَابَيْنَهُمُالْعَدَاوَةَوَالْبَغْضَاۤءَاِلٰىيَوْمِالْقِيٰمَةِۗكُلَّمَآاَوْقَدُوْانَارًالِّلْحَرْبِاَطْفَاَهَااللّٰهُۙوَيَسْعَوْنَفِىالْاَرْضِفَسَادًاۗوَاللّٰهُلَايُحِبُّالْمُفْسِدِيْنَ
. . . . . (Alquran) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka (Yahudi). Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al-Maidah Ayat 64)
Alquran juga dalam Surat Al-Isra Ayat 4 sampai 8 mengisyaratkan kehancuran bangsa Yahudi yang gemar berbuat kejahatan dan durhaka kepada Allah SWT.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَقَضَيْنَآاِلٰىبَنِيْٓاِسْرَاۤءِيْلَفِىالْكِتٰبِلَتُفْسِدُنَّفِىالْاَرْضِمَرَّتَيْنِوَلَتَعْلُنَّعُلُوًّاكَبِيْرًا
"Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS Al-Isra Ayat 4)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَاِذَاجَاۤءَوَعْدُاُوْلٰىهُمَابَعَثْنَاعَلَيْكُمْعِبَادًالَّنَآاُولِيْبَأْسٍشَدِيْدٍفَجَاسُوْاخِلٰلَالدِّيَارِۗوَكَانَوَعْدًامَّفْعُوْلًا
"Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana." (QS Al-Isra Ayat 5)
Janji Allah untuk bangsa Yahudi..
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
ثُمَّرَدَدْنَالَكُمُالْكَرَّةَعَلَيْهِمْوَاَمْدَدْنٰكُمْبِاَمْوَالٍوَّبَنِيْنَوَجَعَلْنٰكُمْاَكْثَرَنَفِيْرًا
Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar. (QS Al-Isra Ayat 6)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِنْاَحْسَنْتُمْاَحْسَنْتُمْلِاَنْفُسِكُمْۗوَاِنْاَسَأْتُمْفَلَهَاۗفَاِذَاجَاۤءَوَعْدُالْاٰخِرَةِلِيَسٗۤـُٔوْاوُجُوْهَكُمْوَلِيَدْخُلُواالْمَسْجِدَكَمَادَخَلُوْهُاَوَّلَمَرَّةٍوَّلِيُتَبِّرُوْامَاعَلَوْاتَتْبِيْرًا
Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitul Maqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai. (QS Al-Isra Ayat 7)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
عَسٰىرَبُّكُمْاَنْيَّرْحَمَكُمْۚوَاِنْعُدْتُّمْعُدْنَاۘوَجَعَلْنَاجَهَنَّمَلِلْكٰفِرِيْنَحَصِيْرًا
Mudah-mudahan Tuhanmu melimpahkan rahmat kepadamu. Akan tetapi, jika kamu kembali (melakukan kejahatan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Kami jadikan (neraka) Jahanam sebagai penjara bagi orang-orang kafir. (QS Al-Isra Ayat 8)
Nasib Nasrani-Yahudi yang Hidup Sebelum Nabi Muhammad: Surga atau Neraka?
Berikut tafsir ayat-ayat Alquran yang jelaskan nasib Nasrani dan Yahudi masa silam. [589] url asal
#kaum-yahudi #kaum-nasrani #masuk-surga #masuk-neraka #buya-hamka #tafsir-buya-hamka #tafsir-alquran
(Republika - Khazanah) 18/07/24 14:38
v/11188435/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada suatu ketika, Salman al-Farisi menceritakan kepada Nabi Muhammad SAW perihal pengalaman hidupnya. Sebelum berislam, sahabat Rasulullah dari negeri Persia itu pernah memeluk agama Nasrani. Melalui interaksinya dengan sejumlah pendeta, ia pun kala itu pertama kali mengetahui ihwal utusan Allah yang juga penutup para nabi dan rasul (Khatam al-Anbiya) di akhir zaman.
Saat mengenang masa-masa itu, Salman teringat kawan-kawannya dahulu sewaktu masih beragama Nasrani. "Ya Rasulullah," katanya, "mereka itu tidak hanya shalat dan berpuasa, tetapi juga bersaksi bahwa kelak sang Khatam al-anbiya akan diutus sesudah Nabi Isa AS."
Salman juga mengaku bersyukur karena Allah menakdirkannya berumur panjang sehingga bisa menjumpai langsung dan beriman kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak seperti kawan-kawannya itu, yang lebih dahulu wafat.
Setelah selesai bicaranya yang mengandung pujian tentang mereka itu, Salman pun bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah kesudahan mereka?"
"Wahai Salman, mereka termasuk ahli neraka," jawab Nabi SAW.
Jawaban itu membuat Salman bersedih hati. Namun kemudian, turunlah wahyu kepada Rasulullah SAW, yakni Alquran surah al-Baqarah ayat ke-62.
اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَالَّذِيۡنَ هَادُوۡا وَالنَّصٰرٰى وَالصّٰبِـِٕـيۡنَ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًـا فَلَهُمۡ اَجۡرُهُمۡ عِنۡدَ رَبِّهِمۡۚ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُوۡنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Sabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati."
Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat itu menegaskan bahwa sebelum Nabi Muhammad SAW lahir atau diangkat menjadi utusan Allah, sudah ada orang-orang yang beriman kepada-Nya dan percaya akan kedatangan sang Penutup para nabi. Informasi akan datangnya Rasulullah SAW sudah disebut dalam Taurat maupun Injil.
Maka, orang-orang Yahudi yang tetap berpegang teguh pada Taurat dan sunnah Nabi Musa AS, iman mereka diterima Allah hingga Nabi Isa AS datang di tengah mereka. Apabila putra Maryam itu telah datang, diangkat menjadi utusan Allah, dan membawa Injil ke tengah mereka, sedangkan orang-orang itu tidak mau mengikuti syariat Nabi Isa, maka mereka telah durhaka.
Kemudian, orang-orang Nasrani yang tetap berpegang teguh pada Injil dan syariat Nabi Isa, maka mereka termasuk kalangan yang diterima imannya hingga Nabi Muhammad SAW tiba.
Barang siapa dari kalangan mereka, sesudah datangnya Rasulullah SAW, tidak mau mengikuti sang Khatam al-anbiya dan tidak mau meninggalkan syariat Nabi Isa serta ajaran Injil, maka mereka pun dinilai telah durhaka.
Bagaimana bila dihubungkan dengan ayat surah Ali Imran ini?
Bila al-Baqarah ayat ke-62 dihubungkan dengan Ali Imran ayat ke-85, bagaimanakah jadinya? Benarkah yang belakangan itu membatalkan (nasikh) yang terdahulu?
وَمَنۡ يَّبۡتَغِ غَيۡرَ الۡاِسۡلَامِ دِيۡنًا فَلَنۡ يُّقۡبَلَ مِنۡهُ ۚ وَهُوَ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ
"Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi."
Menurut Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar, al-Baqarah ayat ke-62 tidaklah dibatalkan oleh ayat ke-85 dari surah Ali Imran. Alasannya adalah sebagai berikut.
"Ayat ini (QS Ali Imran: 85) bukanlah menghapuskan (nasikh) ayat yang sedang kita tafsirkan ini melainkan memperkuatnya. Sebab, hakikat Islam ialah percaya kepada Allah dan Hari Akhirat. Percaya kepada Allah, artinya percaya kepada segala firman-Nya, segala rasul-Nya dengan tidak terkecuali. Termasuk, percaya kepada Nabi Muhammad SAW dan hendaklah iman itu diikuti oleh amal yang saleh" (hlm 217).
"Kalau dikatakan bahwa ayat ini (QS al-Baqarah: 62) di-nasikh-kan oleh ayat ke-85 surah Ali Imran itu, yang akan tumbuh ialah fanatik: mengakui diri Islam walaupun tidak pernah mengamalkannya. Dan, surga itu hanya dijamin untuk kita saja.
Tetapi, kalau kita pahamkan bahwa di antara kedua ayat ini adalah lengkap melengkapi, maka pintu dakwah senantiasa terbuka. Dan, kedudukan Islam tetap menjadi agama fitrah, tetap dalam kemurniannya, sesuai dengan jiwa asli manusia" (hlm 217).
Kekhalifahan Turki Utsmaniyah Lindungi Kaum Yahudi
Turki Utsmaniyah menyelamatkan kaum Yahudi dari gelombang anti-semitisme. [615] url asal
#sejarah-kekhalifahan-islam #kaum-yahudi-dilindungi-khalifah #sejarah-kaum-yahudi #umat-yahudi #penaklukan-andalusia
(Republika - Khazanah) 18/07/24 09:59
v/11164918/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai sebuah imperium besar, Kekhalifahan Turki Utsmaniyah atau Ottoman berperan cukup dominan kepada dinamika geopolitik disekitar Laut Tengah. Tidak hanya pada bagian timur, tetapi juga barat kawasan perairan Mediterania.
Pada Mei 1453, Mehmed II al-Fatih berhasil memimpin penaklukan atas Konstantinopel. Jatuhnya kota itu menandakan berakhirnya Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium.
Sementara itu, di Semenanjung Iberia terjadi peristiwa besar beberapa dekade usai takluknya Konstantinopel. Di wilayah yang kini berdiri negara Spanyol dan Portugal itu, negeri (taifa) Islam terakhir, yakni Granada, dapat dikuasai aliansi kerajaan-kerajaan Katolik. Para sejarawan menyebut momen ini sebagai "penaklukan kembali Andalusia" atau Reconquista.
Berita tentang keadaan di Iberia telah sampai kepada al-Fatih. Bagaimanapun, barulah pada masa penerusnya, sultan Beyezid II (1481-1512), Ottoman mulai mengambil tindakan nyata: menyelamatkan umat Islam Andalusia.
Sebab, begitu berkuasa, pihak kerajaan Katolik memberlakukan persekusi massal atas penduduk Muslim Andalusia. Mereka dipaksa berpindah agama atau hengkang dari Iberia. Bila melawan, mereka akan dibunuh.
Yang luar biasa, jasa Ottoman tidak hanya menolong kaum Muslimin dari serangan kaum pendukung Reconquista. Kerajaan Islam tersebut juga secara terbuka menerima para pengungsi Yahudi Andalusia, yang hendak menyelamatkan diri dan agamanya dari kejaran ekstremis Katolik di sana.
Setelah dekret diberlakukan, kedua motor Reconquista yakni raja Ferdinand II Isabella I memulai persekusi massal. Umat Islam dan Yahudi menjadi sasaran. Bahkan, kaum Yahudi tetap saja diancam karena dituding berpura-pura menjadi Katolik.
Mendapati berita tentang gelombang anti-semitisme demikian, sultan Beyezid II mengizinkan puluhan ribu pengungsi Yahudi dari Iberia (disebut sebagai Yahudi Sefardim) untuk menetap di kota-kota yang dikuasai kesultanan, termasuk Konstantinopel, Bursa, Damaskus, dan Kairo.
Daerah-daerah di Semenanjung Balkan yang telah ditaklukkan Ottoman juga dibukanya untuk kedatangan kelompok-kelompok imigran Yahudi Sefardim. Malahan, mereka pun dipersilakan untuk tinggal di Baitul Makdis alias Yerusalem. Alhasil, populasi kaum Yahudi di kota suci itu meningkat pesat, yakni dari semula sekitar 70 keluarga pada 1488 menjadi 1.500 keluarga pada awal abad ke-16 M.
Di ibu kota Ottoman, Konstantinopel, komunitas Yahudi mencapai 30 ribu orang. Pemerintah kota setempat juga mengizinkan berdirinya 44 sinagog baru. Sementara itu, di Salonika--kini bagian dari negara Yunani--kehadiran gelombang pengungsi tersebut mengubah wajah demografis kaum Yahudi setempat.
Sejak masa pemerintahan Beyezid II, jumlah orang-orang Yahudi Sefardim secara berangsur-angsur melampaui komunitas Yahudi Romania. Bahkan, budaya dan struktur sosial komunitas tersebut akhirnya melesap ke dalam tradisi Sefardim.
Dengan bertempat tinggal di wilayah Utsmaniyah, kelompok Yahudi Sefardim merasa seperti memperoleh "Andalusia kedua." Jadi, ketika Semenjung Iberia masih dikuasai Muslimin, mereka menikmati kehidupan yang penuh toleransi. Bahkan, banyak ahli sejarah sepakat, masa-masa di Andalusia itu memunculkan musim semi peradaban Yahudi.
Pemerintahan Islam di sana juga menerapkan meritokrasi. Alhasil, tak sedikit pejabat yang berasal dari kalangan umat Yahudi. Keadaan yang serupa juga dirasakan mereka di Ottoman, bahkan beberapa dekade sebelum Reconquista Andalusia pecah.
Pada 1453, Rabbi Isaac Tzarfati menulis surat kepada Dewan Yahudi Eropa Tengah. Tokoh Yahudi yang sebelumnya berhasil lari dari persekusi di Eropa Tengah itu memuji daerah tempat tinggalnya yang baru di wilayah Ottoman.
Dikatakan dalam suratnya, "Negeri ini (Turki Utsmaniyah) dirahmati Tuhan dan penuh kebaikan. Di sini (saya) menemukan kedamaian dan kebahagiaan. Kami (kaum Yahudi) tidak di tindas dengan pajak yang berat. Perniagaan kami dapat berlangsung bebas.Setiap kami dapat hidup dalam damai."
Sementara itu, Ottoman pun menuai buah manis dari kebijakannya yang hangat terhadap para pengungsi Yahudi Sefardim. Sebagai imbalan atas kebaikan pemerintahan Islam, mereka beserta anak keturunannya terus berkiprah di berbagai bidang, termasuk militer, perdagangan, serta ilmu pengetahuan. Kejayaan kekhalifahan pun kian berkibar.
Sebagai contoh, duo bersaudara Yahudi, David dan Samuel bin Nahmias, memasarkan mesin cetak pertama di Konstantinopel pada 1493. Mesin tersebut adalah teknologi mutakhir pada masa itu sehingga mempercepat produksi literatur dan dokumen, terutama naskah-naskah keagamaan dan birokrasi.
Jaringan Yahudi di Indonesia
Di masa kolonial, beberapa warga Yahudi mendapat posisi tinggi di pemerintahan. [521] url asal
#kaum-yahudi #orang-yahudi-di-indonesia #komunitas-yahudi-di-indonesia #nostalgia-abah-alwi
(Republika - News) 17/07/24 15:20
v/11079676/
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bung Karno pernah menyatakan bahwa PBB nyata-nyata menguntungkan Israel dan merugikan negara-negara Arab. Pernyataan itu dikemukakan saat Indonesia keluar dari organisasi dunia tersebut pada 1 Januari 1965.
Konon, warga Yahudi sudah sejak kolonial Belanda banyak berdiam di Indonesia, khususnya di Jakarta. Pada abad ke-19 dan 20 serta menjelang Belanda hengkang dari Indonesia, ada sejumlah Yahudi yang membuka toko-toko di Noordwijk (kini Jl Juanda) dan Risjwijk (Jl Veteran) -- dua kawasan etlie di Batavia kala itu -- seperti Olislaeger, Goldenberg, Jacobson van den Berg, Ezekiel & Sons dan Goodwordh Company.
Mereka hanya sejumlah kecil dari pengusaha Yahudi yang pernah meraih sukses. Mereka adalah pedagang-pedagang tangguh yang menjual berlian, emas dan intan, perak, jam tangan, kaca mata dan berbagai komoditas lainnya.
Sejumlah manula yang diwawancarai menyatakan, pada tahun 1930-an dan 1940-an jumlah warga Yahudi di Jakarta banyak. Jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Karena mereka pandai berbahasa Arab, mereka sering dikira keturunan Arab.
Konon pula, keturunan Yahudi di Indonesia kala itu banyak yang datang dari negara Arab. Maklum, kala itu Israel belum terbentuk. Seperti misal keluarga Musri dan Meyer yang datang dari Irak.
Di masa kolonial, warga Yahudi ada yang mendapat posisi tinggi di pemerintahan. Termasuk gubernur jenderal AWL Tjandra van Starkemborgh Stachouwer (1936-1942). Kaum Yahudi di Indonesia pun memiliki persatuan yang kuat. Setiap Sabat (hari suci umat Yahudi), mereka berkumpul bersama di Mangga Besar, yang kala itu merupakan tempat pertemuannya.
Menurut majalah Sabili, dulu Surabaya merupakan kota yang menjadi basis komunitas Yahudi, lengkap dengan sinagognya yang hingga kini masih berdiri.
Mereka umumnya memakai paspor Belanda dan mengaku warga negara kincir angin. Pada hari Sabat, warga Yahudi bernyanyi sambil membaca kitab Talmut dan Zabur, dua kitab suci mereka.
Pada 1957, ketika hubungan antara RI-Belanda putus akibat kasus Irian Barat (Papua), tidak diketahui apakah seluruh warga Yahudi meninggalkan Indonesia. Konon, mereka masih terdapat di Indonesia meski jumlahnya tidak lagi seperti dulu.
Yang pasti dalam catatan sejarah Yahudi dan jaringan gerakannya, mereka sudah lama menancapkan kukunya di Indonesia. Bahkan, gerakan mereka disinyalir telah mempengaruhi sebagian tokoh pendiri negeri ini. Sebuah upaya menaklukkan bangsa Muslim terbesar di dunia (Sabili, 9/2-2006).
Dalam buku Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia disebutkan bahwa gedung Bappenas di Taman Surapati dulunya merupakan tempat para anggota Freemason melakukan peribadatan dan pertemuan.
Gedung Bappenas di kawasan elite Menteng, dulunya bernama gedung Adhuc Stat dengan logo Freemasonry di kiri kanan atas gedungnya, terpampang jelas ketika itu. Anggota Freemason menyebutnya sebagai loji atau rumah syetan. Disebut rumah setan, karena dalam peribadahannya anggota gerakan ini memanggil arwah-arwah atau jin dan setan, menurut data-data yang dikumpulkan penulisnya, Herry Nurdi.
Freemasonry atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda masuk ke Indonesia dengan beragam cara. Terutama lewat lembaga masyarakat dan pendidikan. Pada mulanya, gerakan itu menggunakan kedok persaudaraan kemanusiaan, tidak membedakan agama dan ras, warna kulit dan gender, apalagi tingkat sosial di masyarakat.
Dalam buku tersebut disebutkan, meski pada tahun 1961, dengan alasan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, Presiden Sukarno melakukan pelarangan terhadap gerakan Freemasonry di Indonesia. Namun, pengaruh Zionis tidak pernah surut. Hubungan gelap 'teman tapi mesra' antara tokoh-tokoh bangsa dengan Israel masih terus berlangsung.
Konflik dengan Militer Kian Memanas, Rabi Yahudi: Apa Gunanya Israel Berdiri?
Para rabi mengeluarkan pernyataan sikap bersama untuk menentang wamil. [519] url asal
#kaum-yahudi #yahudi-heredi #yahudi-israel #yahudi-tolak-wajib-militer #yahudi-melawan-israel #yahudi-kian-memanas #rabi-yahudi-tolak-wamil #wajib-militer-bagi-yahudi #wamil-bagi-yahudi-heredi #yahudi
(Republika - Khazanah) 11/07/24 08:12
v/10396193/
REPUBLIKA.CO.ID, TELAVIV — Pimpinan Rabi Sephardi Israel secara resmi menginstruksikan para siswa Yeshiva untuk mengabaikan kantor-kantor perekrutan tentara. Rabi Utama Heredim, Rabi Dov Landau menegaskan, pihaknya mengecam undang-undang wajib militer terbaru yang didiskusikan di Knesset. Dia mendorong para siswa untuk lebih memilih penjara dan pencabutan anggaran daripada bekerja sama dengan tentara Israel.
Rabi tersebut menyatakan bahwa undang-undang tersebut bertujuan untuk menghancurkan Taurat. Dov Landou secara agresif menyerang keputusan Menteri Pertahanan Yoav Gallant untuk memanggil 3.000 orang Yahudi Haredi - aliran Yahudi ultra-orthodox yang paling konservatif - melakukanwajib militer. Diamengatakan, "Sebuah negara yang merekrut Yeshiva tidak memiliki hak untuk eksis."
"Tentara sedang berperang dengan kami, dan ingin merampas hak-hak para siswa Taurat, yang merupakan bunuh diri total," katanya, seraya menambahkan, "Dengan tidak adanya rezim, dan di tengah-tengah perang tentara melawan kami, apa gunanya berdiri? Pemerintah sepenuhnya mutlak melawan kami,"ujar dia seperti dikutip Al-Mayadeen.
Setelah wacana mengenai wajib militer bagi komunitas ultra-ortodoks, para rabi kepala mengadakan pertemuan. Mereka mendesak para Haredim untuk mengalihkan perhatian mereka dari perintah wajib militer dan tidak pergi ke kantor-kantor perekrutan.
Pada akhir pertemuan, Landau meminta Rabbi Haim Aharon Kaufman, kepala komunitas Haredim, untuk menyampaikan pendapatnya kepada rekan-rekannya dari komunitas Sephardi dan Hasidic. Mereka pun mengeluarkan pernyataan sikap bersama untuk menentang wajib militer.
Kepala Yeshiva Slabdoka, Rabbi Moshe Hillel Hirsch, memerintahkan para siswa untuk mempengaruhi para pemuda ultra-ortodoks yang tidak belajar di sekolah-sekolah agama.
Menanggapi pernyataan Landau, para pemimpin sekolah-sekolah agama Yahudi Sephardi di Barat, beberapa di antaranya adalah anggota Dewan Orang Bijak Taurat (Shas), mengadakan pertemuan. Mereka mengeluarkan maklumat Taurat yang menyatakan pelarangan untuk masuk tentara.Maklumat yang ditandatangani itu selanjutnya melarang kehadiran di kantor-kantor perancang wajib militer.
Tiga ribu Yahudi Heredi ikut wamil..
Pada Selasa, Gallant meresmikan wajib militer bagi 3.000 orang Haredim. Surat kabar Israel, Israel Hayom, merinci bahwa setengah dari jumlah tersebut akan berusia antara 18 dan 21 tahun, sementara 40% akan berusia antara 21 dan 24 tahun. Sementara, 10% sisanya berusia antara 24 dan 26 tahun.
Gallant mengumumkan bahwa penerbitan perintah wajib militer dapat dimulai paling cepat bulan depan. Pada akhir Juni, Mahkamah Agung Israel dengan suara bulat memutuskan wajib militer bagi warga Yahudi Haredi, dan menghentikan semua subsidi dan dana yang dialokasikan untuk lembaga-lembaga yang tidak mematuhi keputusan tersebut, dengan menegaskan bahwa negara tidak memiliki wewenang untuk membebaskan mereka.
Pengadilan memutuskan bahwa rezim tersebut melakukan penegakan selektif yang tidak sah. Adanya pengecualian terhadap Yahudi Heredi dinilai merupakan pelanggaran serius terhadap supremasi hukum dan prinsip yang menyatakan bahwa semua individu setara di hadapan hukum. Di tengah-tengah perang yang melelahkan, beban ketidaksetaraan menjadi lebih berat dari sebelumnya.
Kebutuhan akan lebih banyak tenaga kerja membuat Kabinet Perang membahas perpanjangan dinas militer di tentara Israel pada Ahad lalu. Dinas militer tentara akan diperpanjang menjadi tiga tahun, seperti yang dilaporkan oleh lembaga penyiaran Israel, Kan.
Gallant telah meminta kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 21 Juni lalu untuk menetapkan tanggal untuk sesi mendesak untuk mempelajari kemungkinan memperpanjang wajib militer menjadi tiga tahun. Hal tersebut menekankan bahwa realitas keamanan yang baru mengharuskan untuk menemukan cara untuk melanjutkan upaya perang.